Im Not Main Character

Im Not Main Character
Goblin King


__ADS_3

Suara air menetes dan gemercik air yang mengalir menuju laut. Gelap, hanya cahaya obor yang menerangi lorong busuk pembuangan limbah manusia.


Lorong dengan aliran air keruh di tengahnya dan jalan kusam di tepinya tempat yang Arcturus pijak.


“Sial, aku tak berharap baunya akan sangatlah menyengat.”


Arcturus menutup hidungnya, meski telah menggunakan masker namun bau busuknya tetap tercium. Dia sedikit menyesal tidak bersiap lebih jauh lagi.


Saat ini dia sedang mengeksplorasi saluran air Pelabuhan Timur. Kali ini Mary tidak menemaninya karena Arcturus khawatir kejadian saat mengambil Antimateri terulang lagi.


“Aku tidak boleh bertindak sembarangan. Merepotkan memberikan penjelasan tentang aku tahu tempat keberadaan harta itu.”


Semakin masuk ke dalam baunya sangat parah. Ada jalan bercabang namun Arcturus dengan yakin mengambil jalan lurus.Mau bagaimanapun dia masih tahu betul rute tujuannya.


“Pada volume pertama dijelaskan bahwa Shin menemukan harta ini saat goblin yang tinggal di saluran air memasuki kota.”


Pada pengalaman putaran pertama kehidupannya sebagai Arcturus, Shin masih tetap orang yang menemukannya. Kala itu Arcturus terlalu sibuk membangun organisasinya dan tidak menyadari seberapa berharganya itu.


Selain itu dia juga gagal mencegah insiden di wilayah ini yang pada akhirnya akan merenggut nyawa Shin.


“Aku tidak akan membuat kesalahan lagi. Pada kehidupan ini, akan aku ambil semua yang bisa kudapatkan dan selamatkan semua yang bisa aku selamatkan.”


Arcturus memegang pegang dan pisau di pinggangnya. Dia tidak menyangka akan tiba hari di mana dirinya harus bertarung untuk dirinya sendiri.


Padahal di kehidupan sebelumnya dia tidak memiliki kesempatan melakukannya karena menjadi kepala organisasi besar buatannya. Mau bagaimana lagi? Melakukan aktivitas merepotkan adalah hal yang dia benci.


“Haruskah aku membangun Region sekali lagi? Itu merepotkan. Benar juga ada wanita itu. Aku akan menariknya ke pihakku.”


Arcturus mendengar suara langkah kaki yang berisik dari arah yang dia tuju. Mengetahui itu sudah jelas bahwa dia berada di jalan yang benar.


“Seperti yang diharapkan. Envy of Assassin hanya bisa menghilangkan kehadiran namun tidak dengan aroma.”


Arcturus sudah menggunakan kekuatannya sejak memasuki saluran air. Lorong yang dia lalui semakin sempit dan tidak menguntungkan untuk pedang.


Namun itu tidak mengkhawatirkan karena dia memiliki Ancient Determination. Meski tidak banyak bertarung sejak menjadi Arcturus di kehidupan pertama dan sekarang, bukan berarti dia tidak bisa melakukannya, kan?


Arcturus bisa melakukan beberapa pertarungan kecil. Dia memiliki sedikit teknik dan beberapa gambaran dari novel serta regresi pertamanya.


“Baiklah, mari kita coba kemampuan ini.”

__ADS_1


Arcturus melompat-lompat kecil selagi memegang pisaunya. Para goblin mulai berdatangan karena mendengar suaranya.


“Delapan? Tidak, sepuluh rupanya.”


Para goblin menerjang dengan gada kayu mereka. Arcturus yang tersenyum menghilang dari tempatnya.


Stak!


Pisau jatuh dari langit menancap tepat di kepala goblin terdepan. Di sana terdapat Arcturus yang menempel di langit-langit.


“Apa baru pertama kali melihat orang menempel di langit-langit? Akan aku tunjukkan yang lainnya.”


Arcturus menarik pedangnya sebelum jatuh ke kawanan goblin dengan kuat selagi mengayunkan pedangnya. Dia membelah seekor goblin semudah tahu.


Dengan cepat dia menendang tembok di dekatnya dan melesat seperti burung. Beberapa goblin terluka karena serangannya.


“Envy of Assassin memang hebat. Tubuhku seringan bulu dan secepat peluru.”


Ini adalah Ancient Determination yang spesialis dalam pembunuhan. Bahkan tubuh sampah Arcturus bisa melesat dengan sangat cepat.


Apakah Arcturus pandai bermain pedang? Tidak, dia hanya tahu cara mengayunkan namun Ancient Determination menutupi kelemahannya.


‘Memang disesalkan genggamanku tidak sekuat diriku di bumi. Namun ini sudah cukup untuk sekarang.’


Para goblin murka dan melompat menuju saluran air. Arcturus dengan acuh mengeluarkan sebuah batu merah dari cincin dimensinya.


“Aku tidak punya tenaga untuk dihabiskan dengan kalian.”


Arcturus meremas dan melemparkannya. Serpihan Batu Ledak tersebut segera meledak dan mengeluarkan api yang cukup besar. Para goblin lekas terbakar, tewas dan menyatu dengan limbah.


Setelah memastikan tidak ada goblin yang tersisa, Arcturus segera menuju lokasi tujuannya.


“Ini dia … saluran besar.”


Saluran besar, tempat titik pertemuan semua saluran air di Pelabuhan Timur. Tempat ini sudah terbentuk lebih dari lima puluh tahun dan selama itu pula tak ada yang mengunjungi.


“Dan, itu sarang Goblin King.”


Di tempat yang menjijikkan seperti ini, siapa yang menduga akan ada monster sekuat itu?

__ADS_1


Goblin King adalah keturunan langka dari goblin. Mereka dua kali lebih besar dari manusia dan memiliki kepintaran dua tingkat di atas ketimbang goblin biasa.


Arcturus dengan hati-hati berjalan dan memandang sekitarnya. Harusnya pada waktu ini monster itu tidak berada di sarangnya.


Benar saja ada sebuah celah yang cukup besar di dinding depannya. Itu adalah sarang Goblin King, bisa terlihat jelas dengan banyaknya penjaga.


“Dua, tiga belas … seratus, kah? Ini terlalu banyak.”


Itu jumlah yang di luar kemampuannya. Arcturus tidak bisa menghadapi sebanyak itu sekaligus namun dia juga tak mampu meninggalkannya.


“Ini berbahaya jika mereka naik ke permukaan. Jika tahu ada sebanyak ini sebaiknya aku mengajak Mary.”


Arcturus tidak bisa mundur sekarang saat para goblin mulai menerjang ke arahnya.


Dia menghentak lantai dan melayang di udara. The Envy of Assassin adalah kemampuan yang membuat tubuhnya bergerak cepat, bebas dan tak terpengaruh oleh gravitasi.


Meski begitu dia tidak bisa terbang selamanya, Arcturus hanya melayang dan perlahan turun dengan sendirinya. Gerakan lincahnya juga disebabkan oleh hentakan angin yang ditimbulkan kakinya.


Arcturus mengayunkan tangannya dan tubuhnya dengan cepat terhempas menuju lorong lain. Saat melakukannya kepalanya sempat terbentur cukup keras.


“Ah, bangsat! Aku belum terbiasa!” Arcturus mengumpat dan memegang kepalanya yang benjol.


Itu menyebalkan saat merasakan sakit.


Arcturus harus mengambil barang itu di dalam sarang goblin. Para keroconya memang menyebalkan namun Arcturus punya cara mengatasinya.


Dia menendang tanah dengan kuat dan melewati mereka semua. Arcturus memasuki celah itu, sarang Goblin King.


Para goblin mulai mengamuk dan menerjang ke arahnya. Arcturus mulai tergesa-gesa dan mencari benda itu.


Arcturus melihat benda mengkilap di sekitar jerami. Dia kemudian tersenyum dan segera mengambil benda itu.


“Aku menemukannya!”


Dengan senyuman lebar Arcturus mengambilnya dan lekas meninggalkan tempat itu. Dia melompat tinggi dan melemparkan Batu Ledak untuk meloloskan dirinya.


Sejak awal dia tidak memiliki niat untuk bertarung habis-habisan karena itu merepotkan.


Tujuannya sudah tercapai sehingga Arcturus memutuskan untuk kembali.

__ADS_1


Namun dia terlambat menyadari bahwa membiarkan para goblin itu adalah kesalahan terbesarnya. Belum lagi keberadaan Goblin King yang baru muncul setelah satu jam dia meninggalkan saluran air.


__ADS_2