
Di novel aslinya diceritakan tentang tuan putri dari Third Eye Ogre menghilang tiba-tiba. Ras tersebut mencari-cari keberadaannya tanpa menyerah.
Mereka meyakini bahwa tuan putri mereka dibawa oleh dewa pelindung Third Eye Ogre, tetapi sayangnya kebenarannya amat menyakitkan.
Kebenaran yang Arcturus kehidupan sebelumnya ketahui sesaat perang dimulai dan tuan putri Third Eye Ogre menghilang dari sini.
Tuan putri dari Third Eye Ogre ditangkap oleh kelompok tertentu dan dijadikan budak. Awalnya tuan putri itu akan dijadikan sebagai budak pemuas nafsu.
Namun Third Eye Ogre memiliki kemampuan khusus untuk membuat kulit mereka menjadi sangat keras. Tidak hanya itu, tuan putri Third Eye Ogre tidaklah lemah.
Dia terus memberontak hingga kelompok yang menangkapnya menyerah dan menyerahkannya ke rumah pelacuran.
‘Mereka berharap rumah pelacuran mendidiknya agar menjadi wanita penghibur. Namun usaha itu jelas gagal karena wanita ini berakhir di tempat seperti ini.’
“Siapa kamu?” tanyanya.
“Sebelum menanyakan nama orang lain, perkenalkan dirimu terlebih dahulu. Itu adalah tata krama dasar.”
“Persetan. Menyerahlah jika kamu ingin menodaiku. Itu akan menjadi mustahil.”
Suaranya lemah meski memiliki dendam dan kemarahan.
“Pelanggan terhormat, saya sarankan untuk tidak membelinya. Beberapa pekerja kami terluka parah sampai sekarat saat mendidiknya.” Si resepsionis menjabarkan penjelasan. “Dia masih berbahaya bahkan dengan tubuh terluka dan dirantai.”
“Jadi begitu. Seperti yang diharapkan dari Third Eye Ogre. Aku yakin kamu juga sanggup menahan rasa sakit dari menolak segel budak.”
Budak memiliki segel di tubuhnya. Segel yang membuatnya tidak bisa melawan perintah pemilikan. Seandainya itu terjadi, maka segel akan bereaksi dan menyakiti budak bahkan berkemungkinan besar membunuhnya.
“Kamu sudah mendengar itu, kan? Maka enyahlah dari hadapanku!”
“Hei! Jaga bicaramu dasar budak—”
Arcturus menghentikan resepsionis yang ingin memarahinya. Dia kemudian berjongkok untuk menyejajarkan wajahnya.
“Bagaimana kabar adikmu itu, tuan putri Leona White?”
Tuan putri Ogre, Leona segera bereaksi keras dengan perkataan Arcturus. Dia berusaha menerjang Arcturus, tetapi rantai yang mengikat tubuhnya menahannya.
Wajah Arcturus dan Leona hanya berjarak beberapa centi saja saat ini.
“Siapa kamu?! Jangan pernah berani menyentuhnya sama sekali atau aku akan menghancurkanmu dan seluruh keluargamu!”
Tatapan Leona penuh kebencian namun Arcturus setenang langit. Dihadapkan dengan kebencian dan niat membunuh yang tiba-tiba, Arcturus tetap seperti biasanya.
“Akhirnya kamu melihatku. Benar, seperti itulah seharusnya saat berhadapan dengan orang lain.”
__ADS_1
“Apa maumu keparat?!” tanya Leona dengan penuh kemarahan.
Satu hal yang Arcturus ketahui tentang tuan putri ini adalah seberapa besar kepeduliannya terhadap adiknya. Mau bagaimana lagi? Itu adalah segala yang dia punya.
“Apa kamu mau bertemu dengan adikmu lagi?” tanya Arcturus.
Leona bergetar matanya mendengar hal itu, tetapi dia cerdas dan menyembunyikan ketertarikan serta keinginannya.
“Aku tak peduli dengan apa yang kamu tawarkan. Jika kamu menyentuhnya maka lari ke akhirat sekalipun akan kukejar!”
Arcturus mengabaikannya dan terus pada kalimatnya.
“Aku akan mempertemukan kalian. Dan, aku tahu cara untuk menyembuhkan penyakitnya.”
Sekali lagi Leona bergetar matanya, dia terkejut dan tak mampu berkata-kata. Ada kalimat bantahan di dalam kepalanya namun mulutnya tidak mau bergerak tuk bicara.
Justru bukan bantahan, tetapi hal lain yang dia ucapkan.
“... siapa kamu?”
Arcturus mulai membuka tudung, dan masker yang menutupi wajahnya. Dia tidak peduli tentang resepsionis yang terkejut melihat warna rambutnya.
Sepenuhnya Arcturus mengekspos wajah yang ia coba untuk sembunyikan.
“Arcturus Religia. Hanya seorang sampah dari wilayah timur. Aku akan menyelamatkanmu dan menyembuhkan adikmu.”
Bukan Leona, tetapi justru resepsionis yang terkejut dengan identitas Arcturus.
“Kamu— anda ... Tuan Muda yang ramai diperbincangkan akan menghadiri Perjamuan Bulan—”
Arcturus mengabaikannya dan tetap terpaku kepada Leona ... yang kini menatapnya dengan terkesima.
“Namun aku ingin kamu melakukan sesuatu terlebih dahulu sebagai imbalan membebaskanmu. Dan, tentu saja imbalan menyelamatkan adikmu akan menyusul.”
Third Eye Ogre adalah ras yang benci memiliki hutang apapun dengan orang lain. Sebisa mungkin mereka akan melunasinya dengan berbagai cara.
Arcturus menawarkan kondisi itu karena tahu Leona tidak akan mengkhianatinya. Mau bagaimanapun apa yang dia inginkan adalah hal bagus untuk Leona.
“... apa itu?” tanya Leona.
Mendekat, Arcturus membisikkan sesuatu kepadanya sehingga si resepsionis tidak mendengarnya.
Leona bergetar seluruh tubuhnya setiap kali Arcturus menyampaikan permintaannya. Itu bukan hal yang mustahil maupun sulit, tetapi doa tidak membayangkan permintaan itu akan datang dari bangsawan.
“Kamu mengerti, kan?”
__ADS_1
“... itu mudah. Namun kamu yakin tentang permintaanmu?”
Arcturus tersenyum dengan misterius, “Aku takkan pernah melakukan sesuatu yang tidak kuyakini.”
Toh, Arcturus punya banyak informasi lebih dari siapapun. Baik itu informasi dari novel ataupun dunia sebelumnya. Arcturus tahu tiga sampai empat langkah ke depan yang perlu dilakukannya.
“Aku akan membawanya. Segera lepaskan belenggunya.”
Resepsionis wanita kembali ke kesadarannya, dia tampak ragu untuk melakukan perintah Arcturus.
“Namun Tuan Muda, budak ini—”
“Apa semua pekerja tempat ini diajarkan untuk mempertanyakan maupun menentang kehendak bangsawan?” tanya Arcturus dengan dingin.
Arcturus tahu bahwa cara bicaranya terkesan sombong dan mampu menyakiti orang, tetapi apa adanya karena dirinya memang seperti ini sejak dulu. Selain itu, dia memiliki otoritas bangsawan sehingga tak masalah bersikap angkuh.
“Maafkan saya, Tuan Muda!” Resepsionis terburu-buru menunduk minta maaf dan mengeluarkan kunci dari sakunya.
Rantai dilepaskan satu persatu. Leona memijat lembut pergelangan tangannya, tempat borgol kuat mengekangnya.
Entah sudah berapa lama sejak dia melupakan rasanya bergerak bebas tanpa terikat oleh sesuatu seperti rantai.
“Aku takkan berterima kasih. Kebaikan ini palsu, hanya untuk memenuhi tujuanmu belaka.” Leona mengatakannya selagi dia menggerakkan tubuhnya seakan-akan pemanasan.
Arcturus takut wanita ini akan mengamuk. Jika itu terjadi maka dia tidak akan bisa menghentikannya. Lain hal bila Mary atau Alda di sisinya.
‘Yah, aku yakin dia tidak akan kehilangan akal sekarang.’
“Tentu saja, lagi pula ucapan semacam itu tidak bermanfaat bagiku. Yang berguna adalah tindakan dan bukan ucapan.”
Persetan berterima kasih, Arcturus tidak menginginkannya. Hal yang diinginkannya adalah balasan atau sesuatu yang berguna untuknya. Dunia ini tidak membutuhkan ucapan untuk diselamatkan.
Arcturus meminta resepsionis untuk memberikan Leona pakaian yang layak terlebih dahulu. Si resepsionis jelas tidak bisa menentang bangsawan, selain itu Arcturus memberikan lebih dari cukup uang.
“Apa anda ingin mampir dulu ke kamar VIP kami, Tuan Muda Arcturus?”
“Mengapa kamu terus mengikutiku?” Arcturus mengerutkan alisnya dengan jengkel.
“Anda adalah pelanggan terhormat!” Resepsionis menepuk sekali kedua tangannya dengan riang. “Tentu saja sudah tugas saya melayani anda. Permainan seperti apapun akan saya lakukan.”
Permainan? Arcturus tidak berpikir ada hal yang dia inginkan. Justru jika ingin permainan, dia berharap ada game konsol atau semacamnya.
“Anda bisa memainkan apapun yang anda inginkan! Katakan saja pada saya jika anda memiliki fetish tertentu, Tuan Muda tampan!”
Bajingan gila. Jadi itu permainan yang dia maksud.
__ADS_1
Arcturus lupa tentang tempat seperti apa dia berada saat ini.