Im Not Main Character

Im Not Main Character
Panggilan Dari Rumah


__ADS_3

Arcturus berjalan di hutan dan menuju kediamannya dengan langkah tertatih-tatih.


“Sial, dia memukulku sangat keras ...”


Arcturus memegang perutnya yang masih terasa sangat sakit. Jika tahu dirinya akan menerima pukulan di perut, sejak awal dia akan menggunakan armor dari besi untuk meredam kekuatannya.


Namun masih hidup adalah kemenangan besar. Belum lagi Arcturus berhasil membuat Mad Dog menerima tantangannya dengan bantuan Mirae yang melerai mereka.


Mungkin Mirae takkan mengkhawatirkan putranya, tetapi Arcturus. Dalam sudut pandangnya, bangsawan seperti Arcturus sangat mungkin mengerahkan sejumlah besar orang untuk melawan Mad Dog.


Tentu saja Mirae sebagai ibunya tahu bahwa putranya akan baik-baik saja. Bahkan jika Mad Dog ditinggalkan di medan perang, kemungkinannya untuk hidup sangat tinggi.


Dan, Arcturus yang tahu lebih dari siapapun tentang kekuasaan Mad Dog masih berani untuk menantangnya.


Sekali lagi, protagonis utama memang kuat namun bukanlah yang terkuat. Protagonis utama disebut demikian lantaran mereka selalu memiliki plot armor di sepanjang perjalanannya. Bahkan peningkatan kekuatan mereka sudah disiapkan.


“Entah baik atau buruk, dunia ini dirancang tanpa perkembangan semacam itu.”


Arcturus memiliki keyakinan untuk bertarung dengan Mad Dog karena alasan itu.


The Rise of Hero In Chaostic World adalah novel yang unik.


Umumnya setiap tokoh utama dalam novel akan memiliki plot armor, peningkatan kekuatan saat terdesak, bahkan solusi dari setiap kebuntuan yang ditemuinya.


Namun The Rise of Hero In Chaostic World Ini adalah dunia novel di mana protagonis utama tidak memiliki banyak plot armor ataupun solusi di setiap jalan buntu yang mereka temui.


Terkadang mereka harus menyerah saat bertemu jalan buntu, dan sering merasakan kekalahan bertubi-tubi.


Seandainya Evans Canopusius tidak datang ke dunia ini, segalanya tidak akan pernah menjadi mudah. Bahkan jika orang bilang dia mengetahui letak emas tersembunyi, sungguh tidak mudah mendapatkannya dari lautan lumpur.


“Untuk sekarang mari mulai persiapan.”


*****


Dua hari sebelum pertarungan dengan Mad Dog. Arcturus sudah menginstruksikan Edward dan Leona terkait medan pertempuran yang akan mereka gunakan.


Selama waktu itu Arcturus juga membuat strategi tertentu dengan mereka untuk menghadapi Mad Dog.


Awalnya Mary dan Edward meragukan strategi yang direncanakan Arcturus. Bagi mereka mungkin ini adalah hal baru dan tak bisa benar-benar disebut pertarungan.


“Maaf mengatakan ini, Tuan Muda. Namun strategi anda benar-benar menyebalkan.”


Mary yang mungkin paling berpengalaman di medan tempur mengakuinya. Dia takkan pernah mau berada di sisi yang bersebrangan dengan Arcturus.


“Fu fu, namun ini sangat cocok dengan gayaku.”

__ADS_1


Hanya Leona yang dengan senang memuji rencana Arcturus.


“Tindakan paling bodoh adalah menghadapi bajingan ini secara langsung. Perutku hampir hancur kemarin jadi aku tak mau mengalaminya dua kali.”


Satu kali adalah pengalaman yang sangat cukup.


Dalam waktu itu Arcturus juga menyiapkan beberapa hal seperti potion, dan barang-barang lainnya. Bahkan ada juga beberapa jebakan kecil yang sengaja dia buat.


Arcturus mulai tersenyum kecil, “Ini akan sedikit menegangkan dan mengerikan.”


**


Satu hari tersisa untuk pertempuran yang akan datang. Selama waktu itu Arcturus memastikan semuanya sudah siap dan menghindari variabel yang mungkin terjadi.


Namun sesuatu baru saja mengganggunya. Itu adalah panggilan komunikasi video miliknya.


Bukan berasal dari Blodwyn, tetapi dari Shin.


Tanpa menunda Arcturus mengaktifkan bola sihir itu dan segera layar seperti hologram muncul di depannya.


“Kak Shin—” Arcturus segera berhenti ketika menemukan orang lain di sisi Shin. “— ayah juga?”


“Kamu sepertinya sehat, nak.”


Mengesampingkan itu, Arcturus bahwa Shin sudah berada di Religia, padahal tugas di tangannya sangat banyak. Mulai dari menangani situasi di pelabuhan dan bahkan Silverstone.


“Asistenku menangani situasi di pelabuhan. Aku hanya mampir ke sini sebentar sebelum kembali ke Silverstone lagi.”


Sungguh tidak mengejutkan jika Shin menebak pikirannya dengan baik.


“Apa ada sesuatu yang terjadi sampai Ayah meneleponku?”


Shin takkan meminta apapun dalam waktu dekat, maka ayahnya patut dicurigai. Mungkin dialah yang memanggil Shin ke rumah untuk bisa berkomunikasi dengan Arcturus.


“Ayah akan langsung ke intinya. Putraku ... apa yang kamu simpan di kamarmu?”


“Kamarku?”


Arcturus memiringkan kepalanya. Dia sama sekali tak meninggalkan hal penting apapun di kamarnya.


Tidak, mungkin ada satu hal yang Arcturus lewatkan.


“kristal besar yang ada di kasurmu membuat keributan. Rupanya itu bukan kristal, tetapi sebuah telur.”


Arcturus ingat Jomungandr memberikannya kristal besar berbentuk telur. Arcturus memang mencurigainya namun rupanya itu sungguh telurnya.

__ADS_1


“Aku pikir awalnya kamu mengoleksi batu atau sesuatu di kamarmu. Namun beberapa hari belakangan ini, telur itu melompat-lompat dan membuat seisi kastil berisik.”


Itu terjadi sejak seminggu yang lalu. Alvalous awalnya tak peduli, tetapi semakin hari itu jadi semakin buruk. Dia ingin menyingkirkannya namun khawatir telur itu barang berharga milik Arcturus.


“Kami sudah berusaha menghentikannya dan mengikatnya dengan kuat. Namun telur itu sama sekali tak mau berhenti.”


Arcturus mengerutkan alisnya dan mulai bertanya-tanya tentang apa yang diberikan Jomungandr kepadanya.


‘Tidak mungkin ada telur seaneh itu.’


“Arc, aku pikir telur itu milik Beast. Telur dari Beast hanya akan menetas di hadapan induk ataupun orang yang dikenalinya sebagai orang tua.”


Beast adalah julukan untuk monster yang memiliki kecerdasan seperti halnya Black Mamba dan naga.


Arcturus tidak terkejut karena telur itu datang dari Jomungandr.


‘Namun itu aneh, aku belum membuat kontrak apapun jadi tidak mungkin akan menetas di depanku.’


Untuk memastikannya Arcturus perlu pergi untuk memastikannya.


“Baiklah. Aku akan segera pulang. Bisakah Ayah mengirimkan penyihir untukku?”


“Baiklah. Penyihir dalam perjalan.”


Arcturus tidak bisa menjamin apakah telur itu adalah spesies Serpent atau sesuatu yang lainnya.


Setelah alat komunikasi dimatikan Arcturus pergi untuk bersiap. Dia menyampaikan instruksi kepada Mary, Edward dan Leona terlebih dahulu.


“Aku memiliki keperluan mendesak dan harus segera pulang. Untuk pertarungannya, bisakah kalian memulai tanpaku seandainya aku tak kembali sampai waktunya tiba?”


Edward masih dengan wajah menyedihkannya bertanya khawatir.


“Tunggu, bukankah itu akan buruk untuk kita? Mad Dog mungkin takkan bergerak seperti yang kita harapkan jika kamu tidak ada!”


Mad Dog mungkin sangat liar, tetapi bahkan dia takkan menyerang secara asal. Kehadiran Arcturus diperlukan untuk membuat Mad Dog menjadi tidak rasional.


“Tenang saja. Kalian cukup melakukan apapun untuk memprovokasinya. Tentunya dengan syarat, jangan pernah membahas hal yang menjelekkan ibunya.”


Bagi Mad Dog tidak ada yang lebih berharga di dunia ini selain ibunya. Jika mereka membuat kesalahan seperti itu, maka akan jadi tiket sekali jalan menuju akhirat.


“Lalu apa yang harus dilakukan? Haruskah aku telanjang dan memamerkan kejantanan yang lemas ini?”


Edward selalu mengucapkan hal gila namun Arcturus hanya tersenyum.


“Aku ada ide.”

__ADS_1


__ADS_2