
Serempak semua orang bergerak menuju Mad Dog dengan tujuan yang sama; melumpuhkannya dan percaya pada orang terakhir yang Arcturus gunakan sebagai pion utama strategi ini.
Leona menahan kedua tangan Mad Dog sementara Edward menggunakan sihir untuk membakar kepala Mad Dog. Namun tentu saja kombo keduanya digagalkan dengan mudah.
Mad Dog memutar pergelangan tangan Leona, membuatnya patah dengan cara mengerikan sebelum melemparnya dengan kuat menuju Edward.
Sesaat dia menarik napas batu besar menghantam seluruh tubuhnya. Itu adalah batu yang dilemparkan Makarov dengan susah payah.
“Argh, sial! Tidak lucu jika aku mati karena sakit pinggang!”
Sesaat dia bersujud kesakitan, batu yang ia lemparkan hancur dan kepingannya kembali padanya. Makarov tak bisa menghindarinya dan menerima luka.
“Ini pembalasan untuk tanganku!”
Mary muncul dengan pedang besar di tangannya, tetapi lagi dan lagi Mad Dog menghancurkannya semudah meremas tahu.
“Kalian semua sungguh mengesalkan—” Mad Dog mengumpulkan seluruh kekuatannya di tangan kirinya.
Aura merah gelap menyelimuti tangan juga cakarnya. Kilat hitam mampu terlihat dan memberitahu semua orang, itu serangan yang sangat berbahaya.
Namun sudah cukup. Mereka tahu sudah mengulur waktu yang cukup untuk orang lain yang akan mengatasinya. Orang yang bisa dikatakan paling lemah diantara mereka namun juga paling tangguh. Dan, paling kuat.
“Kita selesaikan di sini sekarang juga, MAD DOG!”
Arcturus mengaktifkan kekuatan Ashuranya. Seperti halnya Mad Dog, dia mengumpulkan seluruh kekuatannya di tangan.
• Kamu mungkin akan mati, bocah sial.
Peringatan kaisar dapat didengar. Namun Arcturus tak peduli soal itu.
‘Setidaknya yang lain harus selamat-!’
• Kamu terlalu gegabah! Bahkan jika kamu selamat, paling bagus kamu hanya mengalami kelumpuhan!
Si pembunuh menyampaikan dengan suara yang penuh urgensi. Namun sekali lagi Arcturus sama sekali tidak mengkhawatirkannya.
“Melalui tinju ini, aku akan membuatmu mengerti, Mad Dog— tidak ... Seong Yohan!”
“Aku terima tantanganmu bajingan!”
Mad Dog mengaum keras dan melompat menuju Arcturus sekuat tenaga. Begitu juga Arcturus yang bertujuan memukul Mad Dog.
Secara statistik Mad Dog masihlah unggul. Bahkan jika serangan Arcturus mengenainya, Mad Dog masih bisa bangkit dengan sedikit istirahat.
Namun Mad Dog sangat yakin bahwa pukulan Arcturus takkan mengenainya. Tubuh bajingan itu sudah sangat lemah dan dibatasnya. Dia tahu betul karena langkah Arcturus sudah sempoyongan.
‘Ini adalah akhir bagimu. Bangunlah dari ilusimu yang mencoba berdiri sejajar denganku!’
Mad Dog mengulurkan tangannya menuju Arcturus, tetapi dia terkejut dengan keberadaan yang datang ke tengah pertarungannya.
“Yohan ...”
__ADS_1
Matanya bergetar ketika melihat identitas dan suara wanita yang sangat ia cintai, kasihi juga ingin sekali dirinya lindungi.
“Ibu apa yang kamu lakukan di sana?!!”
Mirae muncul di tengah pertarungannya. Mad Dog langsung kehilangan rasionalitas dalam pikirannya.
Jika dia melanjutkan serangannya maka ibunya akan terkena dampaknya. Itu akan melukainya sangat fatal, mungkin juga membunuhnya.
Namun jika dia tak menerima serangan Arcturus, dirinya dipastikan akan tumbang. Bahkan sekalipun tubuhnya dapat pulih kembali, tetapi waktu yang dibutuhkan tidak sebentar.
Hanya ada dua pilihan. Membiarkan ibunya menerima luka, atau Mad Dog akan menanggungnya.
Pilihannya? Sudah jelas bagi orang terkuat sepertinya apa yang harus dipilih.
Mad Dog menarik semua kekuatan di tangan kirinya, dia juga membatalkan transformasi binatangnya selagi memejamkan mata.
“Sial—”
Dia tak peduli dengan rasa sakit yang akan dideritanya. Bagian paling penting adalah tentang kenyataan pahit yang tak pernah bisa dia terima, sebagai orang yang berpikir dirinya yang terkuat.
“—kamu menang.”
Bang!
Pukulan Arcturus mendarat tepat di wajahnya dengan keras. Cukup kuat untuk membawa Mad Dog terhempas cukup jauh.
“ASHURA!”
Meneriakkan jurusnya, Arcturus mengarahkan pukulannya ke tanah, bersamaan dengan kepala Mad Dog yang terhantam dengan penuh kekuatan.
• Kamu bocah yang keras kepala, sembrono, nekat dan bodoh.
Kaisar Hebat mengumpat selagi dia mengambil kembali kekuatannya.
Arcturus hanya tersenyum pahit saat dia mulai runtuh di waktu yang sama. Kesadarannya goyah namun Arcturus berusaha yang terbaik untuk tetap sadarkan diri.
“Urgh,” Mad Dog merintih selagi melihat Arcturus yang berdiri tepat di atasnya. “Mengapa kamu ... berusaha sekeras ini?”
Mad Dog tak memahami orang itu. Mengapa Arcturus mempertaruhkan nyawanya hanya untuk berteman dengannya? Baginya itu sama sekali tidak masuk akal.
“Kamu masih belum mengerti?”
Mad Dog diam dan tak menjawab pertanyaan tersebut.
Apa yang memangnya dia tak mengerti dari hal ini?
Langkah demi langkah kaki terdengar dan mereka berdiri di belakang Arcturus, beberapa mendukung punggungnya agar tidak tumbang.
Orang yang dia pikir adalah ibunya berubah menjadi wanita setengah rubah. Semua itu hanyalah tipuan rupanya.
“Carilah kekuatan yang akan menepuk punggungmu dan melangkah maju.”
__ADS_1
Mad Dog terkejut, membuka matanya lebar-lebar.
Itu adalah kalimat terakhir yang ayahnya sampaikan kepadanya.
Perlahan Mad Dog memahami apa yang coba Arcturus sampaikan padanya.
“Kamu kuat, sangatlah kuat. Memiliki dua tangan yang kuat mampu membuatmu mengatasi rintangan apapun.”
Kedua tangan yang kuat sama artinya dengan sendirian, Mad Dog bisa melewati banyak rintangan.
“Namun pada akhirnya ... kamu takkan bisa mengalahkan orang dengan banyak tangan.”
Bertarung mengandalkan dirinya sendiri sama artinya menjaga punggungnya sendirian. Bahkan sekalipun semua rintangan telah dilewati, pada akhirnya akan tiba waktu di mana seseorang berhasil menusuknya.
Mad Dog yang salah mengartikan pesan ayahnya kini mengerti apa yang coba disampaikannya.
Ayahnya tahu betul bahwa putranya, Seong Yohan sangat kuat. Namun dia juga tahu dengan benar, bahwa kekuatan itu akan membuatnya buta akan dunia.
Oleh karena itu dia menginginkan setidaknya ada banyak orang yang akan berdiri di sisinya dan membuka matanya akan dunia.
“Begitu, ya ... begitu, kah?”
Seong Yohan yang dijuluki Mad Dog akhirnya mengerti untuk pertama kalinya pesan yang disampaikan ayahnya.
Dia memandang Arcturus yang mempertaruhkan nyawanya hanya untuk menyadarkannya. Mad Dog mulai penasaran tentangnya, mengapa ada orang bodoh yang melakukan ini demi orang yang bahkan tidak dikenalnya?
“Ya ... bukan berarti kamu salah. Namun kamu bodoh ... lihat dunia ... dengan benar.”
Arcturus terhuyung-huyung dan kehilangan kesadarannya.
“Arcturus!” Edward menjadi orang yang segera menangkapnya, dibantu dengan Kitsune yang sudah tak menggunakan wujud Mirae.
Perlahan semua orang mengelilinginya sebelum visi Arcturus menghilang sepenuhnya. Kesadarannya terus memudar dan pudar.
‘Ah, setidaknya bajingan itu sudah sadar.’
Mungkin Mad Dog tidak akan menggila dan menyerangnya lagi. Setidaknya yang dia yakini akan ada gencatan senjata antara dirinya dengan Mad Dog sampai ia sadarkan diri.
‘Akan lebih bagus jika dia mau mendengarkan nantinya.’
Pertarungan ini terjadi karena bajingan itu tak pernah mau mendengar apa yang tak mau ia dengar.
Ketika Arcturus sedang memikirkan berbagai hal sebelum pingsan, suara-suara di kepalanya mulai berisik.
• Kamu takkan sadar selama beberapa waktu, bocah sialan. Ingatlah bahwa ini terakhir kali aku membantumu. Jika ingin menggunakan Ashura maka selesaikan persyaratannya.
Suara Kaisar terdengar marah dan geram. Arcturus tidak benar-benar mengerti orang ini.
• Tubuhmu mengalami kerusakan padah baik internal maupun eksternal. Kelumpuhan tubuhmu di beberapa tempat tak lagi diragukan.
Pembunuh berkata dengan sedih. Orang ini mungkin tak bisa membaca situasi.
__ADS_1
Berita buruk semacam itu adalah sesuatu yang paling tidak dibutuhkan Arcturus saat ini.
Hingga akhirnya kesadarannya sungguh memudar dan Arcturus mulai mengalaminya mimpi yang panjang.