Im Not Main Character

Im Not Main Character
Menuju Perjamuan Bulan


__ADS_3

“Tuan Muda, sarapanmu sudah siap.”


Mary mengetuk pintu kamarnya dengan lembut dan masuk untuk membangunnya. Arcturus yang perlahan terjaga mengusap matanya.


Pagi yang damai di mana membuat Arcturus terikat tanpa ingin beranjak bangkit dari kasurnya.


Saat ketika Arcturus masih pembaca dari bumi, dia adalah jenis orang yang bermalas-malasan di rumah, mencukupi kebutuhannya dari hasil menulis buku secara tidak niat dan berbagai pekerjaan lepas lainnya.


Dengan kehidupan yang seperti itu, musuh bebuyutannya tetaplah sama sampai detik ini yaitu tempat tidur!


Sungguh berbahaya ketika Arcturus berbaring dia merasa diikat untuk hidup di tempat tidur selamanya.


Namun meski begitu Arcturus menahan godaan dan beranjak bangun. Mau bagaimanapun ini adalah dunia yang melarangnya bersantai terlalu lama.


Mencuci muka, sarapan dan sedikit berolahraga sebelum akhirnya pergi untuk mandi. Sudah tiga bulan sejak dia mengulang dunia ini dan berbagai hal berjalan sebagaimana mestinya.


Tentu ada perubahan tidak terduga yang membawa dampak cukup besar. Namun untungnya semua peristiwa yang menentukan masih berada tetap pada urutannya.


Selama tiga bulan ini Arcturus sudah memulai meningkatkan kekuatan fisik sampahnya ini. Mulai dari angkat beban dan workout sederhana.


Mary yang menyaksikan perubahan itu tersenyum lembut, hatinya merasa hangat.


‘Meski ada yang membingungkan tentang tindakannya namun aku senang, Tuan Muda menjadi semakin baik setiap harinya.’


Mary adalah saksi hidup yang sudah mengakar Arcturus sejak masih merah. Dengan matanya dia menyaksikan Arcturus merangkak, berjalan, berbicara, dan tumbuh dewasa.


‘Aku tidak pernah punya anak karena mandul. Namun merawat Tuan Muda membuatku memahami perasaan ibu yang membesarkan anaknya.’


“Saya sudah menyiapkan pakaian untuk anda, Tuan Muda.”


Arcturus memakai pakaiannya. Dia tidak masalah menggunakan apapun yang layak karena kunci dari fashion adalah tampan!


Tak ada keraguan tentang wajahnya yang cukup bagus.


“Apa semuanya sudah siap?” tanya Arcturus saat menggunakan jas hitam dengan bordir keemasan yang mewah dan elegan.


“Tentu saja, Tuan Muda. Tidak ada keraguan untuk anda segera melakukan perjalanan menuju wilayah Silverstone.”


Hari ini akan jadi keberangkatan Arcturus menuju wilayah Silverstone untuk menghadiri Perjamuan Bulan.


Tentu saja, dia bisa menghadirinya lantaran tindakan Shin yang luar biasa mengejutkan.


Shin kala itu memaparkan surat pengunduran diri sebagai kandidat kepala strategi kerajaan, dan juga dokumen tentang penggelapan uang.

__ADS_1


Tentunya dengan ancaman itu ibu dan kakak tirinya yang keras kepala akan menjadi patuh.


Seandainya salah satu dari dokumen tersebut sampai ke kerajaan, Shin Religia akan tamat.


‘Dia orang gila. Menyiapkan dokumen palsu sebagai bukti dirinya menggelapkan uang pembangunan.’


Shin dipercaya memerintah Pelabuhan Timur karena kejujurannya dan sosoknya yang tidak materialistis. Mustahil dia melakukan tindak korupsi.


Meski begitu dia datang dengan ide gila yang akan mampu membawanya ke tiang gantung hanya untuk mengancam keluarganya demi Arcturus.


Tentunya tidak ada pilihan selain mematuhi keegoisan Shin. Namun tentunya, Lyura tidak mudah menyerah dan setelah perdebatan panjang akhirnya dia mengizinkan dengan sebuah syarat.


Saat tiba di depan kastil dia bisa menemukan Evelyn dengan wajah penuh kebencian.


“Kamu sungguh berani telat? Dasar sampah kotor yang tidak tahu diri.”


Evelyn langsung melontarkan kalimat pedas.


Syarat yang Lyura ajukan adalah dengan membawa Evelyn untuk mencegah Arcturus bertindak konyol. Evelyn diminta untuk menangani urusan dengan bangsawan dan berbagai hal.


Tentunya Perjamuan Bulan tidak akan menolak kehadiran Evelyn meski Arcturus yang disampaikan sebagai perwakilan.


Arcturus juga tidak menolaknya karena itu cukup nyaman. Dia tidak mau berurusan dengan beberapa bangsawan merepotkan.


Arcturus tertegun ketika melihat kehadiran gadis dengan tubuh ramping dan bertopeng.


“... kamu tampak hebat dengan pakaian itu, Alda.”


Alda menggunakan kemeja putih dengan lengan yang berjumbai, rok pendek dengan kaus kaki panjang menutupi kaki rampingnya. Dia memiliki perban putih melilit tangannya yang terkutuk.


“Ini sedikit membuatku tidak nyaman namun masih lebih baik ketimbang gaun.”


Saat pertama Arcturus mengajukan Alda sebagai pengawalnya karena Mary akan menjadi pengawal khusus untuk Evelyn.


Namun tentu saja itu ditolak mentah-mentah


Alda dianggap rakyat jelata yang tidak memiliki identitas jelas, bahkan menggunakan topeng. Lyura dan Evelyn menghinanya habis-habisan sampai akhirnya Arcturus meminta Alda membuka topengnya untuk membungkam keduanya.


Dengan kecantikan yang diukir oleh surga itu sendiri, bahkan wanita sekalipun ingin menikahi Alda.


“Berhati-hatilah dalam perjalananmu, putraku.” Alvalous tersenyum lembut.


“Dan jaga sikapmu! Jika itu sampai terjadi maka kamu tidak diizinkan menyandang nama Religia.”

__ADS_1


Jika Arcturus mengacau maka bisa dikatakan dia akan dicoret dari kartu keluarga.


“Ayah yakin kamu tidak akan melakukan hal yang akan merugikan. Lalu, Alda, kecantikanmu sangat mungkin untuk menyebabkan bencana jadi aku ingin kamu tetap menyembunyikannya.”


Alda hanya mengangguk diam tanpa banyak bicara.


Melakukan perpisahan singkat Arcturus memulai perjalanannya. Sebagai catatan dia pisah kereta kuda dengan Evelyn karena wanita itu merasa akan muntah saat bersama Arcturus.


Berkat itu Arcturus bersama Alda berdua saja. Sekali lagi itu kenyamanan karena Arcturus tidak perlu merasa panas di telinganya karena Evelyn.


“Apa kita akan pergi mencari sesuatu yang kamu sebut Lumpur Istimewa?” tanya Alda yang melepaskan topengnya lantaran hanya ada Arcturus di dalam kereta.


Untuk menghilangkan kutukan di tangan kirinya, Arcturus membutuhkan Bubur Istimewa.


“Sayangnya tidak. Benda itu tidak mudah untuk ditemukan. Meski aku tahu tempat yang memungkinkan, tetapi tidak akan mudah sampai kepadanya. Maaf namun kamu perlu menunggu sedikit lebih lama tentang tanganmu.”


Alda menatap tangan kirinya dan mencengkram lembut, “Aku tidak khawatir tentang ini.”


Arcturus mengerti kekhawatiran itu. Namun untuk sekarang tidak perlu dipusingkan.


“Jangan cemas. Bahkan Lich itu tidak akan bisa menemukannya dengan mudah.”


Daripada itu Arcturus lebih khawatir perang yang akan membawa benua timur jatuh ke dalam kekacauan.


‘Kerajaan Knight akan jatuh terpuruk jika seperti ini . Aku perlu membantu orang itu membangun pondasinya sedikit lebih cepat.’


“Kalau begitu mengapa kamu tampak bersikeras menghadiri Perjamuan Bulan? Aku pikir kamu jenis orang yang tidak menyukai hal seperti itu.”


Benar bahwa Arcturus tidak menyukai bergaul dengan bangsawan yang berusaha menjerat satu sama lain.


Arcturus mulai tersenyum, Alda menilai senyuman itu terlihat jahat dan misterius.


“Kamu akan tahu alasannya nanti. Namun selain acara itu, aku menantikan peristiwa kecil yang mungkin akan kita alami dari perjalanan ini.”


“Peristiwa kecil?” Alda memiringkan kepalanya dengan bingung.


Wajah cantik yang tampaknya sedang berpikir keras cukup imut sampai membuat Arcturus berdegup.


Arcturus menatap keluar jendela dengan senyumannya yang tidak menghilang.


‘Kejadian kecil yang akan membawaku menemui Protagonis Utama lainnya kelak.’


Protagonis Utama setelah Alda Carinea.

__ADS_1


__ADS_2