Im Not Main Character

Im Not Main Character
Arcturus Vs Mad Dog


__ADS_3

“Hei kamu terlambat! Beruntung semuanya tak berjalan dengan buruk!”


Edward langsung menyampaikan keluhannya. Namun Arcturus tentunya tidak bisa menyangkal keterlambatannya.


“Ya, maafkan aku. Ada sesuatu yang tidak bisa aku abaikan sebelumnya.”


Itu adalah panggilan yang mendadak sehingga Arcturus harus datang terlambat. Menghadapi Mad Dog memang prioritas di atas segalanya saat ini, tetapi panggilan sebelumnya tak bisa dihindari.


“Urusan mendadak? Apa itu terkait dengan keluargamu?” tanya Leona.


“Tidak, ini urusan lain. Yah, mari bicarakan setelah semuanya selesai.” Arcturus bertemu dengan tatapan Mad Dog. “Bisakah kita bicara baik-baik sekarang?”


Mad Dog hanya meludahi pertanyaan Arcturus, “Tentu tidak setelah kamu membasahiku dengan kotoran goblin!”


Arcturus sedikit mengangkat alisnya, “Kotoran goblin?”


“Itu Edward, Tuan Muda. Dia tidak mendengarkan sama sekali sehingga berinisiatif menggunakan kotoran dan air seni goblin.” Mary sedikit membungkuk menyesal.


“Hei, kamu tidak bilang akan membiarkannya hidup jadi aku melakukan itu untuk balas dendam!”


Arcturus yakin harusnya Edward tahu bahwa dia berencana membawa Mad Dog ke sisinya. Tidak hanya untuk bertarung di sisi yang sama, tetapi juga untuk menyelamatkan adiknya Leona.


“Begitu, kah. Kamu memang paling tahu cara mendapatkan tiket bertemu pencipta.”


Meski bajingan itu terlalu berlebihan namun rencananya tidak buruk. Kotoran dan seni goblin akan membuat penciuman Mad Dog buruk lebih lama.


Meski begitu tetap sebuah masalah lantaran Mad Dog akan berpikir itu rencananya.


“Yah, aku hanya ingin kamu mendengarkanku, Seong Yohan atau haruskah aku memanggilmu Mad Dog?”


Sejujurnya Arcturus tak peduli. Namun jika memang diizinkan memilih panggilan, Arcturus ingin sekali memanggilnya idiot ataupun puppy.


“Kamu menginginkan pertarungan jadi untuk apa aku mendengarkan?!” Mad Dog berteriak dan menggerakkan taringnya.


Meski dia begitu terlihat keras, tetapi Arcturus yakin bajingan itu setidaknya ingin mendengarkan sedikit. Kenyataannya Mad Dog bisa lepas dari sana dengan sangat mudah.


Namun dia memilih tidak melakukannya dan melakukan percakapan sia-sia ini.


“Aku dengar kawanan mengusirmu dan orang tuamu. Mereka tak pernah membiarkanmu hidup dengan damai. Aku yakin kamu juga tahu bahwa mereka sudah sangat dekat.”


Tidak mungkin jika dia tak menyadari bahwa Golden Retriever sedang berkeliaran di kota ini. Mad Dog tentunya juga memiliki hidung yang tajam.


“...”

__ADS_1


Melihat Mad Dog yang diam tanpa menjawab, Arcturus terus berbicara.


“Cepat atau lambat kamu dan ibumu akan ditemukan. Tak peduli seberapa bagus kamu melarikan diri dan bersembunyi, pada akhirnya pasti akan ditemukan.”


Golden Retriever telah memastikan Mad Dog ada di kota ini. Bahkan jika mereka tak mengusiknya secara langsung, pastinya para anjing itu takkan melepaskannya.


Sangat mungkin Golden Retriever akan menunggu kawanannya yang lain untuk menghajar Mad Dog. Mereka semestinya tahu bahwa kekuatan Mad Dog sangat gila.


“Aku hanya perlu membunuh mereka dan pergi. Tak ada seorangpun yang bisa mengalahkanku!”


Semen di sekitar Mad Dog mulai retak. Dia seolah-olah menunjukkan sedang melakukan perlawanan.


Mary, Edward dan Leona sedikit panik dan mukai bersiap untuk melakukan apapun demi menahannya. Namun Arcturus dengan tenang menghentikan mereka dan bicara.


“Kamu tidak bosan terus melarikan diri? Sekalipun kamu kuat, bisa apa dengan hanya sendirian?”


Satu pejuang kuat mungkin lebih baik ketimbang seratus pemula. Bahkan dalam perang sekalipun kemunculan individu kuat akan mengubah jalannya perang.


“Aku bisa melakukan apapun jika aku jadi yang terkuat!”


Arcturus takkan bisa menyangkal bahwa Mad Dog sangat kuat. Namun itu juga yang membuatnya membenci Mad Dog.


“Kamu terlalu sempit melihat dunia. Ada begitu banyak orang yang lebih kuat darimu di dunia ini. Kamu hanya belum pernah melihat lebih luas dan menjelajah lebih jauh!”


“Kalau begitu aku hanya perlu menjadi lebih kuat lagi. Sangat kuat sampai tak ada siapapun yang lebih kuat dariku!”


Keegoisannya dan kepala yang hanya penuh dengan dirinya sendiri. Orang yang takkan mendengarkan pendapat dari luar ataupun belajar dari pengalamannya. Orang seperti itulah Seong Yohan alias Mad Dog.


“Sepetinya kamu memang harus diberi kuliah.”


Arcturus memberikan isyarat kepada rekannya dengan gerakan tangannya. Melihat itu Mad Dog jadi berwaspada, terutama saat Edward kulai merapal mantranya.


“Orang lemah? Ingin memberiku pelajaran?” Mad Dog mendengus seakan itu lucu.


Arcturus hanya mengeluarkan gulungan sihir dari cincin dimensinya dan melemparkannya tinggi ke udara.


Gulungan itu terbuka dan mengeluarkan asap hitam, diikuti dengan suara kencang dari halilintar.


Duar!


Suaranya sangat keras lantaran jaraknya cukup dekat. Halilintar itu tidak menghantam Mad Dog, hanya menghasilkan suara keras saja.


“Oi, apa-apaan itu?! Katanya ingin jadi yang terkuat namun meringkuk mendengar petir? Ha ha ha, ini sangat lucu!” Edward mengejeknya setelah menyelesaikan mantranya.

__ADS_1


Berkat guntur sebelumnya Mad Dog menutup telinganya dan meringkuk gemetaran. Kelemahan terbesar dari bajingan ini adalah suara guntur.


“Bajingan gila ...”


Mad Dog mengerang dan menatap Arcturus penuh kemarahan. “Aku akan membunuhmu!”


Segera Mad Dog melompat dan menerjang langsung. Namun Arcturus hanya diam dan masih memiliki senyuman yang sama di bibirnya.


“Aku beritahu kamu satu hal—”


Mad Dog mengeluarkan cakar dan taringnya, seakan ingin mencabik tubuh juga mengoyak Arcturus.


“— orang lemah bahkan bisa mengalahkan yang terkuat.”


Tepat saat Mad Dog hanya beberapa centi lagi, sihir yang selesai Edward lafalkan aktif di waktu yang tepat.


“Babak dua dimulai!” Edward berteriak berani, meski sebenarnya dia sangat ketakutan. “Teleport!”


Arcturus dan rekannya menghilang dari tempatnya sekejap mata, meninggalkan Mad Dog sendirian.


“Mempermainkan aku seperti orang bodoh—”


Mad Dog menghentakkan kakinya dengan kuat dan menciptakan retakan karena kekuatannya.


“Para bajingan itu ... pada awalnya aku berniat membiarkannya hidup karena keinginan ibu. Namun setelah semua ini ...”


Bahkan Mad Dog memiliki batasan di mana dirinya bisa bertahan untuk melakukan perintah mustahil ibunya. Tidak membunuh kelompok Arcturus adalah hal yang sulit.


Rencana awalnya Mad Dog akan mematahkan beberapa tulangnya atau semacamnya. Namun hal itu rupanya membuat dia diolok-olok seperti ini.


“KALIAN AKAN MATI!”


Mad Dog mengaum keras ke udara, menciptakan gelombang angin yang cukup kuat di sekitarnya. Segera tubuhnya yang awalnya kurus mulai sedikit membesar ototnya.


Rambutnya tampak mengembang, taring dan cakarnya tumbuh semakin panjang. Matanya mulai berubah jadi seperti anjing yang sangat buas.


“Semi Transformasi!”


Itu bukanlah wujud sempurna dari transformasinya, tetapi wujud terlemah dari perubahan yang bisa ia lakukan.


Meski begitu perubahan ini cukup baginya untuk membunuh para bajingan itu.


“Sekalipun melarikan diri ke ujung dunia, aku takkan berhenti mengejar!”

__ADS_1


Menyerah adalah sesuatu yang tak pernah ada dalam bahasanya. Sejak kecil, Mad Dog adalah pejuang yang tidak pernah kalah. Dari situlah kepercayaan dirinya tumbuh dan menjadi semakin parah seiring bertambah kuatnya dia.


__ADS_2