
Arcturus tenang dan tersenyum lembut kepada Blodwyn. Evelyn yang melihat itu dari kejauhan sedikit berkeringat dingin. Dia ingin menghentikannya, tetapi bangsawan lainnya sudah mengepungnya untuk bicara tepat ketika Arcturus pergi.
‘Sial, jangan lakukan tindakan bodoh dasar sampah! Mau bagaimanapun kamu tak bisa macam-macam dengannya!’
Evelyn berbicara dalam hatinya. Entah mengapa telepati tiba-tiba terputus sehingga dia tak bisa menyampaikan peringatan. Entah apa yang dilakukan Arcturus untuk memutuskan telepati.
Di sisi lain Arcturus menatap Blodwyn yang membeku karena perkataannya.
Namun dalam batinnya Arcturus sama sekali tidak setenang tampilannya.
‘Apa yang kamu katakan tiba-tiba, pembunuh?!’
Envy of Assassin mengatakan hal gila tentang Dewa Kematian ataupun semacamnya. Ini bukan yang pertama kalinya terjadi di mana si pembunuh bicara tentang hal-hal gila.
Konsep dewa ataupun eksistensi yang berada di luar pemahaman manusia juga hadir di tempat ini. Ada beberapa agama di dunia ini namun hanya satu yang diakui secara resmi. Itu adalah salah satu dari Three Balancers, Gereja Ajaran Dewi.
(Note: Saya mengganti Gereja Perintah Tuhan menjadi Ajaran Dewi. Yah, tentunya untuk kenyamanan.)
Namun gereja tidak memuja Dewa Kematian yang dari namanya saja terdengar menyeramkan.
Dewa Kematian adalah keberadaan aneh yang kerap disinggung dalam novel. Bahkan di kehidupan sebelumnya ada beberapa kesempatan di mana sosok ini menjadi alasan keberadaan pengacau tertentu.
‘Aku bisa mengerti tentang lenteranya, tetapi untuk kali ini-!’
Arcturus hampir tidak bisa menjaga ketenangannya sama sekali. Terima kasih kepada Envy of Assassin yang mengguncang Arcturus separah ini.
“Umm, aku tidak mengerti apa yang kamu maksud ...” Blodwyn tampaknya bermasalah.
Arcturus mendapatkan kembali fokusnya dan memutuskan mengurus perkataan si pembunuh nanti.
“Seperti yang aku katakan. Apa kamu butuh bantuan kami? Aku akan bersedia melakukan apapun yang kamu butuhkan, Tuan Putri. Baik sekarang maupun di masa depan nanti.”
Mendengar perkataan Arcturus, Blodwyn segera tersenyum cerah. Dia tampaknya sudah mencapai kesimpulan.
“Ah, jadi begitu. Apa kamu berharap aku mengikuti perebutan takhta? Sayang untukmu dan Religia. Aku tidak memiliki kualifikasi apapun untuk itu.” Blodwyn tersenyum masam.
Dia berpikir bahwa mungkin keluarga Religia ingin menjadikannya raja boneka atau semacamnya. Seandainya Blodwyn yang sudah berada di tingkat terbawah berhasil menjadi raja, maka dia akan memiliki hutang besar kepada Religia.
Dalam dunia bangsawan seperti ini, berhutang budi adalah senjata. Ada aturan tak tertulis di mana bangsawan akan mengembalikan hutang kebaikan yang telah diberikan kepadanya.
__ADS_1
Dan, Arcturus dapat menebak apa yang dipikirkan Blodwyn. Mau bagaimana lagi? Ini adalah Blodwyn.
Gadis berpendirian kuat yang kurang memiliki kemampuan mempercayai orang lain. Meski dia datang ke sini untuk mencari bantuan, tetapi doa tidak ingin hubungan di mana Arcturus yang menawarkan.
‘Dia tidak ingin hubungan di mana aku setara. Blodwyn ingin menarik beberapa bangsawan di bawah telapak tangannya, dan bukan bergandengan tangan.’
“Namun aku berterima kasih untuk itu. Di masa depan, mungkin aku akan membutuhkan bantuan rumah tangga Religia.” Blodwyn tersenyum cerah.
Namun berbanding terbalik, Arcturus tersenyum seperti penjahat super licik.
“Ya, aku sendiri yang akan menunggu masa depan itu tiba. Mau bagaimanapun, tuan muda ini tahu banyak hal. Misalnya seperti menghilang kutukan atau bahkan menyembuhkan luka.”
Blodwyn bergetar kuat batinnya. Matanya terbelalak dan menatap Arcturus dengan sangat terkejut.
Melihat reaksinya itu membuat Arcturus yakin bahwa kata 'Kutukan' dan 'Menyembuhkan' amatlah efektif.
Tujuan Blodwyn sangatlah sederhana. Arcturus tahu apa yang mungkin diinginkan Blodwyn. Toh, dia juga ingin menolongnya sejak awal tanpa mengharapkan imbalan.
Tidak, Arcturus ingin Blodwyn berguna mengatasi para pangeran lainnya di masa depan atau mungkin lebih tepatnya orang yang ingin diselamatkannya.
“Aku akan berada di sini selama beberapa waktu ke depan. Jadi, jika ada sesuatu yang kamu inginkan temui saja aku.”
Dia meninggalkan Blodwyn yang diam membatu menatapnya. Mungkin ada gejolak hebat dalam pikirannya. Arcturus tidak ingin mengganggu perdebatan batin Blodwyn.
‘Setidaknya aku sudah meletakkan umpan.’
Arcturus menatap Alda yang tampaknya tegang dan sangat kaku. Bahkan dari wajahnya yang tertutup topeng itu, Arcturus melihat jelas kegelisahannya.
Bahkan tokoh utama sekalipun bisa menjadi gugup.
“Apa yang membuatmu begitu tegang, Alda?” Arcturus tersenyum karena baginya sikap Alda saat ini cukup jenaka.
“Aku hanya berusaha menjaga sikap. Mary bilang jika aku melakukan hal bodoh itu akan merusak reputasimu.”
Meski Alda tidak memahami gaya hidup dan bertindak selayaknya bangsawan, tetapi dia masih memperdulikan orang lain. Alda Carinea adalah jenis manusia yang tidak ingin membuat banyak masalah untuk orang lain.
“Mengapa perlu melindungi reputasi yang tidak kumiliki?” Arcturus menaikkan alisnya. “Sejak awal aku adalah sampah. Sampah takkan pernah menjadi indah bahkan jika dirawat dengan baik.”
“Mengapa kamu memandang begitu rendah dirimu?” Alda tampak tidak terima dengan pernyataan Arcturus. “Kamu tidak seburuk yang kamu bayangkan. Bahkan jika semua orang berkata demikian, di mataku kamu hanya orang baik.”
__ADS_1
Arcturus mengangkat alisnya dengan perkataan serius Alda. Itu bukan kemarahan, tetapi lebih seperti penegasan.
“Wajahmu mungkin tampak jahat, tetapi yang lebih penting adalah hatimu seputih awan.”
Mendengar itu Arcturus segera memalingkan muka. Dia menghindari kontak mata dengan Alda yang menjadi bingung.
“Kamu terlalu berlebihan.”
Alda memiringkan kepalanya lantaran tidak mengerti tindakan Arcturus yang tak masuk akal.
“Apa aku mengatakan hal yang salah?” Alda bertanya kepada Mary di sisinya yang tersenyum lemah lembut.
“Tidak. Kamu sama sekali tidak mengatakan hal yang salah, Alda.”
Mary menyipitkan matanya dan menatap Arcturus. Dia bisa melihat telinga Arcturus memerah.
“Tuan Muda hanya merasa malu menerima pujianmu.”
Itu menghangatkan hati Mary di beberapa tempat. Tuan Muda yang dia layani sudah berubah dan entah bagaimana kembali menjadi anak pemalu.
‘Tampaknya Alda akan membawa pengaruh bagi Tuan Muda. Tentunya dalam hal positif.’
Mary tak berharap banyak, tetapi dia menantikan masa depan mereka berdua. Di beberapa tempat keduanya tampak serasi dan saling melengkapi.
“Mari kita pergi. Aku tidak ingin terlibat dengan bangsawan lain lebih dari ini.”
Arcturus bisa merasakan tatapan beberapa orang tertuju kepadanya dengan intens. Cepat atau lambat mereka akan menghampirinya, itu kepastian.
‘Terlalu merepotkan berhadapan dengan orang itu. Aku harus menghindarinya sebisa mungkin.’
Ada orang-orang yang ingin dia temui melalui Perjamuan Bulan, tetapi ada juga golongan tertentu yang tidak ingin dia jumpai sama sekali.
“Arcturus adikku kemarilah. Ada yang ingin bertemu denganmu.”
Waktu yang sangat tepat di mana Evelyn memutus jembatannya untuk kabur. Tidak, lebih tepatnya bajingan yang tidak ingin Arcturus bicara dengannya lebih dari Liebert.
Dengan riang Evelyn memperkenalkan bajingan itu. Tampak jelas, wanita ini terperdaya oleh daya tarik khusus bajingan tersebut.
“Akan kuperkenalkan, beliau adalah pangeran kedua, Tuan Bellion Dravneer Knight.”
__ADS_1
Bajingan penuh siasat dan licik itu tersenyum kepadanya.