Im Not Main Character

Im Not Main Character
Mirae


__ADS_3

Arcturus memilih menyerah mencari di saluran pembuangan. Fakta bahwa Golden Retriever mengunjungi tempat itu sudah cukup membuktikan bahwa Mad Dog tak mendiami tempat itu.


Namun Arcturus menjadi khawatir karena keberadaan Golden Retriever.


‘Aku tahu beberapa dari mereka sudah menyebrang ke benua timur. Namun tidak kusangka akan sedekat ini.’


Awalnya Arcturus berpikir bahwa mereka baru saja menyeberang dan tidak mungkin berada di kerajaan Wizard. Mau bagaimanapun benua utara dan timur cukup jauh dan sulit untuk dilalui.


Lautan di dunia ini bahkan lebih keras dari daratannya. Tidak hanya sulit bertarung di air, tetapi monster laut sangatlah menyeramkan.


“Jika Golden Retriever sudah menyebrangi benua, maka bajingan itu juga sudah ada di sini.”


Dari kehidupan sebelumnya, ada tiga anjing yang menyebrangi benua itu. Dua sudah Arcturus temui, tetapi yang terakhir belum.


Meski hanya tiga anjing, itu adalah kekuatan besar dari Dewa Anjing Iblis. Tidak mudah bahkan menghadapi salah satunya.


Selain itu, jika Arcturus melukai salah satunya maka Dewa Anjing Iblis lainnya tidak akan tinggal diam begitu saja. Kemungkinan terburuknya adalah akan menyebabkan perang tiba lebih cepat.


“Sial, aku harus mengejar Mad Dog.”


Maka tujuannya adalah menemui ibu dari bajingan menyedihkan itu. Arcturus saat ini menuju ke sana sendirian.


“Harusnya Mad Dog sudah menyadari kehadiran Golden Retriever. Bajingan itu punya insting kuat, pasti dia sedang menyamarkan bau.”


Dengan informasi yang dia miliki, besar kemungkinan tempat persembunyiannya Mad Dog kosong. Toh, hanya dia penjaga ibunya.


Ibu dari protagonis utama kita, bernama Mirae. Dia adalah salah satu dari sedikitnya anjing yang bisa dikatakan biasa saja. Tak ada kemampuan khusus, malah anehnya dia tak bisa bertransformasi menjadi wujud binatang.


Arcturus sendiri belum tahu penyakit apa yang dimilikinya sampai Mad Dog begitu putus asa mencari cara menyembuhkannya.


“Cara terbaik membawa Mad Dog adalah dengan menjaga ibunya.”


Apapun rasnya, dan seberapa keras kepalanya seorang pria akan sangat rapuh terhadap ibunya. Bahkan sekalipun seorang ayah memiliki pukulan yang lebih keras, tetapi kata-kata seorang ibu lebih menyakitkan ketimbang setiap jenis serangan.


Bahkan bagi Mad Dog, Seong Yohan. Suara ibunya adalah satu-satunya yang bisa menjangkau hatinya dengan mudah.


Tiba di daerah bebatuan di luar kota. Arcturus menuju tempat di mana akar tumbuhan lebih banyak tumbuh ketimbang tempat lainnya.


Keringat dingin kemudian mengalir di seluruh tubuhnya. Dia khawatir jika masuk dan menemukan Mad Dog di sana, tidak mudah menyelesaikannya.


Namun jika dia masuk dan tak bertemu Mad Dog, masih ada kemungkinan Golden Retriever menemukan tempat ini karena perbuatannya.

__ADS_1


‘Sial, mengapa aku ragu saat itu ada tepat di depanku?’


Persembunyian Mad Dog ada di tumpukan batu besar di depannya. Pintunya mungkin kecil dan disembunyikan akar tumbuhan, tetapi itu lebih dari cukup untuk dimasuki dua orang bersamaan.


Arcturus menonaktifkan kemampuan jubahnya dan berdiri di sana dengan diam. Dia masih mempertimbangkan untuk masuk atau tidak.


Namun saat Arcturus dalam dilema, seseorang keluar dari sana. Arcturus mengaktifkan kemampuan jubahnya dengan panik.


Seorang wanita yang tampak berusia hampir kepala empat, dengan rambut juga telinga coklat dan beberapa urat hitam menghiasi wajahnya.


“Siapa di sana? Aku tahu kamu masih berada di sana jadi tolong keluar. Tenang saja, aku takkan menyakitimu.”


Dia tersenyum lembut dan tidak memancarkan aura permusuhan. Melihat itu Arcturus yakin, Mirae masih hidup. Tidak salah lagi, wanita ini adalah ibunya Mad Dog.


“Aku tak membayangkan seseorang akan menyadariku.”


Arcturus melepaskan kemampuan jubahnya dan tersenyum masam. Di hadapan wanita ini, tak perlu baginya menjadi terlalu waspada.


Mirae tampak tertegun sesaat dan bergumam, “... rambut hitam.”


Arcturus tak cukup peka untuk mendengarnya lantaran Mirae segera menambahkan.


Mirae masuk kembali, Arcturus ragu beberapa saat sebelum mengikutinya.


Dia masuk ke dalam tumpukan batu. Jalan masuknya cukup kecil, tetapi tidak terduga dalamnya luas.


Ada beberapa obor di pasang untuk menerangi ruangan. Arcturus bisa melihat guci dan kotak berisi makanan juga tanaman obat. Bahkan ada tulang dan daging kering disimpan dengan baik.


Perhatian Arcturus tertuju kepada Mirae yang menggunakan jubah dan menutupi seluruh tubuhnya.


‘Bukankah dia sakit? Mengapa tampaknya dia sehat saja?’


Arcturus tidak pernah tahu penyakit apa yang diderita Mirae. Namun yang janggal darinya hanya urat hitam di sekitarnya wajahnya saja.


“Maaf tidak bisa memberikan pelayanan terbaik, tapi, silahkan duduk Tuan Muda.” Mirae membungkuk hormat dan mempersiapkan Arcturus duduk.


Kursi dan meja yang tersedia hanyalah batu yang ditumpuk. Namun Arcturus sama sekali tidak mempermasalahkannya.


“Dari penampilan yang terlihat sepertinya anda bangsawan berpengaruh. Saya tidak menyangka sosok seperti anda akan mengunjungi saya. Apa ada sesuatu yang tuan bangsawan inginkan?”


Mirae menunjukkan senyumannya namun kekhawatirannya masih bisa dilihat.

__ADS_1


“Jangan terlalu resah, nyonya. Saya kemari tidak untuk mengganggu kehidupan anda.”


Arcturus berbicara formal lantaran wanita di depannya adalah sosok ibu yang melahirkan protagonis utama.


“Umm, apa putra saya menyebabkan masalah atau membuat kesepakatan dengan anda?” Mirae masih tetap khawatir.


Arcturus melihat bahwa dirinya bukan satu-satunya. Rupanya ada beberapa bangsawan yang coba menghubungi Mad Dog melalui ibunya.


“Tidak, nyonya. Saya belum sekalipun bertemu putra anda sama sekali. Namun saya tertarik dengan bakatnya.”


Protagonis utama dari novel The Rise of Hero In Chaostic World pastinya tak hanya kuat namun juga berbakat.


Mad Dog dibuat sedemikian rupa untuk menghadapi lawan merepotkan di masa depan. Mau bagaimanapun, hal dasar dalam membuat novel adalah menciptakan tokoh utama yang memiliki kemampuan untuk menghadapi berbagai jenis lawan.


Memang sangat disayangkan meski dunia ini memiliki empat tokoh utama, segalanya tak pernah menjadi mudah.


“Saya tersanjung mendengar putra saya memiliki bakat yang menarik minat anda, Tuan Muda. Namun bakat yang besar juga membawa petaka untuknya sendiri. Meski memalukan namun putra saya masih memiliki ketergantungan kuat dengan saya.”


Itu artinya Mad Dog bajingan yang benar-benar keras kepala dan hanya mendengarkan perkataan ibunya.


Keras kepala adalah sifat yang sangat menjengkelkan namun itu tak selamanya buruk. Mengenang kembali kehidupan sebelumnya, Arcturus mulai tersenyum.


‘Berbeda dengan sebelumnya, kali ini aku akan bersahabat denganmu, bajingan kecil.’


“Tentu saja saya tahu bahkan seseorang pasti memiliki kekurangan. Menurut saya, putra anda hanya kurang pengalaman.”


Untuk masa depan yang jauh lebih baik, Arcturus harus berani bersikap sedikit agresif.


“Bagaimana jika nyonya ikut dengan saya? Meski tak banyak namun saya bisa menjanjikan satu hal.”


Golden Retriever sudah menyebrangi benua, maka peperangan yang akan menggoyahkan keseimbangan akan dimulai. Ini akan menjadi langkah awal untuk supremasi kekaisaran.


Three Balancers akan goyah tak lama lagi karena kembalinya Dewa Anjing Iblis setelah menjelajah dalam waktu lama. Dan, disaat itulah operasi besar Arcturus akan dimulai.


“Saya akan mengerahkan banyak sumber daya untuk mendukung dan melindungi kalian berdua dari anjing lainnya.”


Seorang anak laki-laki yang rela memerangi dunia untuk melindungi ibunya. Dan, seorang ibu yang melindungi putranya dari dunia demi kebahagiaannya.


Tak semata-mata untuk membawa Mad Dog saja Arcturus melakukan ini. Dia ingin menyelamatkan Mirae, karena tak mau ada kesedihan diantara hubungan ibu-anak yang sangat indah.


Sebuah keindahan yang tak pernah Arcturus maupun Evans Canopusius rasakan di setiap kehidupannya.

__ADS_1


__ADS_2