
“Wanita gila ... apa-apaan dengan seranganmu itu, hah?!” Zegion mengamuk dan berteriak dengan keras.
Arcturus sedikit berkeringat karena Lich yang melayang di depannya mengerikan. Dia memiliki banyak pengalaman buruk dengan bajingan Lich ini.
“Tampaknya dia benar-benar terkejut dengan seranganmu, Alda,” ujar Arcturus dengan tawa kecil. “Kamu pasti terkejut karena serangan fisik dapat melukaimu.”
Ini adalah informasi bagus karena Zegion lemah terhadap pedang Alda. Pada kehidupan sebelumnya Arcturus pernah berhadapan dengan Zegion beberapa kali.
Namun di setiap pertarungan itu Arcturus tidak bersama Alda karena kala itu dia mengarahkannya melakukan hal yang lebih krusial.
Saat itu Arcturus belum memiliki informasi tentang atribut penyerap. Dia baru mengetahuinya saat kekacauan terakhir kali yang membuatnya harus mengulang dunia.
“Atribut itu tidak seharusnya ada di tanganmu ... aku akan mengambilnya segera!”
Zegion merentangkan kedua tangannya, jubahnya berkibar oleh angin dan segera api kebiruan merembes keluar dari tubuhnya.
tanah di bawah Zegion perlahan hancur dan membentuk bola besar. Api kebiruan segera membakarnya, menciptakan meteor dari api kebiruan yang membara.
“Itu berbahaya ... cepat pergi!” Jomu berkata dengan suara rintihan. Dia tampaknya sudah mencapai batasnya.
Arcturus kagum dengan ketahanan Jomu karena bisa tetap hidup meski menerima luka seperti itu.
Meteor dengan api biru itu jelas berbahaya namun entah mengapa Arcturus tidak merasa panik ataupun risau. Saat ini meteor bukanlah ancaman apapun.
Meski mungkin memalukan menyerahkan semuanya kepada Alda, dan mungkin dia akan kerepotan mengatasinya namun Arcturus yakin semua akan baik-baik saja.
Selain itu, Arcturus memiliki informasi lebih banyak dari yang lainnya.
“Apa kamu yakin akan mengikat diri demi menghadapi kami sekarang? Jangan bilang kamu lupa tujuan utamamu.”
Zegion tidak mungkin datang hanya untuk membunuh Jomungandr dan menghancurkan Pelabuhan Timur. Dia memiliki tujuan yang tidak sepele sampai melakukan semua ini.
“Kamu berbicara seakan-akan tahu segalanya. Andaikata aku memiliki tujuan seperti yang kamu katakan, apa yang bisa diraih dari tempat ini?”
Pelabuhan Timur tidak memiliki apapun selain kapal dan ikan. Selain itu ini hanya kota yang menjadi benteng lautan untuk mencegah serangan benua utara nantinya.
Apa yang bisa diambil dari tempat pelosok seperti ini? Apakah itu harta? Tentu saja tidak, Undead seperti Zegion tidak membutuhkan hal-hal materialistis seperti itu.
Sebagai pembaca dan orang yang menjalani dunia ini dua kali, Arcturus tahu tentang banyak hal. Meski dia tidak memprediksi bahwa Zegion datang secepat ini namun dia tahu tujuan bajingan ini.
Arcturus berlagak seakan-akan berpikir keras untuk mencari jawabannya namun senyuman mengejeknya tidak disembunyikan.
“Kamu adalah mayat hidup yang aku yakini menyesal menjadi makhluk tanpa tubuh tetap.”
__ADS_1
Undead adalah jenis keberadaan jiwa yang menetap dan tak pergi ke alam sana. Mereka hanya memiliki dua hal yang membuatnya menetap.
Mulai dari memiliki penyesalan pada kehidupan sebelumnya dan terdapat tujuan yang ingin dia capai sebelum kematiannya. Undead jenis ini biasanya berusaha menyelesaikan penyesalan atau mencari cara untuk pergi ke peristirahatan terakhir.
Namun Lich seperti Zegion adalah kasus yang berbeda. Dia menjadi Undead karena keinginannya pribadi, bukan karena memiliki penyesalan atau tujuan yang harus dicapai apapun caranya.
Bajingan ini tidak mencari cara untuk mencari peristirahatan terakhir, namun dia terus saja mencari kekuatan.
Kekuatan yang dibutuhkan oleh Undead dan kelompok jahanam seperti Black Parade.
“Kamu mungkin mencari "Bubur Istimewa" di tempat ini.”
Arcturus tidak bisa melihat wajah di balik tudung Zegion, tetapi dia yakin bajingan itu tertegun meski sedikit.
Bubur Istimewa adalah perumpamaan dari benda yang sedang dicari Zegion. Itu adalah peninggalan dari masa lalu, meski bukan Artefak namun manfaatnya tak tergantikan.
“Aku baru pertama kali mendengarnya. Apa itu makanan yang dibuat dengan kotoran hewan?”
“Jika bajingan setua dirimu tidak tahu, maka kamu hanyalah ikan di kolam yang kecil.”
Kebohongan yang bodoh, mustahil Zegion tidak mengetahuinya. Di tempat ini mungkin cuma Alda yang tidak tahu tentang Bubur Istimewa.
Itu adalah benda yang sudah Arcturus rencanakan untuk ambil.
“Terima kasih, aku sangat bangga diberkati kemampuan ini,” ujar Arcturus. “Tidakkah kamu harus mencari benda itu ketimbang berurusan dengan kami? Ratu sialan itu pasti akan sedih saat tahu kamu membuang-buang waktu.”
Alda hanya menyimak sejak tadi, dia tahu ini bukan waktu yang tepat untuk intervensi sebagai pihak yang tidak mengetahui apapun tentang semua ini.
Namun berbeda dengan Alda, keberadaan lainnya tidak mempertimbangkan hal semacam itu.
“Ratu? Yang ... kau maksud—”
Arcturus tersenyum kecut, dia berharap lebih baik bagi Jomu untuk diam saja.
“Ya, pemimpin dari Black Parade.”
Ratu yang memimpin para bajingan Black Parade dan menjadikan Lich sebagai kaki tangannya. Dia adalah orang yang mengerikan, Arcturus tidak bisa melupakan pertemuan pertamanya dengan wanita itu.
“Blood Queen yang menyeramkan,” Arcturus tersenyum kepada Zegion.
Arcturus tidak ingin mengungkapkannya pada tahap ini, itu karena dia akan mendapatkan pengawasan dan hal merepotkan. Siapapun yang mengetahui tentang Ratu pada tahap ini pasti akan mendapat perhatian dari Black Parade.
“... siapa kamu? Kamu jelas bukan bajingan biasa.”
__ADS_1
Zegion bereaksi keras untuk pertama kalinya. Bagaimana tidak? Pemimpin yang selama ini disembunyikan dari dunia nyatanya diketahui oleh seseorang.
Seorang pemuda lemah dari rumah tangga bangsawan tua yang hanya menikmati wilayahnya sendiri. Belum lagi itu berada di wilayah terpencil, bagaimana bisa pemuda seperti ini mengetahuinya?
“Tidak penting siapa aku sebenarnya. Bukankah kamu seharusnya sadar bahwa sang Ratu tidak akan diam saja ketika tahu kamu bermalas-malasan?”
“...”
Zegion menjadi sunyi dalam waktu yang lama. Sampai akhirnya api lentera miliknya sedikit redup seakan-akan menunjukkan dia selesai berpikir.
Meteor dengan api biru miliknya juga mulai terbang menjauh dan bentuknya mulai mengecil.
“Mungkin benar bahwa Ratu tidak akan memaafkan. Namun tahukah kamu? Dengan informasi bahwa ada udang kecil tahu tentangnya, itu sudah cukup meredakan kemarahannya meski aku gagal mendapatkan Bubur Istimewa.”
Arcturus diam-diam bernapas lega karena Zegion tampak akan mundur. Memulai pertarungan serius dengannya di sini tidak menguntungkan. Bahkan Alda saat ini masih belum cukup kuat untuk menantang Zegion.
“Ya, katakan itu padanya. Bahwa seorang pemuda jelek mengetahui sosoknya.”
Dari balik tudungnya Zegion mungkin tersenyum, suara tawa kecil juga keluar darinya.
“Wajahmu itu lumayan bocah tengik. Kamu jelas termasuk ke dalam tipenya.”
‘Bajingan gila.’
Arcturus tidak ingin mengungkapkan kepada Zegion tentang Blood Queen karena alasan itu.
Di kehidupan sebelumnya dia diburu habis-habisan karena perintah Blood Queen yang menginginkannya. Dia adalah wanita yang memiliki gairah besar kepada pria yang memenuhi kriterianya.
“Yah, kali ini kalian menang. Namun tidak ada lain kali, pertemuan berikutnya akan menjadi pertempuran penuh darah. Arcturus Religia dan wanita bajingan, aku akan mengingat kalian berdua.”
Zegion perlahan melayang, dia melihat ke bawah dan menatap bergantian antara Arcturus dengan Alda.
“Akan kuberikan hadiah perpisahan kepada kalian. Tangani ini dengan baik!”
Meteor yang mengecil mulai melayang ke arah tertentu. Dari getarannya tampaknya Zegion sengaja mengecilkannya dan akan membuatnya meledak.
“Bajingan gila hentikan itu!”
Arcturus mengumpat kesal karena tahu ke mana meteor itu akan pergi.
“Ha ha ha, sampai jumpa lagi!”
Zegion segera menghilang dengan teleportasi miliknya. Namun ini bukanlah akhir karena meteor yang sedang menuju Pelabuhan Timur akan segera meledak.
__ADS_1