
The Rise of Hero In Chaostic World, novel unik dengan empat protagonis utama di dalamnya.
Alda Carinea, wanita dengan tubuh langit dan dicintai surga. Wanita yang dibesarkan oleh seekor naga dengan penuh cinta.
Lalu ada sesosok Dewa Anjing Iblis yang mengutuk kawanannya sendiri dan menginginkan balas dendam pada kaumnya, Seong Yohan atau yang dijuluki Mad Dog.
Ada penjelasan yang sangat bagus di dalam novel yang mendeskripsikan kekuatannya.
—Kekuatan yang mampu mengangkat gunung dan meletakkannya di pundak. Cakar yang mencabut pohon, taring yang mengunyah tulang dan kepala sekeras berlian.
— Auman yang menundukkan kaum, anjing yang lebih liar dan gila di dunia ini. Sosok raja yang sebenarnya, Seong Yohan.
Dalam hal kekuatan fisik Mad Dog lebih unggul dari tokoh utama lainnya. Vitalitasnya juga bukan main, mungkin Alda berada satu tingkat di bawahnya.
Namun sayangnya setiap orang hanya memiliki satu keunggulan, protagonis utama dunia ini juga demikian.
‘Bertarung adalah kelebihan besar orang ini. Aku tak bisa melakukan benturan fisik dengannya.’
Arcturus merasakan keringat mengalir di punggungnya. Sejak awal Mad Dog sangat keras kepala dan memusuhi semua isi dunia selain ibunya.
Itu karena bajingan sial ini belum melihat dunia secara luas. Arcturus sangat perlu memukul kepala bajingan ini dan membuatnya melihat dunia dengan lebih baik.
“Monyet, apa yang coba kamu lakukan?”
Suaranya yang lantang dan penuh kemarahan membuat Arcturus sedikit tertegun. Sudah lama sejak terakhir kali dia mendapatkan perlakuan seperti ini.
“Aku ingin bertemu denganmu. Bisakah kita melakukan percakapan singkat?”
Mad Dog mengerutkan alis hitamnya yang tebal, menatap Arcturus dengan diam dan tajam.
Melihat itu Arcturus cukup terkejut. Biasanya bajingan ini akan mulai menyerang tanpa mau mendengarkan sama sekali. Namun melihatnya seperti ini menunjukkan sesuatu tampak berbeda.
‘Apa dia tak sekeras dulu?’
Di kehidupan sebelumnya Mad Dog membunuh orang tanpa pernah mendengarkan apa yang akan dikatakannya. Lebih tepatnya, dia membunuh mereka yang mengganggunya. Mungkin, dia jadi seperti itu setelah kehilangan ibunya.
Mad Dog tidak akan membunuh orang secara asal. Moto utama yang ia miliki di kehidupan sebelumnya adalah;
Jangan mengganggu jika tak ingin mati. Berbicaralah ketika ingin dipenggal. Silahkan sentuh jika ingin dilenyapkan. Menatap mata adalah cara menuju ke surga.
Tentu ada banyak sekali hal yang bisa disebutkan.
“Bagaimana? Apa kamu mau melakukan pembicaraan denganku?”
“Apa ada orang yang mau bicara dengan monyet tollol?” Mad Dog menjawab dengan cepat.
__ADS_1
Arcturus ingin mengumpat namun dia harus ingat posisinya tidak bagus. Tidak ada pilihan selain memberikan umpan. Mau bagaimanapun, bajingan ini sedikit kurang di otaknya.
“Kamu ingin menghajar kaum yang mengusirmu. Dan, aku ingin membunuh tikus yang bersembunyi di sana. Tidakkah kita berdiri di jalan yang sama?”
Arcturus menunggu tanggapan namun Mad Dog hanya diam dan memperhatikannya dengan tatapan merendahkan.
‘Si gila ini ... dia sungguh berpikir aku seekor monyet?’
Setelah Arcturus membawa Mad Dog ke sisinya mungkin tidak ada masalah memukul kepalanya sedikit.
“Bukankah akan lebih baik memiliki kekuatan sebanyak mungkin di sisimu?”
Mad Dog diam sebentar sebelum berjalan menuju Arcturus.
“Aku sangat kuat. Satu atau seribu monyet tidak akan membantu.”
Faktanya seratus dari Arcturus takkan bisa mengalahkan Mad Dog. Bajingan ini tidak hanya besar mulut.
“Sepertinya kamu tidak pernah belajar tentang seberapa hebat kekuatan jumlah.”
Arcturus tahu cara terbaik mengalahkan Mad Dog yang saat ini masih bodoh.
“Banyak bacot.”
Mad Dog mulai mengambil langkah panjang dengan kuat. Arcturus tergesa-gesa dan mengaktifkan kemampuan jubahnya.
“Cough!”
Arcturus batuk darah dan menabrak pohon. Pukulan yang dia terima cukup kuat, tetapi bukan yang terkuat.
“Ugh! B-bagaimana bisa—”
Harusnya kemampuan jubah itu tak terdeteksi. Namun bagaimana bisa Mad Dog memukul dengan tepat sasaran?
Tentunya bajingan itu memiliki insting yang kuat dan gerakan yang cepat. Dengan Arcturus yang terlambat merespon, sebelum sempat dia menjauh Mad Dog sudah melakukan serangannya.
“Yohan-!” Mirae keluar dari tempatnya dengan tergesa-gesa dan memanggil. “Jangan sakiti dia!”
Mendengar peringatan ibunya, Mad Dog semakin mengerutkan alisnya.
“Aku akan menghajar kecoa yang memasuki rumah kita, bu.”
Mad Dog sama sekali tak mengindahkannya dan berjalan menuju Arcturus.
“Kamu mau ... menentang ibu, nak?” Mirae berkata dengan lemah.
__ADS_1
Hal itu cukup membuat Mad Dog berhenti bergerak dan masih memandang Arcturus. Tampaknya dia tahu apakah harus menghajarnya atau mematuhi ibunya.
“Ha ha ha ... ha ha ha!”
Arcturus bangkit selagi mulai tertawa. Mungkin di kehidupan saat ini, baru pertama kali Arcturus tertawa seperti sekarang ini.
“Kamu memang kuat, sungguh kuat ... namun kesalahan besar melihatku sebagai orang lemah.”
Kebenarannya adalah Arcturus memang lemah, tetapi dia memiliki kekuatan terbaik untuk melakukan scam.
‘Aura Kaisar.’
Cahaya ungu gelap merembes keluar dari tubuh Arcturus saat dia melakukan yang terbaik untuk berdiri tegak.
Melihat itu, Mad Dog tercengang dan menjadi semakin waspada. Dia menyadari bahwa Arcturus terasa berbeda dari sebelumnya. Kehadirannya mendadak lebih besar dari sebelumnya.
Mad Dog mungkin belum pernah bertemu orang dengan aura sekuat itu. Oleh karena itu tingkat kewaspadaannya meningkat hingga batas tertentu. Dia mulai mengevaluasi ulang Arcturus.
“Seong Yohan, kamu sepertinya perlu pendidikan khusus untuk tak meremehkan siapapun lawanmu.”
Kelemahan utama Mad Dog adalah selalu meremehkan siapapun lawannya. Di kehidupan sebelumnya kerap sifatnya itu membuat dia berada di situasi kritis.
“Tiga hari. Aku akan kembali dalam waktu itu dan menantangmu. Akan aku tunjukkan bahwa orang sekuat dirimu bisa kalah oleh jumlah.”
Untuk apa Arcturus membawa Leona dan Edward? Tentu untuk menghajar bajingan keras kepala ini.
Bahkan mungkin sejak putaran sebelumnya, Arcturus sudah memendam perasaan ingin memukul kepala bajingan gila ini.
“Jika aku menang, tolong dengarkan aku. Aku akan menyembuhkan ibumu, sebagai gantinya kamu ikut aku.”
Mad Dog akan di bawah pengawasan Arcturus. Bukan sebagai anak buah, mungkin sebagai teman, sahabat, atau adik angkat.
Bahkan jika Mad Dog tak merasa demikian, setidaknya Arcturus memiliki perasaan tersebut. Dia selalu menganggap Mad Dog adik laki-laki yang sulit diatasi.
“Jika aku kalah ... lakukan apapun yang kamu mau.”
Mad Dog hanya mengamatinya dengan diam. Dia tak pernah bertemu bangsawan yang berani seperti ini.
“... siapa kamu?”
Arcturus memasang senyum. Dia merasa senang, akhirnya tiba waktu di mana Mad Dog menjadi orang yang menanyakan namanya.
“Arcturus Religia ... setidaknya kamu perlu ingat nama orang yang akan mengalahkanmu untuk pertama kalinya.”
Disaat-saat seperti ini entah mengapa Arcturus mengingat pesan terakhir Mad Dog kehidupan sebelumnya. Pesan terakhir sebelum dia menuju kematiannya.
__ADS_1
— Kejar aku, tangkap aku, ikat aku, raihlah aku. Dan, jadilah kakakku di putaran hidup selanjutnya.
Itu adalah janji yang ingin Arcturus tepati.