
Penyihir dari Religia telah datang dan menjemputnya. Arcturus juga membawa Edward agar dia memiliki titik koordinat teleportasi ke rumahnya sebelum kembali lagi.
Meski awalnya Edward ingin menetap lebih lama namun Arcturus tak mengizinkannya. Tak ada siapapun yang mau membawa orang cabul ke rumahnya.
Tiba di rumahnya dia disambut oleh keluarganya. Lyura memiliki wajah yang tidak menyenangkan seperti biasanya, sementara Evelyn tampak agak aneh. Mungkin kejadian di Silverstone mengubah evaluasinya tentang Arcturus.
“Kakak! Aku merindukanmu!”
Spica berlari dan melompat ke pelukannya. Arcturus tersenyum membelai lembut kepala adiknya.
“Aku pulang seperti yang ayah minta. Jadi, di mana telur itu sekarang?”
Arcturus tak ingin berlama-lama terhadap hal ini. Dia tidak tahu apakah telur itu akan berbahaya atau tidak nantinya.
Dia tidak tahu Beast macam apa yang akan menetas. Jika itu adalah Serpent, tidak bagus membiarkannya terlalu lama. Bahkan jika itu balita, Serpent tetaplah kuat mengingat itu adalah salah satu yang bisa bersaing dengan naga.
Alvalous dan Shin menuntun Arcturus menuju telur itu. Rupanya karena sulit untuk dipindahkan, telur tersebut terpaksa diisolasi di kamar Arcturus.
“Kami menjaganya dengan ketat. Ayah menyiapkan beberapa penyihir untuk memasang Barrier di sekitar kamarmu demi keamanan.”
Arcturus bisa melihat ada dua prajurit yang menjaga di depan pintunya. Begitu masuk dia menemukan empat penyihir duduk membentuk persegi dengan telur yang melompat-lompat di tengahnya.
Melihat Barrier persegi yang berwarna merah, Arcturus yakin empat orang itu adalah penyihir tingkat tinggi.
“Apa telur ini sungguh sangat mengerikan?” Arcturus bertanya karena penasaran.
Barrier di depannya tidak hanya menjaga telur itu, tetapi siap menghancurkannya jika diperlukan. Itu adalah sihir tingkat tinggi yang mampu mengurung target dan juga melenyapkannya.
“Kita tak tahu apa yang akan terjadi ketika menetas. Langkah semacam ini perlu untuk dilakukan, Arc.” Shin menjawab kerisauan Arcturus.
Arcturus mengerti namun dia tak berharap harus seketat itu.
Telur itu terus melompat, sampai akhirnya berhenti tiba-tiba setelah Arcturus mendekatinya. Tampaknya telur itu bereaksi dengan kehadiran Arcturus.
“Untuk sekarang bisakah aku sendirian di ruangan ini? Tenang saja tidak akan ada sesuatu yang buruk terjadi.”
Alvalous dan Shin tampak ragu, tetapi mereka memilih percaya pada Arcturus. Para penyihir membatalkan sihir mereka setelah menerima instruksi.
“Berteriak jika sesuatu terjadi, putraku.”
Ruangan hanya tersisa Arcturus dan telur yang tampak seperti berlian itu.
__ADS_1
“Kamu ingin menetas dan menungguku? Kalau begitu sekarang adalah waktunya.”
Tepat saat Arcturus mengatakan itu, telur mulai retak di setiap tempat. Cahaya keluar dari setiap retakan tersebut, kian terang saat cangkangnya mengelupas perlahan.
Clang!
Cahaya putih yang membutakan mata menyinari kamar Arcturus. Itu terjadi selama beberapa detik sehingga Arcturus butuh waktu untuk menyesuaikan matanya.
Telur yang tampak seperti kristal berkilauan hancur. Arcturus menemukan gumpalan putih di dalam telur itu. Belum jelas apa identitasnya sampai Arcturus menghampirinya.
Benda putih itu mulai bergerak dan bangun. Sisik putih yang terlihat sangat suci sepanjang hampir satu meter.
“Ini ... Serpent, kan? Namun warnanya putih.”
Biasanya Serpent akan berwarna hitam ataupun kecoklatan. Bahkan ada yang berwarna seperti ular pada umumnya. Namun sejauh pengetahuannya, tidak ada yang berwarna putih.
Ular yang seukuran pergelangan tangan manusia menatap Arcturus dan memiringkan kepalanya. Arcturus mengikuti gerakan imut tersebut meskipun baginya ular sedikit menakutkan.
“Paw!”
“Paw?” Arcturus semakin heran dengan suara yang dibuat ular tersebut.
“Ugh!” Arcturus sedikit merintih sesaat namun mengejutkan tak ada darah ketika ular kecil itu menggigitnya.
“Kamu membuat kontrak dengan kehendakmu sendiri?”
Itu tidak biasa lantaran kontrak hanya bisa dijalin setelah melakukan kesepakatan kedua belah pihak dengan kondisi setara. Namun ular kecil ini melakukannya tanpa negosiasi maupun kondisi setara.
• Ini ... bocah sial, dari mana kamu mendapatkannya?
Kaisar mulai berbicara. Mungkin dia terkejut dengan ular kecil itu.
Sebelum sempat Arcturus menjawabnya, dia mendengar suara yang akrab untuknya.
• Jika kamu mendengar suaraku ... maka telur ini sungguh menetas di tanganmu, Putra Alam.
“Jomungandr?”
• Ini komunikasi satu arah dariku. Aku meninggalkan sedikit kesadaranku melalui kontrak telur ini untuk menyampaikannya padamu.
Sepertinya Arcturus tak bisa menanyakan apapun kepadanya. Ini seperti pesan suara yang disimpan dan terbuka pada saat waktunya tiba.
__ADS_1
• Pastinya kamu memiliki banyak pertanyaan tentang banyak hal, termasuk mengapa aku memanggilmu Putra Alam.
Putra Alam, julukan yang hanya hadir di putaran kali ini. Tentu saja Arcturus tertarik untuk mengetahuinya. Toh, ini berkaitan dengan dirinya sendiri.
• Namun bukan aku yang akan menjelaskannya. Roda takdir mulai memanaskan mesinnya, dan akan menuntun dirimu menemukan jawabannya.
Arcturus mengerutkan alisnya. Dia sudah berharap akan mengetahui jawabannya namun rupanya tak semudah itu.
• Anak dalam telur ini bukan keturunanku. Telur ini sudah ada sebelum aku lahir dan terus diwariskan.
Jomungandr hidup kurang lebih 350 tahun. Itu artinya ular putih ini sudah menjadi telur sejak sangat lama.
• Aku mewarisinya dari naga saat mencapai puncak evolusi. Telur ini adalah pewaris terakhir dari Basilisk.
Ada mitologi yang mengisahkan tentang seekor ular yang mampu menjadi naga. Menurut legenda dunia ini, keberadaan itu adalah asal-usul mengapa Serpent bisa setara dengan naga.
Namun pada suatu waktu Basilisk tewas dibunuh naga yang membencinya. Makhluk itu tewas tanpa pernah melanjutkan garis keturunannya. Itulah sebabnya mengapa Black Mamba adalah spesies tertinggi dari jenis Serpent.
• Naga menyampaikan bahwa telur ini akan menetas saat takdir kembali berputar.
• Dunia adalah tempat yang misterius. Ada dunia yang sudah dimulai sebelum dituliskan. Kamu harus mengingat kembali siapa dirimu.
Semakin lama mendengarnya Arcturus semakin tidak memahami. Tiba-tiba membahas tentang dunia dan semacamnya, Arcturus mengharapkan ada suatu petunjuk.
• Pertama-tama kamu harus menyelesaikan masalah yang menunggumu. Basilisk kecil ini akan sangat membantumu. Baik naga dan aku mewarisinya pengetahuan tentang kekuatan. Sejak lahir dia sudah kuat.
Hal yang patut disyukuri adalah Arcturus menerima kekuatan tambahan yang akan bertarung di sisinya. Namun cerita seperti ini sungguh klise.
Saat seseorang mendapatkan bantuan yang kuat tiba-tiba, maka lawan di masa depan akan jauh lebih sulit. Bahkan mungkin, masa depan yang menunggunya sangat mengerikan.
• Pelajarilah asal-usulmu untuk menerima jawaban atas setiap pertanyaanmu.
Asal-usul Arcturus Religia, atau silsilah Evans Canopusius yang tiba di dunia ini dengan misterius?
Jika harus memilih mungkin yang pertama adalah apa yang dimaksud. Namun sayangnya, bahkan Evans penasaran mengapa dirinya tiba di dunia ini.
Selain itu, entah mengapa dirinya hanya memiliki kenangan samar tentang kehidupan yang ia jalani di bumi.
• Aku meninggalkan satu Golden Key di sarangku. Gali dengan benar. Kamu harus menemukan semuanya ... peninggalan naga untuk Wanita Surgawi ada di sana.
Suara Jomungandr perlahan lenyap dan menghilang bersama dengan selesainya penyampaian informasi terakhir yang sangat berharga.
__ADS_1