
Arcturus yang baru saja tiba di rumah pergi untuk menyapa keluarga lainnya meskipun enggan lantaran tahu tidak akan mendapatkan sambutan baik.
Selain itu Arcturus hanya menghabiskan waktunya bermain dengan Spica di taman. Tentu saja, ibu dan kakak tirinya tidak akan mengizinkannya jika melihatnya.
“Kak Arc! Lihatlah ini, Bob dan Malty ingin menunjukkan sesuatu kepadamu!”
Arcturus yang berbaring di rumput bangun dan menemukan Spica membawa dua ekor kelinci. Itu ada kelinci yang Arcturus bawa setelah mengambil Ancient Determination.
“Kamu menamainya Bob dan Malty? Itu nama yang bagus. Selain itu, mereka terlihat lebih gendut dari terakhir aku lihat.”
“Tentu saja! Aku memberikannya makan tiga kali sehari!”
Jadi itu alasannya. Namun Arcturus tertarik dua kelinci gemuk itu tetap tenang di kepala Spica dan di pelukannya. Seakan-akan itu adalah tempat paling nyaman bagi keduanya.
“Lihat ini, kak! Bob dan Malty bisa melompat sangat tinggi dan jauh!”
Arcturus kembali berbaring dan berniat memejamkan matanya lagi.
“Mau bagaimanapun mereka adalah kelinci.”
Kelinci mampu lompat cukup tinggi, itu adalah hal yang biasa di dunia ini. Paling tidak yang Arcturus ketahui kelinci di dunia ini mampu melompat setinggi satu meter.
“Mereka hampir bisa mencapai benteng kastil hanya dengan melompat!”
Spica dengan riang terus berbicara, sementara Arcturus menjawab ringan untuk menemaninya.
“Tentunya itu karena mereka kelinci. Tidak mengejutkan bisa lompat tinggi.”
“Selain itu Bob bisa berpindah-pindah di udara dengan sangat cepat!”
“Tentu saja itu karena mereka—”
Arcturus terkesiap dan membuka matanya lebar-lebar. Dia menjawab semua perkataan Spica tanpa pikir panjang namun apakah dia melewatkan sesuatu?
‘Jika dipikir-pikir lagi, tidak mungkin kelinci mampu melompat setinggi benteng kastil kan? Yang benar saja, dinding itu hampir sepuluh meter tingginya.’
“Kamu yakin keduanya bisa melompat setinggi benteng kastil?” tanya Arcturus.
Spica dengan sangat riang mengangguk-anggukkan kepalanya, “Ya! Itu satu lompatan kuat yang tinggi!”
“... Dia juga bisa berpindah meski berada di udara?”
“Ya! Itu seperti Bom! Dan duarr gitu!” Spica menjelaskannya dengan cara yang sulit untuk dimengerti.
Arcturus tidak berpikir Spica akan berbohong namun dia juga sulit untuk mempercayainya. Meski dunia ini berbeda dengan bumi, tetapi Arcturus tidak pernah melihat kelinci melakukan itu sekalipun itu jenis monster.
__ADS_1
“Bisakah aku melihatnya?” tanya Arcturus.
Spica menjauh dari Arcturus dan mulai membisikkan sesuatu kepada dua kelinci itu. Arcturus hanya tersenyum kecil melihat keimutan itu.
‘Ha ha, sekalipun benar kelinci itu bisa melakukannya. aku berani bertaruh jika Spica tidak benar-benar berbicara dengan hewan.’
Setelah Spica mengatakan sesuatu secara diam-diam, dua kelinci itu mulai menjauh dan menatap tepat ke arah Arcturus.
Spica berlari dan duduk di pangkuan Arcturus seakan-akan itu memang tempatnya sejak awal.
Kedua kelinci itu mulai melompat dan sangat mengejutkan ketinggiannya persis seperti yang dikatakan Spica.
Tidak hanya itu, para kelinci mulai menendang udara ke samping dan memutar arah. Mereka melompat-lompat zig-zag di udara seakan-akan itu hal paling wajar di dunia.
“Apa-apaan itu.”
Arcturus baru mengetahuinya. Itu mungkin tampak aneh namun dia sudah mendapatkan jawabannya.
‘Apa mungkin mereka mendapatkan berkah kecil karena hidup di sekitar Ancient Determination?’
Arcturus yakin betul bahwa itu adalah kekuatan si pembunuh iri. Ada kemungkinan dua kelinci ini mendapatkan kekuatan kecil darinya. Itu sama persis dengan kemampuan Ancient Determination yang Arcturus gunakan.
“Lihat, kan? Mereka benar-benar hebat kak!”
Spica bersorak riang namun Arcturus tak memperhatikannya. Dia terlalu memperdalam pemikirannya sendiri.
Itu adalah kemungkinan dan yang paling mungkin untuk terjadi. Jika kelinci ini adalah familiar maka itu akan menguntungkan dalam beberapa hal nantinya.
Yah, meski Arcturus tidak akan memanfaatkannya. Dia hanya akan membiarkan para kelinci ini menjadi milik Spica.
***
Setelah berhasil menyingkirkan pemandangan mengejutkan tentang kelinci peliharaan Spica, akhirnya Arcturus berjalan meninggalkan kastil.
Seperti biasanya bahwa warga sibuk menyembunyikan putri dan istri mereka. Arcturus tidak tersinggung dengan itu, tetapi menyebalkan saat mereka juga berusaha menyembunyikan wanita tua.
“Mengapa mereka tampak seperti itu? Seakan-akan semuanya takut padamu,” tanya Alda ketika mengamati sekelilingnya.
“Itu hal biasa. Mereka tidak mau istri maupun putrinya jatuh cinta pada ketampananku.”
Itu adalah fakta. Wanita-wanita yang hendak ditiduri bajingan Arcturus awalnya karena jatuh cinta baik oleh ketampanan maupun kekayaan. Bahkan ada yang tidak bisa menentang karena posisinya sebagai putra bangsawan.
Jika diingat lagi kelakuan bajingan ini benar-benar buruk dan sangat pantas untuk menjadi budak.
“Jadi begitu. Kesampingkan itu sekarang ke mana kita pergi? Mencari makanan?”
__ADS_1
“Sayangnya tidak. Mohon tahan nafsu makanmu yang besar itu.”
Alda memiliki nafsu makan yang sangat besar. Meski Arcturus sudah mengetahuinya namun dia tidak bisa berhenti terkejut ketika menyaksikannya sendiri.
Hanya saja, wanita macam apa yang mampu makan dengan porsi besar delapan orang pria? Bahkan sebelumnya Alda memakan seekor rusa yang ditangkapnya sendirian.
Namun bagian paling aneh dari tubuh mungilnya adalah tidak peduli seberapa banyak dia makan, tubuhnya tidak akan gendut. Sungguh wanita yang diciptakan surga, kemampuan alaminya jelas membuat wanita di dunia ini iri.
“Lalu ke mana kita pergi?” tanya Alda, meski dia sedikit kecewa karena tujuannya bukan mencari makan namun dia tetap menantikannya.
Mau bagaimanapun semua hal di kota adalah pengalaman baru untuknya.
Arcturus bahkan tersenyum senang, “Kamu akan tahu nanti. Sebelum itu aku juga ingin meminta bantuan kecilmu.”
“Bantuan?”
“Ya. Kamu pejuang tangguh seharusnya tahu kualitas kemampuan orang lain, kan? Aku butuh penilaianmu untuk mencari orang yang tampak kuat. Tentunya, aku akan memberikanmu imbalan.”
Mulai dari titik ini Arcturus akan mengumpulkan orang-orang yang cukup kuat untuk bertarung di garis depan saat peperangan tiba. Mau bagaimanapun ini dunia The Rise of Hero In Chaostic World.
Ada banyak sekali bencana di dunia sialan ini dan begitu banyak sosok kuat yang bahkan Alda tidak bisa mengalahkannya dengan mudah.
Pada kehidupan sebelumnya untuk bertahan dari individu kuat tersebut Arcturus membentuk kelompoknya sendiri yang bahkan Three Balancers tidak berani main-main dengannya.
“Yah, itu hal mudah jadi kamu tidak perlu memberikan apapun. Selain itu kamu sudah memberikanku pakaian, tempat tinggal dan makanan.”
Alda bukan gadis yang betul-betul serakah, sedikit kebaikan seperti itu tentu akan dia balas dengan benar.
“Kamu tidak perlu sungkan. Kebaikanmu melebihi semua ini.”
Namun Alda tidak mengetahui bahwa Arcturus melakukannya bukan dengan niat yang benar-benar tulus.
“Tanganmu itu tersegel, kan? Aku mungkin bisa melepaskannya.”
Dia melakukannya demi keuntungannya sendiri. Jika Alda mendapatkan kondisi primanya secara penuh, maka Arcturus juga akan diuntungkan.
“Meski tidak yakin aku bisa melepaskannya seutuhnya, setidaknya aku bisa menjamin kamu bisa menggerakkannya lagi.”
Alda tampak tercengang dan menahan napasnya. Padahal dia hanya menceritakan sedikit tentang kondisi tubuhnya namun Arcturus mengetahuinya segera?
‘Sungguh orang dengan otak encer. Aku sedikit mengaguminya.’
Arcturus tidak pernah tahu bahwa Alda menumbuhkan perasaan itu.
Dalam pikirannya sendiri Arcturus mulai membuat planning tentang masa depan.
__ADS_1
‘Segel tangannya akan ku lepaskan. Aku juga akan membangun Mimpiku sekali lagi. Setelah menemui orang ini, maka yang tersisa adalah Perjamuan Bulan.’
Sampai keikutsertaannya dalam Perjamuan Bulan belum dipastikan, Arcturus tidak bisa bersantai maupun mengambil langkah selain ini.