
Guild Petualang, tempat di mana para petualang berkumpul dan menghabiskan waktunya. Mulai dari orang-orang aneh yang sudah mabuk meski di siang hari, hingga mereka yang mencari Quest.
Alda mengamati sekitarnya dengan tertarik, dia mungkin baru kali ini mendatangi Guild Petualang.
“... Ini tempat unik. Ada banyak cacing tanah yang berlaga jadi pejuang.”
Arcturus merasakan keringat mengalir di punggungnya. Kehadirannya sendiri sudah mencolok dan diperhatikan para petualang lain. Namun Alda hanya memperburuknya dengan perkataan tajam.
‘Mengapa pula naga itu mengajarinya kalimat tajam seperti ini?’
Terkadang naga yang mengasuh Alda mengajarkan hal-hal yang tidak perlu. Arcturus ingat seberapa kesal dia di kehidupan sebelumnya tentang hal mengerikan apa saja yang diajarkan naga.
“Apa tampak seperti itu semua orang di visi milikmu?”
Ada alasan untuknya membawa Alda ke sini. Arcturus berencana menilai seberapa kuat petualang di kota ini.
“Ya, namun tampaknya ada beberapa yang jauh lebih kuat dari orang lainnya.”
Alda menatap langit-langit guild, lebih tepatnya ke patung besar kstaria yang berada jauh di belakangnya.
“Terutamanya makhluk aneh yang mengamati kita dari sana.”
Mendapati tatapan dari Alda dan Arcturus, sosok yang dimaksudkan Alda segera melompat keluar. Bayangan kecil itu segera mendarat di bar secara alami.
Bartender seakan-akan mengetahuinya dan sudah menyediakan beer dingin untuk dua orang.
“Aku sudah menduga kamu akan datang bocah sialan.”
“Jika seperti itu maka bisa dikatakan semuanya sudah beres, Makarov?”
Ketua Guild Petualang cabang wilayah Religia, Makarov. Pria yang Arcturus berikan Quest secara pribadi untuknya.
“Kamu bicara dengan siapa? Itu sudah selesai cukup lama.” Makarov dengan santai mengambil gelasnya sebelum menatap Alda. “Kamu tampaknya menemukan mainan menarik selama pergi.”
Orang kuat pastinya menyadari potensi orang kuat lainnya. Arcturus tersenyum lembut terhadap hal itu. Meski ungkapan "mainan" agak tidak membuatnya nyaman lantaran itu memiliki ungkapan makna yang luas.
“Bagaimana menurutmu tentangnya?”
Makarov mengguncang lembut gelasnya. Dia tahu wanita bertopeng itu kuat namun ada yang aneh tentangnya.
__ADS_1
“Entahlah, aku tidak bisa mengukur kedalaman kekuatannya.”
Bagi Makarov orang paling mengerikan bukanlah yang lebih kuat darinya, tetapi itu adalah orang yang tidak diketahui sejauh mana batas kekuatannya.
Alda yang berdiri di samping Mary terus mengamati Makarov dengan seksama. Meski dirinya sedang menjadi bahan obrolan, tetapi itu tidak mengganggunya mengamati.
“Selain itu dia cukup menyebalkan karena terus menyelidiki tentangku. Apa kamu tidak pernah belajar sopan santun?” Makarov menatap tajam, menunjukkan aura permusuhan.
“Aku tidak bermaksud seperti itu. Hanya saja kamu ini sebenarnya apa?” tanya Alda.
Arcturus diam-diam tertawa kecil di dalam hatinya.
‘Protagonis utama memang hebat. Dengan hanya menatapnya dia langsung menyadarinya.’
Alda melanjutkan perkataannya.
“Kamu tampak seperti manusia namun ada bagian dari dirimu yang bukan manusia.”
Makarov yang mendengar itu mengerutkan alisnya dan menatap Arcturus.
“Aku tidak tahu apapun tentang itu.”
“Mari lewatkan tentang hal ini. Aku ingin tahu bagaimana kemajuan penyelidikan dan permintaanku.”
Makarov kembali menjadi tenang dan terjun ke urusan bisnis.
“Seperti permintaanmu, aku menebarkan racun pemberianmu ke lingkungan tempat mereka tinggal. Tampaknya itu lebih dari cukup untuk memprovokasi hubungannya dengan Silverstone.”
Arcturus yang dengan elegan meminum beer di gelas selagi mengguncang ringan mulai tersenyum.
“Dengan begitu Third Eye Ogre akan mulai menyerang wilayah tersebut. Mereka pasti sedang sakit kepala lantaran Perjamuan Bulan sudah dekat.”
Perjamuan Bulan diadakan di wilayah bangsawan Silverstone. Seandainya kekacauan yang disebabkan Third Eye Ogre membesar, mau tidak mau acara itu akan ditunda.
Tujuan Arcturus mengharapkan penundaan itu sederhana. Seandainya orang tuanya belum memberikan izin, maka dia akan membeli waktu sebanyak mungkin untuk menunjukkan bahwa dirinya sudah berubah.
Yah, meski begitu Arcturus tidak peduli bahkan jika Perjamuan Bulan tetap akan dilaksanakan. Lagi pula Shin akan tiba besok dan Arcturus yakin entah bagaimana dia akan mengatasinya.
“Tidak hanya itu. Aku sudah membuat Quest perburuan Third Eye Ogre di sekitar wilayah Religia. Meski tampaknya hanya ada Ogre penyendiri yang ada di sekitar sini.”
__ADS_1
Third Eye Ogre adalah monster unik yang tampak seperti manusia. Mereka memiliki dua tanduk mencuat dari kening dan taring tajam.
Ada dua jenis dari mereka. Ogre yang baik dan membentuk desanya sendiri yang tersembunyi di dalam hutan. Mereka biasanya akan hidup dalam kelompok dan tidak mengusik ataupun mau diusik.
Lalu terakhir adalah Ogre jahat yang hidup menyendiri dan menebarkan teror. Arcturus membuat Quest untuk melenyapkan Ogre seperti itu di sekitar wilayahnya.
“Itu sudah cukup. Selama desas-desus bahwa wilayah Religia melakukan pembersihan terhadap Ogre penyendiri maka itu sudah cukup.”
Mengurangi monster berbahaya di wilayahnya akan mengurangi kemungkinan peristiwa seperti di Pelabuhan Timur terjadi. Selain itu, Arcturus hanya butuh rumor yang akan sampai ke telinga bangsawan Silverstone.
“Desa tersembunyi Third Eye Ogre yang berada di wilayah itu cukup besar. Aku yakin setidaknya ada hampir dua ratus dari mereka. Apa kamu berencana menghancurkan bangsawan itu dengan menungganginya?” tanya Makarov.
“Entahlah. Third Eye Ogre sama seperti Deman atau yang kita kenal ras setengah manusia. Mereka memiliki kecerdasan setingkat kita.”
Deman atau Demi-human adalah ras yang menyerupai manusia. Ras seperti itu akan ada di cerita fantasi manapun.
Third Eye Ogre adalah monster yang bisa dikategorikan sebagai Deman.
“Aku tidak mengerti. Kamu tidak bisa berperang menunggangi kuda liar, lantas mengapa kamu memprovokasinya? Kamu akan dipenggal seandainya mereka tahu kamulah dalang utama.”
Arcturus tidak khawatir tentang itu sama sekali. Lagi pula untuk itulah mengapa dia meracik racunnya sendiri.
“Kamu mungkin tidak tahu bahwa hubungan Silverstone dengan Third Eye Ogre sangat buruk.”
Arcturus tahu bahwa keluarga bangsawan itu mengusik Third Eye Ogre beberapa kali. Terutamanya putra bangsawan itu sendiri yang memiliki obsesi liar terhadap Third Eye Ogre.
Silverstone jelas berusaha memusnahkan mereka dan memancing Third Eye Ogre untuk keluar dari desanya sekaligus, tetapi sayangnya mereka memiliki pemimpin yang bijaksana.
Bahkan saat Silverstone menculik beberapa dari mereka, Third Eye Ogre masih belum bertindak. Tindakan Arcturus saat ini adalah untuk menghancurkan perang dingin mereka.
“Tampaknya kamu tidak berencana mengungkapkan tujuanmu pada dunia, ya?” gumam Makarov dengan sedikit kecewa.
Meski dia membenci bangsawan seperti Arcturus namun belakangan ini dia tertarik kepadanya. Terutama dengan kabar angin yang terjadi di Pelabuhan Timur.
Melalui koneksinya yang luas, dia mendapatkan beberapa informasi dari para petualang. Termasuk tentang kekuatan gadis yang bersamanya.
Arcturus hanya tersenyum licik, “Jika harus kukatakan, aku ingin menjadi pahlawan untuk seorang putri kecil.”
Seorang pembaca yang juga telah memutar ulang dunia ini, Arcturus Religia yang bertindak untuk keuntungannya sendiri.
__ADS_1