Im Not Main Character

Im Not Main Character
Blodwyn Valbenzes Knight


__ADS_3

Arcturus berjalan berdampingan dengan Liebert dan Evelyn di tengah mereka.


“Aku mendengar rumor baik dan buruk tentang Tuan Muda Arcturus dari Religia. Namun terlepas dari rumor buruk tak berdasar, tampaknya benar anda orang yang sangat tampan.”


Liebert terus menyanjung sejak mereka bersama dan itu membuat Arcturus kelelahan.


‘Apa bajingan itu lupa menyambut tamu lainnya? Mengapa dia sangat tertarik denganku?’


Meski begitu dia cukup kagum bahwa Liebert dengan mudahnya melepaskan formalitas. Yah, Arcturus jika tidak begitu suka dengan formalitas jadi ini adalah kenyamanan.


“Kamu terlalu memuji. Perak bersinar dengan sangat terang, seperti itulah dirimu di mataku, Tuan Muda Liebert.”


“Ha ha ha, ini kesenangan bertemu dengan anda.” Liebert memandang Arcturus dengan mata menyelidiki. “Omong-omong aku dengar wilayah yang dikelola Tuan Shin menderita serangan monster.”


“Ya, namun anda tidak perlu khawatir, Tuan Muda Liebert,” Evelyn menyela dengan senyum lembut. “Kakak Shin sudah membereskannya dan hanya butuh waktu sampai semuanya pulih.”


“Jadi begitu? Maka dari itu kamu menggantikan kehadirannya di sini, Arcturus?”


“Sebenarnya dia memaksa. Aku tidak ingin pergi keluar sama sekali, tetapi karena keadaannya maka aku harus mengalah pada egoku.” Arcturus membuat wajah rumit dan bermasalah.


“Bajingan penipu.” Evelyn menyampaikan melalui telepati.


Arcturus terus mengabaikannya dan mengamati sekitar selagi bercakap dengan Liebert.


Liebert juga mengamati sekitarnya dengan tertarik dan tersenyum, “Tampaknya ada lebih banyak orang yang penasaran denganmu lebih dariku.”


Para bangsawan lainnya memandang Arcturus dengan penuh penasaran. Beberapa tampak ingin datang dan menyapanya, tetapi kehadiran Liebert jelas membuat mereka canggung untuk mengganggu.


“Ya, ini mungkin sedikit sulit bagi anti sosial sepertiku.”


“Haha, kamu harus terbiasa,” ujar Liebert sebelum menatap dua orang yang berada di pojok. “Omong-omong apa wanita bertopeng itu pengawalmu?”


Arcturus memandang ke arah yang sama dan menemukan Alda diam mematung.


“Ya, apa ada masalah?”


“Tidak ada. Hanya saja dia terus menyelidiki diriku.”


Arcturus tersenyum masam, “Maaf atas itu, dia tidak mengerti banyak tentang hal-hal semacam ini.”


Arcturus menjelaskan lantaran dirinya tidak pernah keluar dari kediaman dan berinteraksi dengan bangsawan lain, Alda tidak dituntut memahami itu.


“Hahaha, jangan khawatir. Aku hanya sedikit terkejut saja. Selain itu, sangat mengejutkan jika ada orang lain yang memiliki warna rambut hitam sepertimu.”


Wajar bila Alda terus mengamati bajingan ini. Meski di luarnya tampak bagus dan ramah, tidak pernah ada yang tahu bahwa Liebert melakukan dosa mengerikan.


“Kalau begitu aku pamit. Ada orang lain yang harus kusapa.”


“Baiklah.”

__ADS_1


Liebert meninggalkan Arcturus dan Evelyn berdua saja. Suasananya hening beberapa saat sebelum Evelyn membuka mulutnya.


“Kamu melakukannya dengan baik. Tetap pada jalur ini dan tak membuat masalah.”


“Jangan memerintah.”


Arcturus mengamati sekitarnya sejak tadi dan belum menemukan orang yang dia cari sama sekali.


‘Apa dia tidak datang sama sekali? Harusnya itu mustahil. Perjamuan Bulan adalah panggung sempurna.’


Ada tiga hari sampai perjamuan ini berakhir ketika bulan purnama muncul di malam terakhir. Arcturus merasa tidak perlu terburu-buru tentang itu sama sekali.


Namun jika dia tahu demikian, Arcturus akan memilih tidak hadir pada hari pertama. Dia tahu, sekawanan bangsawan akan mulai mendekatinya pada tahap ini.


Untuk alasan itulah Evelyn menetap diam mengamati situasinya.


‘Mereka tahu tak ada harapan berusaha menjalin kerja sama menguntungkan denganku maupun kak Shin.’


Arcturus mengangguk mendengar perkataan Evelyn. Pada dasarnya bangsawan adalah orang yang memikirkan dirinya sendiri. Selain untuk membangun koneksi, bangsawan muda di tempat ini berusaha meraih keuntungan tersendiri.


‘Tenang saja. Aku tahu cara bertindak.’


Tepat saat Arcturus mengatakan itu dia melihat gadis berambut merah berada di tengah bangsawan muda lainnya. Dia tampaknya berbicara dengan riang.


Melihat itu Arcturus tersenyum senang, ‘Aku menemukanmu, Tuan Putri.’


Hal itu menelan nyawa istri ke tiga raja dalam api pemusnah tersebut. Putri itu adalah salah satu yang selamat dari insiden mengerikan.


‘Namun sayangnya itu bukan kebetulan belaka. Api terkutuk, kematian ratu ketiga, dan pembuangannya adalah konspirasi.’


Kembali pada putaran hidup sebelumnya, Arcturus menguak bahwa besar kemungkinan itu adalah rencana pangeran ketiga untuk membunuh saingannya memperebutkan takhta.


Dengan banyak hal yang terjadi Kerajaan Knight sungguh jatuh terpuruk. Bangsawan timur yang diambil alih oleh bangsawan barat, dan pecahnya perang diantara tiga pangeran.


‘Bangsawan barat memihak pangeran kedua, utara pangeran ketiga dan bangsawan ibukota pangeran pertama.’


Timur yang seharusnya netral namun tak memiliki pilihan selain mematuhi bangsawan barat. Mau bagaimana lagi? Tidak seperti yang lain, wilayah timur tidak memiliki sosok pemimpin yang mempersatukan bangsawan-bangsawan.


Mereka menganut kenetralan dan hubungan menguntungkan tanpa mengusik bisnis satu sama lainnya.


Namun di kehidupan sebelumnya itu semua dihancurkan. Kekacauan besar jatuh menimpa kerajaan Knight karena pertikaian para pangeran.


“Apa yang ingin kamu lakukan?” tanya Evelyn, terkejut ketika Arcturus berjalan menuju satu tempat.


Arcturus mengabaikannya dan tersenyum. Tatapannya terpaku pada Tuan Putri yang tengah bercakap-cakap dengan bangsawan lain.


‘Kali ini aku akan menyelamatkanmu. Kamu adalah kunci utama menghindari kudeta.’


Ketika para pangeran bertarung dan bangsawan memihak mereka, maka Raja hanya bisa diam mengamati selagi menekan kerusakan yang ada.

__ADS_1


Namun diantara kekacauan itu, siapa yang akan memihak rakyat?


Wanita yang Arcturus tuju menyadari kehadirannya, dia sedikit bingung sebelum tersenyum dan menyapa.


“Apa ada yang bisa dibantu? Ini pertama kalinya kita berjumpa, kan?” suara lembut dan terdengar riang terlepas dari apakah dia merasa senang atau tidak.


Gaun yang sepenuhnya menutupi tubuhnya, berbeda dari kebanyakan wanita bangsawan yang ajan mengekspos beberapa tempat.


Rambut merah darah bergelombang dan tebal, aroma bunga menyelimuti tubuhnya. Dua bola mata besar berwarna biru langit dengan wajahnya yang cantik.


Arcturus segera membungkuk hormat dengan riang, “Senang bertemu dengan anda, Tuan Putri Blodwyn Valbenzes Knight. Tuan Muda ini adalah bangsawan yang berasal jauh di timur kerajaan ini.”


Siapapun akan bisa menyadari identitas Arcturus hanya dengan rambut hitamnya yang sungguh langka.


Segera tatapan Arcturus dengan Blodwyn bertemu. Hingga kemudian Arcturus menyampaikan namanya.


“Nama saya Arcturus Religia,” Arcturus sedikit mendekat dan berbisik sehingga hanya Blodwyn yang bisa mendengarnya. “Wahai bunga yang mencari keadilan.”


Mata Blodwyn sedikit gemetar dengan perkataan Arcturus, tetapi dengan cekatan dia menyembunyikan keterkejutannya.


“Senang bertemu denganmu juga, Tuan Muda Arcturus Religia. Saya tidak menyangka akan memiliki kesempatan bertemu dengan Tuan Muda yang konon enggan berhubungan dengan dunia luar.” Blodwyn tersenyum ramah dan riang.


“Bahkan sesekali saya perlu menghirup udara di luar wilayah Religia, Tuan Putri.”


Blodwyn tersenyum pahit, “Aku bukan lagi putri kerajaan, Tuan Muda Arcturus. Tolong panggil aku dengan apapun selain itu, nama juga tidak masalah.”


Tentu saja Arcturus tahu. Semua orang tahu bahwa Blodwyn Valbenzes Knight adalah putri Raja. Namun untuk beberapa alasan Blodwyn diusir dari keluarga kerajaan.


Bisa dibilang statusnya saat ini tidak jelas, antara turun kasta menjadi bangsawan atau mungkin rakyat jelata. Dengan ketidakjelasan itu, bangsawan sampah mencari kesempatan demi keuntungan.


Dan, Arcturus menjadi bagian dari bangsawan sampah yang mencoba mengambil keuntungan darinya.


“Baiklah. Kalau begitu mari tinggalkan formalitas, aku akan memanggilmu Blodwyn. Sebaliknya kamu memanggilku dengan nama juga, aku kurang suka formalitas kepada seorang teman.” Arcturus tersenyum masam.


Blodwyn seakan-akan tidak terkejut oleh apapun dan hanya tersenyum sangat datar.


“Baiklah, Arcturus. Tujuan apa yang membawamu kemari?”


Arcturus tersenyum, “Tampaknya kita memiliki kesamaan karena menyukai fleksibilitas dari tidak berbasa-basi.”


Perjamuan Bulan adalah ajang pertemuan bangsawan muda yang akan memimpin kerajaan ini di masa depan. Bagi beberapa kelompok ini adalah tempat sempurna membangun relasi, kekuatan, bahkan mencari jodoh.


Namun bagi sedikit orang, tempat ini adalah hidup dan mati.


“Apa anda membutuhkan bantuan rumah tangga Religia?”


Tepat ketika Arcturus menjatuhkan bom yang membuat Blodwyn terkaku, sosok lainnya ikut menjatuhkan kegemparan batin bagi Arcturus.


•... mengapa Dewa Kematian meninggalkan tempatnya dan mengamati dunia fana?

__ADS_1


__ADS_2