
Arcturus disambut baik oleh Mary, Leona dan Claus ketika dia berhasil turun dengan selamat.
Mereka tentunya terkejut ketika Arcturus berhasil mencapai puncak tanpa mengalami luka maupun terlihat kelelahan. Bahkan sungguh luar biasa berhasil dalam percobaan pertama.
“Kamu kuat sehingga bisa ke atas sana. Bahkan tak semua Ogre bisa mencapai bagian tengah.”
Pohon Adam di desa ini memang cukup tinggi, tetapi yang membuatnya sulit adalah tekanan angin di sekitarnya.
Ini adalah lokasi spesial di mana angin sangat kacau. Mungkin karena ada sesuatu yang sengaja melakukannya untuk mencegah orang-orang bisa sampai ke atas dengan mudah.
“Yah, aku tak bisa mengatakannya untuk sekarang. Terlebih penting, aku lapar.”
“Saya akan segera menyiapkannya, Tuan Muda.”
Mary merasa senang karena tuan mudanya baik-baik saja. Namun disaat yang sama dia merasa kagum dan canggung. Bukan hanya dia, tetapi Leona dan Claus memiliki perasaan yang sama.
‘Tuan Muda memiliki kehadiran yang luar biasa. Ini seperti ketika aku berhadapan dengan raja, tidak. Mungkin tekanan ini lebih besar.’
Mary pernah melayani keluarga kerajaan dan merasakan aura agung seperti ini. Namun yang dipancarkan Arcturus sangat berbeda. Selain lebih besar, auranya tampak sombong dan merendahkan.
“Ah, jangan khawatir tentang itu. Kalian adalah tamu, biarkan kami menjamu.”
Leona menghentikan Mary yang ingin menyiapkan makanan sebelum memerintah Claus melakukan persiapannya.
Arcturus pergi untuk mandi sebelum makan. Ogre tampaknya tak berbeda dengan manusia, mereka memakan apapun yang bisa dimakan.
Segera setelah selesai mengunyah daging panggang, Arcturus melompat ke bisnis selanjutnya.
“Ini mungkin sedikit mendadak namun Leona. Aku ingin membangun sebuah rumah di desa ini. Lebih tepatnya di puncak Pohon Adam. Apakah itu bisa dilakukan?”
Leona mengerutkan alisnya, “Kami mungkin masih memiliki hutang budi. Namun apa alasanmu ingin melakukannya?”
“Tentu saja masih rahasia yang tak bisa dibagikan.”
“Maka dengan itu aku tak mengizinkannya. Kami tidak mengizinkan orang luar selain Ogre tinggal di sini. Maaf, tolong buat permintaan lainnya.”
Itu adalah adat dari desa Ogre. Mereka mungkin cukup ramah dengan ras lain, tetapi keramahan itu tidak sampai di mana mengizinkan mereka tinggal di tempat ini.
Bahkan Arcturus bukan pengecualian. Sekalipun mereka ras unik yang membalas kebaikan, ada beberapa hal yang takkan mereka langgar.
“Bukan aku yang akan tinggal di sini. Aku tidak memiliki waktu melakukannya.”
Tidak sampai semuanya menjadi beres. Kekacauan hebat masih ada tepat di depan mata. Oleh karena itu Arcturus ingin membangun sekutu yang kuat.
__ADS_1
“Bukankah sudah kubilang bahwa selain Ogre tidak ada yang boleh tinggal di sini? Sekalipun itu bukan kamu, tak ada gunanya jika buka Ogre.” Leona tetap kuat dengan pendiriannya.
Claus yang menyantap minumannya dengan tenang menganggukkan kepalanya.
Namun ini bukanlah akhir, Arcturus belum memainkan kartunya. Dia hanya ingin melihat seberapa keras kepala wanita ini terhadap aturan dan adatnya.
Arcturus menghela napas dengan lelah meskipun bibirnya membentuk senyuman licik.
“Apa kamu tak ingin membangkitkan kerajaan, Tuan Putri?”
“...”
“...”
Baik Claus maupun Leona diam seribu bahasa. Kerajaan, tidak pernah ada yang membayangkan bahwa Ogre memiliki sistem hierarki seperti itu.
Ada alasan mengapa Third Eye Ogre penyendiri selalu membawa pedang dan tampak seperti ksatria. Dan, ada alasan mengapa keberadaan Leona begitu bernilai.
Jarak Arcturus dan Leona cukup jauh, keduanya bersebrangan di meja yang panjang. Leona tampak menyembunyikan wajahnya dengan menundukkan kepalanya.
“Claus.”
Clang!
Segera Claus melompat ke meja dan meraih belatinya, dia menuju Arcturus dengan cepat. Namun Mary juga tidak kalah cepat. Keduanya berbenturan senjata di meja makan.
“Tentu saja mustahil.” Mary menatap Claus dengan tajam.
Arcturus tetap tenang dan menatap Leona, tidak melewatkan perubahan sekecil apapun.
“Aku ingat kamu juga memanggilku tuan putri saat pertama kali bertemu. Kupikir itu kebetulan, tetapi jika kamu membahas kerajaan maka lain ceritanya.”
Leona menatap Arcturus penuh kemarahan, kebencian dan seakan-akan siap menikamnya.
“Bagaimana kamu mengetahuinya?”
Kerajaan Third Eye Ogre, tidak banyak yang mengetahuinya termasuk Ogre itu sendiri. Hanya ada orang-orang tertentu dari ras mereka yang memiliki informasi tentangnya.
“Itu tergantung dari dirimu menerima tawaranku atau tidak. Apa kamu ingin membangkitkan kembali kerajaan atau tidak. Ketika kamu tak memiliki keinginan itu maka tak ada gunanya informasi yang kumiliki.”
Arcturus takkan berbagi semudah itu jika tak ada keuntungan pasti. Dia perlu yakin bahwa Leona memiliki tekad kuat untuk membangkitkan kembali kerajaan.
Mau bagaimanapun wanita ini dan adik laki-lakinya adalah garis keturunan terakhir dari kerajaan Ogre. Dua saudara ini adalah bangsawan Third Eye Ogre. Untuk alasan itulah semuanya sangat menghormati Leona.
__ADS_1
“Apa yang kamu inginkan dari kami? Tak ada manfaatnya bagimu melakukannya.”
“Tentu saja ada. Jika kamu membangkitkan kembali kerajaan, maka di masa depan aku bisa meminjam tanganmu.”
Untuk perang yang akan tiba, Arcturus perlu kerajaan Ogre cepat bangkit untuk mencegahnya. Nafsu makan kekaisaran harusnya lebih besar dari yang dia harapkan.
Fakta bahwa Blodwyn bahkan sangat berhati-hati menyusup ke Kekaisaran Tengu karena khawatir dicap berkoalisi.
Tidak ada kerajaan manapun yang mau terlibat dengan masalah dua kekaisaran besar di benua ini.
“Claus, kembali.”
Claus segera menurunkan belatinya dan berdiri di samping Leona. Itu juga hal yang sama untuk Mary, dia berdiri persis di samping Arcturus.
“Aku tak mengerti. Kamu hanya ingin bantuan saja dengan membangkitkan kerajaan? Itu sungguh tidak sepadan.” Untuk beberapa hal Claus mulai bergabung dengan percakapan.
Leona tak menghentikannya dan menambahkan, “Sulit membayangkan bangsawan yang harusnya serakah menjadi murah hati.”
Bangsawan adalah sekelompok orang yang penuh keserakahan dan melakukan berbagai hal untuk keuntungannya sendiri.
Sudah rahasia umum untuk selalu berhati-hati jika membuat kesepakatan dengan bangsawan manapun. Bahkan Arcturus sama sekali bukan pengecualian.
“Tentu saja aku memiliki tujuan lain. Seperti halnya sumber informasiku, tujuanku tak bisa diungkapkan.”
Sekarang bukan waktunya. Hanya itu yang bisa Arcturus katakan.
“Apa yang bisa kamu lakukan jika seandainya aku menginginkan kembali kerajaan?” tanya Leona, masih menatap dengan tajam.
Melihat itu Arcturus mulai tersenyum dan yakin kalau wanita ini memiliki ambisi besar. Maka dari itu, tak ada keraguan menjatuhkan bom terakhir.
“Ada banyak cara. Namun yang pertama adalah mari sembuhkan adikmu.”
Mata Leona bergetar saat membahas tentang adiknya. Dia kemudian memejamkan matanya dengan cepat dan diam-diam menunggu penjelasan Arcturus.
Tak peduli sebaik apapun dia memainkan poker face, di hadapan Arcturus itu sangat lucu. Sungguh, sangat lucu ketika orang belajar berbohong di depan pembohong ulung.
“Aku tahu adikmu memiliki kutukan tertentu. Oleh karena itu—”
Untuk membawa protagonis utama, Arcturus memerlukan kekuatan Ogre.
Mau bagaimanapun protagonis utama ini bukan manusia. Bukan juga orang dengan kepribadian mudah seperti Alda.
“— kita akan menangkap Dewa Anjing Iblis.”
__ADS_1
Salah satu dari Three Balancers. Kekuatan yang bergerak tanpa dikendalikan oleh negara, kerajaan maupun kekaisaran.
“Mari berburu anjing liar.”