
Edward pergi ke tempat yang sebelumnya ditentukan untuk mereka berkumpul.
Ada cara tertentu tentang mengapa baik Mary maupun Edward bisa bergerak leluasa sekalipun hutan tertutupi kabut.
‘Kemampuan Ogre memang hebat. Aku tak menyangka bahwa mata ketiganya mampu memberikan efek ini.”
Bagi Edward ini adalah pengetahuan baru meski dia tidak tertarik pada apapun yang tidak memiliki hubungan dengan selangkangannya.
Mata ketiga Third Eye Ogre rupanya bisa memberikan dukungan. Dengan bantuan mata ketiga Leona, Edward mendapat peningkatan seluruh indranya. Tak hanya pengelihatan namun juga pendengaran, penciuman dan bahkan perasa.
Semua hal itulah yang menjadi alasan dia bisa bergerak bebas dalam kabut tebal ini. Tak hanya itu, efek dari mata Leona juga mencegahnya terpengaruh ilusi kabut.
“Kamu baik-baik saja rupanya.”
Setibanya di titik pertemuan Edward disambut oleh Leona yang tersenyum. Mary juga bersamanya, rupanya wanita tua itu sedikit terluka.
“Mengapa aku yang melakukan ini? Sangat mengerikan untuk dibenci orang seperti itu!”
Edward memulai keluhannya. Dia tahu jika ingin protes harusnya dia menyampaikannya kepada Arcturus, dalang dari rencana ini. Namun karena tuan muda itu belum datang maka dia melampiaskannya pada yang lain.
“Kamu Impoten karena bajingan itu, kan? Bukankah ini kesempatan yang bagus untuk balas dendam?” Leona tersenyum mengejek.
Edward ingin membantah namun mengurungkan niatnya. Jika berpikir dengan cara itu, maka faktanya dia sendiri cukup puas mengganggu Mad Dog.
“Aku terkejut kamu menggunakan goblin dari semua hal yang ada. Yah, namun tujuan utama rencana Tuan Muda berhasil. Kita telah memblokir penciuman dan pengelihatannya.”
Dewa Anjing Iblis adalah ras demi-human dengan penciuman yang sangat luar biasa. Umumnya sama sekali tak ada cara melepaskan diri dari hidung mereka.
Oleh karena itu rencana tahap awal Arcturus adalah memblokir penciuman dan pengelihatannya untuk menurunkan kekuatan tempurnya.
Pada rencananya Arcturus menyarankan untuk menggunakan bubuk cabai atau semacamnya. Namun Edward berinisiatif menggunakan kotoran paling berbau busuk yakni goblin.
“Mad Dog pasti akan membencimu seumur hidupnya.” Leona berkata dengan prihatin, dia bahkan tampak siap berduka.
“Aku tak peduli. Lagi pula dia akan mati.”
Edward mau menerima misi ini lantaran dia yakin pertarungan ini untuk membunuh atau setidaknya membuat Mad Dog lumpuh. Oleh karena itu, dia tak benar-benar khawatir terkait tugasnya.
Mary membuka matanya lebar-lebar, “Siapa yang bilang kita akan membunuhnya, apa kamu tak menyimak rencana tuan muda?”
“Aku terlalu fokus merasakan sensasi selangkanganku yang dilumuri obat tertentu jadi tidak benar-benar mendengarkan.”
Sekalipun menjalani strategi Arcturus penting, bagi Edward urusan kelamin tetap prioritas. Bahkan dia tak menyia-nyiakan waktu untuk melakukan uji coba.
Namun sayangnya tak ada respon sama sekali dari jagoannya.
“Huh. Akan kuberikan penjelasan lagi.”
Mary secara singkat menyampaikan kalau pertarungan ini bertujuan untuk membawa Mad Dog ke pihak mereka. Sejak awal tujuan untuk membunuhnya sama sekali tidak ada.
Tentu saja Edward mulai merasa takut. Dia sudah membuat improvisasi rencana Arcturus dengan menggunakan kotoran dan air seni goblin.
__ADS_1
Bagi seekor Anjing Iblis, pasti sangat menyebalkan dilumuri bau busuk goblin. Sangat mungkin seumur hidupnya, Edward akan dibenci Mad Dog.
“Oi, tunggu! Jika kita membiarkannya hidup bukankah nyawaku dalam bahaya? Tidak lucu jika aku harus mati perjaka!”
Leona dan Mary menghela napas lelah. Mereka memiliki pertanyaan yang sama, mengapa pula Arcturus membawa orang seperti itu?
“Sebelum memikirkan apakah kita bisa membunuhnya ... pikirkan bagaimana cara kita tetap hidup.” Leona berkata demikian karena dia tahu Mad Dog sangat kuat.
Itu bahkan tidak terbayangkan bahwa Mad Dog memiliki kekuatan sekuat itu.
Lalu sesaat kemudian seakan untuk membuktikan pikirannya, Leona melihat sesuatu mengarah ke mereka dari udara.
“Berpencar!” Mary memerintah setelah dia menyadarinya juga.
Pohon demi pohon jatuh dari udara. Melihat akarnya masih menyatu dengan pohon, Leona yakin pohon itu dicabut dan dilempar.
“Apa-apaan itu?! Kekuatannya tidak masuk akal!” Edward mengumpat kesal.
Semakin lama pohon yang dilemparkan semakin akurat. Mereka bertiga tak bisa berdiam diri dalam beberapa detik lantaran setelah menghindari satu pohon, maka dua pohon akan muncul.
“Dia tidak melemparkannya secara asal!” Leona menyampaikan. “Sepertinya dia mengetahui lokasi kita melalui pendengarannya.”
Dewa Anjing Iblis tak hanya memiliki penciuman bagus, tetapi telinganya juga tak bisa diremehkan. Mereka memang sudah mengetahui itu, tetapi menghadapinya tentu tidak mudah.
Sekalipun berhasil mengatasi penciuman dan pengelihatannya, sulit membatasi pendengarannya juga.
“Apa yang harus kita lakukan?!” tanya Edward, dia seperti ingin menangis kapanpun.
Leona kemudian menggunakan sihirnya dan menciptakan bayangan palsu dari mereka bertiga. Masing-masing membentuk kelompok, ada tiga kelompok termasuk mereka.
Dua kelompok bayangan palsu melambat sedikit sebelum pergi ke arah yang berlawanan.
Leona kemudian mulai berbicara dengan telepati kepada Mary dan Edward.
‘Mohon diingat jangkauan kabutku hanya satu kilometer sekarang ini. Waktunya juga semakin tipis.’
Semakin tebal kabut maka semakin kecil jangkauan dan durasi penggunaannya. Tentu saja, tebalnya kabut juga meningkatkan efek ilusi.
Boom!
Mereka mendengar ledakan dari arah kiri mereka, jaraknya mungkin cukup jauh. Namun fakta bahwa ledakannya tiba secepat itu menunjukkan bahwa Mad Dog tidak lambat.
‘Satu kelompok telah dilenyapkan, ya? Mari bergegas, bergeraklah sesunyi mungkin!’
Mary cukup percaya diri dengan kemampuannya untuk bergerak tanpa terdeteksi. Leona mungkin berbakat untuk itu mengingat dirinya Ogre.
Sementara Edward adalah penyihir sehingga dia hanya perlu terbang untuk menghindari suara. Berkat kabut Leona, deteksi sihir tidak dimungkinkan.
Boom!
Suara lain terdengar dari arah sebaliknya. Kelompok bayangan palsu yang kedua telah dihancurkan dalam waktu singkat. Hal tersebut menunjukkan kecepatan Mad Dog sungguh gila.
__ADS_1
“Aku akan membunuhmu!”
Suara Mad Dog mulai terdengar, dalam sekejap mata dia sudah mengejar mereka dan berada tepat di belakangnya.
Mary melihat kebelakang sedikit, sebelum berbalik badan dan mengalirkan Mana di tangan kirinya.
Leona dan Edward mengambil arah berlawanan dan menjaga sedikit jarak satu sama lainnya. Mereka berbalik dan melakukan hal yang sama dengan Mary.
Serempak mereka membanting tangannya ke tanah.
“Perangkap aktif!”
Tanah tempat Mad Dog berada perlahan mulai retak dan membentuk lubang besar dengan lumpur coklat di dalamnya.
Melihat itu Mad Dog berusaha melompat ke udara, namun tindakannya jelas sudah dibaca.
“Takkan kubiarkan!” Edward mengaktifkan sihirnya, dia mengulurkan jari telunjuk ke udara dan membuatnya bergerak ke bawah. “High Gravity!”
Mad Dog yang awalnya melompat, mulai terjatuh dengan cepat ke bawah mengikuti jari telunjuk Edward. Gravitasi di sekitarnya menguat dan membuatnya harus jatuh di lumpur.
Namun Mad Dog tidak lemah, dia berhasil mendarat dengan kedua kakinya dan satu tangan membantu menopang tubuhnya.
Lumpurnya sendiri cukup banyak untuk mengubur separuh badannya.
“Sialan!”
Mad Dog kemudian melihat ke atas dan menemukan Mary membuka sebuah gulungan sihir
“Fireball!”
Dua bola api besar muncul dari gulungan sihir yang Mary bawa. Bola api itu tak langsung menuju Mad Dog, tetapi bertujuan untuk mengeringkan lumpur yang menjebaknya.
Ketimbang lumpur, mungkin lebih tepat disebut sebagai beton dan semen. Dengan bantuan sihir api, beton qkan mengering dengan cepat dan menjebak Mad Dog.
“Tahan dia!” Leona mengarahkan duplikat dari dirinya sendiri untuk melompat ke lubang dan menahan Mad Dog.
Ada empat duplikat Leona yang dibuat dari kabut. Keempatnya segera menahan tubuh Mad Dog dan menyerap kekuatannya.
Rencana tahap dua mereka adalah memanfaatkan jebakan yang sudah disiapkan dan membuat Mad Dog kelelahan.
“Kalian sungguh bajingan!”
Mad Dog melihat ketiga orang yang menatapnya dari tempat tinggi. Saat itu juga, Mad Dog akhirnya melihat sosok terakhir yang tidak dia lihat sebelumnya.
“Inilah yang namanya kekuatan jumlah, Yohan.”
Mad Dog ingat suara itu. Suara sama yang memberikan tantangan pertarungan ini.
Sosok keempat dengan rambut hitam muncul dengan wajah yang membuat Mad Dog semakin kesal.
“Akan aku tunjukkan padamu kekuatan dari yang lemah.”
__ADS_1
Arcturus melihat pemandangan Mad Dog terjebak dengan senyuman sedikit mengejek.