
Arcturus lekas menggiring orang-orang untuk melarikan diri. Dia melihat bahwa Mary dengan sigap sudah membawa Evelyn bersamanya untuk menjauh.
Mengabaikan tatapan Evelyn yang seakan ingin mengatakan sesuatu, Arcturus berlari di belakang para bangsawan. Bellion dan Liebert memimpin pengungsian.
Jika bukan karena Bellion, bangsawan lainnya mungkin tidak akan mau menurut dan bersikap sok kuat untuk melawannya.
“Kamu bilang akan membunuhnya, tetapi malah menyerahkan tugas itu kepada bawahanmu. Ini cukup lucu, Tuan Muda Arcturus.”
Memang tidak tahu diri ketika Blodwyn mengatakannya. Namun Arcturus lebih tahu dari siapapun tentang kekuatan orang itu.
“Sayangnya membunuh bajingan itu sekarang hampir mustahil.”
Arcturus tidak pernah membayangkan atau menyangka keberadaannya di sini. Tidak, sejak awal baik itu novel maupun kehidupan sebelumnya tidak memiliki informasi bahwa si melankolis akan hadir di sini.
‘Tidak, apa mungkin ini karena aku? Bajingan itu memang berada di sini saat perjamuan. Namun karena kekacauan di kota, sesuatu mungkin membuatnya bertindak.’
Bajingan itu harusnya tidak muncul saat ini, tetapi perubahan peristiwa yang Arcturus buat membuatnya menunjukkan diri.
“Apa maksudmu mustahil? Jika kita bekerjasama, membunuhnya sangat dimungkinkan!”
Blodwyn tidak tahu sesuatu yang diketahui Arcturus.
“Kita bisa melakukannya jika dia adalah Rentaro, tetapi sayangnya itu bukan.”
“Rentaro? Maksudmu orang gila itu?”
“Iya namun juga tidak.”
“Apa maksudmu?” Blodwyn tergesa-gesa.
Ada alasan mengapa melankolis ini lebih sulit dihadapi ketimbang Zegion yang seorang Lich.
Lich sangat rentan terhadap afinitas cahaya dan suci, itu membuat siapapun memiliki presentasi kemenangan yang cukup tinggi.
Namun melankolis, Rentaro jelas berbeda dari yang lainnya. Berbincang tentang kekuatan dia lebih lemah dari Zegion, tetapi tingkat kesulitan untuk membunuhnya jelas di peringkat pertama.
“Nah, bagaimana jika kita membuat kesepakatan lainnya, Blodwyn?”
Tidak mungkin bagi Arcturus menyelesaikan ini tanpa mencolok. Selain itu, informasi terkait Rentaro masih belum terungkap pada tahap ini.
“Apa yang kamu katakan disaat seperti ini?! Bahkan bila mau serakah ada waktunya—”
“Aku akan membantumu, tidak. Akan kubantu Aaron mendapatkan takhta.”
Arcturus menyela dan membuat Blodwyn melotot kearahnya. Tentu saja demikian, tidak ada yang tahu bahwa sebenarnya kakak beradik ini memiliki ambisi besar menjadi raja.
Awalnya Arcturus tak ingin campur tangan terkait hal itu. Dia berencana menyembuhkan Aaron dan membiarkan orang itu sendiri yang melakukannya.
Namun situasinya akan berbeda sekarang. Arcturus sekali lagi diingatkan, perubahan kecil yang dia buat menyebabkan masa depan menyimpang jauh.
“Kamu sungguh buruk bercanda di situasi ini.”
__ADS_1
Mereka bisa mendengar suara pertarungan besar di belakangnya. Suara ledakan, pedang yang saling berbenturan bergema di hutan.
“Tidakkah kamu penasaran tentang mengapa aku tak pernah meninggalkan Religia? Aku yakin kamu juga sadar, bawahanku yang sedang bertarung bukan orang biasa.”
Blodwyn adalah penyihir tingkat tinggi, mudah baginya menilai kemampuan seseorang. Saat pertama kali melihat Alda, Arcturus yakin wanita itu menemukan hal yang tidak biasa.
“... bahkan jika begitu, apa yang bisa kamu lakukan terkait perebutan takhta?”
Arcturus tersenyum, disaat seperti inilah waktu terbaik bernegosiasi. Belum lagi, kondisi yang ditawarkan akan menguntungkan Blodwyn.
“Aku ingin kamu tak bertanya, meneliti, bahkan mencari tahu sumber informasiku. Kamu juga takkan bertanya tentang setiap tindakanku dan menjadi tameng untukku dari bangsawan lain.”
Arcturus menginginkan perlindungan, dan Blodwyn membutuhkan sekutu untuk Aaron.
Mau bagaimanapun ini kesepakatan yang menguntungkan Blodwyn.
“Aku takkan percaya bahwa kamu berguna sehingga mendapatkan perlindunganku.”
“Tenang saja. Kamu akan melihat hal luar biasa sesegera mungkin.”
Skakmat sejak Blodwyn tertarik dengan perkataannya. Dengan ini Arcturus bisa bertindak luas.
“Kalau begitu kamu lekas mengungsi, aku akan pergi ke tempat lain.”
“Tunggu! Apa yang—”
Arcturus tak merisaukan Blodwyn dan pergi memasuki hutan untuk menuju suatu tempat. Dia menggunakan Ancient Determination untuk melompat jauh.
Di pegunungan ini, Arcturus tahu satu tempat yang dikatakan sakral. Meski tidak yakin namun besar kemungkinan jubah si pembunuh ada di sana.
Boom!
Ledakannya semakin keras meski dia berada cukup jauh. Bahkan Arcturus bisa yakin jika Alda cukup kesulitan melawan Rentaro.
“Sebaiknya aku bergegas.”
****
Alda menghantam gergaji Rentaro dengan setengah hati selagi membiarkan Arcturus melarikan diri.
Awalnya dia berpikir lawan di depannya hanya keroco, tetapi melalui benturan ini dia mengetahui level lawannya.
‘Orang ini kuat.’
Segera Alda menjaga jaraknya cukup jauh. Hal itu membuat Rentaro bersiul kagum.
“Menyedihkan, menyebalkan. Kamu menyebalkan, namun hebat juga kekuatanmu.”
“Itu juga berlaku untukmu.”
Alda mau meladeni basa-basi ini selagi memastikan Arcturus sudah berada cukup jauh. Seperti yang dikatakannya sendiri, Arcturus akan melarikan diri jika bertemu lawan kuat.
__ADS_1
“Ah, mengapa pria yang ingin membunuhku itu pergi? Tidak boleh seperti itu, loh.” Rentaro mengguncang gergajinya. “Jika berkata ingin membunuh, maka lakukan dengan serius.”
Rentaro menunduk dan melompat menuju tempat Arcturus melarikan diri. Alda segera melompat juga dan mengayunkan pedangnya ke leher.
Gergaji dan pedang berbenturan, Rentaro sedikit terkejut namun dia tetap berusaha menuju Arcturus.
Bam!
Bam!
Tak peduli ke manapun Rentaro mencoba pergi, Alda akan selalu menyamai dan menghantamnya.
“Mengapa kamu menghalangiku? Ada hal yang ingin kukatakan kepada bajingan yang mengetahui namaku.”
“Aku takkan membiarkanmu menyentuhnya.”
Alda yakin orang ini berbahaya sampai Arcturus memintanya untuk dihancurkan. Sesuai yang disampaikan Arcturus sebelumnya.
Seandainya ada situasi di luar harapannya, Arcturus akan menyuruh Alda untuk bertindak. Dan, Alda diminta untuk tidak melonggarkan penjagaan.
“Menyebalkan dan menyusahkan. Aku bertanya-tanya apakah kamu pendekar pedang wanita yang menyebabkan Zegion babak belur?”
Mendengar nama yang dia kenal, Alda mengerutkan keningnya. Dia masih mengenakan topengnya, setelah cukup lama menggunakan topeng rasanya nyaman.
“Kamu satu komplotan dengannya?”
Rentaro mengangkat alisnya sebelum membungkuk dengan malas dan sedih.
“Ah, jadi benar itu kamu. Mengapa nasibku sangat buruk? Selalu saja bertemu lawan merepotkan, menyebalkan, menjengkelkan.”
Alda mengerutkan keningnya semakin dalam ketika Rentaro mulai menangis tanpa alasan yang jelas.
‘Kesampingkan sifat cengengnya, kekuatannya meningkat tajam.’
Alda bisa melihat aura gelap yang membuat rumput dan pohon di dekatnya menjadi layu dan kering. Firasatnya menjadi buruk melihat peningkatan kekuatan yang tajam.
Kini dia mengerti mengapa Arcturus memintanya berhati-hati. Rentaro jelas tidak lebih lemah dari Zegion.
“Bagaimana caraku mempersembahkan cacing bangsawan kepada Blood Queen? Merepotkan dan menjijikan. Aku akan membereskanmu.”
Rentaro mengayunkan golok gergajinya dan menyebabkan angin ribut di sekitarnya. Angin itu lekas memotong pepohonan dan daun di dekatnya selagi bergegas menuju Alda.
Dengan tenang Alda mengayunkan pedangnya dan memotong angin kencang yang mendekatinya.
Saat itu juga Rentaro sudah berada tepat di depannya, dan gergajinya sudah berada tepat di atas kepala Alda.
Mata Alda bertemu dengan Rentaro, keduanya saling menatap. Alda dengan tatapannya yang tajam dan juga tenang, sama sekali tidak gentar dengan gergaji yang akan membelah kepalanya.
Di sisi lain Rentaro dengan matanya yang sembab, menatap Alda dengan tatapan menyedihkan.
Kala itu juga, Rentaro mengayunkan golok gergajinya dengan cepat.
__ADS_1
“Mati.”