
Sehari setelahnya Shin akhirnya tiba di wilayah Religia. Terlepas dari situasi Pelabuhan Timur yang butuh perbaikan dan tak bisa diabaikan, sungguh luar biasa dia bisa meninggalkan tanggung jawabnya.
Mungkin lebih tepatnya itu karena dia sudah memberikan instruksi panjang dan memiliki kaki tangan yang hebat. Shin hebat dalam menilai kemampuan dan potensi diri seseorang.
Meski begitu Arcturus masih mempertanyakan mengapa Shin memiliki harapan tinggi kepada sampah sepertinya.
“Kak Shin! Lihat aku memiliki teman baru!”
Spica yang memeluk dua kelincinya dengan riang berlari menuju Shin untuk memamerkannya.
Shin memandanginya dengan tertarik dan terkejut.
“Ho? Apa dua kelinci bisa melakukan hal yang hebat?”
Seperti yang diharapkan, orang ini bisa melihat potensi apapun. Arcturus sudah curiga sejak kehidupan sebelumnya tentang Shin.
‘Apa bajingan ini diam-diam memiliki Ancient Determination? Pengamatannya sungguh gila.’
Sayang bahwa orang sepertinya harus mati di paruh awal novel. Dia orang berkemampuan yang bisa membantu negara ini di perang yang akan datang nantinya. Arcturus tidak akan membiarkan hal buruk menimpanya.
“Ayah, Ibu, aku pulang. Lalu adik-adikku, aku pulang.” Shin memberikan salam kepada orang tua dan saudaranya dengan senyuman.
“Selamat datang, kakak.” Arcturus dan Evelyn berkata serentak.
“Ya, aku sudah mendengar apa yang terjadi di Pelabuhan Timur. Syukurlah kamu baik-baik saja.” Alvalous tampak benar-benar lega dan wajah tegasnya kini benar-benar melembut.
Setelah sapaan singkat tersebut segera Shin mengumpulkan mereka di ruang keluarga untuk membicarakan sesuatu. Arcturus tidak tahu apa yang sudah direncanakan Shin, tetapi setidaknya dia yakin ini terkait hal itu.
Semua keluarga ada di sini terkecuali Spica yang bermain di taman. Mau bagaimanapun dia terlalu muda untuk memahami percakapan ini.
“Kedatanganku ke sini hanya untuk membahas Perjamuan Bulan. Maaf telah mengecewakan harapan Ayah dan Ibu, namun aku tidak dapat menghadiri acara itu.”
Alvalous dan Lyura hanya sedikit tertegun, mereka tampak sudah menduganya.
“Pelabuhan Timur hancur sedemikian rupa sehingga perlu waktu untuk pulih. Sebagai orang yang ditugaskan kerajaan untuk mengawasinya selagi tidak ada pemimpin di wilayah itu, aku tidak bisa meninggalkannya.”
“Yah, itu masuk akal untuk kakak tidak menghadirinya,” ujar Evelyn dengan prihatin.
Itu alasan yang masuk akal untuk tidak menghadirinya. Shin adalah salah satu kandidat muda calon kepala strategi kerajaan, dia diperintahkan mengawasi Pelabuhan Timur.
__ADS_1
Itu adalah tanggungjawab berat yang diberikan kerajaan kepadanya. Sudah jelas tentang apa yang perlu untuk Shin prioritaskan.
‘Namun itu sia-sia. Shin, kamu harusnya tahu alasan itu tidak memberikan hasil bagus.’ Arcturus memejamkan matanya selagi diam mendengarkan.
“Oleh karena itu aku ingin Arcturus menggantikanku untuk pergi.”
“Apa?!” Lyura dan Evelyn tersentak dari kursinya.
“Ayah, kamu yang paling tahu seberapa jauh kemampuan putramu ini. Aku menilai bahwa Arcturus yang sekarang pantas menghadiri acara itu.”
“Itu tidak boleh terjadi! Shin! Seharusnya kamu tahu seberapa buruk tingkah lakunya!” Lyura menaikkan pita suaranya dan menatap Arcturus dengan kebencian.
Shin menjadi datar, tetapi Arcturus bisa melihat dia sedikit jengkel.
“Ibu, kamu seharusnya tahu bahwa belakangan ini Arcturus tidak melakukan apapun yang memalukan. Semua orang bisa berubah, bahkan adikku Arc tidak terkecuali.”
“Bahkan jika kakak benar, tidak ada jaminan bocah ini tidak akan menyebabkan masalah! Nama Religia dipertaruhkan di sini!” Evelyn menyerukan pertentangan.
“Evelyn benar, putraku. Selain itu ketimbang dia, Evelyn jauh memiliki kualifikasi untuk menghadirinya!”
Tentu saja Arcturus tahu. Bila mana Shin mengundurkan diri menghadiri acara tersebut, maka yang akan menggantikannya sudah pasti Evelyn.
Sejak awal Arcturus tidak pernah menjadi salah satu kandidat yang akan mewakili Religia. Perjamuan Bulan hanya dilaksanakan beberapa tahun sekali. Melewatkannya akan sangat merugikan.
“Hentikan.”
Alvalous segera bicara sebelum Lyura menjadi keterlaluan.
Arcturus yang sudah terbiasa dengan ejekan apapun masih tampak santai. Namun dia melihat Shin yang tenang, tetapi mengepalkan tinjunya dengan kuat.
“Nak, bisakah kamu menjelaskan alasanmu menginginkan Arcturus menghadirinya?”
Shin mengangguk, “Pertama, baik aku dan Evelyn telah menghadiri Perjamuan Bulan. Kami sudah memiliki koneksi dan kenalan luas di generasi yang sama dengan kami.”
Meski baik Shin maupun Evelyn bisa menghadirinya lagi karena belum menikah namun Shin merasa tidak layak. Mereka mungkin akan jadi yang tertua di sana.
“Bahkan jika Arc memiliki catatan yang buruk, bukankah belakangan dia menjadi lebih baik dan semakin baik? Meski tidak bisa disebutkan namun dia memiliki kontribusi di Pelabuhan Timur. Aku berpikir adik laki-laki ini butuh pengalaman.”
Itu alasan yang benar-benar logis dan masuk akal. Ayahnya juga tampak mengerti, tetapi Arcturus curiga Shin tidak benar-benar berharap ini akan berhasil.
__ADS_1
‘Bos sesungguhnya dalam hal ini bukanlah Ayah, melainkan dua orang itu.’
“Kamu ada benarnya.” Alvalous memahami alasan logis Shin.
“Aku tidak akan menerimanya. Hanya karena dia menjadi baik beberapa waktu ini bukan berarti Arcturus layak menghadirinya!” Lyura membantahnya dengan keras.
“Ibu benar, Ayah. Bisa saja Arcturus berpura-pura baik demi menghadiri acara itu! Kita tidak pernah tahu tindakan bodoh apa yang akan dia lakukan!”
Arcturus tidak tahan terus direndahkan. Akhirnya dia memutuskan untuk berbicara.
“Kak Evelyn, aku sadar betul sikapku selama ini buruk. Namun tahukah kamu? Sesampah apapun kelakuanku, aku belum pernah menyentuh orang besar yang bisa menjatuhkan Religia.”
Evelyn meringis dengan tatapan merendahkan, “Hah! Kamu hanya belum memiliki kesempatan untuk melakukannya. Saat kesempatan itu tiba aku yakin kamu akan bertindak konyol!”
Arcturus ingin memberikan sanggahan namun Lyura tidak memberinya kesempatan.
“Kamu hanya anak rendahan dari seorang pelayan berani banyak bicara? Akan ku beritahu, ibumu hanyalah pelacur rendahan—”
“Sudah cukup, Ibu.” Bukan Arcturus, melainkan Shin yang berkata.
Seisi ruangan menjadi hening karenanya. Alvalous memejamkan mata, jika Shin tidak segera menghentikannya maka dia sendiri yang akan melakukannya.
Shin mulai mengeluarkan dua kertas dari kantungnya. Arcturus memandanginya dengan penasaran.
‘Apa yang coba kau lakukan?’
Seakan merasakan tatapan Arcturus, Shin menatapnya balik dan tersenyum. Arcturus tidak yakin namun dia seakan-akan tahu melalui tatapannya bahwasanya Shin mengatakan:
‘Jangan kecewakan aku, Arcturus.’
Itu ambigu namun Arcturus yakin Shin benar-benar mengatakan itu dalam tatapannya.
Segera Shin melemparkan dua kertas itu ke meja.
“Ini adalah dokumen resmi pengunduran diri menjadi kandidat kepala strategi kerajaan Knight.”
Itu mengguncang Alvalous, Lyura dan Evelyn. Bagaimana tidak? Itu sama artinya Shin membuang kesempatannya bersinar.
Bahkan Arcturus tidak menduga akan hal itu. Namun dia lebih tertarik tentang dokumen lainnya.
__ADS_1
“Lalu satunya lagi adalah dokumen yang menunjukkan bukti penggelapan uang pembangunan Pelabuhan Timur. Tentunya, itu penggelapan uang yang dilakukan olehku.”
Arcturus menjadi sangat yakin sekarang bahwa sesungguhnya Shin adalah orang yang benar-benar gila.