
Bellion dan Liebert telah membuat semua bangsawan mengungsi. Di sekitar gunung ini terdapat sebuah shelter tersembunyi yang disiapkan Silverstone kalau terjadi bencana.
Letaknya berada di perut gunung dan berada di jalan rahasia di sekitar gua. Tempat itu disiapkan dengan baik, meski tak ada cahaya selain dari obor, mereka tidak merasa kepanasan maupun pengap lantaran tak ada saluran udara.
“Apa semuanya sudah mereda?” tanya Liebert dengan sedikit khawatir.
Mereka tidak lagi mendengar suara ledakan apapun. Bahkan burung-burung tidak lagi ribut dan melarikan diri. Suara di luar menjadi tenang kembali.
“Aku juga tak merasakan adanya bentrokan mana lagi. Sepertinya ini semua sudah berakhir.” Blodwyn akhirnya mengkonfirmasi kekhawatiran mereka.
Diantara para bangsawan yang ada di sini, hanya Blodwyn yang memiliki kepekaan kuat terhadap sihir. Mungkin di gua ini dia adalah yang terkuat soal sihir.
“Siapa orang gila yang berani menyerang bangsawan itu? Aku sungguh tidak habis pikir ada yang cukup berani melakukannya!” Liebert mengumpat kesal.
Segera bangsawan lainnya mengikuti. Entah bertindak sok hebat atau menjaga harga dirinya, Blodwyn sama sekali tidak tertarik mendengarkannya.
“Bawahan Tuan Muda Arcturus sungguh hebat. Dengan musuh sekuat itu dia bisa bertarung sangat berimbang.”
Itu adalah kesan jujur Blodwyn terhadapnya. Sebagai penyihir tingkat atas dia tahu cara membedakan orang kuat dan lemah. Pada saat pandangan pertama dia menyadari wanita yang bersama Arcturus aneh.
Umumnya setiap manusia akan mengeluarkan Mana tidak peduli bangsawan ataupun bukan. Bahkan orang yang tidak berbakat dalam sihir akan memiliki Mana yang cukup untuk dilihat.
Namun Alda berbeda, dia tidak mengeluarkan Mana sama sekali dari tubuhnya. Tak peduli seberapa keras Blodwyn berusaha melihatnya hasil yang diterima adalah nihil.
‘Antara dia pejuang yang sangat kuat sehingga bisa menyembunyikan seluruh Mana atau, ada semacam kutukan maupun segel yang membuatnya tak diberkati Mana.’
Entah apa jawabannya namun faktanya adalah bawahan Arcturus sangatlah kuat. Tuan muda itu tidak hanya menyembunyikan diri, tetapi juga menyembunyikan kuasanya.
“... ya. Itu tak bisa disangkal. Namun yang perlu diperhatikan adalah bagaimana orang itu bisa masuk ke wilayah ini?” Bellion dengan sinis bertanya kepada Liebert.
Sebagai penanggung jawab berjalannya acara ini, Liebert sudah melakukan pemeriksaan keamanan secara menyeluruh. Bahkan sejak jauh-jauh hari lamanya.
“S-saya tidak tahu, pangeran! Harusnya semua aman-aman saja. Bahkan ayah dan ibu saya secara pribadi mengatasi Third Eye Ogre yang bertetanggaan dengan kami!”
“Lalu apa penjelasanmu tentang orang gila itu?! Bahkan kotamu meledak di beberapa tempat!”
Blodwyn merasa prihatin kepada Liebert, tetapi dia tidak berniat membelanya.
Memang benar bahwasanya Liebert lalai menjaga wilayahnya sampai akhir. Tidak akan ada bencana di kota maupun orang gila yang dilawan Alda. Bahkan jika mengesampingkan orang yang dipanggil Rentaro, masalah kota kemungkinan besar kasus lain.
Bellion bahkan berdecak kesal dan mengesampingkan tentang Liebert untuk saat ini.
__ADS_1
“Menjijikan bicara denganmu namun keadaannya mendesak. Apa menurutmu orang itu menggunakan teleportasi atau semacamnya?”
Teleportasi adalah sihir tingkat tinggi yang bahkan Blodwyn masih pelajari saat ini. Di kerajaan ini hanya ada segelintir orang yang bisa melakukannya.
“Aku tidak yakin begitu. Jika ada portal teleportasi muncul dalam radius delapan ratus meter harusnya aku tahu.”
Tidak ada hal semacam itu terjadi. Blodwyn sama sekali tidak merasakan adanya jejak sihir teleportasi. Itu adalah sihir yang menggunakan banyak Mana, sangat aneh jika Blodwyn tak merasakannya.
“Orang yang dipanggil Rentaro oleh Tuan Muda Arcturus, berkemungkinan besar sudah tiba satu hari sebelumnya. Jika kemunculannya adalah saat dia tiba, meski samar harusnya aku merasakan getarannya.”
Para bangsawan menyimak penjelasan Blodwyn. Dengan kondisi Bellion yang tampak marah, tentu tidak ada orang bodoh mau ikut campur.
“Antara dia memang sudah di sini atau ada cara lain untuknya tiba. Mari kesampingkan bagaimana caranya tiba. Di dunia ini hanya ada satu kelompok yang cukup gila menyerang bangsawan.”
Mendengar penjelasan Bellion, Blodwyn lekas mengerutkan alisnya.
“Black Parade, ya? Kita berurusan dengan hal yang paling merepotkan.”
Black Parade adalah organisasi gila yang membuat kekacauan di manapun mereka muncul. Sudah banyak diketahui orang kalau organisasi itu muncul pasti akan meninggalkan kehancuran.
“Itu sebabnya. Ketimbang berspekulasi tanpa akhir mari lihat situasinya.”
Bellion mengeluarkan pedang dari cincin dimensinya dan memimpin jalan. Untuk berjaga-jaga Blodwyn bahkan mulai menyiapkan sihirnya sementara bangsawan lainnya berjalan di belakang mereka.
“Seseorang muncul tiba-tiba di depan gua!”
“Bersiap untuk bertempur!” Bellion menyampaikan demikian dan membuat para bangsawan bersiap menyerang.
Dengan Bellion memimpin jalan keluar, mereka bisa melihat sosok yang dikatakan Blodwyn.
Sosok dengan jubah putih keemasan, menggunakan topeng putih dengan corak darah di bagian kirinya.
Auranya sama sekali tidak mengancam namun yang membuat Blodwyn khawatir adalah kemunculannya yang tiba-tiba. Orang itu seakan-akan datang ketika Blodwyn berkedip, benar-benar sesaat itu saja.
“Kalian tampaknya takut. Jangan risau, aku bukan musuh disaat kalian tak memusuhiku.”
Bellion memerintahkan orang-orang untuk diam. Toh, orang aneh di depan mereka sama sekali tidak menunjukkan aura permusuhan. Bahkan Bellion mungkin tahu lawan di depannya bisa dikalahkan.
“Apa kamu dalang dari semua ini? Orang gila Rentaro itu rekanmu?” Bellion bertanya dengan hati-hati.
Pria misterius itu menjawab dengan nada datar dan seperti robot.
__ADS_1
“Rentaro bukan bagian dariku. Orang itu adalah salah satu komandan besar Black Parade. Sementara kami bersebrangan dengan mereka.”
Blodwyn tidak mengerti mengapa orang itu menggunakan "kami". Ada kemungkinan orang itu tidak sendirian sama sekali. Namun sekali lagi itu aneh, tak ada orang dalam radius delapan ratus meter.
“Musuh kami adalah Black Parade dan mereka yang berusaha menghancurkan kedamaian kami.”
Secara tidak langsung orang itu menyampaikan akan menganggap musuh orang yang berani mengganggunya. Blodwyn tidak tahu siapa orang itu namun ada baiknya tidak mencari masalah.
“Kami akan menghancurkannya cepat atau lambat. Baik itu Black Parade, bangsawan, bahkan kerajaan sekalipun takkan lolos. Sebagai contoh adalah ini.”
Orang itu melemparkan beberapa selembaran yang telah di duplikat dengan alat sihir Clone. Blodwyn mengambilnya dan tentu saja terkejut akan penemuannya.
Itu adalah dokumen pembelian yang dilakukan Silverstone. Awalnya itu bukan apa-apa namun masalahnya adalah barang yang dibelinya.
“Ini obat-obatan terlarang? Tidak hanya itu, ada dokumen yang menjelaskan penelitian terhadap manusia.”
Blodwyn mengambilnya berkas lainnya dan menemukan hal-hal yang ilegal hingga bahkan sesuatu yang bisa diarahkan sebagai pembelot.
“Negara ini memiliki raja yang naif dan tidak berpendirian, rakyat dan penerusnya juga sama.”
Pria bertopeng mulai berkata dengan nada yang kesal. Blodwyn dan Bellion jelas marah ketika ayah mereka dihina seperti itu.
“Kamu berani menghina seorang raja?! Lidahmu perlu dipotong—”
“Kalian tak pernah memiliki keberanian membuat pernyataan bahwa budak di larang. Kalian hanay tutup mata dan membiarkannya, selagi membuat omong kosong tentang perdagangan tubuh manusia ilegal.”
Benar bahwa perdagangan organ dan bagian tubuh manusia adalah tindak ilegal, tetapi perbudakan masih dianggap legal. Keluarga kerajaan hanya tutup mata mengingat perbudakan sudah mengakar sebagai budaya mereka.
Blodwyn kemudian sadar bahwa itu adalah celah besar yang ditinggalkan ayah hingga kakek dari kakeknya, dan seterusnya.
“Organ tubuh, bagian tubuh dijual adalah ilegal, lantas perbudakan yang menjual keseluruhan tubuh, organ, bahkan jiwa adalah legal? Bagi kami keluarga kerajaan adalah monyet yang harus dipukul kepalanya ... berharap mereka jadi pintar.”
Blodwyn mengerti kemarahan dari pria bertopeng itu. Benar bahwa dirinya termasuk keluarga kerajaan yang naif karena berpura-pura tak melihat kebiadaban tersebut.
“Silverstone adalah tikus yang lebih bodoh. Orang bodoh yang melakukan penelitian untuk menciptakan chimera hingga memodifikasi manusia demi tujuan nafsu semata. Kami akan menghapuskan orang kotor dari kerajaan ini, sekalipun menjadikan semuanya musuh.”
Bellion menggertak giginya dengan kesal.
“Hentikan ocehanmu dan katakan siapa dirimu!”
“Kehehe ... kehehehe...”
__ADS_1
Pria bertopeng tertawa seperti mengejek. Segera dia mengibaskan jubahnya dan menghadap mereka.
“Kami adalah bayangan yang mengawasi segalanya dan menghakimi segala dosa, Orphens!”