Im Not Main Character

Im Not Main Character
Perjamuan Bulan


__ADS_3

Tok! Tok!


“Tuan Muda,” Mary datang ke kamarnya dan memberikan hormat. “Saya telah menyimpan Artefak itu di tempat yang anda tentukan. Lalu, tentang dua kelinci itu, tampaknya nona Spica ingin merawatnya.”


Spica Religia adalah adik kecil yang dimiliki Arcturus. Di keluarga Religia, selain ayahnya sendiri, mungkin Spica adalah yang cukup dekat dengannya.


Yah, dia adalah anak kecil yang belum mengerti apa-apa.


“Bagus.”


Satu hari sudah berlalu sejak Arcturus mendapatkan Artefak dan Ancient Determination. Harusnya dia bisa bersantai untuk beberapa waktu namun mengingat kehidupan sebelumnya, dia tidak mau melakukannya.


“Lalu Tuan Muda. Ayah anda, Tuan Alvalous menginginkan kehadiran anda pada sarapan kali ini.”


Arcturus menutup mata dengan tenang dan meletakkan buku yang dia baca. Ayahnya memanggil, harusnya ini adalah waktu untuk acara itu tiba.


‘Ini dia. Bagaimanapun caranya aku harus bergabung ke dalam acara itu, Perjamuan Bulan.’


Perjamuan Bulan, sebuah acara yang telah dia lewati pada kehidupan sebelumnya. Saat itu dia tidak menyadari betapa berharganya mendatangi acara itu.


Itu adalah acara yang akan dihadiri oleh bangsawan muda sepertinya. Kala itu, Arcturus tidak mengetahui bahwa itu akan berguna baginya.


‘Aku harus meminta izin untuk menghadirinya.’


***


“Tidak boleh! Aku melarangmu menghadirinya!”


Wanita berambut coklat yang serupa dengan warna matanya berkata tajam. Dia tampak elegan dan juga memiliki kecantikan yang dingin. Dia adalah gambaran nyata bangsawan wanita yang sombong dan elegan.


‘Seperti yang diharapkan. Wanita ini tidak akan mengizinkannya.’


Wanita yang menentangnya, Lyura Religia. Dia adalah ibu tiri Arcturus yang persis dengan gambaran ibu tiri lainnya. Sosok yang jahat dan tidak menyukai anak yang bukan dari darah dagingnya.


Ayahnya yakni Alvalous Religia, menjalani hubungan haram dengan ibu kandung Arcturus sewaktu Lyura dan anak-anaknya tidak ada di kediaman ini.


Arcturus tidak pernah tahu siapa ibunya, bahkan novel The Rise of Hero In Chaostic dan kehidupan sebelumnya tidak pernah mengungkapkan banyak.

__ADS_1


Alvalous hanya menceritakan bahwa ibunya adalah pelayan yang sangat cantik sehingga membuatnya tergila-gila, dia begitu baik dan hangat. Namun pada suatu waktu ibunya meninggal karena sakit.


‘Meski tahu ayah selingkuh namun Lyura tetap menerimanya. Yah, mau bagaimanapun itu biasa dalam kehidupan bangsawan.’


“Bisa aku tahu apa alasan aku tidak boleh menghadirinya ibu?”


“Kamu terbentur sesuatu sampai jadi tidak tahu diri seperti itu?” ujar wanita muda dengan rambut kemerahan, “Bukankah hal yang jelas tidak membiarkan aib keluarga mengunjungi acara formal seperti itu?”


Itu adalah kakak tiri perempuannya, Evelyn Religia. Sama seperti ibunya, wanita ini membenci Arcturus untuk alasan pribadi. Meski begitu dia adalah wanita hebat yang ikut memiliki peran penting dalam perdagangan di kerajaan Knight.


“Aku berjanji tidak akan melakukan hal yang membuat malu keluarga kita. Ayah, bisakah kamu mengabulkannya?”


Alvalous tampak dilema. Disatu sisi dia paham dengan alasan istri dan putrinya. Arcturus adalah putra bermasalah yang melakukan hal-hal bermasalah. Reputasi buruknya telah ditekan oleh Alvalous sebisa mungkin. Namun rumor jelas tidak bisa diapa-apakan.


“Nak, boleh aku tahu apa alasanmu ingin menghadirinya? Kamu harusnya tahu bahwa Perjamuan Bulan bukan acara biasa.”


“Aku tahu, Ayah. Itu adalah perjamuan khusus bangsawan muda untuk saling mengenal satu sama lain, kan?”


Alvalous mengangguk, “Ya, namun bukan hanya itu. Perjamuan Bulan juga acara di mana bangsawan berusaha menjerat satu sama lain.”


Perjamuan Bulan adalah sebuah pesta yang dihadiri para bangsawan muda untuk menjalin ikatan. Namun itu merupakan tempat di mana beberapa bangsawan menjerat satu sama lain untuk bergabung ke fraksi mereka demi keuntungan pribadi.


“Belum lagi acara itu akan dihadiri oleh pangeran ketiga yang licik,” Evelyn menyela dan menunjuk Arcturus. “Kamu bisa saja terpedaya olehnya dan memberikan dukungan atas penerus takhta!”


“Evelyn benar! Kamu tidak menyadari bahwa situasi saat ini sedang sulit. Kesalahan sekecil apapun akan menyebabkan wilayah ini hancur.” Lyura menambahkan.


Arcturus mengerutkan alisnya, “Ibu, kakak, bahkan aku tahu cara menjaga muka. Aku tidak akan—”


“Padahal hanya anak haram namun berani membantah?” Lyura bertanya sinis.


“Meski aku tidak tahu siapa ibu kandungku, bukankah kata-katamu keterlaluan, ibu?” Kerutan di dahi Arcturus semakin dalam.


Bahkan dia akan marah jika ibunya dihina terlepas Arcturus mengenalinya atau tidak.


Evelyn mendengus dengan tatapan merendahkan, “Hah? Biar aku beritahu. Ibumu hanyalah pelayan rendahan yang menggoda ayah untuk pergi ke ranjang. Bisa dibilang dia seorang pelacur—”


“Hentikan semua ini.”

__ADS_1


“Tetapi, Ayah—” Evelyn ingin membantah namun dihentikan.


“Kamu berani membangkang ayahmu, nak?” Alvalous bertanya lembut namun suara dan tatapannya dingin.


Evelyn sontak diam dan menatap tajam Arcturus.


Alvalous kemudian menghela napas dan menatap Arcturus dengan tegas.


“Putraku, Arcturus. Keluarga Religia kita tidaklah lemah namun karena itulah kita memiliki banyak musuh yang mengintai. Perjamuan Bulan adalah tempat yang didalangi oleh singa besar.”


Bukannya Alvalous menentang Arcturus sepenuhnya. Tentu dia tahu bahwa selama dua hari ini Arcturus sedikit berubah. Biasanya akan ada keluhan tentang bar hancur atau sejenisnya dalam setiap hari. Namun dua hari belakangan tak ada laporan tentang itu.


Meski adanya perubahan kecil itu, Alvalous tidak bisa membuat keputusan berdasarkan hatinya.


“Mereka akan menunjukkan taring padamu, dan menggigit saat ada kesempatan. Meski kamu tidak menjadi pewaris namun kamu tetap Religia … kamu tetap putra yang kucintai, tak bisa aku membiarkan bahaya mengintaimu.”


Perkataannya tulus untuk tidak ingin Arcturus mengalami bahaya. Mau bagaimanapun dia adalah putra sekaligus harta terakhir yang ditinggalkan wanita itu.


Arcturus menggertak giginya, “... Baiklah, ayah. Kalau begitu aku permisi.” dia mulai berjalan keluar.


“Tuan Muda …”


Mary yang menunggu di luar ruang makan dan mendengarkan semua mulai berjalan mengikuti Arcturus.


“Mary, belikan aku racun ular, kalajengking atau racun apapun yang berasal dari hewan. Semakin kuat semakin bagus.”


“Tuan Muda, tidak mungkin anda ingin bunuh diri, kan?” Mary tercengang dan sedikit bergetar.


Arcturus tentu dengan cepat menyela.


“Perkataan yang gila. Aku sangat mencintai diriku, bagaimana mungkin melakukan sesuatu seperti itu?”


Dia telah melalui cobaan yang lebih berat ketimbang percakapan sebelumnya, mustahil dirinya depresi.


“Aku tidak berniat untuk mati. Itu menakutkan. Ada hal lain yang ingin aku coba.”


Meski berbahaya dan ada risiko tertentu namun itu patut dicoba. Perjamuan Bulan akan dimulai sekitar tiga minggu lagi. Itu waktu yang mepet namun masih sempat.

__ADS_1


‘Disaat seperti inilah pembaca yang mengetahui sedikit masa depan akan bersinar!’


__ADS_2