
Hutan di malam hari sangatlah mengerikan karena hanya ada sinar bulan yang meneranginya. Belum lagi monster tipe nokturnal berkeliaran dan memburu mangsanya.
Di tengah hutan yang gelap tersebut seorang gadis sedang berlari tergesa-gesa karena kejaran sekelompok Wolfhorn.
Mereka adalah monster jenis serigala bermata merah dan memiliki tanduk kehitaman di dahi. Taring tajam kekuningan dan air liur yang mengalir seakan-akan sedang melihat makanan lezat.
“Sial ... aku tak bisa terus seperti ini!” umpat wanita tersebut selagi terengah-engah dan terus berlari.
Wanita itu mulai melihat akhir dari hutan. Itu adalah jalan utama, dia berhasil menemukannya namun tidak ada gunanya jika para Wolfhorn masih mengejarnya.
Segera dia melihat bayangan hitam melesat ke arahnya.
Dirinya berpikir bahwa ada monster lain mendekat tanpa dia sadari namun mengejutkannya bayangan itu melewatinya. Dia berhenti bergerak dan menemukan wanita bertopeng menghadapi empat Wolfhorn yang mengejarnya.
Dengan tangan kosongnya dia memukul Wolfhorn tepat di rahang dan kepalanya. Tindakannya lebih dari mampu membuatnya tidak sadarkan diri.
‘Hanya dengan satu tangan?!’
“Kamu tidak apa-apa?” Cahaya bulan bersinar menyinarinya, wanita bertopeng yang menyelamatkannya, Alda Carinea.
“Y-ya, terima kasih sudah menolongku.”
Wanita yang dikejar Wolfhorn memiliki rambut keperakan, pakaian tampak seperti kimono Jepang berwarna putih polos.
Matanya biru muda seperti langit, meski sedikit pendek namun dia jelas terlihat menawan.
“Apa yang kamu lakukan di hutan pada malam hari seperti ini?”
Arcturus menghampirinya dan menemukan wanita itu tampak sedikit takut.
‘Ini dia.’
Orang yang akan membawanya kepada protagonis utama lainnya kelak. Arcturus hampir tidak bisa menahan senyumannya karena hal ini.
“K-kami diserang kawanan Wolfhorn. S-saat aku melarikan diri dari kejarannya tanpa sadar telah terpisah dari rombongan.”
Kawanan Wolfhorn menyerang rombongannya. Di malam hari seperti ini, predator sedang sangat aktif mencari mangsa.
Bahkan sebelum membangun perkemahan Arcturus diserang beberapa kali. Berkat usaha Mary, Alda dan beberapa prajurit pengawal mereka berhasil mengatasinya.
“Begitu, kah? Yah, aku yakin akan ada yang datang mencarimu nanti. Berkeliaran di malam begini adalah tindakan bodoh,” Arcturus berbalik dengan acuh dan kembali ke tendanya. “Sebaiknya kamu beristirahat. Mary, siapkan makanan dan minuman hangat untuknya.”
“Dimengerti, Tuan Muda.”
__ADS_1
Setelah membawa gadis itu ke perkemahan, Mary memberinya secangkir coklat panas dan sup daging rusa yang diburu Alda saat petang.
Evelyn sudah beristirahat lebih dulu setelah makan malam. Dia tampaknya enggan terus melihat Arcturus dalam waktu lama.
Sekali lagi itu adalah kenyamanan untuknya.
“T-terima kasih banyak.”
Wanita itu membungkus dirinya dengan selimut dan memegang cangkir berisi coklat panas dengan kedua tangannya.
Arcturus melihat itu seperti seorang anak kecil yang tengah menghangatkan dirinya.
“Kamu tidak seperti rakyat biasa, siapa namamu?” tanya Arcturus sebelum menyesap coklatnya.
“M-maaf karena tidak memperkenalkan diri terlebih dulu!” Wanita itu segera meletakkan coklatnya, berlutut dan membungkuk kecil dengan hormat. “Perkenalkan, namaku Tokugawa Yukino. K-kamu bisa memanggilku Yukino.”
Itu adalah sesuatu yang tidak asing. Di bumi ada negara bernama Jepang, wanita bernama Yukino ini menggunakan tata krama serupa untuk memperkenalkan dirinya.
Alda tampak tertarik melihat tindakan Yukino, di sisi lain Mary mungkin sudah menebak dari mana wanita ini.
“Yukino? Tampaknya kamu tidak berasal dari Kerajaan Knight. Apa yang orang dari Kekaisaran Tengu lakukan di sini?”
Benua timur memiliki tiga kerajaan dan dua kekaisaran yang saling bersaing.
Pada kehidupan sebelumnya Arcturus hanya melakukan kunjungan kilat ke tempat itu sebelum perang dingin Kekaisaran Tengu dengan Kekaisaran Callope pecah.
“K-kami hanya sedang berjalan-jalan ke kerajaan Knight untuk melihat bunga matahari.”
Tentunya sebagai pembaca dan orang yang menjalani dunia ini dua kali Arcturus tidak mudah dibohongi. Dia tahu alasan sebenarnya dari kunjungan Yukino.
“Begitu, kah? Yah, nikmati waktumu sebaik mungkin selagi menunggu.”
Yukino melirik Arcturus beberapa kali, tampak ada keraguan di matanya sampai akhirnya dia memaksakan dirinya.
“Anu, um, aku belum tahu namamu.”
“Arcturus Religia. Kamu bisa memanggilku, Arcturus, Arc, atau apapun yang nyaman.”
“Arcturus Religia-sama.” Yukino menggunakannya demikian.
Segera Arcturus bisa mendengar suara langkah kaki dari kejauhan. Mary dan Alda bersiap bertarung, begitu juga para prajurit yang berjaga.
Arcturus hanya diam dan memandang tempat itu.
__ADS_1
“Yukino—sama!”
Empat orang yang memiliki katana di pinggang mereka, pakaian yang memiliki armor di dada dan bagian vital lainnya.
Itu adalah sesuatu yang akrab bagi orang-orang dari bumi. Mereka adalah samurai.
Empat samurai tersebut menemukan Arcturus dan yang lainnya. Segera mereka menjadi berwaspada.
“Jangan khawatir, mereka menolongku.” Yukino segera memperjelas situasinya. “Mereka telah menolongku.”
Empat samurai itu menjadi tenang, sampai salah satu dari mereka melangkah maju dan berhadapan dengan Arcturus sebelum membungkuk hormat.
“Maaf atas ketidaksopanan kami. Mohon izinkan saya berterima kasih anda sekalian karena telah menolong Yukino— sama.”
“Sama? San? Aku tidak mengerti.” Alda tampaknya bingung sejak tadi.
Arcturus menghiraukannya dan tersenyum kecil, “Tidak masalah. Berbahaya untuk berkeliaran di malam hari jadi aku sarankan kalian istirahat di sini. Aku akan menjamu kalian.”
Para samurai tampak enggan dan ragu atas tawaran baik Arcturus. Tentunya mereka tidak rahu seberapa buruk reputasi Arcturus Religia, tetapi mereka khawatir tentang bangsawan itu sendiri.
“Saat mendengar kalian datang dari Kekaisaran Tengu, dan tentang sikap serta cara bicara beliau, aku langsung memastikan bahwa nona Yukino bukan orang biasa.”
Arcturus menjelaskan pengamatannya bahwa mereka mungkin tidak ingin diketahui keberadaanya sehingga bergerak dengan kelompok kecil.
Para samurai dan Yukino sendiri hanya datar tanpa bereaksi. Mereka tampaknya tidak ingin terbaca oleh Arcturus tentang benar atau tidaknya.
Meski begitu pada akhirnya Yukino harus menjadi orang yang memutuskan.
“Kalau begitu kami akan menerima keramahanmu, Arcturus— sama.”
Kelompok Yukino mulai membangun tendanya sendiri. Meski begitu hanya ada satu tenda untuk Yukino seorang. Tampaknya para samurai tidak membangun tempat untuk mereka.
Arcturus tidak banyak bertanya. Dia tahu bahwa samurai di dunia ini dilatih dengan sangat keras. Hal itulah yang menyebabkan mereka menjadi salah satu yang terkuat.
‘Setidaknya aku sudah membuat diriku dikenal olehnya. Yukino nantinya akan menjadi orang yang membawaku kepada protagonis utama lainnya.’
Beda halnya dengan Alda yang bergerak sendirian sehingga mudah membawanya, protagonis utama lainnya tidak mudah untuk ditarik ke sisinya.
Setiap dari mereka memiliki latar belakang luar biasa beserta kekuatan uniknya masing-masing.
‘Yah, daripada itu aku perlu menyelesaikan urusanku di Perjamuan Bulan.’
Tujuan utama tidak akan berubah. Perjamuan Bulan akan menjadi poin penting untuk kemajuan yang lebih cepat.
__ADS_1