Im Not Main Character

Im Not Main Character
Melankolis


__ADS_3

Tanaman merambat menjalar di kediaman Silverstone. Liebert menyaksikannya dengan takut dan terguncang kuat.


‘Apa yang sebenarnya terjadi?’


Terlepas dari kediamannya, dia lebih terpaku kepada empat tempat yang terbakar oleh api. Itu adalah gudang senjata, sekaligus tempatnya menyimpan budak.


Liebert memiliki obsesi berlebihan terhadap wanita, dia bahkan memiliki fetisisme untuk tidur dengan ras apapun. Dengan keanehannya itu, dia memiliki banyak budak wanita yang disimpannya di tempat berbeda.


Perbudakan tentunya dikatakan sah, tetapi penelitian terhadap budak jelas tidak diperbolehkan dengan alasan kemanusiaan. Itu adalah hukum yang labil.


Alasan Liebert menjadi khawatir adalah karena di tempat itulah dia melakukan penelitian. Dia mencari tahu tentang bagaimana caranya wanita tetap terasa suci meski sudah berulangkali berhubungan.


Dia telah melakukan penelitian itu sejak lama dan tidak hanya kepada budak saja, tetapi penduduk kota ini sendiri. Selain itu, ada beberapa dokumen penting yang tidak boleh diketahui dunia.


‘Harem yang hancur bisa dibangun kembali ... namun aku harus memastikan semuanya lenyap terbakar!’


“Tuan Muda Liebert, apa yang sebenarnya terjadi??” Pangeran kedua, Bellion bertanya dengan tergesa-gesa.


Bahkan Liebert tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Harusnya tidak seperti ini, keamanan kota sudah diamankan baik-baik oleh ayahnya.


“S-saya tidak tahu, pangeran-!” Liebert menjawab terbata-bata.


Sebulan sebelum perjamuan dimulai, ada seleksi ketat antara orang yang masuk dan keluar kota. Bahkan sejak saat itu penempatan prajurit sudah dilakukan demi menjaga keberlangsungan Perjamuan Bulan.


Keluarga Silverstone telah menjadi tuan rumah Perjamuan Bulan selama beberapa generasi. Dan, dalam sejarah panjangnya belum ada yang seperti ini.


Liebert tidak menginginkan insiden terjadi di generasinya. Belum lagi saat dia menjadi tuan rumah acara ini.


“Cih! Semuanya cepat berkumpul dan kita akan pergi bersama-sama!”


Liebert terlalu terkejut sehingga dia melupakan situasi yang perlu ditanganinya. Pada akhirnya semua kendali diambil oleh pangeran kedua.


Diam-diam Liebert menggertak giginya dan mengerahkan prajurit di sekitar untuk memeriksa daerah sekitar. Namun suara yang tidak dia harapkan berteriak.


“Apa-apaan itu? Mengapa banyak Ogre keluar dari rumah keluarga Silverstone?”


Liebert berbalik dan menemukan Arcturus Religia menyampaikan hal itu dengan terguncang.


Meski jauh namun pemandangan Third Eye Ogre yang berlarian keluar dapat dilihat dengan jelas. Para bangsawan terkejut menyaksikannya, bahkan Bellion tak kalah terguncangnya.


Liebert mulai memucat setelah para bangsawan bergumam diantara mereka.


“Apa-apaan itu, bahkan Orc juga berlarian keluar?”


“Orc, Centaurus, bahkan serigala juga berlarian.”

__ADS_1


“M-mereka semua wanita ... apa-apaan ini? Apa keluarga Silverstone memiliki fetish aneh?”


“T-tidak mungkin begitu. Ada beberapa yang bahkan tidak mirip manusia sama sekali!”


“Namun mereka telanjang!”


Rumor menyebar dengan cepat, seketika nama baik Silverstone jatuh. Liebert hanya mematung dengan kesal dan memerintah prajurit.


“Apa yang sebenarnya terjadi?! Cepat cari tahu!”


‘Sial! Apa yang dilakukan Ayah sampai-sampai ini terjadi?!’


Liebert mengingat betul kalau ayahnya membuat janji akan memastikan semua ini berjalan lancar. Namun berbanding terbalik, segalanya menjadi sangat kacau.


“Liebert tenanglah. Prioritas saat ini semuanya aman,” ujar Bellion ketika menepuk bahunya. “Kesalahpahaman bisa diluruskan.”


Liebert menarik napas panjang dan mengangguk. Dia bisa mencari alasan tentang para budak pemuas nafsunya yang melarikan diri.


“Tuan Muda Liebert, Pangeran kedua Bellion.”


Seseorang berjalan mendekat kearahnya dan Bellion. Rambut hitam langka menyatu dengan kegelapan dan mata kemerahan bersinar layaknya api membara yang membakar darah.


“Bukankah kita harus segera mengungsi? Tampaknya ada serangan dari kelompok yang belum teridentifikasi. Akan bahaya jika kita berdiam diri di tempat tanpa perlindungan seperti ini.”


Itu adalah Arcturus Religia, bocah nekat yang sebelumnya berani menentang Bellion.


“Hah?” Bellion mendengus kesal. “Apa kamu memerintahku? Aku yang seorang pangeran?”


Urat terbentuk di keningnya. Liebert yakin kalau Bellion masih menyimpan dendam.


“Tanpa bermaksud merendahkan, tetapi situasi ini menuntut kita untuk bertindak cepat.”


Seperti sebelumnya, Arcturus tidak khawatir sama sekali dengan kebencian yang ditujukan kepadanya. Liebert tidak habis pikir ada orang senekat itu.


“Kamu hanya bangsawan rendahan, jangan memerintah keluarga kerajaan!”


Ketika Bellion sungguh hilang ketenangannya, orang lainnya datang membela Arcturus.


“Kalau begitu biar aku yang memintanya, kakak tersayang.”


Itu adalah Blodwyn, wanita yang tidak lagi dianggap pesaing di perebutan takhta. Meski demikian, suaranya tetap akan didengar karena dia tetap anggota keluarga kerajaan.


“Mengapa kalian sangat senang memancing emosiku?” Bellion semakin marah, namun kelebihannya adalah tetap bisa menjadi rasional. “Aku sudah memerintahkan kalian berkumpul, jadi tentu saja itu untuk pergi bersama-sama! Tidakkah kamu menyadarinya, hah?!”


Bellion mendengus kesal dan mulai berjalan memimpin. Arcturus dan Blodwyn mengikutinya di belakang, melewati Liebert seakan-akan tidak peduli dengannya.

__ADS_1


‘Aku juga harus tenang. Tidak mungkin meluruskan kesalahpahaman jika aku mati.’


Nama buruknya bisa dibersihkan, setidaknya Liebert yakin mampu melakukannya.


Tepat ketika dia berbalik untuk menyusul Bellion, Liebert melihat orang itu berhenti dan mematung. Tidak hanya Bellion, tetapi juga Arcturus, Blodwyn, bahkan semua orang.


“Hmm, aku tidak menyangka akan ada banyak cacing tanah berkumpul di satu tempat. Ini menyebalkan, tidak seperti yang dikatakan bajingan itu.”


Itu suara yang berat dan penuh kemalasan serta kejengkelan. Liebert berusaha mengetahui siapa bajingan lancang itu.


Itu adalah pria setinggi dua meter dengan pedang gergaji di tangan kirinya yang dia bawa dengan cara diseret. Kulitnya pucat seperti mayat, kantung matanya hitam seakan-akan tidak pernah tidur dalam hidupnya.


Rambut panjang kebiruan yang diikat rapih, pakaian badut ungu dan biru yang mencolok.


“Siapa kamu?” Bellion yang berwaspada bertanya dengan hati-hati.


Blodwyn di sisi lain menunjukkan cincin dengan kristal merah di jari manis kirinya. Sementara Liebert menyaksikan kalau Arcturus terkejut bukan main dan menggumamkan sesuatu.


“M-mengapa dia di sini?”


Liebert tidak tahu mengapa, tetapi Arcturus tampaknya mengetahui pria aneh itu.


“Menyebalkan, merepotkan, dan menyusahkan. Langsung pada intinya, aku ingin kalian menyerahkan kepala untuk persembahan Blood Queen.”


Liebert mengerutkan alisnya, “Blood Queen?”


Itu adalah sesuatu yang tidak dia mengerti sama sekali. Sampai akhir pria aneh itu mengangkat gergajinya dengan malas dan wajah bosan.


Itu gerakan yang sangat lambat sehingga Liebert hampir tertawa karenanya, tetapi seseorang bereaksi lain dengan berlebihan. Tepat ketika gergaji itu diayunkannya—


“RENTARO!”


Teriakan yang cukup keras dari Arcturus Religia yang dipenuhi panik dan khawatir. Suara kerasnya membuat pria aneh itu tertegun dan menghentikan ayunannya.


“Kamu—”


Tanpa sempat orang itu mengatakan sesuatu, Arcturus berteriak sekali lagi.


“Hancurkan dia, Alda!”


Suara pedang yang sangat nyaring dihunuskan. Segera angin kencang menerjang dan menghantam pria aneh itu.


Benturan keras terjadi di hutan seakan-akan terjadi ledakan besar hanya dari satu benturan keras itu. Saat itu, untuk pertama kalinya Liebert merasa takut.


Dia tidak pernah berharap Arcturus Religia mampu membuat wajah menyeramkan seperti itu.

__ADS_1


“Aku pasti akan membunuhmu, bajingan melankolis!”


__ADS_2