
Pangeran kedua kerajaan Knight, Bellion Dravneer Knight.
Diantara banyaknya orang merepotkan, pangeran ini yang paling tidak ingin Arcturus terlibat dengannya. Tentu saja, Arcturus tahu sejak awal bajingan ini akan hadir.
Bagaimana tidak? Atas usulan orang inilah fraksi barat membentangkan sayapnya hingga ke timur.
“Salam kenal wahai rembulan yang tak meninggalkan kediamannya, Tuan Muda Arcturus Religia. Anda tampak menawan dan elegan seperti rumor yang kerap saya dengar.”
Lidahnya yang licin mulai bergerak. Arcturus hampir yakin bahwa Evelyn terpincut oleh lidahnya itu ketimbang wajahnya saja.
Tidak, harusnya itu hampir tidak mungkin. Mau bagaimanapun Evelyn sudah mempunyai tunangan dan akan segera menikah nantinya. Mustahil orang sepertinya akan berpaling begitu mudahnya.
‘Apa bajingan ini menghipnotisnya?’
Jika benar orang itu tanpa ragu menggunakannya, maka Arcturus perlu berhati-hati dalam tahap ini.
“Wah-wah, apakah anda pangeran kedua yang saya dengar secerah matahari masa depannya? Sungguh, saya yang rendah ini tidak memiliki kepantasan menerima kehormatan untuk berbicara dengan anda.”
Kesalahan besar jika berpikir hanya Bellion yang memiliki lidah fasih. Arcturus tahu bahwa mulut dan lidah adalah alat paling baik untuk menghindari situasi merepotkan.
Bellion tampak sedikit terkejut dengan Arcturus. Orang sepertinya jelas tak ingin pertemuan dengan yang sejenisnya.
“Anda terlalu menyanjung, Tuan Muda Arcturus. Dibandingkan dengan ketampanan anda, itu sangat mungkin dewi memberkatimu dengan cintanya.”
“Tidak, tidak. Pangeran terlalu merendah. Siapapun tahu bahwa anda adalah cahaya indah dan memberkati kerajaan Knight.”
Omong-omong bukan hanya pangeran yang memiliki lidah selicin belut. Arcturus juga cukup mahir melakukannya. Mau bagaimanapun tidak ada orang yang hidup lebih banyak selain dirinya.
Kehidupan di bumi, regresi sebelumnya dan sekarang. Dia sudah menjalani tiga kehidupan dan itu memberikan pengalaman lebih dari yang dibutuhkan.
“Ahahah, tidak akan ada selesainya jika kita terus menyanjung seperti ini. Tidakkah anda setuju, Tuan Muda Arcturus?” Bellion tersenyum kecil dan menyipitkan matanya.
Arcturus yang sejak lahir memiliki wajah penjahat juga tersenyum penuh makna.
“Ya. Saya yakin pangeran tidak menemui saya hanya untuk menyanjung. Apa ada yang anda butuhkan?”
Tidak ada dari keduanya suka berbasa-basi. Baik Arcturus maupun Bellion sangat terbuka untuk bicara langsung ke poin utama. Terutama ketika keduanya memiliki lidah yang licin.
Akan sulit mencoba menipu satu sama lain. Setidaknya Bellion tahu hal itu dan menginginkan percakapannya selesai dengan segera.
__ADS_1
“Anda adalah orang yang diselimuti misteri karena hampir tidak meninggalkan wilayah Religia. Saya kerap mendengar beberapa rumor baik dan buruknya.”
Bellion memulai dengan informasi bahwa dia sudah menyelidiki Arcturus sebelumnya. Namun Arcturus tahu betul yang diinginkan bajingan ini.
“Anda bahkan tidak menghadiri sekolah apapun namun saya terkejut bahwa anda rupanya sangat pintar sampai tidak perlu menghadirinya.”
Di dunia ini pendidikan wajib hanya dijalani bangsawan dan orang-orang kelas atas lainnya. Jika diingat dengan benar, bajingan Arcturus tidak hanya mesum. Namun dia memang memiliki otak yang sangat baik.
“Saya hanya tidak suka keramaian dan canggung ketika bertemu dengan orang asing, pangeran. Oleh karena itu saya menghabiskan waktu di perpustakaan dan mempelajari hal yang dibutuhkan sendiri.” Arcturus tersenyum masam seakan-akan itu melelahkan.
Namun Bellion jelas tidak mempercayainya. Bellion adalah salah satu dari sedikitnya orang yang memiliki masalah dalam mempercayai orang lain.
“Terlepas dari hal itu, saya yakin anda orang berbakat. Bahkan pengawalmu yang menatapku tajam sejak tadi tidak lemah sama sekali.”
Arcturus terpaku pada Bellion dan sama sekali tidak bereaksi. Dia memang sedikit terkejut karena mengetahui bahwa Alda yang berdiri tepat di belakangnya bukan orang lemah.
Alda harusnya menekan kekuatannya sampai terasa seperti orang biasa. Fakta bahwa Bellion menyadarinya maka itu menunjukkan kemampuannya.
“Oleh karena itu maukah anda beserta rumah tangga Religia berdiri bersama saya memimpin kerajaan ini di masa depan?”
Pangeran kedua berusaha melebarkan sayap fraksi barat hingga ke timur. Tujuannya amatlah sederhana, dia berencana menjepit fraksi bangsawan di ibukota dari kedua sisi.
Bellion menatapnya penuh keingintahuan, “Anda bisa menganggapnya demikian.”
“Kalau begitu sangat disayangkan, pangeran. Saya tidak berniat menyinggung anda, tetapi ada kebijakan kuat diantara bangsawan timur untuk tidak memihak pangeran manapun.”
Itu adalah fakta yang sudah diketahui secara umum. Memihak pangeran sama artinya mereka akan mengerahkan harta, kekuatan dan pikiran.
Tentunya akan ada beberapa bangsawan yang melakukannya demi keuntungan pribadi. Namun Religia adalah pengecualian.
“Dalam rumah tangga kami ada aturan kuat sejak turun temurun bahwa; kami tidak diizinkan ikut campur dalam kerajaan.”
Ada beberapa pengecualian misalnya seperti; aturan itu tidak akan berlaku seandainya terdapat permasalahan yang mampu menghancurkan kerajaan Knight dan mengancam posisi Religia.
Namun tidak ada keperluan bagi Arcturus mengatakan langsung kepada Bellion bagian itu.
“Begitu. Saya meyakini bahwa anda adalah orang yang mengikuti aturan kuno.” Bellion memandang Arcturus dengan tertarik. “Jika tidak sebagai Religia, maka kamu bisa membantu sebagai teman, kan?”
Bajingan yang licik. Arcturus ingin mengumpat karena orang ini pintar di kehidupan manapun.
__ADS_1
“Ahaha, sayangnya saya tidak pantas menerima kehormatan menjadi teman anda, pangeran. Alangkah lebih baiknya Tuan Muda Liebert atau bangsawan lainnya mendapatkan kesempatan berteman dengan anda.” Arcturus membungkuk dengan rendah hati.
Bellion sedikit mengerutkan alisnya dengan sikap Arcturus.
“Kamu sungguh lancang menolak permintaan seorang pangeran, Tuan Muda Arcturus. Sebagai penduduk kerajaanku, kamu tidak diizinkan menolak.”
Arcturus tersenyum dalam hatinya, ‘Kesabarannya masih setipis tisu di kehidupan manapun.’
“Maaf untuk itu, Pangeran Bellion. Namun ketika datang pada kelancangan, apakah itu termasuk menghipnotis kakak saya?”
Evelyn hanya diam dan tersenyum sepanjang waktu percakapan mereka. Alda dan Mary mesti menyadari sejak tadi, tetapi Mary berpengalaman.
Dia menahan Alda untuk tetap diam dan mengikuti permainan Arcturus dengan Bellion.
“Apa yang membuatmu berpikir aku melakukannya?”
Bellion meninggalkan formalitas, begitu juga Arcturus. Untuk kali ini dia meninggalkan posisi lawan bicaranya dan menatap dengan dingin.
“Lalu, apa yang membuatmu berpikir aku tak melihatnya?”
Bellion gemetar kesal, darah naik ke kepalanya. Dia tersenyum selagi mengepalkan tinjunya dengan erat.
Segera bangsawan yang diam-diam mengamati di sekitarnya mulai mengelilingi dengan wajar. Mereka bersikap santai, tidak memperhatikan dan mulai bicara keras.
Arcturus langsung tahu bahwa mereka ada di pihak Bellion. Mereka bicara senatural mungkin untuk mencegah orang lain tahu sifat sejati pangeran kedua.
“Kamu bocah yang berani rupanya. Tidakkah kamu khawatir kerajaan akan menghancurkan keluargamu?!”
“Kerajaan? Tampaknya kamu lupa siapa kami. Apa Knight akan mampu berdiri tanpa Religia? Setidaknya raja tahu hal itu. Dan, kamu yang bukan raja tidak akan bisa mengancam kami.”
Arcturus tanpa ragu memprovokasi meski tahu akan memancing permusuhan. Namun itu sebanding dengan balasan yang akan dia dapatkan.
Di dunia ini tidak ada yang lebih mahal dan sulit didapatkan selain kepercayaan.
“Kamu sudah benar-benar kelewatan. Tidakkah kamu tahu siapa yang ada di depanmu ini?” Bellion mengambil langkah mendekat dengan aura permusuhan yang kuat.
Alda dan Mary bersiap menerjang, tetapi tidak terduga orang lain menerobos barisan bangsawan dan menengahi.
“Apa kamu tidak merasa berlebihan tentang ini, kak Bellion?”
__ADS_1
Arcturus tersenyum dalam hati, ‘Kamu pasti terkejut tentang ini kan, Blodwyn?’