Im Not Main Character

Im Not Main Character
Distrik Merah


__ADS_3

Arcturus berkeliaran di malam hari. Meskipun kota tidak sepenuhnya sepi karena saat ini adalah waktunya aktivitas malam.


“Jadi di tempat seperti ini dia berada, kah ...”


Arcturus menatap hening sebuah distrik khusus di mana hanya beraktivitas di malam hari saja.


Apalagi yang hadir di dunia fantasi semacam ini ketika malam hari? Tentu saja rumah bordil. Tidak peduli ke manapun dia pergi, Arcturus tidak akan pernah kehilangan tempat semacam itu.


Bahkan wilayah Religia tidak terlepas dari bisnis dosa semacam itu.


“Di dunia ini dosa adalah yang paling nikmat.”


Bahkan di dunia novel The Rise of Hero In Chaostic World ini ada beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan karena dianggap sebagai dosa besar.


Namun sejatinya manusia dikutuk untuk bebas. Pada akhirnya akan ada pemberontakan untuk menerima haknya sebagai makhluk yang dikutuk untuk bebas.


“Arcturus bajingan tentunya tidak akan pulang dari tempat ini. Namun sayang aku tidak tertarik.”


Bagaimana bisa Arcturus tertarik ketika tahu dunia di masa depan akan menjadi neraka?


Tidak perlu menyicipi firdaus ketika sedang dalam perjalanan menuju jahanam. Lebih baik berusaha menghentikan perjalanan dan menetap selamanya bersama firdaus.


Dengan mudahnya Arcturus membaur di keramaian. Meski pakaiannya pantas dicurigai namun tempat ini spesial karena orang-orang di tempat ini hanya tertarik mengasah pusaka tubuh.


“Hm? Aku tidak pernah tahu kalau dia bekerja di tempat pelacuran seperti ini.”


Di depannya terdapat hotel mewah dan paling besar di distrik ini. Tempatnya di design unik di mana kamar lantai bawah memiliki jendela seukuran manusia.


Itu adalah tempat di mana wanita penghibur menarik pelanggannya. Bahkan yang mengejutkannya adalah terdapat para pria setengah telanjang yang bekerja seperti itu.


Arcturus yakin bahwa distrik ini juga dikunjungi wanita karena ada pria yang menjadi gigolo. Tidak, sejujurnya Arcturus meyakinkan dirinya seperti itu.


‘Tidak mungkin di dunia ini ada penyimpangan seksual, kan? Jika sungguh ada maka aku akan menghancurkannya hingga ke akar-akarnya.’


Mengabaikan lingkungan sekitarnya Arcturus masuk ke dalam hotel itu. Dalamnya hampir seperti mansion besar dengan meja resepsionis di tengah ruangan.


Bahkan dari luar saja ada banyak wanita cantik, tetapi itu tidak bisa dibandingkan dengan bagian dalamnya.


Ada banyak wanita dari berbagai jenis ras dengan pakaiannya yang terbuka. Saat Arcturus melangkah ke dalamnya beberapa dari mereka berusaha menarik perhatiannya.


‘Sangat benar ketika aku menggunakan pakaian ini.’


Seandainya Arcturus tidak menyembunyikan penampilannya maka dia akan mengalami apa yang dirasakan gula saat kawanan semut mengerumuninya.


Bukan hanya karena identitasnya sebagai bangsawan, tetapi karena Arcturus cukup dikenali sebagai bangsawan muda tampan yang tak pernah meninggalkan wilayahnya.

__ADS_1


Bahkan jika orang biasa tidak pernah melihat wajahnya, sangat mudah mengetahuinya hanya dengan warna rambut hitamnya yang langka.


“Apa ada yang bisa saya bantu pelanggan terhormat?” Wanita muda dengan rambut merah tersenyum ramah dan dengan sengaja membusungkan dadanya untuk memamerkan ukuran serta pakaian kurang bahannya.


Arcturus hanya menatapnya diam tanpa melirik sekalipun ke ***********.


“Aku ingin melihat gudang bawah tanah milik kalian.”


Resepsionis tampak kesal dengan sikap apatis Arcturus, tetapi dia tetap menjalankan tugasnya dengan profesional.


“Dimengerti, pelanggan terhormat. Hanya saja kami perlu untuk memeriksa identitas anda—”


Arcturus segera meletakkan kantung berisi penuh dengan koin emas.


“Aku hanya akan mengambil satu. Terserah mau kamu apakan dengan sisanya.”


Resepsionis menelan air liurnya karena melihat kantung berisi emas di dalamnya. Dia menatap Arcturus dan kantung emas secara bergantian.


‘Mengeluarkan uang sebanyak ini tanpa ragu ... aku yakin dia pemuda kaya raya.’


Ada kabar tentang Perjamuan Bulan yang akan dilaksanakan tidak lama lagi. Si resepsionis wanita yakin pria di depannya adalah bangsawan. Tidak ada orang selain bangsawan yang bisa menghamburkan uangnya seperti itu.


“Kalau begitu silahkan lewat sini, pelanggan terhormat. Kami tidak akan melakukan pemeriksaan namun untuk jaga-jaga aku akan menemanimu.”


“Ikuti aku, pelanggan terhormat.”


Arcturus pergi melalui pintu di belakang meja resepsionis, terdapat sebuah tangga yang mengarah ke bawah.


Hanya ada obor yang meneranginya. Butuh beberapa menit untuk Arcturus tiba di tempat yang menjadi tujuannya. Tempat yang lebih terang dari tangga sebelumnya.


Ada banyak gadis di ruangan yang tampak seperti kamar hotel namun terbuka dan hanya dibatasi oleh jeruji.


“Disinilah kami menyimpan budak berkualitas, pelanggan terhormat.”


Ada tiga tingkatan dari tempat budak di hotel ini. Tingkat pertama adalah tempat di mana Arcturus berada saat ini.


Tingkat pertama adalah budak berkualitas yang sering disewa untuk memuaskan nafsu. Bahkan beberapa dibeli dengan harga yang sangat tinggi.


Tingkat kedua adalah tempat di mana budak dengan tampang dan kualitas biasa saja. Ini adalah tempat yang akan dikunjungi rakyat jelata untuk berhubungan intim dengan harga murah. Mau bagaimanapun, para wanita penghibur di luar mematok harga cukup tinggi.


“Apa ada yang menarik perhatianmu, pelanggan terhormat?” Resepsionis tersenyum nakal dan merentangkan tangannya.


“Lantai tiga.”


“Maaf?” si resepsionis tampak bingung. Dia merasa salah mendengar perkataannya.

__ADS_1


“Aku ingin pergi ke lantai tiga. Bawa aku ke sana segera.”


“N-namun itu bukan tempat yang memiliki budak wanita berkualitas untuk berhubungan.”


Arcturus ingin berteriak 'Siapa bilang aku ingin memuaskan nafsu?!' namun dia menahannya.


Alasannya ke tempat ini hanya untuk menemukan seorang wanita.


“Apa uang itu tidak cukup?”


Resepsionis tersenyum dengan wajah bermasalah, “T-tentu saja ini lebih dari cukup! Kamu bisa memesan primadona di hotel ini selama seminggu dengan semua uang ini!”


“Primadona? Yah apapun itu bawa aku ke lantai tiga.”


“Di-dimengerti.”


Ada alasan mengapa si resepsionis tampak tidak percaya Arcturus ingin menuju tempat itu. Mau bagaimanapun lantai tiga adalah letak budak baru yang tidak memiliki kualitas dan penyakitan.


Wanita penghibur yang mengidap penyakit, budak sakit, buruk rupa dan berbagai hal lainnya. Ini adalah tempat yang paling rendah kualitasnya.


Setibanya di sana Arcturus bisa mencium aroma tidak sedap. Tempat ini sungguh terlantar, hanya ada beberapa toilet kumuh dan tidak ditutupi apapun.


Para budak yang tatapannya sudah mati dan tak memiliki harapan hidup menyadari kehadiran Arcturus. Meski begitu mereka kembali meratap seakan tak peduli lagi.


Arcturus juga mengabaikan mereka dan mulai berjalan.


“Lantai tiga adalah tempat terbuang, pelanggan terhormat. Ini bukan tempat yang layak untuk orang sekelas dirimu kunjungi.”


Arcturus mengabaikannya dan terus berjalan melewati budak di sekitarnya. Mulai dari yang sakit, sekarat, bahkan sangat kerempeng.


Meski sakit rasanya ketika mengabaikan tatapan mereka yang ingin ditolong.


‘Ini dia ... orang yang aku cari selama ini.’


Orang yang bahkan tidak bisa Arcturus temukan di kehidupan sebelumnya meski dia memiliki informasi dari novel.


Seorang gadis dengan rambut putih panjang yang menutupi seluruh wajahnya. Pakaian putih yang kotor, tubuhnya penuh dengan luka sayatan serta kedua tangannya dirantai ke dinding.


Hal paling mencolok dari penampilannya adalah dua tanduk kemerahan mencuat daripada keningnya.


“Sangat menyedihkan.”


Wanita itu mengangkat kepalanya, rambutnya tergerai sehingga Arcturus bisa melihat wajah dan ketiga mata merah menatap penuh kebencian.


“Siapa kau?”

__ADS_1


__ADS_2