
Dua hari setelah percakapan Arcturus dengan Blodwyn berlalu. Seperti yang direncanakan bahwa prestasi tentang pengungkapan kebusukan Silverstone akan diambil oleh Aaron, melalui Blodwyn.
Tujuan utama dari hal ini secara tidak langsung adalah membuat pernyataan, bahwa Aaron sama sekali tidak menyerah ataupun mundur. Rumor aneh yang menyampaikan Aaron sekarat atau bahkan terbunuh akhirnya memudar.
Tentu hal ini akan menarik lebih banyak musuh, tetapi akan sepadan dengan hasil yang bisa mereka dapatkan.
Arcturus juga berharap hal ini mampu mengulur waktu agar perebutan takhta berjalan lebih lambat lagi.
“Kamu benar-benar melakukannya dengan sangat baik, Arc. Sepertinya tidak sia-sia membujuk ayah untuk membiarkanmu pergi.”
Shin tiba di wilayah Silverstone untuk menguak kebusukan Silverstone lebih lanjut. Dia juga memiliki peran penting untuk melimpahkan keberhasilan ini kepada Aaron.
“Kamu bekerja sama dengan Nona Blodwyn dan memberikan prestasimu. Aku tidak akan bertanya apa yang kamu dapat darinya, tetapi kamu perlu tahu aturan keluarga kita. Bahkan aku takkan menyetujuinya sama sekali, Arc." Shin tersenyum dengan misterius.
Arcturus tentunya memahami apa yang dimaksud Shin. Larangan keras di keluarga Religia adalah tidak ikut campur dengan politik internal keluarga kerajaan. Bahkan ada perjanjian diantara bangsawan timur untuk tetap netral.
“Aku mengerti, kak. Menyeburkan diri ke dalam keributan bukan hobiku.”
Meski dia telah menghancurkan Silverstone, meski dia memancing permusuhan Bellion, dan meski dia berurusan dengan Black Parade. Dari lubuk hati yang terdalam Arcturus tidak ingin melibatkan diri.
Hanya saja nasibnya sial sehingga dia harus terlibat dalam segala hal itu. Demi masa depan yang mana dia bisa menjalani kehidupan dengan sangat damai, menderita selama beberapa tahun ke depan bukan masalah.
“Persis seperti dirimu. Evelyn sudah menceritakan banyak hal padaku dan ayah. Kamu sudah berubah banyak sehingga ayah tidak lagi menahanmu di rumah. Kamu bisa pergi ke manapun dengan syarat memberitahukan padaku. Biar aku yang mengurus ibunda.”
Bellion, Blodwyn, bahkan mungkin Liebert sama sekali tidak membuat Arcturus takut saat berhadapan dengan mereka.
Hanya dengan Shin saja dia merasa takut. Bagaimana bisa pria ini menebak segalanya bahkan tanpa Arcturus mengatakan apapun?
Shin tersenyum senang seakan-akan tahu apa yang dipikirkan Arcturus.
“Jangan bingung, Arc. Aku ini kakakmu, jadi tidak heran aku memahami jalan pikiranmu.”
“Aku tidak yakin itu bisa dijelaskan hanya melalui hubungan darah.”
Yah, terlepas dari itu Arcturus berencana pergi cukup lama. Dia mungkin tidak akan kembali ke Religia dalam waktu dekat.
“Yah, apapun itu keselamatan diri sendiri adalah yang terpenting. Apapun itu jaga dirimu baik-baik, Arc. Aku masih banyak pekerjaan jadi tak bisa berlama-lama. Seandainya kamu butuh sesuatu katakan saja.”
__ADS_1
Arcturus tersenyum senang. Shin sudah cukup banyak membantunya sejauh ini.
“Ya. Aku akan menghubungimu dengan Proyektor sihir. Nona Blodwyn memberikan ini sebagai bingkisan.”
Proyektor sihir hampir seperti telepon di dunia ini. Mereka bisa berkomunikasi video dari jarak yang jauh. Ini lebih praktis dari telepati dan lebih rahasia meski mendapatkan satu dari barang ini sangat menguras keuangan.
****
Segera setelah mengantar kepergian Shin, Arcturus menuju kamar Alda. Wanita itu sudah terbangun dari tidurnya dan kondisinya membaik dengan kecepatan luar biasa.
Meski tak sampai kondisi prima seperti sebelumnya namun itu lebih dari cukup untuknya beraktivitas seperti biasa.
Arcturus kemudian menceritakan tentang kekuatan Rentaro Reigen dan segala hal yang terjadi selama Alda absen.
“Jadi begitu keadaannya. Kamu akan pergi bersama Blodwyn dan membantunya. Di sana, mungkin kamu akan menemukan apa yang kamu cari, bahkan bisa juga tanganmu disembuhkan.”
Arcturus hanya mengatakannya secara eksplisit, bahwa Ratu Peri mungkin memiliki jawaban di mana keberadaan naga yang merawat Alda.
Toh, Arcturus tidak bisa begitu saja menyebutkannya. Alda belum mengatakan apapun tentang naga jadi akan menimbulkan kecurigaan jika dia tahu tanpa diberitahu.
“Y-ya.” Alda hanya menjawab singkat tanpa menatap mata Arcturus.
Novel menjelaskan cukup baik tentang bagaimana nasib orang-orang yang menjadi budaknya.
“Apa kamu masih tidak enak badan? Wajahmu merah.”
Alda memiliki rona di wajahnya. Arcturus hampir mendua wanita ini demam namun bahkan di kehidupan sebelumnya Alda tidak pernah sakit. Bukankah harusnya dia kebal terhadap penyakit?
Dia sangat dicintai oleh langit sampai-sampai tubuhnya dirancang untuk tidak bisa terkena penyakit.
“T-tidak. Aku hanya tak bisa menatapmu setelah apa yang kamu lakukan.”
Arcturus mengingat kembali kejadian saat lalu. Benar, dia mencium Alda tepat di bibirnya untuk menghilangkan amarahnya. Namun itu sungguh bukan pilihan terbaik.
Bahkan Arcturus sedikit malu karena ia telah mencium mahakarya surga!
“Y-ya. Maafkan aku tentang itu, jika tak melakukannya kamu takkan mau mendengarkan.”
__ADS_1
Alda masih membuang mukanya dari Arcturus, dia menarik selimutnya seakan-akan melindungi dirinya. Bisa dilihat jelas bahwa telinganya memerah.
“... tak masalah selama kamu bertanggung jawab penuh.”
BaDumb!
Jantung Arcturus berdetak kencang. Tentu saja bukan dalam artian yang baik. Dia bertanya-tanya apa yang dimaksud dengan bertanggung jawab.
‘Apa dia akan melakukan sesuatu sebagai gantinya? Oi, jangan bercanda, satu pukulan darinya adalah kematian bagiku!’
Seperti yang diketahui tubuh NPC Arcturus Religia sangatlah lemah. Pukulan Alda akan lebih mematikan ketimbang hantaman truck-kun.
Meski sudah dia latih semaksimal mungkin namun itu tak berarti peningkatannya pesan.
“A-apa yang harus kulakukan? Tolong jangan terlalu kasar.”
Tidak mungkin menentukan Alda. Arcturus hanya akan memperburuk kondisinya jika melakukannya. Meski begitu sisi busuk dari otaknya terus membayangkan adegan itu, dia masih bisa membayangkan hangat dan manisnya ciuman tersebut.
‘Sial! Jangan bilang aku tertular penyakit cabul!’
Arcturus mengalami pertikaian batin, tetapi segera dia merasa tak percaya dengan apa yang dikatakan Alda.
“... tidak apa. Anak ini mungkin awalnya tak diinginkan, tetapi aku ingin melahirkannya dan membesarkannya. Mau bagaimana lagi? Anak ini tak berdosa jadi kamu harus bertanggung jawab!”
Mendapati dirinya masuk ke dunia novel, mengalami berbagai kegagalan dan akhirnya pengalaman ajaib mengulang dunia dari awal sekali lagi. Semua kejadian tak masuk akal itu masih belum cukup untuk membuatnya sangat terkejut seperti sekarang.
Tak pernah disangka akan ada hari di mana Arcturus terkejut sampai kepalanya tak memikirkan apapun lagi!
“H-h-huh?”
Alda menatap Arcturus tajam, meski wajahnya benar-benar memerah.
“Jangan bilang kamu tidak mengakuinya bahwa penyebab aku akan memiliki anak adalah dirimu!”
Tentu saja Arcturus akan dengan senang mengakuinya jika tidak ada yang salah di sini. Habisnya, idiot mana yang mau menolak berumah tangga dengan wanita sempurna dari surga?
Namun di sini ada yang terasa aneh sehingga Arcturus terdiam.
__ADS_1
“Bukankah ada tahapan penting yang terlewat di sini? Bagaimana mungkin ciuman bisa—”
Seakan petir menyambar otaknya, Arcturus menemukan bahwa dirinya sungguh melakukan kesalahan yang sangat besar. Mau bagaimanapun ini protagonis utama, tidak masuk akal adalah ciri khas mereka.