Im Not Main Character

Im Not Main Character
Ashura II


__ADS_3

“Bagaimana, nyonya? Bersediakah anda meminjamkan tangan?”


Makarov mengamati Mirae baik-baik. Bahkan dalam sekali pandangan dia tahu wanita itu memiliki penyakit yang berbahaya karena kondisi tubuhnya sangat lemah.


Dari sepengetahuannya, Dewa Anjing Iblis ras yang kuat sekalipun itu bukan petarung. Namun wanita di depannya sangat lemah sampai mungkin petualang pemula bisa menghabisinya.


‘Apa yang dipikirkan bocah itu kali ini?’


Dia sudah mendengar secara singkat situasinya dari Arcturus. Bocah itu rupanya ingin merekrut Dewa Anjing Iblis ke dalam kelompoknya. Namun rupanya dia mengalami sedikit masalah.


Ada rumor tentang anjing gila yang mengamuk di kerajaan Wizard. Makarov tak pernah berharap bahwa anjing itulah yang berusaha direkrut Arcturus.


‘Bocah ini memiliki sesuatu yang besar. Bahkan The Apostle sampai tertarik padanya.’


Beruntung kala itu Makarov mengikuti instingnya dan mengirim Kitsune untuk mencari informasi dengan alibi menyampaikan informasi.


Mau bagaimanapun Kitsune adalah orang dair Guild Informasi, anggota yang secara pribadi dilatih Makarov lantaran bakatnya luar biasa.


Namun sangat mengejutkan ketika Kitsune tiba di sana, utusan dari rumah bordil juga hadir. Berkat itu Makarov memiliki informasi luar biasa.


Itu adalah informasi tentang The Apostle yang melihat masa depan dan menghubungi Arcturus. Jawabannya hanya satu, itu pasti masa depan yang berhubungan dengannya.


Berkat hal itu Makarov semakin mengawasi Arcturus Religia. Tuan Muda yang terkenal nafsu luar biasanya, tetapi mulai berubah belakangan ini.


‘Meski disayangkan Kitsune tak tahu percakapan apa yang dibuatnya dengan Elf, tetapi fakta bahwa Apostle tertarik padanya adalah berita besar.’


“Ya ... tentu, akan aku bantu. Apa yang harus aku lakukan?”


Makarov menggelengkan kepalanya, dia terlalu banyak berpikir. Sekarang yang penting adalah tentang bagaimana dia menyelesaikan tugas ini.


“Anda tak perlu melakukan apapun, biar rekan saya yang bertindak. Tolong ya, Kitsune.”


“Baik, Tuan.”


Kitsune tersenyum dan mendekati Mirae tanpa rasa permusuhan apapun.


“Bisa berikan saya tanganmu?”


Mirae patuh dan membiarkan Kitsune menjabat tangannya. Segera perasaan hangat mengalir ke seluruh tubuhnya. Sekejap saja, Mirae tahu apa yang akan dilakukan Kitsune dan tersenyum.


“Arcturus Religia ... sungguh kejam dan mengerikan.”


Sepertinya Arcturus Religia bersungguh-sungguh ingin berdamai dengan Mad Dog melalui pertengkaran ini. Orang itu sepertinya tak peduli dengan cara apapun selama tujuannya tercapai.


‘Yah, kurasa ini baik saja. Tolong ajarkan pada putraku yang bodoh ... bahwa kuat bukan hanya tentang memiliki kekuatan.’


Mirae memejamkan matanya dan tersenyum, merasakan angin yang dengan lembut memeluknya.


...****************...


Arcturus terus berlari menjauh selagi menggunakan gulungan sihir yang dia punya. Dia terus mengulur waktu selagi menahan diri menggunakan Ashura.

__ADS_1


“Jadi benar bahwa kekuatanmu memiliki batasan, ya!”


Mad Dog menerjang langsung ke depan sekuat tenaga. Mungkin dia berpikir bahwa waktu yang dibutuhkan Arcturus jauh lebih lama lagi.


Namun sayangnya sudah tiga menit berlalu sejak saat itu. Seakan menunggu waktu ini, Arcturus menggunakan kembali Ashura.


“Siapa bilang aku butuh waktu?!”


Arcturus bergerak cepat dan membenturkan tinjunya dengan Mad Dog. Gelombang kuat mengikuti kemudian dan menghempaskan apapun di sekitarnya.


Itu benturan yang sangat keras sampai Arcturus merasakan sakit di tangannya. Jika bukan karena pemulihan cepat dari Ashura, mungkin tangannya sudah hancur.


Arcturus tentunya tak berhenti. Dia mulai menendang tulang kering di kaki Mad Dog dan bahkan membenturkan kepalanya. Dalam waktu lima detik diperlukan memberikan kerusakan sebanyak mungkin.


Segera waktunya hampir berakhir Arcturus menjauh sejauh yang dia bisa. Tubuhnya terasa mau meledak dan organ dalamnya sangat sakit.


Arcturus hampir memuntahkan darah namun dia menahannya kali ini. Strateginya adalah untuk menipu Mad Dog tentang durasi penggunaan kekuatannya.


Jangka waktu tiga menit, pastinya Mad Dog akan mati-matian menyerang sebelum tiga menit berlalu.


‘Aku akan mengurangi durasi pendingin perlahan selagi coba terlihat baik-baik saja.’


• Itu strategi yang bagus. Namun pikirkan kondisimu baik-baik.


Pembunuh memberinya peringatan kecil. Menggunakan Ashura memang menyakitkan, tetapi dengan Arcturus yang terus bergerak menggunakan Envy of Assassin juga memberikan dampak tubuhnya.


“Kamu terus berlari seperti tikus. Jika punya kekuatan sehebat itu maka bertarunglah dengan jantan!”


Arcturus menghindarinya dengan lincah meski beberapa batu menggores tubuhnya.


Tepat saat ia melewati pohon terakhir yang dilemparkan, Mad Dog sudah menarik napas panjang dan mengaum.


“GROAARRR!!”


Arcturus takkan sempat untuk menghindarinya. Dia mengamati sekitarnya dan segera meninju tanah.


“Third Step!”


Sekejap Arcturus seakan-akan jatuh ditelan bayangan dan menghindari serangan Mad Dog.


“Apa-apaan itu?!” Mad Dog hampir mengumpat, dia baru melihat kekuatan seperti itu.


Arcturus kemudian muncul di arah lain, sudah membuka gulungan sihir dan mengeluarkan petir dengan suara keras.


Mad Dog gemetar kecil karena rasa takut akan suara guntur dan kelemahan akan petir. Namun dia berhasil menguasai diri dan menghindar selagi mendekat.


“Bajingan!”


Mad Dog sungguh-sungguh mengeluarkan seluruh kekuatannya dan melesat. Arcturus terbelalak karena dia bahkan tak bisa mengikuti gerakannya sama sekali.


Alhasil Arcturus bersembunyi di dalam bayangannya selagi mengintip kondisi Mad Dog yang menjadi liar.

__ADS_1


“Aku benar-benar membuatnya marah.”


Arcturus mulai bertanya-tanya apakah rencananya untuk berdamai masih bisa dilakukan atau tidak dengan kondisi seperti ini.


• Orang itu bahkan belum serius. Dia ras anjing, pastinya bisa melakukan transformasi.


Kaisar berkata demikian, membuat Arcturus ditampar oleh kenyataan lagi.


Mau bagaimanapun Mad Dog adalah protagonis utama kedua selain Alda. Wajar saja untuk tidak mudah mengalahkannya sekalipun dia belum melek atas kekuatan sejatinya.


• Kamu sebaiknya terus bersembunyi di bayangan selama mungkin. Ini akan membantu kondisimu sedikit lebih baik.


Saran dari si Pembunuh mungkin bisa diterima namun ada masalah lainnya.


“Dia pasti akan mengejar Mary dan yang lainnya. Entah mengapa mereka tak berteleportasi dan masih ada di sekitar hutan.”


Arcturus terus menjauh dari mereka karena takut Mad Dog akan semakin gila dan membunuh sembarangan.


Setelah beberapa waktu Mad Dog dengan gila memukul bayangan apapun di sekitarnya. Dia mungkin berpikir Arcturus akan terluka jika melakukan itu.


Namun setelah beberapa waktu Mad Dog akhirnya menyerah dan berdiam diri. Melihat itu Arcturus keluar dari bayangan dan berdiri berhadapan dengan Mad Dog.


“Apa kamu akhirnya mau mendengarkan? Aku tak ingin kita bertarung seperti ini. Aku ingin berteman denganmu, bercanda dan tertawa. Aku juga akan menyelamatkan ibumu dari penyakitnya—”


Mad Dog segera menyela sebelum Arcturus menyelesaikan kalimatnya.


“Aku mengakuimu.”


“Hah?” Arcturus tak bisa memahaminya.


“Aku mengakui bahwa kamu kuat. Mungkin yang pertama bisa mendorongku sejauh ini. Faktanya mungkin aku terlalu meremehkanmu.”


Arcturus senang bahwa Mad Dog tak lagi memandangnya sebelah mata. Namun firasatnya menjadi buruk kemudian.


“Namun itu takkan terjadi. Aku akan serius menganggapmu musuhku.”


Tubuh Mad Dog mulai bercahaya, ototnya membengkak lebih besar dari sebelumnya dan tingginya bertambah. Giginya membentuk taring tajam, separuh wajahnya menjadi wajah anjing.


Seakan-akan dia menggunakan topeng separuh wajah dan menyisakan mulutnya yang masih terlihat seperti manusia.


Arcturus mengatupkan giginya, “Kergh! Mengapa kamu tak juga mengerti?! Musuhmu yang sebenarnya adalah Dewa Anjing Iblis, kita memiliki musuh yang sama!”


Arcturus mulai hilang kesabarannya juga ketenangan.


“Kamu berpikir dirimu yang kuat bisa mengatasi segalanya? Apa kamu tak mengerti arti menjadi kuat? Tidakkah kamu memahami apa yang dimaksud ayahmu dengan kekuatan?!!”


Seong Yohan adalah anak yang baik dan berbakti tak hanya kepada ibunya, tetapi juga ayahnya. Alasan bajingan ini sangat keras kepala, berpikir semuanya bisa diatasi sendirian jika dia menjadi semakin kuat adalah kontribusi ayahnya.


Mad Dog mengikat dirinya dengan pesan ayahnya itu yang dia salah pahami. Arcturus coba menunjukkan arti dari perkataan orang itu yang sebenarnya.


“Jangan berbicara seakan-akan kamu mengenal ayahku!” Mad Dog berteriak marah. “Ayahku tak pernah salah! Aku harus menjadi kuat, sangat kuat sampai tidak ada yang lebih kuat!”

__ADS_1


Kutukan yang dimiliki Mad Dog adalah pesan terakhir ayahnya terkait kekuatan.


__ADS_2