
Malam harinya Arcturus menyelinap pergi seorang diri menuju luar ibukota. Dia mungkin bisa mengajak Leona dan Edward, tetapi ada beberapa hal yang hanya bisa dilakukan sendirian.
‘Ada dua tempat yang memiliki kemungkinan tinggi Mad Dog berada.’
Arcturus berniat memeriksa salah satunya yang terdekat. Itu ada di saluran pembuangan air yang langsung mengalir ke lautan.
Berbeda dengan kerajaan Knight yang ibukotanya berada di pusat. Kerajaan Wizard memiliki ibukota tepat di dekat pesisir pantai. Tidak mengejutkan jika ibukota memiliki banyak variasi makanan laut.
Kesampingkan soal itu, Mad Dog harusnya memiliki persembunyian di tempat pembuangan limbah itu.
Arcturus tiba dengan cepat, dia mengaktifkan kemampuan jubahnya dan memasuki saluran air. Bertemu Mad Dog hanya akan menyebabkan masalah, terutama ketika tempat persembunyiannya diketahui.
Orang itu memiliki masalah kepercayaan kepada orang lain.
‘Jika aku pikirkan lagi, protagonis utama memiliki masalah yang benar-benar berbeda.’
Kemiripan mereka hanyalah kekuatan yang sangat kuat dan wajah yang tidak mengecewakan. Namun back story mereka masing-masing berbeda.
Alda Carinea, protagonis utama yang dibesarkan seekor naga. Namun pada suatu waktu sang naga menghilang dan membuat Alda melangkah ke dunia untuk pertama kalinya.
Protagonis utama lainnya yang berada di Kekaisaran Tengu, mungkin dia yang hidupnya paling nyaman. Namun yang satu ini adalah protagonis yang merindukan melihat dunia di luar dunianya.
Dan terakhir adalah Mad Dog. Protagonis utama paling menyedihkan yang berasal dari tempat terbawah. Mungkin dia satu-satunya yang memahami betapa busuknya manusia sebagai makhluk sosial.
Harus berjuang untuk melarikan diri dari kawanan dan merawat ibunya yang sakit. Tentu saja hidup bajingan ini tidak mudah sama sekali.
‘Aku tidak tahu apa-apa terkait protagonis terakhir. Namun dari penjelasan novel, situasinya mungkin tak seperti Mad Dog.’
Meski menyebalkan karena dia tidak memiliki informasi berguna tentang protagonis utama yang terakhir. Namun tidak berguna memikirkannya terus karena tak ada cara membedakan mana protagonis utama dan yang bukan.
Di dunia ini, orang kuat sama sekali tidak jarang.
Arcturus terus melangkah ke dalam selagi tetap berwaspada. Dia berharap sesuatu yang tidak dia inginkan tidak terjadi. Regresi kali ini nyatanya sangat berbeda dengan kehidupan yang pernah dia jalani.
Ksk!
Suara sesuatu yang bergesekan, Arcturus melihat ada pergerakan kecil di depannya. Melihat itu membuatnya menahan napas dan merapat ke dinding.
__ADS_1
Dengan hati-hati dia mengandalkan kekuatan pembunuh untuk melangkah tanpa mengeluarkan suara sama sekali. Di tambah dengan kemampuan jubahnya membantu Arcturus menghilang bau dan kehadirannya.
Ini adalah kombinasi sempurna untuk membunuh dalam diam dan sunyi.
Namun Arcturus berhenti bergerak dan bernapas saat dia melihat bayangan itu datang ke arahnya.
‘Prajurit? Mustahil mereka datang ke sini.’
Saluran pembuangan bukanlah tempat yang akan mereka perhatikan. Arcturus tak percaya jika prajurit mengunjungi tempat ini. Segera dia mendengar mereka bicara.
“Dia pintar melarikan diri. Aku tak menyangka akan butuh bertahun-tahun untuk melacaknya sampai ke sini.”
“Ya, namun ini bau yang tidak kukenal. Meski ada aroma pasangan itu samar-samar.”
Arcturus mulai mengerutkan kening saat perlahan dua sosok siluet itu terekspos. Perasaannya menjadi buruk ketika melihat telinga anjing berwarna hitam.
“Mungkin ini bau dari anak mereka. Mereka melarikan diri bersama anaknya dan sudah beberapa tahun sejak saat itu. Bocah cengeng itu pasti sudah dewasa.”
Keringat dingin mengalir deras di tubuh Arcturus saat melihat penampilan dua sosok manusia setengah anjing itu.
‘Sial, apa yang Golden Retriever lakukan di sini?!’
Tidak perlu diragukan lagi asal-usul mereka. Hanya ada satu setengah manusia dengan perwujudan anjing.
‘Dewa Anjing Iblis telah menyebrangi benua!’
Ada beberapa jenis dari mereka, tetapi Arcturus tak mengharapkan bertemu Golden Retriever, pelacak terbaik dari Anjing Iblis.
Keduanya berjalan melewati Arcturus dengan santai. Sampai saat mereka berdiri tepat di depan Arcturus, salah satu anjing itu berhenti.
“Apa kamu merasakan seseorang mengawasi kita?”
Jantung Arcturus berdetak lebih kencang dari sebelumnya. Meski sudah menahan napas dan dibantu dengan kekuatan jubahnya, membodohi Golden Retriever sangatlah sulit.
Arcturus segera memejamkan matanya dan tak berusaha melakukan apapun yang termasuk mengawasi. Bahkan dia sampai menutup kedua telinganya.
Bertarung dengan Anjing Iblis sekarang adalah langkah bunuh diri. Arcturus sangat lemah meski memiliki dua Ancient Determination bersamanya.
__ADS_1
“Aku pikir itu hanya perasaanku saja, namun rupanya kamu juga merasakannya, ya? Namun ini aneh, tak ada bau ataupun kehadiran orang lain di sini.”
Insting Golden Retriever sangatlah kuat. Bahkan jika jubahnya adalah artefak, Arcturus tetap manusia biasa. Dia tidak seperti wanita menyedihkan yang tak dikenali dunia.
Golden Retriever pastinya merasakan sesuatu seperti kehadirannya meski samar.
“Sihir ... tidak mungkin. Sepertinya ada banyak hal aneh yang tidak kita ketahui di benua ini.”
Dua anjing itu rupanya mulai mengambil kesimpulannya sendiri.
“Jika sungguh ada orang di sini, dia pasti sangat mahir bersembunyi. Sampai tak terendus oleh kita adalah prestasi luar biasa.”
Kedua anjing itu tak berbohong. Umumnya akan sangat sulit mengelabuhi Golden Retriever, belum lagi dua orang ini sedikit berbeda. Tato di tangan kanan mereka adalah bukti yang cukup kuat.
Kedua anjing itu mengawasi sekelilingnya sekali lagi sebelum pergi dengan cepat. Arcturus mengambil napas lega selagi menunggu selama beberapa menit untuk memastikan bajingan itu pergi sepenuhnya.
Segera Arcturus merosot di dinding dan duduk. Dia berkeringat sangat deras karena situasi sebelumnya sangat menegangkan untuknya.
“Sial, ada apa denganku?!”
Arcturus cukup terkejut akan dirinya sendiri. Untuk beberapa alasan, dia kehilangan tenaganya dan menjadi lemas.
“Aku sangat ketakutan seperti ini? Harusnya tidak seperti ini.”
Arcturus sedikit menarik rambutnya karena frustasi. Dia tahu dirinya pengecut, namun harusnya Arcturus masih bisa dengan berani memberikan perlawanan.
Namun kali ini dia sama sekali tak berani bertindak, bahkan kehilangan seluruh tenaganya.
“Aku ... apa aku mengalami trauma?”
Jika mengingat kehidupan sebelumnya, Arcturus tak memiliki banyak pengalaman buruk. Dia tak mau menceritakannya sama sekali, itu adalah peristiwa mengerikan.
Tidak hanya Anjing Iblis, tetapi beberapa sosok lainnya juga terlibat dalam penganiayaan yang dia alami. Itu sangat membekas dalam pikiran dan jiwanya sampai saat ini.
“Sial ... aku harus menghadapinya.”
Jika kondisinya terus seperti ini maka Arcturus takkan pernah bisa mengatasi Dewa Anjing Iblis di masa depan.
__ADS_1
“Tenanglah ... kejadian itu takkan terjadi lagi. Aku takkan membiarkannya terulang.”
Sejarah paling kelam dari kehidupan sebelumnya sungguh adalah kelemahan terbesar Arcturus.