
Di ruang bawah tanah yang cukup besar ini hanya ada pencahayaan redup dari kristal yang bersinar di langit-langitnya.
Namun bahkan dengan sedikitnya pencahayaan itu lebih dari cukup untuk membuat Arcturus tidak ingin tempat ini lebih terang. Toh, pemandangannya lebih dari kata mengerikan.
“Ini bukan perbuatan yang pantas untuk manusia ... bahkan monster tak sekejam ini.”
Pendapat jujur Leona tentunya disepakati Arcturus. Kekejaman di depan mereka benar-benar membuatnya kehabisan kata-kata.
Apa yang ada di ruangan itu adalah tempat penyiksaan ataupun penelitian. Ada banyak tubuh berserakan dengan kondisi bermacam-macam.
Dinding juga dihiasi bangkai mengerikan dengan kondisi menyedihkan. Keadaannya terlalu brutal dan sadis sehingga tidak bisa dijabarkan dengan rangkaian kata-kata.
Arcturus bahkan merasa mual dan merinding dengan semua pemandangan ini.
Dia tahu bahwa Liebert dan keluarganya sadistik, tetapi tidak disangka akan sejauh ini.
“Urgh!” Bahkan Leona tidak tahan untuk muntah. Dia belum pernah melihat kejahatan seperti ini sebelum. “... bahkan monster tak bisa ... sekejam ini-!”
Itu dua kali Leona mengatakannya. Arcturus lagi-lagi tidak membantahnya sama sekali. Jika ada yang terburuk dari monster, keluarga Silverstone mungkin orangnya.
“Tuan tanah memiliki fetish masokis terbalik. Dia merasa bergairah dan terangsang ketika menyiksa wanita di bagian reproduksinya. Istrinya memiliki kebencian mendalam kepada setengah manusia dan melakukan berbagai macam penyiksaan baik pria maupun wanita.”
Dan, hasil perkawinan dari dua orang terburuk menghasilkan putra yang sangat buruk. Putra mereka, Liebert memiliki obsesi luar biasa terhadap wanita dan berhubungan intim. Hampir seperti dia fanatik ataupun maniak ****.
Bahkan bajingan itu mulai melakukan penelitian mengerikan kepada setiap bagian tubuh wanita. Hanya untuk satu tujuan kelewat cabul yakni, mendapatkan kenikmatan maksimal.
“Keluarga ini pasti dikutuk!” Leona berkata dengan geram, terutama saat dia menemukan Third Eye Ogre juga mengalami nasib buruk di sini.
Dalam novel asli The Rise of Hero In Chaostic World, sebelum karakter Arcturus Religia menjadi budak, dia akan bertemu Liebert dan seperti yang diharapkan menjadi kawan baik.
Keduanya menjadi sahabat terburuk sampai akhirnya Alda dan tokoh utama lainnya menumbangkan mereka, memaksa keduanya menjadi budak paling menyedihkan.
Namun tentu saja itu berlaku jika dunia ini berjalan seperti bagaimana cerita aslinya. Sejak 'Dia' menjadi Arcturus, masa depan seperti itu tidak akan terjadi.
“Kamu tolong menyingkir lebih dulu. Aku akan merekam semua ini dan mengungkapkan kegelapan Silverstone.”
__ADS_1
Arcturus menyalakan kristal perekam dan menangkap semua pemandangan ini sampai dia berjalan keluar. Dia membutuhkan bukti untuk menenggelamkan Silverstone semakin jauh.
Lalu ini adalah rencana ganda yang akan menguntungkan Arcturus lebih dari apapun. Jika tidak, maka buat apa dia meminta Makarov melakukan hal merepotkan?
“Apa kita akan meninggalkan itu begitu saja?” tanya Leona.
Arcturus tersenyum selagi memilah dokumen yang dikumpulkan Leona. Ada beberapa yang tidak berguna, tetapi seperti yang diharapkan sisanya adalah yang dia cari.
“Untuk sekarang iya. Kita biarkan itu sebagaimana adanya sekarang demi menjadi bukti bahwa bangsawan Silverstone perlu dilenyapkan.”
Tempat itu adalah salah satu bukti. Jika Arcturus mengubur mayatnya maka sama saja akan menghilangkan bukti. Rekaman sihir miliknya akan jadi tidak berguna jika tempat itu sendiri menghilang.
Yah, meskipun itu terjadi, Arcturus masih punya beberapa dokumen di tangannya saat ini. Bahkan dengan hal ini lebih dari cukup untuk Silverstone hancur.
“Dengan ini hutang budimu terlunasi. Aku bersyukur karena kamu melakukannya dengan baik dan tanpa terluka.”
Leona menarik napasnya dan menghapus semua pemandangan mengerikan sebelumnya demi bisa tersenyum lembut kepada Arcturus. Dia hanya bisa membiarkannya dan menyerahkannya pada tuan muda yang satu ini.
“Ya, aku sangat berterima kasih padamu. Tidak hanya membebaskanku, tetapi juga membantuku menemukan saudaraku yang lainnya.”
Arcturus melambaikan tangannya untuk mengatakan itu bukan apa-apa, tetapi rupanya Leona tak bisa menerimanya begitu saja.
Arcturus tersenyum dalam hatinya karena sudah mengharapkan hal ini. Dia sudah melakukan banyak hal hanya untuk Third Eye Ogre.
“Ya, aku akan mengunjungimu setelah Perjamuan Bulan berakhir. Katakan saja di mana letak desamu itu.”
Leona tersenyum lembut sekalipun dia memiliki kecurigaan tentang Arcturus menerimanya semudah itu. Namun mengabaikan perasaannya dia segera memberikan peta dan tanduk hitam.
“Ini lokasi dan kuncinya. Kamu pasti sudah tahu tentang ini, kan?”
Arcturus mengangguk. Desa Third Eye Ogre, khususnya tempat tinggal Leona sedikit spesial dan tak mudah untuk dimasuki.
“Aku akan datang nanti. Kalau begitu sampai jumpa lagi nanti.”
Segera Arcturus menghilang tanpa jejak. Bahkan Leona tidak mempercayai matanya tentang trik apa yang digunakannya.
__ADS_1
“Apa itu teleportasi? Tidak, harusnya aku tahu jika dia menggunakannya. Sungguh orang berkemampuan hebat.”
Tidak salah untuk mempercayai bangsawan yang satu ini. Bisa dikatakan Arcturus Religia sangat penuh dengan misteri.
Segera Leona juga tidak mau berlama-lama. Setelah menghilangkan kabutnya dia segera meninggalkan tempat ini, tanpa pernah tahu bahwa Arcturus masih ada di sana.
Sosok Arcturus muncul sekali lagi setelah Leona pergi cukup lama.
“Bisa lolos dari pengawasan Leona, jubah ini jelas sangat hebat.”
Kemampuan dari jubah si pembunuh adalah mampu menghilangkan dirinya serta keberadaannya dari siapapun. Hal itu membuatnya tidak diketahui keberadaanya oleh siapapun.
“Yah, untuk sekarang mari jalankan rencana itu.”
Arcturus mengeluarkan topeng putih dengan corak darah di separuh bagiannya. Dengan senyuman yang penuh akan kejahatan dia menggunakannya.
“Aku harus bergegas dan melihat kembali kondisi Alda.”
Arcturus yakin Alda harusnya baik-baik saja. Bahkan jika goloknya diracuni tidak akan membuat Alda bermasalah berkat tubuhnya yang spesial.
Urusan Alda bisa diserahkan kepada Mary. Lalu, besar kemungkinan Blodwyn juga mengerahkan anak buahnya untuk memberikan bantuan kecil.
Untuk saat ini prioritas utama adalah membangun kembali organisasi yang pernah Arcturus bangun pada kehidupan sebelumnya. Tujuan dari menghancurkan Silverstone adalah untuk ini.
Arcturus akan mengambil kesempatan kali ini demi mengambil langkah awal untuk membangun identitasnya.
“Aku sudah memiliki jubah ini, jadi mudah untuk datang dan pergi begitu saja.”
Jika Leona tidak bisa menemukan keberadaannya, maka tidak ada satu orangpun di sana bisa menemukan Arcturus.
“Mari gertak pangeran kedua dan antek-anteknya.”
Segera Arcturus mengaktifkan kemampuan jubahnya. Jubah itu adalah Artefak, bisa diaktifkan tanpa perlu bantuan sihir menjadikannya sangat efisien.
Tepat sebelum sosok Arcturus menghilang dari dunia ini, dia tertawa kecil dan menyampaikan.
__ADS_1
“Ini akan jadi sangat menyenangkan.”
Arcturus Religia menghilang berkat kemampuan jubahnya.