
Pertapa Rigel. Itu adalah sosok yang tak dijelaskan dalam novel dan hanya muncul di kehidupan sebelumnya. Namun orang ini memiliki banyak misteri di sekitarnya.
Orang itu sungguh layak menyebut dirinya pertapa. Dia sama sekali tak tertarik pada hal-hal dunia dan memiliki pengetahuan luar biasa luas.
Bersama dengan muridnya, orang itu mengasingkan diri.
Arcturus tak mengharapkan nama Pertapa Rigel akan diungkapkan pada saat seperti ini.
‘Apa yang sebenarnya terjadi? Ini bukanlah masa yang kritis.’
Orang itu yang Arcturus tahu tidak akan muncul terkecuali krisis besar terjadi. Keberadaannya tak disebutkan dalam novel, namun Arcturus pernah menemuinya di kehidupan sebelumnya.
Mau bagaimanapun orang itulah yang memberikan informasi soal Tears of God.
Jika berbicara tentang kemungkinan, memang pria itu bisa dianggap sangat berbahaya. Arcturus tidak tahu banyak tentangnya, tetapi Pertapa Rigel adalah orang yang sangat kuat.
Bahkan mungkin tidak ada satupun orang di dunia ini selain dia yang berani menghina dewa terang-terangan dan menantang langit.
“Ancaman? Apa yang dia maksud tentang itu?”
Pertapa Rigel yang dia ingat hanya orang aneh. Orang itu jenis manusia yang akal sehat tak akan mempan untuknya.
Orang itu tidak akan menyerang maupun mencoba melukai siapapun. Arcturus cukup yakin bahwa pertapa aneh itu tidak mau terlibat dengan urusan duniawi. Itulah alasan mengapa dia disebut pertapa.
“Mengapa dia tahu sesuatu tentang Pertapa Rigel? Aku tak percaya kemampuannya bisa melihat sejauh itu.”
Pertapa Rigel mungkin akan menunjukkan dirinya di masa depan yang jauh. Dan, kemampuan The Apostle takkan bisa menjangkau masa depan yang jauh itu.
Hanya ada satu yang paling mungkin. Masa depan pastinya telah berubah.
“Saya juga tidak mengerti, Tuan Muda. Pemilik mungkin memiliki batasan tentang apa yang bisa dia sampaikan mengenai pengelihatan kali ini.”
Sepertinya The Apostle tak berencana membagikan informasi yang dia dapatkan dengan yang lain. Itu artinya Arcturus harus mengunjungi tempat itu segera.
“Beliau berkata anda harus datang sendiri dan menemuinya. Oleh karena itu saya ditugaskan menyerahkan ini.”
Luna mengeluarkan lencana mawar merah berduri dan menyerahkannya. Arcturus tak perlu bertanya untuk apa lencana itu.
“Aku akan menerimanya. Namun tak ada jaminan aku akan datang dalam waktu dekat.”
Ada banyak sekali hal yang perlu Arcturus tangani. Dia datang ke tempat ini untuk berurusan dengan Mad Dog sebelum mencari bubur emas atau Land of Creation.
Ada kemungkinan dirinya berhadapan dengan Zegion kelak. Kekuatan sangat dibutuhkan pada tahap ini.
__ADS_1
Bahkan itu belum semuanya, masih ada urusan di Kekaisaran Tengu, tokoh utama lainnya. Alda dan Blodwyn pergi ke sana, tetapi sungguh tidak ada jaminan mereka berhasil.
Peri maupun tempat tinggalnya bukanlah sesuatu yang bisa dikunjungi seperti halnya berwisata.
“Saya mengerti bahwa anda mungkin memiliki sesuatu untuk dilakukan. Namun pemilik berharap anda tiba secepatnya. Tampaknya selain pengelihatannya, beliau penasaran mengapa anda keluar dari kenyamanan anda.”
Arcturus Religia adalah bangsawan aneh yang tak pernah meninggalkan kediamannya. Rumor terus menyebar baik maupun buruknya. Namun pada akhirnya rumor bukanlah kebenaran.
“Jadi begitu. Aku akan melakukan yang terbaik untuk berkunjung.”
Awalnya Arcturus menuju tempat itu tanpa menemui wanita pemilik Rumah Bordil. Namun rencananya harus berubah. Dia perlu mengetahui apa yang sebenarnya dilihat wanita itu.
Luna tampaknya tak memiliki apapun untuk dikatakan lagi dan bersedia untuk undur diri. Sebelum pergi dia sempat mengatakan:
“Jika anda ingin wanita menemani, tolong panggil saya, Tuan Muda. Saya akan memberikan pelayanan spesial sampai anda kelelahan. Bahkan sampai pagi juga tak masalah.” Luna menjilat bibirnya seakan-akan menggoda.
Namun Arcturus hanya akan merasa takut kepadanya. Wanita yang memiliki nafsu besar sungguh mengerikan. Bahkan jika pria menikmati hubungan semacam itu, sungguh mengerikan membayangkannya terhisap sampai kering.
***
Tamu selanjutnya adalah Kitsune yang membawakan pesan dari Makarov. Namun wanita ini sama anehnya dengan Luna.
Apakah setiap wanita rela menyerahkan tubuhnya kepada yang tampan? Sungguh, orang tampan adalah pemenang di dunia ini.
Kitsune mungkin beralasan ingin hidup damai namun itu patut diragukan.
“Apa yang ingin disampaikan Makarov?”
“Dia bilang, kamu sungguh-sungguh melakukannya. Tuan Makarov berkata awalnya dia tak memiliki harapan apapun tentang tindakanmu.”
Tampaknya Makarov tidak sungguh-sungguh percaya kepadanya. Namun berkat kejadian ini kepercayaan pada Arcturus meningkat.
“Aku akan menyerahkan ini, dia bilang hubungi kapan saja jika dibutuhkan.”
Kitsune memberikan sebuah batu kristal kecil. Itu adalah cara untuk menghubungkan Arcturus dengan Makarov melalui komunikasi sihir.
“Ah, dan satu lagi. Tuan Makarov bilang kalau tahu sesuatu tentang Orphens beritahu dia. Imbalan setimpal akan menunggumu.”
Setelah mengatakan itu Kitsune izin pamit tanpa banyak bicara. Tentunya dia mengambil bayaran yang disiapkan kepala pelayan. Sungguh wanita yang serakah.
Arcturus cukup tertarik dengan imbalannya namun dia tak mau melakukannya. Mengapa perlu mengungkapkan identitas Orphens? Itu bunuh diri namanya.
Toh, Orphens adalah identitas yang Arcturus buat dengan tangannya sendiri.
__ADS_1
Maka dengan ini orang terakhir adalah Elf yang unik. Arcturus merasa familiar dengan ciri-ciri yang dia miliki, tetapi tak pernah bertemu dengannya di putaran sebelumnya.
“Apa yang membawamu kemari? Elf bukan materialistis sama sekali.”
Elf adalah ras yang jauh lebih sulit ditemui ketimbang Ogre maupun Dewa Anjing Iblis. Meski ada beberapa yang menjadi pelacuran, tetapi kebanyakan itu adalah half-elf.
Yang berdarah murni akan bersembunyi di dalam hutan.
“Um, mohon jangan tertawa atau menganggapku aneh, ya?”
“Tergantung pada apa yang kamu sampaikan.”
Elf wanita itu tampak gelisah dari waktu ke waktu sebelum mulai bicara.
“Namaku Tifana. Aku adalah Elf berdarah murni namun untuk beberapa alasan dikucilkan dari rasku.”
Elf murni yang dikucilkan dan namanya Tifana ... Arcturus akhirnya mengingat informasi tentang wanita ini. Ada alasan bagus mengapa dia tak pernah bertemu dengan Tifana.
Wanita ini mati lebih dulu sebelum Arcturus sempat bertemu dengannya. Tentu saja, novel The Rise of Hero In Chaostic World sama sekali tidak menyebutkan kisah tentangnya.
“Meski menarik mengetahui alasanmu dikucilkan namun sebaiknya bahas lebih dulu bisnis apa yang kamu miliki.”
Tifana melanjutkan ceritanya selagi tetap gelisah dan sesekali melirik Arcturus.
“Sebelumnya aku ingin mengatakan ini ... aku memiliki keanehan di mana sebuah suara terus bergema dalam kepalaku. Ini bukan jenis telepati karena aku tak bisa memutuskannya sama sekali.”
Tak hanya itu, rupanya kadang suara itu mampu mencapai mimpinya di beberapa kesempatan.
“Aku tak tahu dari mana ini berasal karena muncul dengan tiba-tiba. Selain itu aku tak bisa mengabaikan perkataannya karena beberapa hal terjadi sesuai dengan yang dia katakan.”
Arcturus mulai mengerutkan keningnya. Tidak mungkin ada dua orang Apostle di dunia ini. Namun sepertinya, Tifana memiliki sesuatu yang berbeda.
“Dia memintaku datang menemuimu dan menanyakan sesuatu kepadamu.”
Elf tak memahami aristokrat dan cara berbicara pada bangsawan namun Arcturus tak peduli. Dia lebih penasaran apakah wanita ini benar-benar mendengar suara itu.
Entah apa alasannya, Arcturus merasa merinding dan berdebar. Nalurinya hampir tak pernah meleset. Sepertinya wanita ini membawa sesuatu yang tak bisa diabaikan.
“Apa yang suara itu sampaikan?”
Mengkonfirmasi jawabannya, sekali lagi nalurinya tak pernah meleset.
“Apa kamu sungguh menjalani tiga kehidupan?”
__ADS_1