Im Not Main Character

Im Not Main Character
The Mighty Giant


__ADS_3

Arcturus berdiri di sisi Makarov, pria tua yang tubuhnya sedikit lebih tinggi dari yang dia ketahui.


“Kamu datang tepat saat aku hampir mati.”


Arcturus ingin memberikan banyak protesnya namun dia mengurungkan niatnya. Fakta bahwa tua bangka ini datang pada waktu yang tepat ketika Arcturus berada di ambang batasnya.


“Kamu tahu aku ini ketua guild, kan? Jangan berpikir aku bisa begitu saja meninggalkannya.” Makarov membalas keluhan Arcturus dengan keluhannya.


Tentu saja Arcturus tahu bahwa mengurus guild sangat merepotkan sehingga Makarov tak bisa terus-menerus meninggalkannya.


Arcturus bahkan harus membuat kesepakatan yang cukup bagus dengannya agar mau membantu.


“Yah, mari mengeluh setelah ini. Apa persiapan Kitsune sudah selesai?”


“Tentu saja sudah. Dia akan melakukannya saat tahu waktunya tepat.”


Dengan begitu Arcturus hanya harus menciptakan situasi tersebut yang akan membuat Mad Dog lengah.


Bantuan Makarov dan Kitsune sangat berarti, tetapi bukan berarti Mad Dog jadi lebih mudah dikalahkan.


Bahkan setelah tendangan keras sebelumnya, bajingan itu sama sekali tak terluka dan mendekat dengan berjalan santai.


“Jadi dia yang dijuluki Mad Dog,” Makarov mengerutkan keningnya cukup dalam dan melirik kakinya. “Dia kuat, kakiku bahkan mati rasa.”


Mungkin dalam waktu yang singkat itu Mad Dog sempat memberikan pukulan kecil di kaki Makarov. Itu sungguh luar biasa mengingat Arcturus bahkan tak melihatnya memukul.


“Ya. Namun kita bisa mengalahkannya, tetaplah pada rencana.”


Arcturus hanya memiliki satu kesempatan lagi menggunakan Ashura. Oleh karena itu dia hanya bisa bergantung kepada seberapa besar perlawanan Makarov.


Kitsune akan datang membantu ketika waktu yang tepat untuknya muncul tiba. Namun membuat situasi seperti itu tidaklah mudah.


“Kamu sepertinya tidak bisa bertahan lama lagi Tuan Muda Arcturus. Maka dari itu, izinkan pria tua ini menunjukkan kehebatannya.”


Makarov meregangkan tubuhnya selagi berjalan ke depan dengan santai.


“Huh, aku sudah terlalu tua untuk bertarung. Mohon setidaknya jangan terlalu kasar padaku.”


Mendengar itu hanya membuat Mad Dog mengerutkan keningnya dan bergegas menerjang.


Itu kecepatan yang tak bisa diikuti dengan mudah melalui mata Arcturus. Namun berbeda dengan Makarov yang memiliki segudang pengalaman. Kecepatan sebatas itu masih bisa dilihatnya.

__ADS_1


Meskipun serangan datang ke padanya, Makarov masih diam menatap serangan Mad Dog yang terus berlanjut.


Baginya waktu melambat, Makarov dengan cekatan memberikan tinjunya ke rahang Mad Dog. Tak sampai di sana dia memberikan tendangannya dan membuat Mad Dog terhempas.


“Boleh juga.”


Arcturus jujur memujinya. Toh, ada alasan mengapa pria tua itu menjadi ketua guild cabang di wilayah Religia. Ada beberapa kondisi namun yang paling penting itu karena dia kuat.


“Satu-persatu tikus berkumpul—” Mad Dog gemetar kuat dan mengatupkan giginya. “—Kalian selalu saja menjengkelkan!”


Segera Mad Dog bergerak sangat cepat dan menyerang. Makarov menahan tendangannya dengan kedua tangan, tetapi dia tak mengharapkan kekuatannya akan sebesar itu.


Alhasil dia terdorong beberapa meter, kedua tangannya yang menahan tendangan memar dan mengeluarkan asap.


“Kekuatanmu sungguh gila ... kamu sungguh bukan dewa betulan?” Bahkan Makarov meyakini Mad Dog tidak masuk akal.


Itu hanyalah kekuatan fisik belaka yang tidak didukung oleh sihir. Hanya dengan murni kekuatan fisiknya saja bisa menyebabkan kekacauan yang sangat besar.


“Sepertinya entah bagaimana kamu belum menemukan jati dirimu. Faktanya kamu hanya menggunakan otot.”


Makarov tersenyum masam. Bahkan sekalipun Mad Dog belum menemukan dirinya saja sudah sekuat ini. Apa yang akan terjadi seandainya bajingan ini sudah melengkapinya?


Pada dasarnya Dewa Anjing Iblis juga memiliki fase pertumbuhan yang sama dengan manusia. Bagi para remaja pasti akan ada masa ketika mereka memberontak dan melakukan berbagai hal untuk menemukan diri mereka.


Bagi manusia itu hanyalah bagian dari pubertas, tetapi untuk Dewa Anjing Iblis hal tersebut cukup menentukan.


‘Arti dari jati diri bagi Dewa Anjing Iblis sama dengan penentuan nasib.’


Semisal jika mereka menemukan jati dirinya sebagai pemimpin, maka mereka akan tahu mengambil jalan apa yang harus dipilih. Mereka pasti akan menempuh jalan untuk memimpin kawanan.


Di putaran sebelumnya jati diri Seong Yohan adalah kemarahan dan gila, maka dari itu gelar Mad Dog sangat sesuai.


Namun kali ini akan berbeda tentunya, mengingat Arcturus akan mengubah cerita.


“Persetan jati diri atau apapun ... aku akan menghabisi kalian di sini!” Mad Dog meneriakkan kemarahannya.


Melihat hal itu mau tak mau Makarov menghela napas lelah.


“Sungguh, aku sudah terlalu tua untuk ini.”


Dia membuka beberapa kancingnya dan mengekspos tubuh berototnya. Namun fokus Arcturus tidak ada di otot, tetapi dengan rantai yang mengikat di dadanya.

__ADS_1


Rantai besi yang sedikit berwarna ungu, dengan gembok kecil tepat di dadanya.


“Itu ... apa kamu sungguh akan melakukannya?” Arcturus cukup terkejut tentunya. Dia tak mengharapkan Makarov akan habis-habisan di sini.


“Bah! Setelah semua apa yang kamu tanyakan? Aku yakin tuan muda dari Religia tahu tentang kekuatanku jadi tak ada gunanya menyembunyikannya.”


Makarov menggunakan ini sebagai kartu truf yang ia rahasiakan bahkan dari anggota guild lainnya. Hanya ada segelintir orang yang mengetahui kekuatannya.


Ketua Asosiasi Petualang, kepala keluarga Religia, dan sekelompok kecil orang dari generasi yang sama dengannya.


“Aku harap kamu akan memberiku bayaran setimpal untuk ini, Tuan Muda Arcturus.”


Meski mereka sudah memiliki kesepakatan yang bagus namun Makarov tak ragu mencari keuntungan kecil.


Toh, sejujurnya, dia senang bisa bertarung dengan lawan yang kuat.


“Hei bocah dari ras anjing iblis. Kamu masih sangat muda dan bodoh, belum memahami bahwa langit masih lebih tinggi dari mimpimu.”


Makarov mencengkram gembok yang menjadi pusat di mana rantai itu menahan tubuhnya.


Melihat itu mau tak mau, Mad Dog jadi berwaspada. Instingnya merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan datang dari pria tua itu.


“Kekuatan bukan tentang hanya menjadi kuat. Sebagai sepuh yang lebih lama merasakan menjadi kuat ketimbang dirimu—”


Makarov memiliki senyuman lebar dan menarik gemboknya. Rantai yang mengikat dadanya dilepaskan dan tubuhnya mulai membesar, bertambah tinggi dan kuat.


Dua meter, tiga, hingga empat meter tubuhnya bertambah tinggi. Mad Dog sampai harus menengadah hanya untuk melihat wajahnya.


“—pria tua ini akan mengajarkanmu tentang langit yang lebih tinggi darimu-!”


Alasan mengapa Makarov yang dipilih dan diizinkan Alvalous menjadi ketua guild di wilayah Religia, adalah karena kekuatannya yang paling menjanjikan.


Sama seperti halnya Alda dengan Tubuh Surgawi, The Apostle dengan mata yang melihat masa depan dan masa lalu. Makarov sama seperti mereka, satu dari sedikitnya orang yang memiliki berkah dari langit.


Arcturus tersenyum masam ketika melihat sosok Makarov saat ini, “Haha, sungguh tidak masuk akal.”


Perwujudan dari kekuatan besar yang memutar balikkan gunung dan menciptakan gempa, The Mighty Giant.


“Mari kita lihat siapa yang lebih kuat bocah!”


Apakah protagonis utama dengan kekuatan fisik tak tertandingi, atau si raksasa yang perkasa dan mengerikan yang akan mendominasi pertarungan ini?

__ADS_1


__ADS_2