Im Not Main Character

Im Not Main Character
Tubuh Abnormal


__ADS_3

Arcturus melanjutkan bisnisnya dengan Makarov. Dia selesai membahas Third Eye Ogre, mengenai Quest yang dia minta juga sudah diselesaikan. Sebagai orang yang membuat Quest maka wajar Arcturus memberikan pembayarannya.


Tidak hanya itu, Arcturus juga membeli mata Ogre yang diambil para petualang.


Mau bagaimanapun ada kegunaan dari mata ketiga milik ras itu. Arcturus mendapatkan tiga mata dari Ogre yang berbeda.


“Selain itu mengenai penyelidikan yang kamu minta—” Makarov mulai berbicara dengan suara yang hanya bisa di dengar Arcturus. “Mereka membuat pergerakan di sekitar Pegunungan Hantu.”


Pegunungan Hantu, salah satu tempat terlarang di dunia ini. Itu adalah tempat yang Alda ingin datangi.


‘Apa yang mereka lakukan di sana? Tidak mungkin mereka tahu tentang keberadaan Artefak itu, kan?’


Jika mereka mengetahuinya maka Arcturus perlu meninggalkan Perjamuan Bulan dan lekas menuju tempat itu. Namun itu mustahil mereka mengetahuinya secepat ini.


“Apa ada hal lain selain itu?”


“Mereka tampak membawa banyak budak hingga peti mati.” Makarov tampak marah karena hal itu.


Budak dan peti mati, hanya satu hal yang Arcturus tahu. Pastinya mereka mencoba membangun penelitian tentang pasukan abadi.


Pegunungan Hantu adalah tempat terbaik untuk menyembunyikan penelitian rahasia seperti itu.


“Begitu. Terima kasih atas informasinya, lanjutkan kerja bagusmu.”


Arcturus beranjak pergi meninggalkan Guild Petualang.


Makarov menyaksikannya dalam diam. Dia sudah penasaran sejak pertama kali bertemu Arcturus Religia.


‘Aneh bahwa dia tidak seperti yang dirumorkan.’


Tidak ada siapapun yang cukup bodoh untuk membuat rumor jelek kepada keluarga bangsawan terutamanya Religia. Oleh karena itu berita buruk di sekitar Arcturus validasinya dapat dipercaya.


Namun sejauh pertemuan singkatnya, Makarov tidak menemukan sampah busuk seperti rumor. Bahkan sejak datang ke sini, Arcturus sama sekali tidak memperhatikan wanita penjaga bar.


“U-um, ketua, bolehkah aku b-berganti pakaian?” tanya wanita pelayan bar saat wajahnya merona.


“Ceh! Ini pemandangan yang bagus jadi tahan sedikit lebih lama, lagipula aku membayarmu—”


“Pak tua cabul!” Wanita pelayan bar tanpa ragu menonjok Makarov tepat di muka.


Meski Makarov berhasil menahannya dengan telapak tangan, tetapi karena itu serangan mendadak membuat tubuh kecilnya terhempas.


Makarov terhempas ke lantai selagi duduk bersila san berpikir.

__ADS_1


‘Aku meminta wanita ini menggunakan pakaian dengan sedikit bahan untuk menarik keluar sifat busuknya. Namun itu aneh, wanita ini tidak jelek dan tubuhnya bagus. Mengapa bangsawan yang dikatakan predator itu tidak meliriknya sama sekali?’


Makarov sama sekali tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.


“Bahkan jika batang itu tidak lagi bisa berdiri, tidak ... apa mungkin keparat itu mengalami aseksual?”


Jika benar itu masuk akal, tetapi aneh bahwa dia tidak berusaha mencari obat menyembuhkannya. Memikirkannya hanya membuat kepalanya semakin sakit.


***


Arcturus kembali ke kamarnya. Ada dua tempat tidur, satu untuknya dan satu kasur bundar tempat telur kristal di letakkan. Dia tidak bisa meletakkannya terus di penyimpanan harta karena ingin melakukan penelitian terhadapnya.


Meski begitu telur bisa menunda dan Arcturus sudah menyiapkan lingkaran sihir berbentuk bintang dengan segitiga di tengahnya. Dia membuatnya dengan darah binatang yang dia beli dalam perjalanan pulang.


Arcturus meletakkan mata Ogre di setiap sisi segitiga.


“Hm? Saya belum pernah melihat lingkaran sihir seperti ini. Apa yang ingin anda perbuat, Tuan Muda?” tanya Mary yang memperhatikan dengan tertarik.


“Aku mempelajarinya dari sebuah buku tua. Kamu akan mengetahuinya segera. Alda, aku ingin kamu berdiri di tengah segitiga itu.”


Alda mengikuti instruksi Arcturus dengan penasaran. Dia tidak merasakan bahaya apapun sehingga tidak meragukannya.


Arcturus segera mengambil Manastone sebesar kepalan tangan dan menekannya dengan kedua tangan selayaknya berdoa.


Lingkaran sihir mulai mengeluarkan cahaya yang terang. Segera Manastone di tangan Arcturus pecah karena digunakan untuk mengaktifkan lingkaran sihir tersebut.


Dikarenakan Arcturus tidak punya kapasitas Mana dalam jumlah besar, dia butuh bantuan Manastone untuk menggunakan lingkaran sihir ini.


“Trace On!”


Cahaya kemerahan mulai mengalir ke tubuh Alda. Segera cahaya itu berkumpul di jantung dan tangan kanan Alda.


“Ada dua segel di tubuhmu. Satu berpusat di jantung, itu segel yang sangat kuat dan menyebar ke seluruh tubuhmu. Lalu yang lainnya ada di tanganmu.”


Arcturus memejamkan matanya, “Aku akan melepaskan segel di tanganmu.”


Segera tangan Arcturus yang saling memeluk buku jari selayaknya berdoa, saling menjauh dan berputar sebelum bertepuk keras satu sama lain.


Perban di sekitar lengan Alda hancur menjadi potongan-potongan kecil, menyisakan tangan kiri Alda.


“... Itu lepas. Perban yang bahkan tidak bisa kuhancurkan telah lepas.” Alda terpukau oleh pemandangan tersebut.


Namun Arcturus sama sekali tidak bisa terlihat senang. Itu karena dia tidak menduga segelnya jauh lebih rumit dari yang diharapkan.

__ADS_1


“Sial, tentunya tidak semudah itu. Ini kegagalan.” Arcturus berdecak kesal.


Alda dengan acuh mengayunkan tangannya yang bisa digerakkan tanpa memperdulikan penampilan tangannya sendiri.


“Ini keberhasilan. Sebelumnya tanganku sama sekali tidak bisa bergerak tap peduli seberapa keras aku mencoba.”


“Tanganmu ... itu tampak seperti membusuk dan terkutuk,” ujar Mary yang mengeluarkan keringat dingin di dahinya. “Apa kamu baik-baik saja dengan itu?”


Kulit tangan kirinya kecoklatan, urat-uratnya yang berwarna hitam tampak keluar dan menonjol seakan-akan ingin meledak. Selain itu, ada bagian yang tampak memar tersebar di lengannya.


“Itu adalah segel dua lapis. Sungguh segel yang benar-benar merepotkan.”


Meski Arcturus sudah menggunakan Trace On namun tampaknya itu tidak cukup untuk mencari cara mematahkannya sepenuhnya.


“Lapis pertama adalah perban yang mencegah tanganmu bergerak sama sekali. Dengan hancurnya itu, kamu akan bisa melakukan hal-hal ringan seperti makan maupun mengupil.”


Namun itu tidak sepenuhnya memberikan keuntungan. Pada kenyataannya Alda tetap tidak boleh menggunakan tangannya. Entah untuk alasan apa namun lapisan kedua adalah segel yang sungguh kejam.


“Segel kedua adalah kutukan yang membuatmu tidak bisa mengalirkan tenaga ataupun Mana dalam jumlah besar ke tangan kirimu. Saat kamu melakukannya secara berlebihan maka itu akan sangat menyakitimu.”


Alda memandang tangannya, dia berusaha mengalirkan banyak kekuatan dan mengepalkan tinjunya. Pada akhirnya beberapa uratnya tampak pecah dan mengeluarkan darah hitam. Alda merasakan sakit luar biasa sampai merintih kecil.


Mary menyaksikannya dengan prihatin dan berusaha membantu untuk mencarikan solusinya.


“Tuan Muda, jika itu benar kutukan maka air suci bisa menyembuhkannya. Apa saya perlu pergi ke gereja untuk mendapatkan air suci kualitas tinggi?”


Arcturus tidak sebodoh itu untuk melewatkannya. Air suci adalah obat paling ampuh terhadap kutukan. Itu akan sangat mujarab bagi orang seperti Arcturus maupun Mary bila terkena kutukan.


Namun masalah terbesarnya di sini adalah Alda Carinea yang memiliki kutukannya.


Untuk menjawab kebingungan Mary, Alda segera mengungkapkan fakta.


“Apa air suci adalah obat? Jika benar maka sangat disayangkan. Tubuhku dirancang untuk menolak semua racun paling berbahaya sekalipun, namun itu juga sama dengan semua obat apapun.”


Tidak akan ada satupun obat yang akan bermanfaat jika Alda yang mengkonsumsinya.


Oleh karena itu Arcturus menganggapnya sebagai kegagalan karena tak bisa melepaskan kutukan itu dengan Trace On.


Tubuh Alda sangatlah spesial. Tidak ada racun apapun yang bisa membunuhnya dari luar maupun dalam, tetapi itu juga sama artinya tidak akan ada obat apapun yang bermanfaat untuknya.


Bahkan itu aneh karena Alda memiliki segel yang mengutuk. Bukankah wanita ini memiliki resistensi tinggi tentang kutukan? Jika begitu kutukan di tangannya adalah kutukan kuno.


Berkat tubuhnya yang abnormal, pada akhirnya Holy Water hanyalah air biasa jika Alda mengkonsumsinya. Itu sama seperti halnya dengan potion dan lainnya.

__ADS_1


‘Apa tujuan naga sialan itu? Dia seharusnya tahu betapa merepotkannya tubuh Alda. Jika seperti ini keadaannya aku perlu menemukan Bubur Istimewa!’


__ADS_2