Im Not Main Character

Im Not Main Character
Pemandangan Menjijikkan


__ADS_3

Pagi hari tiba, Arcturus dan rombongannya bersiap untuk pergi. Awalnya Yukino dan para pengawalnya berencana pergi lebih dulu, tetapi siapa sangka mereka memiliki tujuan yang sama?


Yukino menyampaikan bahwa mereka akan berkunjung ke wilayah Silverstone untuk menemui rekannya yang lain. Tentunya tidak ada alasan untuk tidak pergi bersama.


Selain itu tampaknya barang-barang bawaan Yukino telah hancur diserang monster sehingga mereka tidak bisa menolak kebaikan Arcturus.


Saat mengetahui itu Evelyn tampak tidak masalah dan bersikap sebagai bangsawan ramah meski dia memiliki rasa curiga kepada Arcturus.


Arcturus berakhir satu pedati dengan Yukino dan Alda.


“Ada apa?” tanya Alda ketika Yukino terus menatapnya dalam waktu lama.


Yukino sedikit panik karenanya, “T-tidak, maaf atas kelancangan saya.”


“Tidak perlu terlalu sopan. Apa kamu penasaran mengapa dia terus menggunakan topengnya?” tanya Arcturus.


Yukino mengangguk, “Ya. Aku tahu ini tidak sopan namun apakah kamu menderita semacam penyakit di wajahmu?”


Alda melirik ke arah Arcturus di sisinya yang hanya menatap pemandangan di sekitarnya.


“Pria ini bilang ada banyak alasan untuk tidak membiarkan wajahku dilihat banyak orang.”


Yukino tidak mengejar lebih jauh. Pernyataan yang dibuat Alda tentunya misterius dan tidak menjawab pertanyaannya sama sekali. Namun dia merasa tidak perlu menggalinya terlalu dalam.


“Omong-omong apa tujuanmu pergi ke Silverstone?” tanya Arcturus.


Yukino sedikit diam dan menunduk sebelum menunjukkan tatapan serta senyum sedihnya.


“Aku mencari obat mujarab untuk menyembuhkan orang tuaku.”


‘Obat? Orang tuanya? Apa yang orang ini katakan.’


Arcturus tidak percaya mendengar hal itu, padahal protagonis utama harusnya lebih dari cukup untuk membantunya. Tidak perlu bagi Yukino berkelana untuk mencari obat.


Selain itu Arcturus tidak pernah mendengar hal ini, mungkin karena dia tidak pernah mengalami pertemuan dengan Yukino. Bahkan di dalam novelnya tidak menjelaskan banyak sampai perang tiba.

__ADS_1


“Jika kamu keberatan maka tak perlu dijawab. Memangnya apa yang menimpa orang tuamu?”


“Tidak. Ini bukan masalah besar hanya—”


Ada gejolak internal di Kekaisaran Tengu itu sendiri. Itu adalah tentang pertengkaran beberapa klan yang saling bermusuhan satu sama lain karena suatu hal.


“Ada enam klan kekaisaran dan Tokugawa adalah salah satunya. Kami cukup kuat untuk ditakuti yang lain, meski kami menyatakan kenetralan namun tetap saja klan lain tidak mempercayainya.”


Di dalam novel Tokugawa adalah salah satu klan kuat yang ada di Kekaisaran Tengu. Itu adalah klan yang ditakdirkan untuk menjadi penguasa maupun penakluk karena darah yang telah diwariskan sejak leluhur pertama.


Klan itu akan menjadi garda terdepan demi mencegah rencana invasi Kekaisaran Callope. Pada kehidupan sebelumnya Arcturus tidak mengubah banyak hal selain menyelamatkan protagonis utama yang diambang kematiannya.


Arcturus saat itu belum menyadari sama sekali bahwa itu adalah momen pembuka di mana dunia ini menuju kehancurannya.


Pada kesempatan kali ini Arcturus tidak boleh membiarkan hal yang sama terjadi dan memaksanya melalui rute yang sama dengan dunia sebelumnya.


“Dikarenakan kami, Tokugawa memiliki sejarah panjang dan memiliki peran besar dalam menciptakan Kekaisaran Tengu, klan lain mulai khawatir. Namun pada akhirnya klan lain mengambil tindakan ekstrim.” Yukino memejamkan mata dengan pahit.


Tindakan ekstrim tersebut adalah dengan menjatuhkan racun serta kutukan yang kuat kepada orang tua Yukino. Kutukannya mungkin bisa disembuhkan perlahan, tetapi racunnya menyebar setiap saat.


Arcturus menopang kepalanya dengan dagu selagi mengingat secara detil dan menganalisisnya.


Pengalamannya menjalani kehidupan sebelumnya, dan pengetahuannya yang berdasar dari novel pasti memiliki informasi tersirat. Informasi yang menunggu ditemukan.


“Namun tidak peduli ke mana aku pergi, pada akhirnya tidak ada satupun obat yang benar-benar menyembuhkannya!”


Sekali lagi Arcturus akan mengatakan itu cukup aneh untuknya kebingungan. Bukankah protagonis utama yang berada di sana lebih dari cukup?


Yukino harus dekat dengannya, lagipula keduanya sudah sejak kecil bersama.


“Bukankah Kekaisaran Tengu memiliki banyak orang hebat? Bahkan aku dengar rumor bahwa ada penyihir aneh yang menyia-nyiakan bakatnya untuk menjadi ilmuwan atau semacamnya?”


Bukan rumor ketika Arcturus yakin itu benar. Orang gila itu bisa dipastikan sekarang sedang membuat hal gila dengan kepribadian seperti itu.


“Ah, hanya ada satu orang yang bisa disimpulkan. Namun sayangnya, ada kendala besar yang membuatnya tidak bisa melakukan apapun.” Yukino tersenyum masam karenanya.

__ADS_1


Jika Arcturus mengecualikan protagonis utama lainnya, maka hanya tiga orang saja di Kekaisaran Tengu yang bisa menahan bajingan gila itu.


“Jadi begitu, maaf membuatmu mengatakan hal yang membebani. Meski begitu aku tidak tahu bisa membantu atau tidak, tetapi bisakah aku mendengar rincina kutukan juga racunnya?”


Yukino tampak tercerahkan seakan-akan baru mendapatkan hidayah, “Sungguh! Apapun itu jika layak dicoba maka akan aku lakukan!” dia segera mendorong Arcturus dengan semangat kekanakan.


Dia menjelaskan bahwa kutukan itu membuat orang tuanya tak mampu bergerak sedikitpun hingga bahkan berbicara. Namun yang mengerikan adalah racunnya. Itu racun aneh yang menggerogoti tubuh dari dalam.


Meski terdengar sederhana namun situasinya seburuk itu. Keduanya mungkin sudah mendekati sekarat jika terus di diamkan.


Arcturus tahu cara pasti menyembuhkannya, tetapi akan butuh waktu dan usaha panjang untuk mendapatkannya. Oleh karena itu solusi yang bisa dikatakan amatlah sederhana.


“Aku tidak tahu akan berhasil atau tidaknya, tetapi ini patut dicoba. Ada cara untuk menghambat perkembang biakan racunnya sementara kamu bisa terus mengobati kutukan dengan holy water kualitas tinggi.”


Yukino mulai dengan serius benar-benar mendengarkannya sampai tidak ingin melewati setiap napas yang Arcturus ambil.


Segera mereka akhirnya tiba di wilayah Silverstone setelah perjalanan panjang. Rombongan Yukino tampaknya memilih arah berlawanan.


“Sekali lagi mohon terima kasih banyak atas pertolongan dan keramahtamahan anda, Arcturus —sama. Kalau begitu kami permisi.”


Mengatakan itu mereka membungkuk dengan hormat seperti bangsawan pada umumnya. Suka ataupun tidak dia perlu melakukannya demi menghindari tatapan mengerikan Evelyn yang ikut mengantar kepergiannya.


Mereka melanjutkan perjalanan menuju hotel yang sudah disiapkan untuk peserta Perjamuan Bulan.


”Apa yang ingin kamu lakukan di tempat aneh seperti ini?” Alda mengerutkan keningnya dengan kesal karena pemandangan tidak lazim yang dia lihat.


Bahkan Arcturus jarang membuat wajah yang terkesan jijik dan marah terhadap sesuatu.


“Kita akan menghancurkan orang yang membuat pemandangan mengerikan seperti ini.”


Sesuatu yang bahkan sudah dia benci saat masih tinggal di bumi.


“Inilah Silverstone. Sebuah wilayah bangsawan yang memperdagangkan dan mempertontonkan perbudakan sebagai penghasil uang.”


Bajingan yang membuatnya jijik dan marah ini menjadi tuan rumah untuk Perjamuan Bulan.

__ADS_1


__ADS_2