Im Not Main Character

Im Not Main Character
Kesepakatan Dengan Blodwyn


__ADS_3

Perjamuan berlalu begitu saja. Tak pernah Arcturus berharap akan sangat lelah seperti ini menghadiri acara bangsawan.


Awalnya berjalan dengan damai begitu saja hingga Arcturus membuat janji bertemu dengan Blodwyn malam ini. Namun setelah itulah semuanya menjadi kacau.


Para gadis bangsawan mendatanginya satu persatu dan membahas hal-hal untuk menarik minatnya. Namun kebanyakan penasaran tentang sosok Arcturus itu sendiri.


Tampan itu malapetaka bagi introvert yang lelah untuk berinteraksi dalam waktu lama. Arcturus tentunya bukan antisosial, tetapi melakukannya dalam waktu lama menguras mentalnya.


Dari atas kasurnya Arcturus menghela napas dengan lelah. Dia butuh waktu untuk sendiri dan meratapi hidupnya, tetapi mengingat kembali regresi sebelumnya jelas membuatnya tak bisa bersantai.


“Aku berhasil membawa Alda ke sisiku lebih awal, menarik Blodwyn untuk bekerjasama, dan membebaskan putri Ogre. Sejauh mana masa depan akan berubah, ya?”


Tok! Tok!


“Masuk.”


Alda yang tidak menggunakan topengnya muncul. Dia menggunakan piyama hitam yang cocok dengan pesona gelap miliknya. Namun yang membuat Arcturus penasaran adalah mengapa dia membawa pedangnya?


Arcturus duduk dan bersandar di kasurnya, “Apa ada yang kamu butuhkan, Alda?”


Alda mengangguk dan mengerutkan alisnya, “Ada yang mengawasi kita.”


Kening Arcturus berkerut dalam mendengarnya.


“Apa kamu bisa memastikan arah dan jumlahnya?”


Alda mengangguk seakan-akan itu hal mudah, “Hanya ada satu orang. Aku tidak yakin bagaimana caranya, tetapi itu dari jarak yang cukup jauh. Mungkin tempat tertinggi di kota ini.”


“Ah, jadi begitu,“ Arcturus beranjak pergi dari kasurnya dan menggunakan pakaiannya. “Yah, abaikan itu selama dia tidak mengancam.”


Arcturus sama sekali tidak peduli tentang mata-mata itu. Bahkan jika tujuannya adalah mencari informasi, takkan ada hal berguna yang dia dapatkan.


Namun tampaknya sikapnya membuat Alda tidak senang. Arcturus pada akhirnya menghela napas dan menjelaskannya.


“Itu bukan bawahan pangeran kedua atau kelompoknya. Aku mengenalnya jadi jangan khawatir, orang itu hanya pemalu.”


“... begitu.”


Alda tidak puas namun setidaknya dengan ini dia tidak akan mengejarnya lebih jauh. Dan, Arcturus berharap si penguntit ini tidak melakukan hal bodoh yang membuatnya diburu.


Arcturus tidak percaya diri mampu menghentikan Alda untuk melakukan sesuatu terhadapnya.


“Sampaikan pada Mary, aku akan menemui Blodwyn. Jangan menungguku.”


Malam penting untuk menentukan hubungan di masa depan akan dimulai. Arcturus tidak berharap membawa Mary maupun Alda. Toh, lebih aman baginya bergerak sendirian.

__ADS_1


Selain itu—


• Jubahku ada di kota ini.


Arcturus perlu setidaknya melakukan sesuatu kepada bajingan gila yang terus berbicara di kepalanya sebelum dia mengatakan hal aneh tentang Dewa Kematian lagi.


****


“Terima kasih telah memenuhi permintaanku di waktu ini, Tuan Muda Arcturus.” Blodwyn tersenyum lembut.


Blodwyn yang entah mengapa menggunakan setelah jas pria dengan rambut diikat untuk mengekspos lehernya, memiliki suasana yang menyegarkan.


Di sisi lain Arcturus hanya menggunakan kemeja putih lengan berjumbai.


Mereka berada di lantai dua restoran dengan pemandangan terbuka. Arcturus mengamati sekitarnya, tampak jelas Blodwyn telah melakukan reservasi untuk lantai ini.


Ada beberapa orang di tempat lain yang tampaknya pengawalnya. Selain itu, ada juga beberapa orang yang mengawasi dari tempat lain.


“Kamu sangat memperhatikan lingkungan, ya.”


Blodwyn tersenyum masam, “Maaf jika ini membuatmu tidak nyaman. Dengan apa yang terjadi tadi siang, aku khawatir Bellion mengutus tikus.”


Arcturus sama sekali tidak mempermasalahkan tentang itu. Hal yang membuatnya terkejut adalah pengawalnya sama sekali tidak menyadari sosok yang memata matai Arcturus pribadi.


“Tentang apa yang kamu katakan sebelumnya, kamu sungguh mengetahui cara menghilangkan kutukan, kan?”


“Kamu pastinya tahu tentang apa yang menimpaku dan keluargaku, kan?”


Insiden yang membakar kediamannya dan menewaskan ratu ke tiga dalam api terkutuk. Arcturus tahu sedikit tentang itu melalui pengalamannya.


“Api itu tidak hanya membakar, tetapi mengutuk siapapun yang terkena panasnya.”


Api berbahaya yang menggerogoti tubuh korbannya secara perlahan-lahan dan memberikan rasa sakit setiap detiknya.


Di masa lalu Arcturus pernah mengalaminya dan benar-benar menderita. Dia bisa menahannya namun tak bisa beraktivitas sehari-hari seperti yang dilakukan Blodwyn.


“Apa kamu memiliki kutukan itu di tubuhmu?”


Blodwyn tak menjawab, dia membuka jasnya dan memperlihatkan punggung dan bagian dadanya. Kulitnya merah gelap dan memperlihatkan urat-urat kemerahan.


Asap hitam juga tampak terlihat samar-samar seakan-akan sedang membakar tubuhnya secara perlahan-lahan. Itu jauh lebih mengerikan dari yang Arcturus bayangkan.


‘Sungguh luar biasa dia bisa bertindak seakan-akan sehat sentosa.’


“Curse Fire, ya? Kamu luar biasa bisa beraktivitas dengan itu.”

__ADS_1


Blodwyn tersenyum pahit, “Jika bukan karena mengkonsumsi Holy Water aku takkan bertahan.”


Itu fakta. Holy Water terbaik sekalipun takkan bisa menyembuhkannya dan hanya bisa meminimalisir kerusakan juga memperlambatnya.


“Begitu, kah? Jadi kamu ingin obat untuk menyembuhkannya.”


“Bukan untukku, tetapi saudara laki-lakiku, Aaron.”


“Pangeran keempat? Dari kabar yang beredar bukankah dia sudah tiada?” Arcturus terlibat sangat terkejut.


Dia memiliki akting yang luar biasa hebat. Arcturus adalah aktor yang hebat di tiga kehidupan.


“Itu hanya berita yang aku sebarkan karena Aaron memiliki kondisi yang lebih parah.”


Curse Fire membakar hampir seluruh tubuhnya sehingga tak bisa bergerak seperti halnya Blodwyn.


“Jadi, apa yang perlu aku lakukan untukmu demi mendapatkan obat itu? Aku harap kamu tidak menipu atau semacamnya.” Blodwyn tersenyum berani.


Segera orang di sekitarnya bereaksi untuk menunjukkan bila Arcturus terkepung.


Arcturus tidak peduli sama sekali dan mengacungkan dua jarinya.


“Penuhi dua keinginanku maka kamu akan mendapatkannya.”


“Kamu terlalu serakah. Memangnya apa yang kamu inginkan?“ Blodwyn tampak enggan, tetapi masih mau mendengarkan.


“Permintaanku yang paling mudah, aku menginginkan uang.”


Blodwyn berusaha menjaga wajahnya, tetapi masih terlihat jelas raut kebingungannya. Wajar bila bangsawan meminta uang, tetapi di situasi seperti ini, umumnya mereka akan meminta yang lebih menguntungkan.


“Uang bukanlah masalah bagiku. Namun apa betul itu—”


“Dua juta keping emas.”


Mendengar jumlahnya membuat Blodwyn tersedak dan batuk. Satu keping emas lebih dari cukup bagi rakyat jelata hidup sederhana selama sebulan.


Dan, Arcturus meminta jumlah yang tidak akan bisa dihabiskan seumur hidup jika hidup dalam kesederhanaan.


“Aku akan menukar setiap informasi yang aku sampaikan dengan jumlahnya berkala.”


Arcturus tidak akan langsung meminta dua juta, dia tahu kondisi Blodwyn saat ini tidak memiliki jumlah sebanyak itu. Bahkan jika ada, itu hanya akan membuatnya jatuh miskin.


“Itu memang memberatkan, tetapi cukup adil. Lalu permintaan terakhirmu? Sebagai catatan, jika kamu berlebihan maka aku hanya akan menerima satu kondisi.”


Arcturus tersenyum selagi menyesap anggurnya, “Aku akan memintanya nanti di masa depan. Jangan khawatir.”

__ADS_1


Belum tiba waktu di mana Arcturus perlu menyebutkan kondisi lainnya.


“Kalau begitu kita ke topik utama,” lanjut Arcturus. “Kamu membutuhkan Elixir untuk memulihkan kutukan itu.”


__ADS_2