Im Not Main Character

Im Not Main Character
Parasit


__ADS_3

Mirae tampak diam dan sedikit tertegun akan pernyataan Arcturus. Tentu saja, melindunginya dari Dewa Anjing Iblis adalah tugas yang besar.


Sama sekali tak mudah menghindari penciuman tajam para anjing.


“Bisa saya bertanya sesuatu?”


“Katakan.”


“Mengapa anda mau melakukan hal seperti itu? Saya tak yakin akan setimpal hanya karena anda tertarik dengan bakat anak saya.”


Bagi Mirae itu tampak seperti keuntungan di pihaknya belaka. Meski Mad Dog memiliki bakat namun tetap mustahil untuknya menghadapi anjing lainnya.


“Dewa Anjing Iblis, saya yakin anda tahu ras seperti apa kami sampai memiliki posisi Three Balancers.”


Berbincang tentang ras paling kuat dan brutal, semua orang akan memikirkan Dewa Anjing Iblis. Mereka menduduki salah satu sari tiga takhta karena suatu alasan.


Kekuatan yang tak bisa dikendalikan pihak manapun, kelompok yang tak peduli urusan antar kerajaan dan memiliki kebebasan sepenuhnya. Bahkan baik gereja, Asosiasi Petualang, hingga kekaisaran takkan dengan mudah mengusik mereka.


‘Alasan tidak ada yang mau bermusuhan dengan anjing adalah karena tidak ada yang menguntungkan.’


Dewa Anjing Iblis hidup dengan bermigrasi terus-menerus. Mereka akan pergi dari benua timur dan kembali setelah beberapa waktu setipa periode waktu tertentu.


Bahkan jika beberapa kelompok berusaha menjarah mereka, takkan ada apapun yang bisa diambil. Mendiamkannya adalah jalan terbaik.


“Kamu jangan khawatir. Aku memiliki rencana tertentu terkait Anjing Iblis.”


Periode perpindahan Dewa Anjing Iblis ke benua timur tidak akan lama lagi. Arcturus akan membawa Mad Dog dan berusaha membeli waktu untuk menunda sedikit pergerakan Dewa Anjing Iblis.


Dengan waktu yang cukup, maka organisasi yang akan melengserkan posisi Dewa Anjing Iblis akan terbentuk.


“Namun tetap saja itu—” Mirae masih meragukan Arcturus.


Bahkan untuknya, perlu mencurigai kesepakatan yang terlalu menguntungkan dengan bangsawan. Belum lagi dia tidak tahu dari mana asal pemuda di depannya.


“Anda tidak perlu khawatir. Sama sekali tidak perlu. Saya tak berencana mengambil keuntungan tersembunyi atau apapun. Terus terang, saya membutuhkan kekuatannya.”


Arcturus tentu tahu tidak akan mudah meyakinkan Mirae. Mau bagaimanapun dia adalah Anjing Iblis, keras kepala sifat mereka.

__ADS_1


Mau tak mau adalah menyampaikan masa depan yang mungkin atau bisa saja tidak terjadi.


“Cepat atau lambat saya pasti akan berhadapan dengan mereka. Dengan atau tidak adanya anda dan Mad Dog.”


Bahkan jika Mad Dog tidak bisa dibujuk dan datang ke sisinya, Arcturus masih akan tetap menghadapi Dewa Anjing Iblis. Di peperangan yang akan datang, mereka mungkin paling merepotkan.


“Hal itu tak bisa dihindari. Oleh karena itu saya melakukan segala hal untuk mengumpulkan kekuatan dan mempersiapkan diri.”


Mirae mulai merenung beberapa saat sebelum menatap Arcturus dan tersenyum.


“Saya bersyukur jika anda mau merawat Yohan. Namun lupakan menyembuhkan saya, ini bukan sesuatu yang bisa disembuhkan.”


Arcturus mulai mengerutkan keningnya, “Penyakit apa yang anda miliki? Saya cukup percaya diri bisa menemukan obatnya.”


Jika potion biasa tidak cukup sama sekali, ada beberapa hal yang bisa Arcturus coba. Bahkan Elixir adalah salah satu jawabannya.


“Meski terdengar mengarang namun saya akan memiliki Elixir di masa depan.”


Tanpa ragu Arcturus memainkan semua kartunya. Ini akan setimpal dengan manfaat mendapatkan Mad Dog.


Mirae hanya tersenyum masam, berdiri dan membuka jubahnya. Dia mengenakan pakaian putih panjang dan hampir menutupi seluruh tubuhnya.


Mirae membuka bajunya dan membiarkan tubuh bagian atasnya terekspos seluruhnya.


“A-apa-apaan itu ...”


Melihat Mirae yang telanjang dada, Arcturus awalnya ragu apakah akan melihat atau tidak. Namun setelah dia menyadari apa yang ada di tubuhnya, itu membuatnya bergidik ngeri.


Di bagian dada Mirae terdapat sebuah gumpalan aneh yang berbentuk laba-laba. Ukurannya cukup besar, hampir sekepal tangan.


Laba-laba itu tampak berdenyut-denyut seakan hidup, dan di tempat dia berada, urat-urat hitam menyebar ke seluruh tubuh Mirae. Penyebaran cukup luas, hampir bagian atas tubuhnya diselimuti urat hitam.


Tampaknya urat itu belum menguasai seluruh tubuhnya, penyebaran paling jauh hanya sampai tangan dan perutnya.


Mirae tersenyum masam dan menggunakan kembali pakaiannya.


“Elixir adalah ramuan ajaib dalam legenda yang konon bisa menyembuhkan orang meski di ujung kematian. Namun itu hanya berkuasa, bukan mahakuasa.”

__ADS_1


Potion terbaik di dunia mungkin adalah Elixir. Namun bahkan bagi potion ampuh seperti itu masih memiliki beberapa hal yang tak bisa dia sembuhkan.


“Tidak ada obat untuk segala jenis penyakit. Apa yang ada di tubuh saya adalah salah satunya.”


Laba-laba yang seakan bagian dari tubuh Mirae tampak terus berdetak, hampir seperti laba-laba itu adalah jantungnya.


“... bagaimana bisa kamu mendapatkan itu?”


Bahkan Arcturus tak berharap Mirae akan memiliki hal itu. Awalnya dia berpikir Mirae mungkin hanya sakit keras. Jika benar demikian maka mudah menyelamatkan nyawanya. Namun sekarang ceritanya sudah berubah.


“Apa anda tahu tentang ini, Tuan Muda?” Mirae tersenyum masam saat dia duduk dan mengamati Arcturus.


Arcturus memijat keningnya dengan lelah. Dia sangat mengetahui apa yang diderita Mirae. Kenangan buruk tentang kehidupan sebelumnya muncul sekali lagi setelah melihat apa yang diderita Mirae.


Mau bagaimanapun itu adalah jenis yang sama dengan yang membunuh Alda di kehidupan sebelumnya. Alda mati karena menderita sesuatu yang serupa.


Tidak, lebih tepatnya hal itu membuat Alda menjadi sangat lemah dan rentan sehingga dia mati di perang besar.


“Aku tahu. Tahu dengan sangat baik. Karena itulah benar katamu, Elixir takkan ada gunanya.”


Satu masalah yang belum diselesaikan namun masalah lainnya muncul. Arcturus tak tahu mengapa tampaknya regresi kali ini bukan jenis yang sama dengan sebelumnya.


Segala halnya berjalan lebih cepat dari yang dia harapkan.


“Anda sangat berpengetahuan, Tuan Muda. Benar, Elixir takkan mempan untuk melenyapkan parasit.”


Bukan kutukan maupun penyakit, tetapi yang dimiliki Mirae adalah parasit. Melihat bentuk laba-laba itu sendiri sudah cukup untuk mengetahui dari mana parasit itu berasal.


Parasit itu sangat berbahaya bahkan bagi protagonis utama.


Di kehidupan sebelumnya Alda memiliki parasit yang sama di punggungnya dan membuatnya jadi sangat lemah.


Tubuhnya tak mempan racun maupun kutukan, tetapi itu juga berarti dengan potion. Elixir mungkin masih memiliki sedikit pengaruh kecil untuknya, tetapi itu tak cukup menghilangkannya.


Alda kala itu hanya bisa bertahan dari hari ke hari dan menjadi semakin lemah.


Arcturus begitu terkejut dengan parasit di dada Mirae. Ukurannya sudah cukup besar, bukti parasit sudah hidup cukup lama.

__ADS_1


Parasit, hanya ada satu orang di dunia ini yang menggunakannya. Sumber dari segala kejahatan dan pemimpin Black Parade.


“Kapan anda bertemu dengan Blood Queen, nyonya?”


__ADS_2