Im Not Main Character

Im Not Main Character
Kegelapan Silverstone


__ADS_3

Arcturus tergesa-gesa untuk membawa Alda ke tempat aman. Sekalipun Rentaro— Reigen mau pergi begitu saja, tetapi tidak ada jaminan ini semua akan berakhir begitu saja.


Dia masih punya urusan untuk dilakukan dengan Silverstone, selain itu Leona harusnya sudah mulai bergerak ke tahap selanjutnya.


“Aku perlu membentuk identitas demi masa depan.”


Satu tujuannya belum tercapai yang mana itu amat diperlukan di masa depan nantinya.


“Tuan Muda-!”


Terkejut bahwa Arcturus berpapasan dengan Mary saat dalam perjalanannya. Itu patut disyukuri karena Mary muncul di waktu yang tepat.


“Syukurlah anda baik-baik saja, Tuan Muda! Saya khawatir sesuatu terjadi kepada anda.” Mary tampak tidak tenang seperti yang biasanya. “Bahkan Nona Evelyn juga sama khawatirnya.”


Arcturus tidak berharap Evelyn akan peduli padanya, tetapi mungkin wanita itu khawatir akan hal lain. Ketimbang kematian Arcturus, Evelyn mungkin lebih khawatir tentang kemarahan Shin dan ayahnya jika sesuatu terjadi.


“Jangan khawatir, aku baik-baik saja. Terlepas dari itu bisakah kamu bawa Alda? Dia sudah kehilangan cukup banyak darah.”


Mary menatap kondisi memprihatinkan Alda. Dia tidak tahu apa yang terjadi namun lawannya pasti terlampau kuat bahkan untuk Alda.


Sebagai salah satu pengawal, Mary sangat tahu bahwa Alda masih menyembunyikan kekuatan dahsyat. Melihat orang yang sangat kuat terluka separah ini membuat Mary bertanya-tanya seperti apa kekuatan lawannya.


“Dimengerti, Tuan Muda. Namun apa yang akan anda lakukan?”


“Aku akan menyusul sesegera mungkin jadi jangan khawatir. Tolong ya, Mary!”


Arcturus melompat ke pepohonan dan menghilang dari pandangan Mary dengan cepat. Itu mengejutkan bahwa Arcturus bisa menendang udara dan bergerak secepat itu dengan suara yang sangat minim.


Keterampilannya hampir seperti teknik pembunuh hebat yang pernah Mary saksikan. Meski begitu tampaknya teknik Arcturus berada di tingkatan berbeda.


“Aku harus cepat.” Mary mengambil sapu tangannya untuk menutupi wajah Alda yang penuh darah.


Bahkan dengan keadaan terburuknya wanita ini tetap menawan sehingga Mary sangat iri akan kecantikan sempurna ini.


Untuk berjaga-jaga dia akan menutupinya, toh Mary mengerti mengapa Arcturus tidak ingin orang lain tahu. Kecantikan ini mampu menyebabkan peperangan hanya untuk memperebutkannya.


Segera Mary menuju pengungsian, dalam perjalanan dia bertemu dengan orang yang sama sekali tidak dia harapkan.


“Kamu bawahan Tuan Muda Arcturus, kan? Tampaknya gadis itu juga. Aku sudah diperbolehkan oleh Tuan Putri untuk merawat kalian jika keadaannya buruk.”

__ADS_1


Mary diam dan memandang penuh kewaspadaan. Toh, bukannya dia tidak mengenal pria tua di depannya. Mary jelas sangat mengenalinya.


Justru karena dia mengenalnya ada lebih banyak hal yang perlu dipertimbangkan.


“Jangan khawatir. Aku sudah bersumpah setia dan tidak mungkin akan melawan majikanku. Selain itu dari yang kudengar Tuan Putri membuat kesepakatan dengan Tuan Muda yang kamu rawat, Mary.”


“Kupikir kamu tidak lagi mengingatku, Albert.”


Ksatria dengan kulit dan rambut kecoklatan tersenyum masam, “Mana mungkin aku lupa rekan seperjuangan?”


Bahkan dengan keriput di wajahnya, ksatria itu tetap terlihat muda dan gagah. Mary sedikit iri dengan betapa awet mudanya dia terlihat. Albert akan sempurna jika saja tidak ada luka hitam mengerikan di leher hingga pipi kirinya.


“Baiklah kalau begitu.”


Tidak perlu untuk Mary curiga lagi jika tahu Arcturus menjalin kerjasama dengan Blodwyn. Toh, Mary sangat mengenal Albert, pria yang tidak akan berbohong.


“Tidak kusangka kamu masih hidup sejak insiden itu.”


Albert adalah ksatria yang bersumpah setia kepada ratu ketiga, ibunda Blodwyn yang telah meninggal. Mary berpikir orang ini mungkin ikut mati terbakar namun rupanya keberuntungannya baik.


“Aku selamat namun bisa mati kapan saja, Mary. Di umur tua ini aku bersyukur bisa bertemu kembali dengan teman lama.” Albert memiliki nada yang penuh kerinduan dan nostalgia.


“Kita bicara nanti, Albert. Bisakah bergerak lebih cepat?”


“Tubuhku mungkin menua, tetapi tidak dengan tulang dan jiwaku. Bisakah kanu mengikutinya?”


Mary hanya mendengus, “Sama sepertimu, umur tidak membuatku lemah.”


Keduanya bergegas secepat angin segera menuju kediaman tempat Blodwyn beristirahat.


****


Leona sedang bersandar di pintu masuk menuju kediaman Silverstone. Dengan kemampuannya dia membuat semua penjaga tidak sadarkan diri dan terkena ilusi kabut miliknya.


Third Eye Ogre adalah ras yang ahli dalam serangan gerilya semacam ini.


“Apa gunanya kertas-kertas ini?”


Dia berhasil menyusup ke kediaman Silverstone dan mencuri dokumen yang diminta. Namun Leona sama sekali tidak memahami apa yang dapat dilakukan dengan setumpuk kertas.

__ADS_1


Selain itu dia juga membebaskan budak yang disembunyikan. Kondisi mereka sangat menyedihkan, beberapa tidak bisa dimengerti Leona sama sekali.


“Aku juga sudah membakar gudang budak yang juga tempat penelitian dan gudang senjata.”


Ledakannya lebih besar dari yang diharapkan namun Leona terpuaskan berkatnya. Mau bagaimanapun, tuan muda dari bangsawan ini telah menculik banyak saudara-saudarinya. Itu alasan yang cukup untuk melakukan ini.


“Kamu melakukannya dengan baik.”


Leona terkejut karena Arcturus tiba-tiba muncul entah dari mana. Padahal dia sudah sangat waspada, harusnya mudah baginya mengetahui bila seseorang mendekat.


“... kamu cukup hebat. Tidak banyak orang yang bisa menghindari pengawasanku.”


“Yah, aku memiliki artefak spesial untuk itu.”


Arcturus memasuki kediaman dengan santai selagi menggunakan masker dan tudung untuk menyembunyikan wajahnya.


“Ikut denganku.”


Leona hanya mengikuti di belakangnya tanpa banyak bicara. Dia tidak tahu apa yang ingin dilakukan pemuda bangsawan ini. Leona juga tak bisa menebaknya sama sekali, Arcturus Religia adalah bangsawan yang menurutnya benar-benar aneh.


Mereka menuju perpustakaan yang cukup megah. Arcturus menuju perapian yang ada di perpustakaan. Leona memandang dengan tertarik saat Arcturus memutar batu keperakan di atasnya.


Segera perapian bergeser dan mengungkapkan tangga rahasia yang menuju ke bawah. Mengejutkan bahwa ada ruangan seperti ini.


“Bagaimana caramu mengetahuinya?” Leona cukup penasaran tentang itu.


“Setiap bangsawan harus memiliki satu tempat rahasia. Caraku mengetahuinya tentu saja rahasia. Mari ikut aku.”


Arcturus memimpin jalan menuruni tangga yang khususnya untuk dilalui satu orang. Leona mengikuti di belakangnya dengan sedikit rasa penasaran.


Jika dia berkata bahwa setiap bangsawan memilikinya, maka Arcturus harus punya satu di rumahnya. Namun tentu saja pemanfaatan bangunan semacam ini bergantung pada bangsawan itu sendiri.


“Apa yang ada di dalamnya?” tanya Leona saat mulai merasakan sesuatu. “Aku mencium bau bangkai.”


Mendengar penjelasan Leona membuat Arcturus mengerutkan alisnya.


“Ini adalah neraka.”


Arcturus yakin Leona sama sekali tidak mengerti maksud perkataannya. Namun hal itu akan menjadi jelas ketika mereka masuk dan melihat apa yang ada di depannya.

__ADS_1


Pemandangan yang teramat mengerikan. Di ruang bawah tanah yang luas ini, berbagai tubuh wanita digantung bahkan sampai ada yang membusuk.


__ADS_2