Im Not Main Character

Im Not Main Character
Transformasi Tahap


__ADS_3

• Aku meninggalkan istanaku di sana bersama barang lainnya. Jika ingin mengetahui isinya, kamu harus datang dan membukanya sendiri untuk merasakan keagunganku.


Sikapnya persis seperti julukannya, The Pride of Great Emperor.


Fakta bahwa brankas yang akan menjadi perebutan adalah milik bajingan ini sangat mengejutkan.


Awalnya Arcturus hanya berharap mendapatkan banyak uang dan persenjataan dari brankas itu. Namun kini situasinya berubah sejak Jomu menyebutkan peninggalan naga di dalamnya.


Dan sekarang, setelah mengetahui brankas itu milik si kaisar, Arcturus bisa berharap banyak. Tak mungkin orang yang penuh kesombongan ini mengatakan omong kosong.


‘Aku yakin ada tiga kunci untuk membukanya. Bisakah kamu memberitahu letak yang terakhir?’


• Jika bukan lahir sebagai bangsawan, kamu pasti pengangguran yang cuma bisa mengeluh kepada pemerintah. Cari saja sendiri, bocah malas.


Yah, Arcturus tak mengharapkan bajingan itu akan memberitahukannya begitu saja. Itu sudah diduga namun tetap saja mengecewakan.


• Buktikan kelayakanmu untuk menerima warisan yang tak pernah diwariskan itu. Kamu sudah memiliki dua, harusnya mudah menemukan yang terakhir.


Kaisar berkata demikian. Dia terdengar entah bagaimana yakin Arcturus pasti akan menemukannya.


• Mau bagaimanapun keberuntunganmu tinggi.


Pembunuh berkata seakan-akan itu hal yang wajar.


Meski mereka mampu mendengar transmisi pikiran Arcturus, tetapi mungkin saja tak semuanya. Faktanya, mereka tak tahu apapun tentang Evans Canopusius. Dan, fakta dia menjalani dunia ini sebanyak dua kali.


“Papa, kamu baik-baik saja? Kamu diam sejak tadi.”


Mendengar suara Lifana membuat Arcturus tersadar akan masalah yang ada di depan matanya.


“Tidak, aku hanya sedang berpikir mengenai pertumbuhanmu.”


Kembali ke topik utama, Lifana perlu melewati transformasi pertamanya untuk bertambah kuat. Mau bagaimanapun masa depan dunia ini tidak mudah.


Sekalipun Arcturus memiliki banyak kartu kuat dan jari emas di tangannya, itu semua masihlah belum cukup.


Sampai saat ini musuh utamanya bahkan belum jelas siapa. Tentunya ada keperluan untuk menghancurkan Black Parade karena mereka penyebab kekacauan di mana-mana.


Namun berdasarkan pengalaman hidup sebelumnya, Arcturus menemukan bahwa ada musuh lain yang belum terungkap. Itu adalah keberadaan misterius yang lebih merepotkan dari Black Parade.


“Untuk sekarang kamu mungkin takkan bisa tumbuh tinggi, Lifana. Sepertinya kamu perlu melalui proses yang disebut Tahap Transformasi.”

__ADS_1


Arcturus diam-diam bertanya pada kedua kekuatan di dalam dirinya. Hal seperti apa yang akan menjadi pemicu untuk transformasi dimulai.


Sebisa mungkin dia perlu membuat Lifana cukup kuat untuk melindungi dirinya sendiri. Toh, anak ini juga akan menjadi bantuan yang sangat berarti untuknya.


• Tidak ada petunjuk khusus. Aku tidak peduli pada sesuatu yang tidak akan aku alami. Itu sama seperti diriku yang tak khawatir akan jatuh miskin dan lemah. Aku sama sekali tak memperdulikan bagaimana naga memicu transformasi.


Kaisar berkata dengan sombong seakan-akan itu adalah hal yang hebat. Memang menyebalkan karena dia melewatkan hal yang sangat penting, tetapi fakta bahwa dia mengetahui tentang transformasi memang sangat membantu.


• Aku juga tak tahu pemicunya. Namun mungkin saja dengan jangka waktu tertentu atau situasi khusus transformasi akan dimulai.


Sekalipun tak diketahui pemicunya namun kemungkinannya bisa ditebak. Bahkan jika dunia novel ini unik, terkadang masih ada beberapa kejadian klise yang digunakan penulis novel The Rise of Hero In Chaostic World.


‘Mungkin pembunuh benar. Ada situasi khusus agar transformasi tahap pertama dimulai. Toh, naga dan Basilisk mungkin memiliki pemicu yang berbeda.’


Seandainya Arcturus tahu apa yang memicu naga bertransformasi, maka dia akan bisa membuat dasar yang kuat untuk memicu transformasi Lifana.


“Papa, aku merasakan dorongan untuk terus bertambah besar dan kuat dengan cepat. Untuk memicu tran— apalah itu? Bagaimana caranya?!” Lifana bertanya dengan penuh semangat.


Bahkan rupanya baik Jomungandr dan naga tak menanamkan Informasi itu di kepala Lifana. Memang mengecewakan namun apa boleh buat.


“Aku sendiri tidak tahu. Yah, kamu tidak perlu bersedih dan jangan terburu-buru. Biarkan waktu dan takdir mengerjakan semuanya. Cepat atau lambat transformasi akan dimulai, kita hanya perlu menunggu saja.”


Yang paling penting saat ini adalah menyelesaikan urusan dengan Mad Dog. Arcturus tak bisa meninggalkan semuanya kepada Mary, Edward, dan Leona.


“Begitu. Papa, aku ingin tinggal di sini lebih lama lagi, apa boleh? Aku masih merasakan ada banyak monster di sini. Mungkin aku bisa bertambah besar jika membantai semuanya!”


“Jangan gunakan kata 'membantai' lagi, itu tidak cocok untuk anak kecil sepertimu!”


Arcturus sedikit berpikir apakah akan membiarkan Lifana bertindak seperti ini terus atau tidak.


• Dia mungkin kuat, lebih kuat darimu saat ini.


Pembunuh berkata demikian, dia tampaknya mengerti apa yang dipikirkan Arcturus.


• Namun Basilisk itu masih muda dan bocah. Meskipun memiliki manfaat, namun apa kamu sungguh bajingan yang ingin melibatkannya?


Kaisar berkata demikian. Meski perkataannya sedikit menyakitkan namun rupanya kaisar tidak sepenuhnya menentang.


Basilisk, salah satu ras Serpent yang setara dengan naga. Eksistensi seperti itu haruslah kuat sejak balita.


Mungkin Lifana bisa bertahan lebih baik ketimbang Leona saat berhadapan dengan Mad Dog. Itu adalah bala bantuan yang bagus.

__ADS_1


‘Tentu tidak. Aku tak ingin melibatkannya dalam hal ini.’


Mengandalkan anak kecil untuk konflik dengan Mad Dog. Hati nurani Arcturus menolak melakukannya.


‘Namun jika situasinya mendesak maka aku akan mengandalkannya.’


• Ha ha, kupikir kamu naif karena mau menyia-nyiakan kekuatan potensial. Yah, begini baru benar.


Kaisar berkata dengan sedikit riang. Arcturus cukup terkejut mendengarnya.


‘Ini pertama kalinya dia sungguh-sungguh memujiku.’


• Namun kamu sungguh tidak seperti diriku yang perkasa. Kamu sangat putus asa sehingga mau menyuruh bayi berperang. Aku tak benci itu, tetapi di mataku kamu seperti ngengat idiot.


‘Aku tarik perkataanku.’


Jika ada cara untuk memukul kepalanya, Arcturus mungkin akan mencoba peruntungannya.


Segera Arcturus mengelus kepala Lifana. Yang awalnya bahkan lebih kecil dari kepalan tangannya, sekarang sudah berbeda berkali-kali lipat.


“Terserah kamu mau melakukan apa, tetapi ingat untuk tidak meninggalkan tempat ini sampai aku kembali. Ada beberapa hal yang perlu aku lakukan di luar.”


“Papa akan pergi?” Lifana terdengar kesepian dan khawatir.


“Aku hanya akan menghambatmu. Toh, aku takkan lama jadi kamu tak perlu khawatir. Tumbuhlah tanpa terburu-buru dan beri aku kejutan.”


“Baiklah, papa! Berjanjilah untuk kembali lagi!”


“Aku berjanji. Jika seandainya ada monster yang tak bisa kamu lawan, tolong pergi dan kabur.”


Lifana memiringkan kepalanya, “Mengapa kabur? Aku tidak akan pernah kalah!”


“Kabur bukan soal menang ataupun kalah. Menang bukan berarti kamu lebih kuat dari lawanmu, tetapi menang adalah ketika kamu tetap hidup setelah melalui pertarungan menyakitkan.”


“Jika kamu bertemu lawan kuat dan melarikan diri, selama kamu hidup maka itulah kemenangan. Kalah hanya berarti jika kamu kehilangan semuanya termasuk nyawa.”


Lifana tampak merenung mendengar perkataan Arcturus. Dia tampak mengangguk dan mengingat baik-baik perkataan Arcturus.


“Baik, papa! Aku akan melakukannya jika ada yang tak bisa aku lawan!”


Arcturus tersenyum lembut dan mengusap kepala Lifana. Dia melakukannya demi berusaha mengabaikan perkataan kaisar.

__ADS_1


• Biasanya kalimat seperti itu akan diucapkan dari pecundang besar.


Arcturus tak peduli mau dikatakan pecundang atau apapun. Selama dia bertahan hidup maka itulah kemenangan.


__ADS_2