
Yang menerobos masuk dengan mulus adalah Blodwyn Valbenzes Knight, adik perempuan Bellion itu sendiri.
Meski mereka berasal dari ayah yang sama, tetapi ibu mereka berbeda. Raja memiliki empat orang istri dengan masing-masing keturunannya. Nama tengah mereka adalah bagian dari nama ibunya.
Terlepas dari mereka masihlah saudara sedarah, sejatinya semua keturunan raja tidak benar-benar ramah satu sama lainnya. Seperti halnya topeng yang memiliki wajah depan dan belakang.
“Wah-wah, aku tidak menyadari kehadiran adik kecilku yang malang dan menjijikan ini. Apa yang kamu lakukan di sini, Blodwyn?” Bellion tidak menyambutnya dengan baik.
'Menjijikan', saat Bellion mengatakannya, wajahnya sungguh-sungguh berkerut seperti orang ingin muntah.
“Kebebasanku melakukan apapun yang aku inginkan. Terlepas dari itu, bukankah kamu berlebihan dengan semua ini?”
Alis Bellion berkedut kesal, “Jangan sok akrab. Aku tak pernah menganggapmu keluarga. Lalu, sama sepertimu, ini adalah kebebasanku melakukan apapun.”
Keduanya bertukar kata, Arcturus hanya melihat selagi memberi tanda kepada Mary dan Alda untuk tidak gegabah.
Mau bagaimanapun di hadapan mereka adalah keluarga kerajaan. Arcturus mungkin bisa meloloskan diri dengan latar belakangnya, tetapi Mary dan Alda mustahil bisa sepertinya.
“Yah, aku juga tak peduli punya hubungan denganmu atau tidak,” Blodwyn menghela napas. “Apa kamu berusaha memamerkan pendukungmu dengan cara ini? Sepertinya kamu kekanakan.”
“Hahaha,” Bellion tertawa keras. “Bukankah kamu perlu berkaca?”
“Lantas kamu tidak ingin lebih dewasa dari wanita kekanakan ini?” Blodwyn mendengus mengejek.
Urat muncul di kening Bellion dan mendengus kesal.
“Tidak ada sudahnya bicara denganmu.”
Bellion menatap jengkel Blodwyn dan tatapannya berakhir pada Arcturus. Tentu saja Arcturus menatapnya balik, dia tidak pernah merasa takut terhadap penguasa maupun sejenisnya.
Segera setelah Bellion pergi, bangsawan yang mengitari mereka juga bergegas bubar. Seperti yang diharapkan mereka menunjukkan permusuhan kepada Arcturus.
‘Toh, kamu akan segera jatuh nantinya.’
Setelah menyelesaikan urusan di Perjamuan Bulan, maka Arcturus akan menyiapkan benih yang kelak akan menjatuhkannya.
“Kamu baik-baik saja? Tidak kusangka kamu berani menentang pangeran.” Blodwyn tersenyum masam dan menghela napas lega di waktu yang sama.
Arcturus menjadi relax segera. Sejujurnya dia khawatir Bellion memulai kekerasan lantaran hilang sabar. Bukan takut dihajar, Arcturus lebih khawatir Bellion terpenggal oleh Alda.
“Terima kasih telah menyelamatkan saya, nona Blodwyn. Saya memiliki kebiasaan buruk tak menahan diri ketika sesuatu terjadi kepada keluarga saya.”
Blodwyn menatap dengan penuh makna sebelum menatap Evelyn yang tersenyum membeku.
“Maaf karena kak Bellion membuat masalah untukmu.” Blodwyn menepuk keningnya, berjalan menuju Evelyn dan mengumpulkan Mana di tangannya segera.
__ADS_1
Evelyn tersigap dan bingung beberapa waktu sebelum menyadari Blodwyn menepuk bahunya.
“Ah, Tuan Putri? Maaf karena saya tidak menyadari kehadiran anda. Dan, apa yang sebenarnya terjadi?”
“Tidak ada,” ujar Arcturus. “Kak, sebaiknya kamu istirahat dulu. Kamu tampaknya kelelahan dan itu akan merusak kesehatanmu jika terlalu memaksakan.”
“Ah, kamu mungkin benar, adikku. Maaf, Tuan Putri, saya perlu undur diri meski anda baru saja menyapa saya. Entah mengapa rasanya—”
Blodwyn segera tersenyum cerah, “Tidak perlu sungkan, nona Evelyn. Saya hanya terkejut melihat anda yang biasanya ceria menjadi diam.”
Evelyn jelas kebingungan karena efek samping hipnotis merepotkan milik Bellion. Orang yang terlepas dari hipnotisnya akan mengalami kebingungan dan sakit kepala segera.
“Aku akan menyusul dan memberitahu Tuan Muda Liebert. Alda, Mary, tolong antarkan kakakku ke penginapan.”
“Dimengerti, Tuan Muda.”
“Baiklah— dimengerti. Namun bagaimana denganmu Arc— Tuan Muda?” Alda bicara dengan beberapa hal yang salah karena tak terbiasa.
“Aku akan baik-baik saja. Pergilah.”
Segera setelah Mary dan Alda pergi, Blodwyn mulai bicara.
“Tuan Muda Arcturus—”
Blodwyn tersenyum masam, “Tentang perkataanmu sebelumnya, apa aku bisa menganggapnya keseriusan?”
Arcturus diam-diam tersenyum. Dia tidak menduga Blodwyn akan memakan umpannya secepat ini.
“Tentu saja aku serius. Aku tidak mengurung diri tanpa belajar apapun.”
Belajar mungkin alasan yang kurang tepat mengingat Blodwyn tidak pernah menemukan apa yang dia cari. Oleh karena itu dia hampir putus asa.
“Kalau begitu,” Blodwyn memejamkan matanya beberapa saat sebelum kembali bicara. “Bisakah kita bertemu di tempat yang lebih damai?”
“Tentu saja. Jauh lebih melegakan bila tak membahasnya di tempat banyak telinga.”
****
Crach!
Bellion membanting gelas dengan kesal dan berdecak.
Saat ini dia berada di ruangan yang khusus disiapkan untuknya. Liebert yang berdiri di depan pintu menatapnya dengan khawatir.
“Blodwyn sialan, dia berani menentangku. Selain itu, apa-apaan bajingan Religia itu?!”
__ADS_1
Bellion sama sekali tidak menyangka bahwa semua yang berasal dari Religia tak takut dengan keluarga kerajaan.
“Jalang itu menolak tawaranku meski sudah dalam genggamanku, bahkan adik laki-lakinya sama brengseknya!”
Bellion terus mengumpat yang mana tak sepantasnya seorang pangeran melakukan itu. Hanya Liebert yang diizinkan mengetahui sifat Bellion yang satu ini.
“Apa kita perlu melakukan sesuatu terhadap mereka, pangeran? Kita bisa membuat seolah-olah terjadi kecelakaan atau semacamnya.” Liebert membuka suara.
“Untuk sekarang jangan lakukan apapun. Bocah Arcturus itu cukup pintar untuk mengetahui hipnotis dan bahkan bisa menghindarinya. Selain itu pengawalnya cukup berani padaku.”
Bellion mengingat jelas bagaimana dua pelayan itu tidak menunduk maupun gentar padanya.
“Pelayan tua itu dikenal Mary. Saya tidak tahu nama aslinya namun tampaknya dia adalah mantan intelijen kerajaan.”
Bellion menarik napas, duduk di kursi dan menuangkan anggur di gelas lainnya.
“Lalu siapa wanita bertopeng itu?”
Liebert menundukkan kepalanya, “Mohon maaf. Saya kurang tahu tentangnya, mungkin wanita itu pengawal baru. Bisa juga dia pengawal pribadi Arcturus Religia dan tak pernah meninggalkan wilayahnya.”
Bellion mengingat kembali pertemuannya. Wanita bertopeng itu entah berani atau memang bodoh karena hampir mengangkat tinjunya.
“Yah, itu memang menyebalkan namun kesampingkan soal itu. Bagaimana dengan bocah itu sendiri. Apa kamu tahu sesuatu tentangnya?”
Liebert menyampaikan bahwa informasi tentang Arcturus Religia sangat terbatas baik internal maupun eksternal. Yang ada tentangnya hanyalah beberapa rumor baik dan buruk.
“Saya dengar kabar angin tentang dia orang yang tergila-gila pada wanita. Alasan dia tidak diizinkan keluar maupun menghadiri acara formal apapun mungkin karena itu.”
Entah benar atau tidak, tetapi sejujurnya Liebert tertarik dengan Arcturus. Mau bagaimanapun mereka mungkin jenis orang yang sama dan bisa menjadi teman dekat.
“Rumor tidak bisa menjamin. Untuk sekarang jangan lakukan apapun tentangnya. Fokus pada tujuan kita untuk menarik bangsawan muda ke sisiku dan mengakuisisi bangsawan timur.”
Liebert mengangguk setuju, “Jangan khawatir, pangeran. Semuanya akan berjalan dengan lancar. Mengenai ekspor budak, tampaknya kita belum memenuhi kuota yang dibutuhkan kekaisaran.”
Bellion menyesap anggurnya dan mulai berpikir. Penjualan budak adalah bisnis gelap bagi keluarga kerajaan yang tidak mendukung perbudakan, tetapi tutup mata terhadap hal itu.
Itu akan merusak citranya pada masa kampanye jika terungkap dia melakukan bisnis penjualan budak.
“Hmm, kerahkan pihak ketiga untuk menculik orang.”
“Maksud anda, saya harus menyewa orang mencari orang lain yang akan menculik budak?”
“Ya, kumpulkan para budak itu di gudang yang biasa. Jangan khawatir tentang bayaran. Kamu juga bisa mengambil beberapa budak wanita.”
Liebert tersenyum dengan senang. Alasan dia mau berada di bawah tangan Bellion karena pangeran yang satu ini tidak punya empati.
__ADS_1