Im Not Main Character

Im Not Main Character
Terhebat Dan Ceria, Lifana!


__ADS_3

Golden Key adalah kunci untuk membuka brankas tertentu. Tidak hanya ada harta, tetapi hal-hal menarik lainnya akan ditemukan di sana.


Apa yang Arcturus inginkan adalah catatan tertentu yang ditinggalkan di sana. Namun dia tak berharap naga meninggalkan sesuatu.


“Peninggalan naga untuk Gadis Surgawi ... apa mungkin yang dimaksud adalah Alda?”


Hanya Alda yang paling mungkin memiliki hubungan dengan Alda. Arcturus tak bisa memikirkan orang lain selain dia.


“Paw!”


Selain itu, Arcturus cukup kerepotan dengan ular putih yang mengeluarkan suara unik ini.


‘Mama!’


Suara gadis kecil yang tampak riang di kepalanya. Itu pasti si Basilisk kecil yang berbicara dengannya.


“Aku bukan ibumu.” Arcturus mengerutkan keningnya selagi membiarkan ular itu melingkar di bahunya dan menggosokkan kepalanya.


‘Papa!’


Arcturus ingin mengoreksinya sekali lagi namun mengurungkan niatnya. Setidaknya itu lebih baik ketimbang dipanggil ibu.


‘Papa aku lapar!’


“Pasti lelah bagimu setelah berjuang melepaskan diri dari cangkang. Kalau begitu mari kita makan.”


Cangkang itu tampak seperti berlian dan bahkan mungkin memiliki kekerasan yang sama. Arcturus berniat menelitinya nanti dan membereskan semuanya ke dalam cincin dimensi.


“Kita akan bicara setelah kamu makan ular kecil. Tolong jangan serang atau lukai siapapun tanpa aku minta.”


Arcturus adalah kontraktornya, dan ular kecil membuatnya tanpa kesepakatan setara. Jadi sangat mungkin ular ini masih naif dan akan menuruti perkataannya.


‘Baik papa!’


Identitas bayi Basilisk perlu disembunyikan bahkan dari keluarganya. Arcturus tak ingin melibatkan mereka dalam hal ini.


Namun sebagai gantinya dia harus membuka rahasia tentang pertemuannya dengan Jomungandr. Arcturus perlu mencampurkan kebenaran dan kebohongan untuk membelokkan sebagian fakta.


***


Seperti yang diharapkan bahwa Alvalous dan Shin akan mempertanyakan ular itu. Selagi ular kecil makan tanpa kenal dosa, ditemani Spica dan kelinci-kelincinya, Arcturus memulai kebohongannya.


• Teman-temanku sehat. Mereka tampak lebih gemuk.

__ADS_1


Si pembunuh berkata dengan suara lembut. Yang dia maksud temannya mungkin adalah para kelinci yang menjadi teman bermain Spica.


Arcturus mengabaikannya dan menceritakan asal-usul ular putih.


Kisah yang dia sampaikan adalah dirinya bertemu dengan Jomungandr di insiden yang menimpa pelabuhan. Saat itu dia sedang berjalan-jalan dan menemukan ular itu sekarat karena pertarungannya dengan Zegion. Di situ jugalah Arcturus menyebutkan pertemuan pertamanya dengan Alda.


Selagi Alda menghadapi Zegion, Arcturus berbicara dengan Jomungandr dan mendapatkan tugas untuk menjaga telur juga membesarkannya.


“Dan begitulah ceritanya. Aku sendiri tak menduga bahwa dia akan menetas secepat ini.”


Shin mengelus dagunya dengan penuh minat, memandang Arcturus dengan seksama dan tersenyum misterius. Tampaknya orang itu menemukan bahwa Arcturus membuat kebohongan.


Shin adalah orang yang paling Arcturus ragukan untuk termakan kebohongan ini. Entah bagaimana caranya, Shin memiliki evaluasi tinggi tentang dirinya. Itu bukanlah kelainan seperti brocon atau sejenisnya.


Alvalous di sisi lain mengerutkan alisnya sedikit dan tampak memiliki pemikiran mendalam. Dia kemudian menatap Arcturus dengan tatapan yang tidak dimengerti olehnya.


“Jomungandr ular itu mungkin berada di puncak evolusinya, ayah pernah mendengar tentang itu.”


Arcturus mengangguk, tidak ada gunanya berbohong tentang hal itu.


“Ya. Faktanya dia bisa berbicara dengan lancar. Bahkan tampaknya, dia sudah berada di ujung umurnya sehingga Black Parade mampu mencabut nyawanya.”


Shin, Lyura bahkan Evelyn tampak terkejut tentang fakta bahwa Jomungandr sekarat sebelum melawan Zegion. Namun Alvalous tampak tak terkejut sama sekali, dia seakan-akan memiliki hal lain untuk dipikirkan.


Arcturus dengan tegas menjawabnya, “Tidak ada, ayah. Dia hanya ingin aku menjaga keturunannya.”


Tentu saja ada panggilan menyebabkan seperti Putra Alam namun Arcturus tak perlu menceritakannya sampai dia tahu apa artinya.


“... begitu. Jadi begitu,” Alvalous mulai bergumam sendiri dan terlihat sangat lega untuk beberapa waktu sebelum kembali memasang wajahnya yang lembut seperti biasa. “Mumpung kamu di sini, bagaimana kita makan bersama? Sudah lama sejak terakhir kali kita berkumpul.”


Tidak ada alasan untuk menolak jadi Arcturus meluangkan waktunya. Selama waktu makan dia banyak menceritakan segala hal yang terjadi di Silverstone.


Alvalous dan Shin cukup banyak memuji karena Arcturus membantu Evelyn melarikan diri. Di sisi lain Lyura makan dengan acuh, sementara Evelyn melirik Arcturus dari waktu ke waktu.


Selepas makan Arcturus segera ke kamar dengan ular kecilnya. Ular kecil itu melilit badan Arcturus dan menggosokkan kepalanya ke wajahnya. Itu cukup menyebalkan karena sisik reptil tidak lembut.


“Sekarang ular kecil, apa kamu memiliki ingatan atau semacamnya? Indukmu mengatakan mewarisi sesuatu kepadamu.”


Ular kecil itu pindah ke kasur dan melingkari tubuhnya, dia menatap Arcturus dengan mata emas reptilnya. Sekilas ular ini tampak lucu meski fakta bahwa identitasnya adalah ular masih mengerikan.


‘Ingatan? Aku tidak tahu papa! Aku hanya yakin bisa melakukan apapun karena aku hebat!’


Seperti yang diduga bahwa ular ini masih memiliki mental bocah lima tahun sekalipun sudah menjadi telur ratusan tahun.

__ADS_1


“Kalau begitu apa kondisi untukku menjadi kontraktor? Harusnya kamu membuat semacam kesepakatan denganku agar kita bisa menjadi mitra.”


Ular kecil itu hanya memiringkan kepalanya dengan bingung.


‘Kesepakatan? Aku tidak tahu itu. Aku hanya ingin terus berada di sisimu ayah!’


Arcturus menghela napas lelah. Sia-sia saja berusaha melakukan percakapan serius dengan seorang bocah.


‘Namun dia pastinya kuat.’


Jomungandr dan naga mungkin mewariskan pengetahuan mereka tentang cara menggunakan sihir dan semacamnya. Ular kecil ini pasti akan secara tidak sadar mampu melakukan hal-hal hebat.


Belum lagi dia yang terakhir dari jenisnya yakni Basilisk. Jika dunia tahu tentang identitas si kecil ini, mungkin akan ada banyak orang yang berusaha memburunya.


“Kalau begitu baiklah. Aku akan terus berada di sisimu dan takkan meninggalkanmu. Sebagai gantinya kamu harus menuruti perkataanku.”


‘Ya, papa!’


Arcturus mulai memikirkan sesuatu tentang ular kecil ini. Dia masih belum memiliki nama, sebagai kontraktor sekaligus walinya, ada kepentingan memberikan nama yang bagus.


‘Tidak mungkin aku memberinya nama White ataupun Snake, kan?’


Entah untuk alasan apa Arcturus memunculkan kenangan masa lalunya. Kenangan ketika dirinya adalah Evans Canopusius.


Itu kenangan tentang seorang wanita yang tersenyum cerah di padang bunga. Wanita itu tampak sangat bahagia selagi menggandeng tangannya. Dengan anehnya, Evans tak bisa mengingat wajahnya.


“Mulai sekarang namamu adalah Lifana. Tidak ada arti khusus. Namun aku berharap kamu akan bisa terus ceria dan tersenyum seperti orang yang aku kenal.”


Lifana, wanita yang tak bisa Evans ingat kembali lantaran sudah menjalani tiga kehidupan.


‘Lifana ... aku suka itu, papa! Mulai sekarang aku adalah Lifana yang terhebat dan ceria!’


Arcturus tersenyum lembut dan mengelus lembut kepala Lifana.


Untuk alasan yang tidak diketahuinya Arcturus merasakan sakit di dada dan perasaan kehilangan.


****


Sedikit spoiler terkait ilustrasi yang sedang dalam pembuatan!!!!



Bisa menebak siapa? Fu fu, gw sangat menyukai ilustrasi ini jadi mohon dinantikan!!!!

__ADS_1


__ADS_2