Im Not Main Character

Im Not Main Character
Jenius Alami


__ADS_3

Kelahiran Lifana jelas berada di luar prediksinya namun beruntung tak ada hal buruk apapun terjadi. Awalnya Arcturus ingin kembali ke tempat Leona dan yang lainnya, tetapi hal lain mulai mengganggunya.


‘Aku tidak tahu apakah Lifana memiliki kekuatan atau tidak.’


Biasanya Beast akan mengeluarkan kekuatan sihir yang cukup untuk orang awam seperti Arcturus rasakan. Namun aneh bahwa Lifana tak mengeluarkan sedikitpun.


Bahkan Spica sampai tak memiliki rasa takut untuk ada di dekatnya, meskipun adik kecilnya itu belum berani menyentuhnya.


Sekarang Spica hanya mengamati Lifana makan sepotong daging.


“Apa kamu sudah memberikannya nama, kak Arc?” tanya Spica selagi mengamati Lifana dengan penuh minat.


“Namanya adalah Lifana. Jangan khawatir, dia takkan melukaimu.”


“Begitu, Lifana ya? Kak Arc, dia makan sangat banyak! Apa perutnya tidak akan buncit?”


Arcturus yang berbaring di kasur hanya mengamati langit-langit selagi memiliki beberapa pikiran. Tentu saja dia sedikit meluangkan waktu meladeni Spica.


“Beast memiliki kapasitas dan pencernaan yang berbeda dari kita, Spica. Jadi Lifana takkan gendut hanya dengan banyak makan. Itu bagus untuk pertumbuhannya.”


Toh, Arcturus tidak tahu apakah bahkan ular bisa memiliki lemak berlebih. Namun rasanya tak perlu mengkhawatirkan hal semacam itu. Meskipun, jika Lifana bertambah berat badannya maka Arcturus akan lelah.


Mau bagaimanapun ular kecil ini menjadikan bahu Arcturus sebagai tempat ternyaman untuknya berada.


“Jadi begitu. Lalu apakah Lifana bisa tumbuh besar hanya dengan banyak makan kak?”


“Tentu saja. Itu sama berlakunya denganmu, Spica. Makan makanan bergizi dan tumbuhlah besar.”


“Namun aku tak bisa langsung menjadi besar hanya karena makan seperti Lifana.”


“Tidak ada pertumbuhan yang instan adikku yang manis.”


“Tapi Lifana tumbuh besar setiap kali dia mengunyah, loh.”


“Tentu saja tidak ... mungkin.” Arcturus buru-buru bangun dan melihat ular putih yang menyantap tumpukan daging di piring.


Dilihat-lihat lagi ukurannya memang sedikit lebih besar dan panjang dari terakhir kali. Arcturus berpikir mungkin Lifana hanya rakus, tetapi rupanya dia melewatkan satu hal lain.


‘Apa Beast tumbuh secepat ini?’


Dia pikir itu sangat mungkin mengingat Lifana adalah jenis terakhir dari Basilisk, seekor ular yang dikatakan juga seekor naga.


“Lifana, apa kamu akan bertambah besar jika makan?”

__ADS_1


Lifana menoleh dan menjulurkan lidahnya seperti ular pada umumnya. Sekalipun reptil itu menyeramkan, entah bagaimana Lifana terlihat lucu dengan mata keemasannya yang besar.


“Aku tidak yakin, papa. Namun menurutku, aku bisa menjadi lebih besar jika makan banyak, terutamanya yang memiliki Mana!”


“Woah! Dia bisa bicara?!” Spica jatuh dengan bokongnya karena terkejut. Dia memandang Arcturus dan Lifana secara bergantian.


Lifana memandang Spica dan memiliki wajah bangga, “Aku ini hebat dan kebanggaan papa sangat wajar bisa bicara dengan mudah!”


“Whoaa! Hebat! Kamu memang hebat!” Spica bertepuk tangan dengan gembira.


Dia yang awalnya takut untuk menyentuh Lifana, kini mulai melakukanya dan mengelusnya.


“Kulitmu kasar dan dingin namun perutmu lembut juga hangat!”


Arcturus mengabaikan Spica yang memiliki pengalaman baru berteman dengan reptil. Dia lebih terkejut dengan Lifana yang tak lagi berbicara dalam pikirannya.


Segera sesuatu terlintas dalam benaknya.


— Naga dan aku mewarisi pengetahuan kami padanya.


Jomungandr mungkin tidak berbohong tentang memberikan ilmunya bahkan jika hanya sedikit. Lifana mungkin masih terlalu muda untuk mengerti, tetapi dia mungkin tahu tentang hal-hal secara alami.


‘Sepertinya memerlukan pemicu tertentu untuk dia memanfaatkan pengetahuan dari naga dan Jomu. Mungkin dia takkan bisa menjelaskannya jika aku menanyakannya.’


Di masa lalu Arcturus pernah mendengar tentang ini. Beast yang lebih kuat kerap memakan Beast lainnya untuk mendapatkan kekuatan.


Mungkin Lifana bisa bertambah kuat dengan memakan monster dan Beast lainnya.


“Solusi paling mudah adalah membeli mayat monster dari petualang atau menaruh permintaan pada guild.”


Namun itu terlalu mencolok dan terang-terangan. Orang lain mungkin akan mencurigai sesuatu jika Arcturus melakukannya. Selain itu mungkin butuh beberapa waktu.


Arcturus tak memiliki cukup banyak waktu lantaran pertarungan dengan Mad Dog sudah menunggu.


“Nee, Lifana! Jika kamu bisa bertambah besar dengan cepat dan terus besar, bukankah akan sulit untuk membuat rumahmu? Rumah kami mungkin tak muat untukmu nantinya.”


Spica berkata dengan sedih selagi duduk dan membiarkan Lifana meletakkan kepalanya di pangku.


“Kalau begitu aku akan mengecil!”


Segera Lifana mulai bercahaya dan menjadi sangat kecil, hampir seukuran tiga jari tangan.


“Whoa! Kamu sangat hebat Lifana!”

__ADS_1


Arcturus bahkan lebih terkejut. Ular kecil itu melakukan sesuatu yang luar biasa semudah bernapas. Dia bisa merubah ukurannya sesuka hati?


‘Dia melakukan apapun dengan mudah. Apa mungkin sesuatu yang berhubungan dengan praktik langsung akan berhasil?’


Jika seperti itu Arcturus memiliki ide yang cukup memuaskan. Di wilayahnya ini, ada sebuah dungeon yang pernah dia masuki namun tak pernah dijelajahi dengan benar.


Pastinya ada Beast ataupun monster di dalamnya yang belum dibersihkan. Beruntung bahwa Arcturus menutup kembali pintunya dan membiarkannya terbengkalai.


‘Bagus, membunuh dua burung dengan satu batu. Aku belum pernah menjelajahi tempat itu dengan benar di kehidupan manapun.’


Mengandalkan Lifana untuk membersihkannya akan membuatnya tumbuh dengan cepat. Sangat besar kemungkinan dia akan mampu menggunakan beberapa kekuatannya dengan praktik langsung.


Selain itu Arcturus mungkin bisa menemukan sesuatu di dalam dungeon itu. Toh, dungeon diciptakan untuk menjaga peninggalan dari masa lalu dan menunggu orang yang cukup kuat untuk membersihkannya.


Antimateri mungkin bukan satu-satunya harta.


“Lifana, mari kita pergi keluar. Aku akan membantumu menjadi lebih besar, hebat dan perkasa!”


“Aku mau! Bawa aku bersamamu, papa!”


Untuk kesempatan yang langka Arcturus merasakan debaran jantung kesenangan. Dia sungguh menantikan apa yang akan dia temukan nantinya.


“Aku juga ingin ikut!” Spica berkata riang, tetapi Arcturus hanya mengusap lembut kepala adiknya.


“Untuk sekarang kamu tak bisa ikut, maafkan aku Spica. Namun aku berjanji akan membiarkanmu bermain dengannya setelah semuanya selesai.”


“Sungguh?! Kalau begitu ini adalah janji!”


Arcturus tak menunda perjalanan dan menuju dungeon yang ditinggalkan. Tidak butuh waktu lama untuknya sampai karena memiliki kemampuan si pembunuh.


• Kamu tak hanya memiliki keberuntungan yang bagus bocah ingusan, tetapi otak yang cemerlang. Basilisk memang sesuatu, tetapi otakmu cukup mengejutkan.


Kaisar memujinya. Arcturus mulai bertanya-tanya apakah mereka bisa mendengar suara pikirannya.


• Saat kamu serius memikirkan sesuatu, itu akan ditransmisikan pada kami.


Si pembunuh berkata, seakan dia membuktikan langsung perkataannya.


Arcturus mengabaikan kedua kekuatannya yang cerewet dan tiba di depan pintu Dungeon.


“Ada banyak makhluk di dalam sini. Apa aku akan tumbuh besar dengan memakan semuanya, papa?” Lifana bertanya dengan polos.


• Anak pintar.

__ADS_1


Si pembunuh jujur memujinya, Arcturus mungkin bisa merasakan bajingan itu tersenyum. Namun apa daya? Arcturus mungkin memiliki senyuman yang sama dengan si pembunuh.


Bocah ini, Lifana pastinya jenius alami. Itu sungguh tidak diragukan lagi.


__ADS_2