
Arcturus akhirnya meninggalkan distrik merah. Lebih tepatnya dia berhasil lolos dari si resepsionis yang seakan menggila itu.
Apa-apaan dengannya? Arcturus berpikir bahwa wanita itu menginginkan uang dan terus merayunya. Namun mengejutkannya, dia hanya ingin tidur dengan Arcturus.
Sungguh, Arcturus tidak mencela pekerjaan penghibur. Dia tahu ini dunia yang keras di mana wanita mengambil pilihan terakhir dengan memanfaatkan tubuhnya.
Namun tampaknya tidak demikian, Arcturus tercerahkan berkatnya.
Pergi ke belakang hotel, Arcturus menjemput Leona yang sudah mendapatkan perawatan dengan baik. Pakaian layak, mandi dan makanan lezat yang membuat wajahnya terlihat sedikit lebih baik.
Leona menatap Arcturus dengan datar, “Kamu terlalu lama.”
“Bagaimana rasanya itu semua setelah sekian lama?”
Arcturus tersenyum dan melayangkan candaan kecil, tetapi Leona bereaksi berbeda dari yang dia harapkan.
Leona tampak sedikit murung, “Semuanya pahit saat kau mengkhawatirkan keluargamu.”
Berat bobot kesedihan dari kata-katanya bisa Arcturus rasakan. Meski dia tidak benar-benar memahami kerinduan terhadap keluarga. Toh, pada akhirnya Arcturus sendiri tidak mengerti makna dari bentuk ikatan bernama keluarga.
Baik putaran sebelumnya bahkan di bumi saat lalu tak cukup untuk menguraikan maknanya. Arcturus mungkin merasakan kebersamaan, tetapi belum menemukan arti kekeluargaan.
Konon ada perasaan aneh yang akan saling mengikat diantara keluarga.
“Yah, aku takkan mengerti apapun soal itu.”
Arcturus segera memimpin jalan dan Leona mengikuti di belakang. Meski ini tempat yang ramai namun tak ada kekhawatiran sama sekali untuk berbicara.
“Aku tidak mengerti cara menggunakan sihir, jadi tolong gunakan telepati untuk berbicara.”
Dunia ini memiliki pengganti terbaik dari handphone untuk berbicara. Dengan sihir, berbicara rahasia dimungkinkan sampai jarak tertentu.
Berbeda dengan telepon di bumi yang bisa mencapai ujung dunia sekalipun. Telepati tidak maha kuasa seperti itu. Ada batasan jarak di mana telepati bisa dan tak bisa dilakukan.
Selain itu ada beberapa cara tertentu di mana orang lain bisa menyadap telepati. Namun Arcturus takkan mengkhawatirkan itu di tempat pertama pada saat ini.
“Bangsawan yang tak bisa menggunakan sihir ... penemuan baru untukku.” Leona sedikit mencibir selagi menggunakan telepati untuk bicara.
__ADS_1
“Selalu ada yang pertama untuk segala hal.”
Telepati telah dijalankan dan Arcturus langsung melompat ke bisnis.
“Apa kamu sanggup melakukannya? Membakar gudang itu sekaligus orang yang menjaganya.”
Permintaan Arcturus kepada Leona adalah menghancurkan gudang besar yang ada di wilayah ini. Totalnya ada empat gudang besar.
“Kamu begitu blak-blakan,” ujar Leona ketika berbicara melalui telepati. “Itu mudah, tetapi akan butuh waktu menghancurkan semuanya satu-persatu.”
Leona menjelaskan bahwa saat salah satu gudang mendapati serangan, maka keamanan gudang lainnya akan diperketat. Semakin lama waktu yang berlalu akan semakin sulit untuknya bertindak.
Sekalipun Leona kuat, pada akhirnya kekuatan jumlah tetap mutlak.
“Mengapa perlu menghancurkan semuanya disaat aku meminta satu?”
“Apa?" Leona tertegun dan berhenti berjalan. “Apa tujuanmu yang sebenarnya? Tidakkah kamu ingin menjatuhkan bangsawan perak sialan itu?”
Arcturus tentu akan melakukan pekerjaan rumahnya dengan baik, tetapi mengapa harus mengemban segalanya?
Toh, sejak awal Arcturus tidak benar-benar sendirian.
Arcturus membuat pertanyaan dan menjawabnya sendiri, hampir seakan-akan ada dua dari dirinya yang berbeda. Dirinya yang membuat pertanyaan seakan-akan tak tahu apapun, dan sosoknya dengan rencana berlimpah serta visioner.
“Apa kematian saja tidak cukup? Tentu saja tidak. Pada akhirnya selalu ada pengganti untuk pohon yang tumbang.”
Maka untuk melenyapkannya secara permanen diperlukan pencabutan akar serta menghilangkan semua benih yang mungkin akan menjadi pohon serupa.
Arcturus mengingat kembali kenangan putaran sebelumnya. Silverstone adalah kontributor besar dalam menciptakan bencana di kerajaan Knight di tengah peperangan dua kekaisaran benua ini.
Berkat hal itu pertempuran dua tokoh utama dunia ini terjadi. Dan, seperti yang sudah diduga, ketika dua karakter kuat saling bentrok maka salah satunya akan mati.
Untuk menghilangkan masa depan terpuruk itu, maka Silverstone harus pergi ke tiang gantung.
“Menghancurkan batu perak itu tidak sulit sama sekali.”
Itu bisa dikatakan mudah. Arcturus tahu betul bisnis gelap macam apa yang dilakukan Silverstone. Namun mengapa dia tidak segera melakukannya?
__ADS_1
Di setiap tindakan ada pula tanggungjawab.
Hukuman, penebusan dosa. Arcturus ingin menjatuhkan hukuman yang tidak semudah kematian, dan menuntut penebusan dosa.
‘Meski itu dunia sebelumnya namun tidak menghapus dosa yang mereka perbuat. Aku akan membalasnya berkali-kali lipat. Terutama bajingan itu.’
Dendam pribadi? Ini memang pembalasan dendam. Ada kisah di masa lalu yang tidak akan Arcturus biarkan terulang kembali.
Kisah di mana setiap kali dia ingat akan membakar hatinya dalam kemarahan. Sekalipun tidak mengerti banyak hal tentang keluarga, tetapi dia memahami kasih sayang.
Leona menatap punggung Arcturus dengan diam. Meski tak melihat wajahnya, dia tahu bahwa Arcturus memiliki gejolak besar dalam hatinya.
Third Eye Ogre adalah ras yang sangat sensitif terutama terhadap emosi manusia. Alasan mengapa dia percaya pada Arcturus karena melalui emosinya yang misterius.
‘Kita baru pertama kali bertemu. Jangankan bangsawan, tak pernah ada kesempatan di mana Ogre berinteraksi dengan manusia selain di pertempuran. Namun mengapa? Kenapa dia begitu lega saat pertama kali kita berjumpa?’
Leona bisa merasakan perasaan aneh Arcturus yang merasa senang dan lega saat pertama kali berjumpa dengannya. Selain itu, Leona merasakan sesuatu yang dingin dan sulit dimengerti dalam diri bangsawan muda itu.
Gelap seperti dasar laut dan lebih dingin dari es manapun. Itu adalah kepingan yang tidak bisa dipahami dan hanya dapat digambarkan demikian.
“Apa tujuanmu sebenarnya, Arcturus Religia?” Leona bertanya dalam rangka memecahkan keheningan telepati mereka.
Arcturus tetap berbicara dengan nada datar dan terkesan malas yang sulit dibaca.
“Kamu akan tahu ketika waktunya tiba. Pastinya, ini akan menguntungkan kita berdua. Third Eye Ogre pasti akan senang.”
Bukan Leona ataupun adiknya, tetapi Third Eye Ogre. Leona mengartikannya sebagai keluarga dan sukunya yang tinggal berbatasan dengan Silverstone.
Apa yang bisa memberikan keuntungan bagi Third Eye Ogre. Ras yang tidak diterima di lingkungan manusia dan memilih membangun pemukiman tersembunyi?
Harta? Tahta? Itu bukan hal berguna bagi ras yang tidak tertarik tentang sesuatu semacam itu.
“Silverstone, lebih tepatnya tuan muda bajingan mereka yang memiliki hobi mengerikan.”
Hobi yang mengerikan, dan tuan muda ... Leona langsung memahaminya. Toh, bajingan itu kontributor utama mengapa Leona menjadi budak.
“‘Selama itu wanita, bahkan Orc sekalipun tidak masalah’ itulah moto utamanya. Namun bagian mengerikannya tidak hanya itu. Dia memiliki hobi melakukan penelitian dan uji coba aneh. Terutamanya kepada kaummu, Leona.”
__ADS_1
Third Eye Ogre adalah subjek percobaan yang tentunya akan menarik bagi orang-orang gila.