Im Not Main Character

Im Not Main Character
Arcturus VS Mad Dog IV


__ADS_3

Mad Dog mengamati sekelilingnya dengan hati-hati. Bisa dibilang saat ini dirinya dipaksa menjadi buta secara artifisial. Tak bisa merasakan, mendengar ataupun mendeteksi keberadaan lawannya.


Bagi petarung jarak dekat sepertinya, situasi ini akan merepotkan. Belum lagi Mad Dog sangat yakin jika Arcturus akan memulai serangan jarak jauhnya.


‘Aku harus berhati-hati kepada bajingan itu. Dia bisa menghilang secara misterius.’


Mad Dog pernah melihatnya satu kali ketika Arcturus benar-benar menghilang di depan matanya. Itu bukanlah sihir sepele karena bahkan Mad Dog tak bisa mendeteksi hawa keberadaannya.


Sesaat kemudian dia merasakan sesuatu mendekatinya. Itu adalah sebuah pisau kecil yang dilemparkan dari belakangnya.


Mad Dog menghindarinya dengan sempurna dan melompat ke tempat pisau itu datang namun sayangnya tak ada siapapun di sana.


“Sial! Berhentilah bersembunyi!”


Tanpa kata ataupun balasan, Mad Dog hanya menerima pisau lainnya dari arah yang berlawanan. Tentunya dia mudah menghindar dan berlari secepat mungkin ke tempat pisau itu datang.


Namun sayangnya tiada siapapun di sana. Orang yang melemparkan pisau pasti sangat terampil dan lincah.


“Kamu di sana!”


Mad Dog bisa melihat sosok Arcturus berlari menjauh. Entah bagaimana keberadaannya muncul tiba-tiba namun Mad Dog tak peduli dan mengejarnya.


Saat dalam pengejaran Mad Dog terkejut ketika mengetahui tanah tempatnya berpijak empuk. Dia kemudian melompat bertepatan dengan runtuhnya tanah tersebut.


“Jangan harap aku akan kena dua kali—”


Segera dua batang pohon besar datang dari dua arah. Mad Dog dengan sigap menyilangkan kedua tangannya dan menghentikan pohon itu.


Batang pohon itu rupanya jebakan lain. Leona memukul salah satunya, sementara yang lainnya dihempaskan dengan sihir angin.


Segera dengan cepat Mary datang menerjang dengan pisaunya. Mad Dog hanya menatapnya dengan penuh kesal.


Dengan semua strategi lemah ini, Mad Dog tak percaya dirinya diremehkan.


“Jangan berpikir semua ini bisa mengalahkanku!”


Mad Dog membenturkan kedua pohon di tangannya dan mengayunkannya dengan liar menuju Mary.


Mary dengan mudah menghindarinya namun Mad Dog tak selesai di sana. Dia melemparkan kedua pohonnya itu ke arahnya dengan sangat kuat.


“Terlambat sedikit saja itu akan melukai wanita tua ini!” Mary melompat untuk menghindarinya dan tersenyum mengejek.


Dia menuju Mad Dog secara terang-terangan, berpikir bahwa dia bisa menyerangnya dari udara.


Namun siapa yang menduga bahwa Mad Dog lebih dari sekedar kuat secara fisik?


Dengan satu tarikan napas yang panjang, Mad Dog berteriak ke udara, “GARRGGHH!”


Teriakannya sangat keras untuk menciptakan gelombang suara yang destruktif. Mary menutup kupingnya dengan kedua tangan lantaran tak kuasa menahan gelombang suara itu.


Suaranya tentu sangat memekakkan telinga siapapun di sekitarnya.


“Aku bantu kamu mati!” Mad Dog mengambil ancang-ancang dan memukul udara.


Gelombang angin kuat segera menghantam dan melepaskan Mary cukup kuat.

__ADS_1


“Apa?!” Mad Dog terkejut cukup banyak. Dia menyaksikan tubuh Mary menjadi hitam sepenuhnya dan menghilang.


Belum selesai dia terkejut tubuhnya segera diikat rantai cukup kuat. Dua orang yang melakukannya adalah Edward dan Leona.


“Sekarang!” Leona berteriak saat dia mengeraskan seluruh tubuhnya.


“Electro Shock! Dua juta volt!!”


“Karghh!!”


Rantainya segera dialiri listrik yang cukup kuat. Selain Edward, dua orang lainnya terkena dampak dari sihirnya.


Mad Dog berteriak kesakitan saat seluruh tubuhnya menjadi lemas karena sengatan listrik yang kuat, sementara Leona bisa menahannya berkat kekerasan tubuhnya.


“Wow kamu sungguh bisa menahannya!” Edward kagum dengan ketangkasan Leona. “Apa payudaramu juga jadi sekeras batu saat melakukan itu?”


“Aku akan membenturkannya di kepalamu jika itu sungguh membuatmu penasaran!” Leona tampaknya lebih ingin merantai Edward ketimbang Mad Dog.


“Tunda bercandanya nanti!” Mary muncul saat dia melemparkan pisaunya.


Pisaunya menancap tepat di kedua kaki Mad Dog, membuatnya segera berlutut. Meski begitu Mary tak merasa puas karena pisaunya tak menembus cukup dalam.


‘Orang ini tidak kalah keras!’


Meski tak dilindungi dengan sihir atau apapun, pisau Mary tak mampu menusuk cukup dalam. Bahkan darah yang keluar sangat sedikit, menunjukkan betapa dangkalnya pisau itu.


‘Jika bukan karena racun mungkin itu takkan efektif.’


Saat menyusun rencana ini Arcturus sudah memberikan instruksi untuk mengolesi senjatanya dengan racun yang mampu melumpuhkan. Tak peduli sekalipun racun itu cukup kuat untuk membunuh orang, Arcturus berkata tak masalah menggunakannya.


Sesuai instruksinya Mary menggunakan racun yang tidak hanya melumpuhkan, tetapi mampu membunuh lawannya. Toh, Mary tahu betul bahwa Dewa Anjing Iblis memiliki tubuh yang bisa menetralisir racun setelah beberapa waktu.


Namun kekuatannya jelas menurun secara signifikan karena dia bahkan tak bisa melepaskan diri dengan mudah. Mungkin karena sengatan listrik dan juga racun dari pisau yang menancap di kakinya.


“Woi, jangan cuma melihat saja dan cepat lakukan! Bahkan aku mulai merasa disetrum!”


Arcturus kemudian muncul tepat di depan Mad Dog. Sejak awal dia sudah berada di sekitar Mad Dog, cukup dekat untuk bisa meludahinya diam-diam.


Namun tentu saja dia tak melakukan itu karena Mad Dog mungkin bisa menemukannya sekalipun Arcturus bersembunyi di dalam bayangan.


“Sepertinya kamu kerepotan wahai tuan yang terkuat.”


Arcturus mengeluarkan sebuah kristal merah seukuran genggaman tangannya. Di kristal itu terukir lingkaran sihir hitam kemerahan yang seakan-akan terbuat dari darah.


Mad Dog menatap Arcturus dengan penuh kebencian dan menggerakkan giginya.


“Bajingan-!”


Melihatnya sangat marah membuat Arcturus takut. Dia tak mau membuang-buang waktu dan mulai bertindak.


“Awalnya aku tak mau melakukan ini karena kamu takkan menyukainya. Namun aku tak punya pilihan karena kamu tak mau mendengarkan!”


Arcturus melesat menuju Mad Dog dan memberikan satu pukulan kuat di kepalanya. Bagi Mad Dog mungkin itu terasa geli, tetapi Arcturus cukup puas bisa memukulnya dengan konsekuensi kecil.


‘Sial! Tanganku juga kesetrum!’

__ADS_1


Bayaran dari memukul kepalanya adalah Arcturus juga harus rela merasakan setrum yang kuat itu. Berkat itu seluruh tubuhnya terasa kaku.


“Kamu begok! Apa jadinya jika kamu pingsan karena itu?!” Edward berteriak dengan sangat kesal.


Seandainya Arcturus pingsan karena tindakan itu, maka semuanya akan berakhir.


“Sangat menyebalkan dibilang bodoh oleh orang bodoh!”


Arcturus mengabaikan tubuhnya yang terasa kaku dan menempelkan kristal di tangannya yang lain ke dada Mad Dog.


“A-apa yang kamu lakukan?!” Mad Dog sekuat tenaga memberontak, seakan-akan ingin mengunyah kepala Arcturus.


“Kontrak Budak!”


Mad Dog mengangkat alisnya. Dia tak menyangka bahwa Arcturus sedang menjadikannya budak.


“BAJINGAN! Hentikan ini!”


“Hanya karena kamu menyuruhnya bukan berarti aku harus menurutinya!”


Arcturus terus mengaktifkan segel budak di dalam kristal itu. Dia tak memiliki cara selain menjadikan Mad Dog budak dan membuatnya mengerti.


Bahkan jika tujuannya menjadi rekan setara tidak lagi mungkin, setidaknya Mad Dog akan bertarung di sisinya meski bayarannya adalah kebencian juga amarahnya.


“Seandainya kamu mau mendengarkan maka aku takkan melakukan ini!”


Arcturus terus mendorong kristal itu sekalipun dirinya menderita karena listrik itu. Namun dampaknya tak sekuat sebelumnya karena Edward menurunkan tegangannya perlahan.


Sihir di dakan kristal tersebut menyala dan mulai menempel di dada Mad Dog. Namun yang tak terduga adalah itu lenyap segera.


“H-hah?”


Arcturus terkejut dan tak bisa memproses isi kepalanya. Fakta bahwa kristal yang menjadi sihir untuk mengangkat budak hancur maka hanya satu jawabannya.


“Bagaimana mungkin ... kontrak budak digagalkan?”


Arcturus jatuh dengan bokongnya dan diam membatu. Dia tidak pernah membayangkan bahwa sihir budak bisa digagalkan.


“Sial! Mana-ku habis!” Edward berteriak dan segera menarik erat rantainya.


Namun Mad Dog mengambil kesempatan itu, mengerahkan seluruh kekuatannya dan melepaskan diri. Leona dan Edward terhempas lantaran tak kuasa menahannya lagi.


“Bajingan ... Aku pasti akan membunuhmu!”


Mad Dog sekuat tenaga mengayunkan cakarnya. Dia bersungguh-sungguh akan melepaskan kepala Arcturus dari tubuhnya.


Arcturus tak mampu bergerak karena masih memproses pemikirannya.


“Tuan Muda!”


Mary melompat dan mendorong Arcturus, menggantikannya menerima serangan Mad Dog.


“Ah—”


Arcturus segera tersadar dan baru melihat cakar Mad Dog menuju ke arahnya. Namun karena Mary mendorongnya, maka wanita tua itu yang harus menerima akibatnya

__ADS_1


CRUCH!


Darah segar mengalir keluar dengan jumlah yang luar biasa. Mary memuntahkan darah dari mulutnya selagi merasakan tangan kirinya menghilang dari tempatnya.


__ADS_2