
“Alda aku akan memastikannya sekali lagi. Anak yang kamu maksud adalah seonggok daging yang terlahir karena hubungan kita?” Arcturus duduk di tepi kasur, bertanya dengan wajah hampa.
Bahkan bagi Arcturus kata "Bertanggung jawab" dalam hal ini sangat tidak disukai. Apalagi itu dengan cara yang benar-benar tidak masuk akal. Yah, meskipun bisa dianggap keberuntungan jika itu menikahi gadis tercantik.
“Jangan menyebutnya seonggok daging,” Alda menegaskannya.
“Bayi tidak muncul dari dari kantung ajaib robot kucing ataupun terlahir dari timun berwarna emas.”
Arcturus sudah tahu sekarang apa yang sebenarnya terjadi. Protagonis utama yang satu ini memang memiliki keunikannya tersendiri.
“Ayah mengajariku ... ketika aku berciuman dengan pria manapun, maka itu akan menghasilkan bayi.”
Sang naga sungguh menyayangi putrinya. Bahkan dia mengajarkan hal yang tidak masuk akal demi melindungi kesuciannya.
Protagonis utama, Alda Carinea tidak memiliki pengetahuan luas terkait hal-hal semacam itu, bisa dikatakan teramat polos. Itu layak memberikan Arcturus kutukan karena telah merebut ciuman Alda yang pertama.
‘Aku ingin menceramahi naga yang membesarkannya. Namun ini sangat merepotkan, tidak mungkin aku menjelaskannya.’
Arcturus membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membuat Alda mengerti. Rasanya Arcturus ingin melompat dari tebing lantaran tak kuasa menceritakan hal tak senonoh kepada wanita polos.
Waktu berlalu begitu cepat dan tiba di mana Blodwyn akan pergi bersama Alda. Arcturus mengantar kepergiannya.
“Jaga dirimu baik-baik, Alda. Tetap ingat untuk tidak membuka topengmu dengan orang selain Blodwyn.”
Sejauh ini hanya Blodwyn yang mengetahui kecantikan sejati Alda. Bahkan sampai detik ini Arcturus berpikir itu keputusan buruk.
“Itu benar, Nona Alda. Cukup saya saja yang mengetahuinya atau semua orang ingin menjadi istrimu." Blodwyn tersenyum dengan cerah selagi memeluk lengan Alda.
“Bukankah kita sama-sama wanita?”
Dengan tatapan polos Blodwyn menjawab, “Apakah itu penting?”
Seperti yang diharapkan dari protagonis utama, bahkan kecantikannya membuat orang tak memiliki gender mereka lagi.
Arcturus khawatir Alda akan menyimpang dengan bepergian bersama Blodwyn. Namun dia tidak memiliki pilihan selain percaya.
“Arc,” Alda memanggilnya. “Aku—”
Arcturus segera menyela, “Jangan khawatir. Meski butuh waktu lama namun aku menunggu kepulanganmu. Religia adalah rumahmu saat ini, Alda.”
Dia tahu apa yang menjadikan kekhawatiran Alda. Dia berpikir mungkin Arcturus mengusirnya atau sejenisnya. Pada kenyataannya Arcturus ingin Alda melakukan sesuatu yang seharusnya dia lakukan.
Sebanyak mungkin Alda tidak boleh menyimpang dari cerita asli novelnya. Meski Arcturus membelokkan beberapa, tetapi ada hal yang harus tetap terjadi. Ini adalah ilmu yang dia dapatkan dari putaran sebelumnya.
“Ya, aku akan pulang.” Alda tersenyum dengan cerah sebelum pergi bersama Blodwyn dan rombongannya.
“Kalau begitu kami undur diri, Tuan Arcturus. Sekali lagi terima kasih atas bantuan yang anda berikan selama ini.” Blodwyn tersenyum senang.
Arcturus hanya tersenyum datar seperti biasanya.
“Kamu pasti tahu lebih baik Kekaisaran Tengu ketimbang aku. Meski begitu tetaplah berhati-hati di sana.”
__ADS_1
“Ya, aku mengerti yang kamu maksud. Jangan khawatir, semaksimal mungkin tidak akan ada masalah yang terjadi.”
Tampaknya kekhawatiran yang Arcturus maksud tidak sejalan dengan pemahaman Blodwyn. Namun Arcturus tidak berniat menjelaskannya secara terperinci.
“Peri benci kehancuran, termasuk sesuatu yang merusak lingkungan. Kamu mungkin tidak akan disambut ramah, tetapi tolong untuk tidak memancing kemarahan ratu mereka.”
Ratu peri tidak memiliki kontribusi besar baik di novel maupun kehidupan sebelumnya. Arcturus tidak tahu sama sekali tentangnya, tetapi yang pasti bukan pilihan bijak menjadikannya musuh.
“Aku mengerti. Kalau begitu mari bertemu lagi di masa depan.”
“Ya.”
Arcturus menyaksikan kepergiannya bahkan saat rombongan itu tak lagi terlihat. Mary kemudian muncul setelah selesai mengemasi keperluannya.
“Apa anda kesepian, Tuan Muda?” Mary tersenyum jahil. Bahkan sesekali dia ingin menggoda Arcturus.
“Tidak. Kita pasti akan bertemu lagi dalam waktu dekat maupun lambat.”
Perpisahan ini diperlukan untuk menghadapi masa depan. Arcturus tidak ingin merasakan tragedi yang sama terulang kembali.
Kali ini semua hal harus berada pada jalurnya untuk sementara. Alda akan pergi menuju Kekaisaran Tengu bersama Blodwyn, dan Arcturus akan menuju desa Third Eye Ogre.
‘Ini hanyalah bagian awal dari prolog. Volume kedua dari novel dimulai dari titik ini.’
Sedikit lebih lambat dari yang diharapkan namun semuanya tidak menyimpang terlalu jauh.
The Rise of Hero In Chaostic World adalah novel unik dengan empat protagonis di dalamnya. Empat volume pertama adalah pengenalan dunia dan protagonis utama. Volume kelima adalah malapetaka yang besar, bagian tersebut adalah akhir informasi yang diketahui Arcturus.
“Begitu. Ini jubah yang anda minta untuk diubah, Tuan Muda.”
Arcturus mengambil jubah pembunuh yang sudah dimodifikasi. Sekarang itu berwarna putih dengan ukiran mural berwarna emas. Sesuatu yang cocok untuk bangsawan.
Meski tak berbeda jauh dari sebelumnya namun modifikasinya lumayan. Sekarang jubahnya memiliki dua warna berbeda yang bisa diganti dengan sihir tertentu. Dan, tentunya kemampuan aslinya tidak menghilang.
“Sudah waktunya kita pergi. Mari berangkat dan tinggalkan semua di sini kepada Kak Shin.”
Arcturus merasa bersalah untuk menambahkan beban pekerjaan Shin, tetapi mungkin akan baik-baik saja. Keruntuhan Silverstone juga cukup menguntungkan Shin.
“Dimengerti, Tuan Muda. Saya sudah menyiapkan perbekalan yang dibutuhkan.”
“Kerja bagus.”
“Terima kasih, tetapi apa anda sungguh tidak menginginkan pengawal?”
Pesanan Arcturus adalah tidak memiliki seorangpun pengawal dalam perjalanan kali ini. Bahkan dia juga meminta pedati biasa yang sederhana.
“Kamu lebih dari cukup untuk melindungiku. Bahkan jika sesuatu terjadi, aku lebih dari mampu melarikan diri.”
Ancient Determination, dan Invisible Cloack adalah kombinasi sempurna untuk mengintai serta melarikan diri.
Alasan Arcturus hanya butuh Mary, mau bagaimanapun wanita ini kepala intelijen. Dia memiliki kemampuan intel yang baik, maka menyusup, dan melarikan diri adalah kemampuannya.
__ADS_1
“Saya mengerti Tuan Muda. Maaf banyak bertanya, namun bisa saya tahu ke mana kita akan pergi?”
Arcturus tersenyum misterius. Mary mungkin tidak tahu bahwa di balik senyuman itu terdapat rencana besar yang akan dilaksanakan.
“Mengapa bertanya sesuatu yang sudah kamu ketahui? Kita akan menuju desa Third Eye Ogre.”
Desa yang tersembunyi tidak jauh dari wilayah Silverstone. Itu adalah tempat yang tidak sembarang orang bisa mengunjunginya.
“Memangnya apa yang anda ingin lakukan di tempat seperti itu, Tuan Muda?”
Salah satu dari empat bahan pembuatan Elixir ada di sekitar sana. Namun itu hanya bonus dari apa yang akan dia lakukan.
“Hmm...,” Arcturus tersenyum. “Yah, aku berencana bermain rumah-rumahan di sana.”
****
Sebuah hutan yang dipenuhi kabut dan pepohonan unik dengan daun berwarna kemerahan. Seorang wanita dengan rambut keunguan, pakaian putih seperti pendeta dan kain menutupi matanya. Itu ada wanita yang ditemui Alda saat berjalan-jalan di Silverstone.
“Aku sudah kembali. Apa anda sudah mendapatkan sesuatu terkait yang tertulis di batu itu?” Wanita itu tersenyum kepada pria yang duduk di depan lempengan batu kuno.
Indentitas pria itu tidak terlihat lantaran ditutupi kabut tebal. Hal yang bisa dilihat adalah rambutnya putih keperakan, dengan pakaian pendeta yang sama dengan wanita itu pakai.
“Kamu tak perlu tahu. Lebih dari itu, mengapa kamu melakukannya? Aku sudah melarangmu.”
Wanita itu tersenyum dengan lembut. Meski hampir separuh wajahnya tertutupi penutup mata dan tudung, tetapi bisa dikatakan kecantikannya sebanding atau bahkan lebih dari Alda Carinea.
“Aku hanya sedikit tertarik dengannya. Wanita itu memiliki sedikit aroma naga itu.”
Untuk pertama kalinya, pria yang tampak sedang bertapa sedikit bereaksi.
“Apa dia warisan terakhir dari kadal itu?”
“Kemungkinan besar begitu. Aku sudah memberinya petunjuk untuk datang kemari. Jadi, anda tidak perlu repot-repot menemukannya, Tuan.”
“Begitu. Jangan terlalu banyak melibatkan diri. Ada manusia yang mampu mengulangi dunia ini. Bahkan ada entitas yang dikenal Dewa Kematian. Kita tak perlu berurusan dengan mereka.”
Wanita itu menunduk patuh dengan senyuman cantiknya. Dia memahami betul perkataan pria itu dan tak berani macam-macam.
Segera untuk pertama kalinya pria yang tengah bertapa membuka matanya. Mata merah dan kebiruan bersinar terang menembus gelapnya kabut. Senyuman yang benar-benar datar terukir di bibirnya.
“Ini dunia yang menarik untuk disaksikan kesimpulannya.”
Wanita itu terbelalak akan kata-kata si pertapa. Itu adalah kalimat yang dia pahami dengan baik. Sesuatu yang besar pasti akan terjadi segera.
Tanpa pernah disadari oleh Arcturus, ada orang-orang mengerikan mengamati tindakannya. Ada sosok lain yang tahu tentang perulangan dunia ini.
Paruh kedua perjalanan Arcturus dimulai, diikuti dengan bencana besar yang menunggu panggungnya.
****
Arc II — Perjamuan Bulan — End.
__ADS_1