
Sebuah kastil indah yang dihiasi berbagai jenis macam bunga. Akar merambat di setiap dindingnya dan memekarkan mawar hitam, merah dan bahkan merah muda.
Tidak diketahui bagaimana caranya namun diyakini itu tanaman yang bermutasi atau semacamnya. Sama sekali tak berbahaya, dan sangatlah indah.
Pemandangan itu kemudian beralih kepada gadis dengan rambut merah yang bermain di taman, menghirup aroma memabukkan bunga.
Namun segera seperti mimpi, langit yang awalnya cerah berubah malam. Langit malam berwarna kemerahan karena api membakar kastil indah bertemakan bunga.
Lagi-lagi semuanya menghitam, sang wanita bangun kembali dari mimpi buruk yang menghantui hidup selayaknya kutukan.
“... ini terjadi lebih sering belakangan.”
Dia tidak mengerti maknanya, tetapi sesuatu haruslah segera terjadi. Sesuatu yang jelas tidak membawakan berita baik apapun mengingat pesan itu disampaikan melalui mimpi terburuk.
Wanita itu menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Kamarnya cukup gelap untuk menutupi keseluruhan tubuh telanjangnya.
“Jangan memikirkan apapun. Aku harus fokus pada apa yang ada di depanku.”
Segera pintu diketuk ringan.
Tok! Tok! Tok!
“Tuan Putri, sudah waktunya anda bersiap.”
“Ya, aku akan bersiap.”
Tuan Putri yang terus mengalami mimpi buruk belakangan ini memantapkan tekadnya sekali lagi.
‘Aku harus bersiap untuk Perjamuan Bulan.’
Seluruh kehidupan dan masa depannya akan bergantung dengan acara yang dihadiri bangsawan muda itu.
Dia beranjak bangun dan mengintip keluar jendela. Perlahan membukanya, memperlihatkan bagian dari tubuh telanjangnya.
”Jika aku gagal dengan ini—”
Terdapat corak hitam mengerikan di punggung hingga leher belakangnya. Corak itu terlihat seperti luka bakar yang entah bagaimana tidak pernah mengering seakan-akan baru saja terbentuk beberapa menit yang lalu.
“—Aku akan mengutuk segalanya.”
Sumpah yang akan dilakukan Tuan Putri akan dendam yang mengakar kuat dalam dirinya.
*****
Kota dipenuhi dengan hiruk-pikuk keramaian. Festival diselenggarakan untuk memperindah suasana dan wajah penduduk dipenuhi kebahagiaan.
__ADS_1
Kedai, rumah hingga jalanan dihiasi dengan indah. Sekilas tampak seperti kota indah dan memastikan siapapun akan bahagia bila tinggal di sini. Namun Arcturus tahu bahwa setiap kali cahaya datang membawa kebahagiaan, kegelapan akan membenci dari kejauhan.
Budak yang tinggal di kota ini dipaksa berkumpul di satu tempat karena dianggap merusak pemandangan. Mereka akan membenci orang-orang yang merayakan festival dengan riang.
Jalanan utama dipenuhi kebahagiaan, orang-orang berkumpul dan menepi selagi pedati mewah melintas menuju kediaman tuan tanah.
Berbagai pedati memiliki bendera berbeda yang melambangkan keluarga bangsawan dan satu bendera sama. Bendera yang melambangkan helm ksatria di tengah matahari berwarna merah. Bendera kerajaan Knight.
Salah satu pedati dengan bendera yang berbeda dan unik. Bendera dengan matahari terbit keemasan dengan bintang oktagram hitam di tengahnya.
Umumnya matahari adalah bentuk yang melambangkan keluarga kerajaan atau kerajaan itu sendiri. Ada aturan tak tertulis bahwa bangsawan tidak sepantasnya memiliki matahari di bendera mereka.
Namun hal itu tidak berlaku untuk satu bangsawan di kerajaan Knight. Bangsawan yang sudah lebih dulu ada bahkan jauh sebelum Kerajaan Knight tercipta. Itu adalah rumah tangga tertentu yang saat ini dipimpin oleh Count Alvalous. Keluarga bangsawan dengan sejarah panjang penuh misteri, Religia.
“Apa rumor itu benar? Tuan Muda dari bangsawan Religia sungguh-sungguh hadir?”
“Aku yakin begitu. Kakakku yang bekerja untuk tuan tanah mengatakannya demikian!”
“Dikatakan Tuan Muda Religia memiliki ketampanan setara bencana! Dikatakan juga dia tidak meninggalkan wilayahnya karena takut menciptakan peperangan dengan wajahnya!”
Arcturus di dalam pedati mendengar percakapan itu samar-samar dan mengerutkan keningnya.
“Dari mana semua rumor tak berdasar itu?” Evelyn justru menjadi yang mengerutkan kening paling dalam.
Namun rumor tidak hanya berhenti di sana.
“Namun bukankah ada yang mengatakan dia bajingan? Karena sifatnya dia tidak diizinkan meninggalkan wilayahnya.”
“Itu bisa saja. Faktanya beberapa pedagang di sana mengatakan dia bajingan terburuk.”
Evelyn tersenyum puas selagi menganggukkan kepalanya, “Itu baru benar. Sampah akan tetap menjadi sampah sekalipun terlihat sedikit bagus.”
“Kamu benar-benar kejam, kak.”
“Kamu sendiri yang menciptakan buah busuk. Jangan bicara padaku sebelum pertemuan. Aku ingin muntah bahkan saat ini.”
Arcturus hanya menghela napas atas pengaturan buruk ini. Mengapa dia harus berada di satu pedati dengan Evelyn?
Tentu saja karena mereka menuju Perjamuan Bulan. Seburuk apapun hubungan internal mereka tidak seharusnya diketahui dunia. Mereka perlu memainkan sandiwara kakak-adik yang rukun.
Akhirnya mereka tiba di tempat yang megah. Sebuah kastil yang dicat putih dengan patung burung elang indah dari perak.
Karpet merah dengan sutra emas menyambutnya. Diantara sambutan ksatria, Arcturus dan Evelyn menarik napas panjang sebelum melangkah keluar.
“Jangan mempermalukan ayah.” Terdapat bobot tertentu dalam kata-kata Evelyn sebelum melangkah keluar.
__ADS_1
“Jangan mengatakan sesuatu yang sudah jelas.”
Arcturus bisa melihat Mary dan Alda dengan topengnya memberikan hormat saat dia melangkah keluar.
“Silahkan Arc— Tuan muda.”
Melihat Alda yang sangat kaku dan menggunakan formalitas seperti itu membuat Arcturus tergelitik hatinya. Bahkan di kehidupan sebelumnya Alda tak pernah melakukannya.
Arcturus tersenyum dan berjalan beriringan dengan Evelyn. Alda dan Mary mengikuti beberapa langkah di belakangnya sebagai pengawal.
Di ujung karpet merah Arcturus bisa melihat seorang pria dengan rambut keperakan tersenyum indah.
‘Ini dia, si bajingan sial.’
Arcturus memiliki dendam dan kemarahan tersendiri, tetapi untungnya dia aktor yang sangat baik untuk menyembunyikannya.
“Sampah, berhati-hati dengannya,” Evelyn berbisik melalui telepati. “Dia orang berbahaya yang merepotkan.”
Bahkan Evelyn bisa menggunakan sihir. Arcturus lupa bahwa Evelyn adalah penyihir yang cukup hebat.
Namun itu tidak lebih dari mengejutkan tentang bagaimana dia peduli kepada Arcturus hingga memberikan peringatan kecil.
“Aku tak ingin kamu menjadi masalah untuk ayah maupun kak Shin.”
Arcturus hanya mengangguk kecil tanpa memberikan balasan.
“Oh, ini hari yang sangat diberkati! Saya tak berharap akan bertemu dengan Tuan Muda yang tak pernah menunjukkan diri kepada dunia!”
Si bajingan sial memulai sambutannya sendiri dan memandang Arcturus dengan mengamati sebelum beralih kepada Evelyn.
“Bahkan nona Evelyn menawan seperti biasanya. Apa keluarga Religia diberkati benih bagus? Ini membuat saya iri.”
Evelyn segera tersenyum dan memberikan hormat kecil, “Anda terlalu memuji, Tuan Muda Liebrt.”
Arcturus segera membungkuk hormat dengan sempurna, “Ini pertama kalinya kita berjumpa. Salam kenal, Tuan Muda. Nama saya adalah Arcturus Religia. Saya mendengar banyak kabar hebat tentang anda dari saudara dan saudari saya.”
“Ha ha ha, itu terlalu dilebih-lebihkan. Saya adalah penerus selanjutnya Silverstone, Liebert Silverstone. Bisakah kita meninggalkan formalitas ini? Anda tampak menyenangkan, Tuan Muda Arcturus.”
Arcturus tersenyum masam, “Tentu saja, Tuan Muda. Saya merasa terhormat untuk itu.”
Saat itu Evelyn diam-diam kagum dengan sikap Arcturus yang tampak seperti bangsawan sungguhan. Bahkan wajah jahat dan mengerikan, serta nada bicara malasnya tidak tersisa sama sekali.
“Bahkan sampah akan saling tertarik satu sama lain.” Evelyn mengirimkan itu melalui telepati.
Arcturus diam-diam mengumpat kesal karena disamakan dengan Liebert.
__ADS_1