
Faus Academy adalah tempat terbaik bagi penyihir maupun ksatria untuk belajar. Mereka memiliki kurikulum di mana bahkan penyihir diajari cara bertarung jarak dekat.
Yang mana umumnya pertarungan dekat adalah kelemahan fatal penyihir. Dan, tentu juga sebaliknya, ksatria juga mendapatkan pendidikan sihir meski tak memiliki intensitas setinggi penyihir.
Di Faus Academy terdapat banyak murid berprestasi dan berbakat. Mereka yang berbakat juga berprestasi diberikan hak spesial oleh akademi.
Ada yang ingin membangun organisasi tertentu terkait pembelajaran, penelitian, bahkan arkeolog. Pihak akademi akan memberikan dukungan terbaik untuk murid-murid ini.
Tentu saja dengan syarat kegiatan itu memberikan manfaat tak hanya untuk akademi, tetapi juga murid lain serta kerajaan.
Untuk alasan inilah kerajaan Wizard dan Knight memiliki hubungan yang sangat dekat.
Namun diantara semua murid berprestasi juga berbakat, hanya ada satu orang yang aneh.
“Kebanyakan murid akan melakukan sesuatu yang mengembangkan bakat mereka. Namun rekam jejak si Api Neraka ini menunjukkan dia menyia-nyiakan bakatnya.”
Api Neraka adalah julukan yang dimiliki bajingan bodoh ini. Dia memiliki bakat untuk menjadi penyihir top di kerajaan, tetapi dengan gila dia membuangnya. Yah, Arcturus mengerti penderitaannya.
Bahkan Agnesia tampak bermasalah dengan murid itu.
“Saya tak memahami niat anda untuk bertemu dengannya. Edward Hellfire memang memiliki bakat hebat, tetapi seperti yang anda ketahui dia lebih memilih penelitian.”
Agnesia tak khawatir tentang Edward, tetapi dia mulai bertanya-tanya alasan Arcturus ingin menemuinya.
‘Apa Tuan Muda memiliki masalah yang sama dengannya?’
Jika benar maka Agnesia baru saja menemukan rahasia besar Religia. Itu adalah sesuatu yang bisa dikatakan aib.
“Aku menginginkannya untuk menjadi alat transportasiku. Meskipun dia tampak menyia-nyiakan bakat, tetapi dia tak meninggalkan mempelajari sihir.”
Tak masalah apakah Edward akan memiliki motivasi menjadi penyihir hebat di kehidupan ini, faktanya dia memilih menjadi peneliti adalah berkah.
Orang ini akan menjadi tabib yang meracik Elixir untuknya.
“Jadi begitu. Dia memang mengetahui sihir teleportasi. Awalnya saya pikir anda memiliki masalah yang sama dan ingin bertemu dengannya. Kalau begitu saya akan mengatur pertemuan anda.”
Arcturus ingin membantah namun mengurungkan niatnya. Tidak perlu melakukan sesuatu yang tidak dibutuhkan.
“Saya akan membawa anda bertemu dengannya, Tuan Muda.”
Menuju bagian dalam akademi, Arcturus dihujani tatapan siswa-siswi Faus Academy. Mereka mungkin terkejut melihat lambang bangsawan Religia dan mulai memberikan hormat.
Tentunya itu tidak terkecuali dengan murid-murid dari kalangan bangsawan. Mau bagaimanapun, Religia adalah salah satu pendiri akademi ini. Di sini, posisi Arcturus bahkan lebih tinggi dari Agnesia.
“Apa itu Tuan Muda Arcturus Religia yang ramai dibicarakan?”
“Dia mengikuti Perjamuan Bulan ... rumor bahwa dia tampan rupanya benar.”
“Namun ada rumor buruk juga di sekitarnya, kan? Seperti dia gila terhadap wanita.”
“Aku tidak peduli dengan rumor yang kebenarannya tak pasti. Sial, jika tahu dia seperti ini, aku pasti akan datang ke Perjamuan Bulan!”
__ADS_1
Bangsawan mulai berbicara diantara mereka baik pria maupun wanita. Arcturus hanya berjalan dan mengabaikan itu semua.
Mereka menuju sebuah ruangan di ujung lorong. Ada papan yang bertuliskan tempat itu adalah ruang penelitian dan eksperimen.
“Edward menghabiskan sebagian besar waktunya di sini, Tuan Muda Arcturus. Mohon dimaafkan jika tempat ini seperti sarang tikus.”
Agnesia berkata dengan bermasalah dan membuka pintunya.
Arcturus bisa melihat pemuda berumur tujuh belasan tahun dengan rambut coklatnya indah. Wajahnya cukup tampan seandainya ekspresinya lebih bagus.
Edward membuat ekspresi seperti pria paling menyedihkan tanpa semangat hidup, matanya tampak mati dengan banyak garis di kantung matanya, seperti orang yang tidak tidur satu minggu.
Namun yang menarik adalah bajingan itu sedang duduk di meja, dengan kedua kaki di rentangkan lebar tanpa menggunakan celana, dan terus mengelus batang di selangkangannya dengan gerakan naik turun.
Dia tampak menggunakan cairan berwarna merah saat melakukan prosesnya.
Edward menoleh malah dan menemukan Agnesia, Mary bahkan Arcturus memandangnya dengan terkejut. Namun yang membuat mereka sangat terkejut adalah Edward kembali menoleh dan melakukan kegiatannya tanpa peduli.
“Anak aneh ... dia tak malu ketahuan onani?” Mary tanpa sadar mulai bicara. Dia memiliki pengalaman hidup yang banyak.
Sangat wajar pria akan malu sampai ingin mati ketika ketahuan melakukan sesuatu seperti itu. Namun Edward sama sekali tidak peduli dan terus melanjutkannya.
Arcturus hanya melihat wajah menyedihkan Edward sebelum melirik batang lemas itu.
‘Bajingan ini ... dia benar-benar impoten.’
Edward Hellfire, penyihir berbakat yang membuang bakatnya untuk melakukan penelitian mencari obat penyembuh impotensi.
“Maaf atas pemandangan memalukan ini, Tuan Muda. Edward, cepat bersihkan dan pakai celanamu! Apa kamu tak memiliki urat malu menunjukkan pemandangan seperti ini?!”
Dia mengatakan sesuatu yang luar biasa dengan ringan. Arcturus tahu bahwa bajingan ini memiliki penyakit itu, tetapi tak terduga Edward akan sangat putus asa seperti ini.
‘Impoten adalah penyakit yang mengerikan. Potion sihir bahkan tidak bisa menyembuhkan gangguan kinerja tubuh.’
Arcturus ingin menghajar bajingan yang terus memainkan batangnya meski orang lain sedang memperhatikan. Namun dia harus tabah di masa ini.
“Namamu Edward Hellfire, kan? Aku membutuhkanmu untuk melakukan sesuatu.”
“Aku tak berguna ...seperti halnya tombak ini yang tak bisa menusuk apapun.”
Arcturus semakin bermasalah. Dia kemudian mulai penasaran tentang cairan apa yang dipakai Edward saat ini.
“... apa yang kamu oleskan kepadanya?”
Edward tersenyum tipis, “Ini? Hanya air cabai.”
Merinding memenuhi tubuh Arcturus dalam artian lain. Dia tak mau membayangkan perasaan itu. Di bagian itu, percikan kecil air cabai saja sudah menyakitkan.
“Sepertinya kamu memiliki bencana di bawah sana. Itu memang penting, tetapi aku ingin kamu mengesampingkannya dulu.”
Arcturus mencoba menyampaikan tujuannya, tetapi Edward sama sekali tak peduli dan terus fokus mengolesi tombak pribadi yang sangat lesu dan mengkerut itu.
__ADS_1
“Sebagai ganti membantuku, aku akan membantumu menyembuhkan si kecil itu.”
Edward sedikit mengangkat alisnya, tetapi itu hanya berlangsung sesaat. Arcturus terus berbicara.
“Tergantung situasinya nanti, aku bisa memberikanmu bagian kecil dari Phoenix. Kamu harusnya tahu, burung itu memiliki kemampuan pembangkitan. Mungkin saja si kecilmu akan bangkit jika memanfaatkannya.”
Edward mengangkat kepalanya dan memandang Arcturus. Dia berhenti melakukan kegiatan menjijikkannya.
“... Itu salah satu hipotesis. Namun bulu Phoenix panas, kebangkitannya juga akan terasa demikian. Tidak ada gunanya jika anak ini bangkit namun terbakar setelahnya.”
Seperti halnya Nektar Kehidupan yang memiliki risiko dari manfaat besarnya, bahkan Phoenix juga serupa.
Di dunia ini barang dengan manfaat besar memiliki risikonya sendiri. Namun ada hal yang membuat Phoenix sangat spesial.
“Bagaimana dengan darah dan air matanya? Itu tidak akan memiliki efek samping besar.”
Umumnya hampir tidak mungkin mendapatkan darah dan air mata Phoenix. Burung api mampu meledakkan dirinya dan bangkit kembali setelahnya. Saat itu terjadi hanya bulu yang tersisa.
Itu termasuk membunuhnya, dia hanya akan meninggalkan bulu. Mendapatkan darah dan air matanya bukan kerjaan mudah. Meski begitu Arcturus yakin, Blodwyn akan membawakan salah satunya.
“Aku memiliki kenalan yang akan membawakanku barang itu. Jika kamu tak bisa mempercayaiku, aku bisa mengucapkan sumpah atas nama keluarga—”
“Kamu sungguhan, kan?!” Edward dengan cepat bangkit dan berjalan menuju Arcturus dengan tergesa-gesa. “Aku akan melakukan apapun jika kamu mau memberikannya padaku, Tuan Muda— tidak, wahai Dewa!”
Edward terus mendekat sementara Arcturus terus menjauh.
“Sial! Jangan mendekat, pakai celanamu!”
Edward segera memperhatikan dan memakainya dengan cekatan.
“Apa yang harus aku lakukan untukmu, dewaku?!”
‘Orang ini sangat tidak sehat. Haruskah aku mencari orang lain?’
Arcturus kemudian menyangkal pemikirannya. Dia tak bisa menyerahkan pembuatan Elixir pada orang lain.
“Aku membutuhkan kemampuan sihirmu dan meracik ramuan tertentu. Kamu akan mendapatkan manfaat untuk itu. Tentu saja, aku juga akan membiayai semua yang kamu butuhkan.”
Edward untuk pertama kalinya memiliki wajah yang hidup. Dia tersenyum lega, meskipun ini harapan kecil namun baginya cukup.
‘Aku harus percaya bahwa harapan masih ada-!’
“Kalau begitu ini kesepakatan, ya?!”
Edward mengulur tangannya dengan senang hati.
Arcturus hanya menatap tangan Edward dan diam dalam waktu lama, tak berusaha menggapainya.
“Apa ada yang salah?” tanya Edward.
Perubahan cepatnya memang mengejutkan Arcturus. Namun itu tidak penting.
__ADS_1
“Cuci tanganmu. Sampai mati aku takkan memegang tangan kotormu!”
Edward baru saja bermain-main dengan batang di selangkangannya dan air cabai. Bagaimana bisa Arcturus menyentuh tangan yang kotor seperti itu?