
Di luar sangat kacau karena banyaknya ledakan keras dan teriakan.
Dari arah kota terdengar banyak jeritan monster dan teriakan orang. Sihir meledakkan monster dan pedang menikam jantung.
Sementara dari kedalaman hutan terdapat pertarungan yang skalanya lebih besar dan sangat mengerikan. Itu adalah pertarungan antara ular hitam besar, Black Mamba dengan tengkorak besar yang dikendarai Lich, Zegion.
Itu sangat buruk mulai dari hutan yang meleleh karena racun dan bahkan terbakar oleh api biru. Pertarungan keduanya tampak membutuhkan waktu lama untuk mencapai kesimpulannya.
Namun sayang bahwa pertarungan besar itu tidak disadari oleh siapapun yang ada di kota. Mau bagaimana lagi, situasi kota juga mendesak.
Shin yang berada di lantai atas kediamannya yang terbuka sedang mengamati situasi kota dengan wajah prihatin.
“Bagaimana bisa ini terjadi?”
Keamanan Pelabuhan Timur sama sekali tidak longgar. Hampir setiap waktu patroli selalu dilaksanakan karena sebagai penanggung jawab pelabuhan ini, Shin sadar betul bahaya yang bisa terjadi.
Tidak hanya monster yang mungkin muncul dari lautan namun hutan juga masalah. Dia tahu akan hal itu dan telah membuat penanggulangan. Namun jika begitu mengapa segalanya masih seburuk ini?
“Tuan Muda Shin!”
Seorang prajurit memanggilnya dengan tergesa-gesa. Meski sikapnya tidak sopan karena menerobos masuk namun Shin tidak peduli.
“Katakan dengan jelas apa yang terjadi?!”
“Ya! Kami menemukan bahwa goblin muncul dari saluran pembuangan. Tampaknya itu menjadi tempat perkembangbiakan mereka. Lalu, kami menemukan adanya jejak Goblin King di sana.”
Goblin King, keberadaan yang sangat kuat diantara ras tersebut. Shin tahu betul tingkat ancaman yang bisa ditimbulkannya namun itu tidak menjelaskan tentang monster yang menyerang dari luar kota.
‘Goblin King tidak mungkin mampu menyebarkan teror hingga monster seperti Orc dan Wolfhorn menyerang kota.’
Shin mulai memutar otaknya. Dia sudah menjatuhkan perintah evakuasi namun itu berjalan lambat berkat goblin di kota. Selain itu mayoritas tentara dikerahkan menahan monster di luar kota.
“Tuan Muda,” seorang wanita tua datang dan berjalan santai sebelum memberikan hormat kepada Shin.
Shin sedikit cerah menemukan wanita tua itu, “Mary akhirnya! Jelaskan situasi di lapangan!”
“Ya. Saat ini Guild Petualang sudah mengerahkan petualangan terbaiknya untuk membantu evakuasi dan memburu goblin di dalam kota. Mereka juga sudah mengirim petualang terbaik untuk mengatasi situasi di luar kota.”
Perlahan semuanya terkendali namun Shin tidak bisa senang tentang itu. Dia tahu betul dibalik kabar baik selalu ada kabar buruk.
“Namun sayangnya evakuasi tetap stagnan karena penduduk yang panik. Jumlah monster diluar benteng terlalu banyak untuk ditangani.”
Prajurit mulai kelelahan karena hal itu. Shin tahu itu namun dia tetap tenang. Panik sekarang hanya akan memperkeruh situasi.
“Prajurit, tutup pintu utama saluran air! Harusnya kita menyadarinya jika ada begitu banyak goblin di sana. Jika mereka terus muncul maka bisa dikatakan ada jalan yang terhubung ke hutan.”
Tidak ada bukti namun Shin yakin akan keberadaannya. Jika tidak bagaimana bisa goblin terus muncul tanpa habis?
“Mary, kamu selidiki apa yang menyebabkan para monster menjadi liar. Pasti ada sesuatu yang membuat mereka seperti ini.”
Monster tidak mungkin berbondong-bondong menyerang kota tanpa ada pengaruh tertentu. Hanya ada dua kemungkinan yaitu seseorang mengendalikan atau monster tersebut ketakutan.
“Dimengerti.”
****
Dan, jauh dari kedua lokasi yang kacau sebuah batu meledak dan hancur berkeping-keping. Seseorang keluar dari bawah batu tersebut.
__ADS_1
Arcturus yang melesat ke udara dengan kecepatan tinggi menghancurkan batu tersebut untuk keluar.
Di pelukannya terdapat telur yang tampak seperti kristal tersebut.
Senyum tumbuh di bibirnya saat dia berhasil mendarat dengan aman.
“Sepertinya benar bahwa kita memang bisa bernegosiasi dengan Ancient Determination.”
Ancient Determination adalah kekuatan tekad. Meski Arcturus mewarisinya namun bukan berarti dia bisa memiliki semua kekuatannya. Bahkan si pemilik tidak begitu baik hati untuk membagikan segalanya.
Saat ini Arcturus sedang meminjam kekuatan Envy of Assassin yang mana itu tidak bisa dia lakukan tanpa melakukan pertukaran.
“Kekuatan untuk meringankan apapun. Berkat ini aku bisa bergerak cepat dan kekuatanku juga meningkat dua kali lipat.”
Sayang bahwa dia hanya bisa menggunakannya selama beberapa waktu dan Arcturus perlu meminjamkan sesuatu kepada Assassin.
Meski sifatnya tidak permanen namun Arcturus belum mengetahui apakah ada atau tidaknya risiko melakukan ini.
“Aku harus ke kota dan menaruh benda ini.”
Arcturus mengangkat telur itu dan melompat menginjak pepohonan selayaknya ninja dalam anime!
Di bumi dia pernah melihat film animasi tentang ninja dan semacamnya. Sesuatu yang memiliki rasengan dan shuriken. Baru pada kesempatan kali ini Arcturus bisa merasakannya.
Pada kehidupan sebelumnya dia tidak memiliki kesempatan untuk menggunakan Ancient Determination.
“Tampaknya situasi kota masih belum sepenuhnya kondusif.”
Arcturus masih bisa mendengar suara kekacauan dari kota semakin dia mendekat. Bahkan tak jarang dia menemukan serigala di bawahnya.
“Aku harus melakukan sesuatu —” tepat saat dia mau memutar kepala, Arcturus merasakan bahaya mendekat.
Meski berhasil menghindarinya namun Arcturus gagal mendarat dengan baik dan menyebabkan kakinya terkilir.
“Tch, sialan!”
Arcturus mengumpat dan melompat tinggi ke udara. Dia tidak bisa melakukan apapun selain menghindar. Telur besar yang dia bawa jelas menjadi beban meski beratnya sudah berkurang.
“Goarw!”
Orc mengaum keras dan dengan gila menyerang apapun di sekitarnya. Arcturus melakukan yang terbaik untuk menghindarinya meski harus tertatih-tatih.
Selagi berusaha melarikan diri dan melompat setinggi mungkin, Arcturus juga melemparkan beberapa Redstone untuk menghambatnya.
“Apa dia juga di tahap evolusi? Ukurannya terlalu besar dan kuat untuk Orc normal.”
Meski tidak ada bukti namun bisa diyakini Orc ini tidak normal. Apa mungkin Zegion telah membantu beberapa monster mencapai tingkat evolusi tertentu?
Kemungkinannya tentu ada namun untuk saat Ini Arcturus mengerahkan segalanya agar bisa melarikan diri.
Tepat saat dia mulai berpikir keras, bayangannya hitam besar melesat ke langit. Dia bia melihat Orc yang melompat lebih tinggi darinya dan mengulurkan tinju.
“Bajingan-!”
Arcturus berbalik dan menggunakan telur yang dia bawa untuk menahan serangan Orc. Beruntung bahwa telurnya sekeras kristal namun sayangnya Arcturus tidak memiliki kekuatan untuk menahan gravitasi.
Dia terhempas dengan kuat ke tanah dan meminta darah sementara Orc terus menekan telur beserta Arcturus di bawahnya.
__ADS_1
Perlahan dia memuntahkan darah, visi pengelihatannya mengabur.
‘Gawat … aku akan pingsan—’
Tepat ketika Arcturus hampir kehilangan kesadarannya, sebuah kilatan perak secepat angin muncul dan memotong tangan Orc dengan kerapihan luar biasa.
“Groar!”
Orc memeluk tangan kanannya yang putus dan mengeluarkan darah dengan kesal. Dia mencari sumber serangan dan segera menemukan pedang melesat memotong lehernya.
Arcturus menyaksikan itu dengan visinya yang perlahan kembali. Dia tidak tahu siapa yang melakukannya namun serangan itu jelas berasal dari orang hebat.
“Ini babi paling aneh yang pernah aku lihat. Tampaknya ada berbagai macam makhluk aneh dan menjijikkan.”
Dia bisa mendengar suara lembut mengatakan hal-hal yang tajam. Mendengar suara tersebut membuat Arcturus bergetar hingga ke jiwanya.
Suara yang begitu dia kenali dan teramat akrab di telinganya.
‘Dari semua orang … dia yang pertama muncul?’
Wanita itu mendekati Arcturus, tetapi dia tidak bisa melihatnya dengan telur besar menimpa tubuhnya.
“Kamu juga membawa sesuatu yang aneh. Ada berapa banyak hal aneh di sini?” gumamnya sebelum terkesima setelah melihat rambut Arcturus.
“Hm? Kamu orang pertama yang sama denganku.”
Arcturus segera menyingkirkan telur karena ingin melihat sosok wanita yang menyelamatkannya.
Hal pertama yang dia lihat adalah rambut hitam yang diikat ponytail, warna rambut yang sama dengan miliknya, warna itu paling langka di dunia ini. Hampir seluruh rambutnya menutupi keningnya, sementara rambut belakangnya panjang sampai ke pinggang.
Lalu selanjutnya adalah wajah yang benar-benar cantik dengan bentuk dan proporsi yang merupakan mahakarya ciptaan tuhan.
Mata kirinya tertutup untuk suatu hal, tetapi sorot matanya yang tajam dan lembut sama sekali tidak bisa disembunyikan. Warna mata kanannya semerah darah, namun itu menunjukkan pesona mengerikan yang menyenangkan.
Tubuhnya langsing sampai mampu membuat wanita merasa sangat iri, perutnya yang terekspos memiliki bentuk six pack samar. Body goals dambaan wanita dan bentuk tubuh indah idaman pria.
“Kamu baik-baik saja?” tanyanya, wajahnya tampak elegan dan dingin namun Arcturus tahu bahwa tidak ada wanita dengan hati sebesar dia.
“Aku— ya. Aku baik-baik saja. Justru aneh … jika tidak baik-baik saja.” Arcturus duduk selagi membenahi dirinya.
Wanita itu memandangnya dengan khawatir dan berjongkok. Wajah keduanya sangat dekat sampai Arcturus bisa melihat cerminan dirinya di mata gadis itu.
“Apanya yang baik-baik saja,” wanita itu mengulurkan tangan kanan yang diperban dengan buruk ke wajah Arcturus. “Tidak mungkin kamu menangis jika baik-baik saja.”
“Eh?” Arcturus menemukan dirinya menangis meskipun tidak menginginkannya. Air matanya keluar sendri meski dia tidak sedang bersedih.
“Sungguh aku baik-baik saja. Ini hanya debu yang masuk.”
Arcturus menyeka dan menjaga jarak wajahnya. Dia tidak bisa tahan begitu dekat dengan wajah yang merupakan karya terbaik dari manusia.
‘Ahh, semuanya sudah pasti akan baik-baik saja.’
Sejak mendengar suara yang membawa nostalgia ini, Arcturus tahu betul bahwa segalanya akan segera berakhir dengan baik.
Ada alasan mengapa Arcturus mau mengunjungi Shin pada waktu ini. Itu karena dia tahu betul bahwa wanita ini akan berada di Pelabuhan Timur pada waktu ini terlepas dari variabel seperti Zegion.
Berkat kehadiran wanita di depannya saat ini, Arcturus sekali lagi disadarkan bahwa dirinya hanyalah orang biasa. Berbeda dengan tokoh besar di depannya.
__ADS_1
‘Inilah dia … Tokoh Utama kita.’