
Kerajaan Wizard, seperti namanya itu adalah tempat di mana banyak penyihir kuat terlahir. Konon penyihir mereka memiliki kekuatan yang tidak kalah dengan penyihir dari kekaisaran.
Mereka sangat berbeda dengan kerajaan Knight yang banyak menghasilkan ksatria tangguh dan hebat namun di sisi lain tertinggal dalam hal ilmu sihir. Oleh karena hal itulah Arcturus tidak memiliki penyihir pribadi yang bisa sihir tingkat tinggi seperti teleportasi.
Namun seperti halnya kerajaan Knight dengan kekurangannya. Kerajaan Wizard juga memiliki masalah yang serupa. Mereka menghasilkan banyak penyihir hebat, tetapi kekurangan pejuang tangguh.
Tak hanya itu, hampir warganya bisa dikatakan lemah secara fisik bila dibandingkan dengan Knight. Toh, itu karena mereka selalu mengandalkan sihir bahkan untuk kehidupan sehari-hari.
Dengan berkat kekurangan dan kelebihan masing-masing, Knight dan Wizard menjalin kerjasama yang baik satu sama lain. Maka dari itu, sama sekali tak ada masalah dengan Arcturus menuju tempat itu.
“Butuh dua minggu untuk sampai ke Kerajaan Wizard. Sial, pantatku sangat sakit.”
Selama dua minggu Arcturus harus menghabiskan hidupnya duduk di kereta kuda. Mereka hanya beristirahat ketika malam atau sekelompok monster maupun bandit menyerang.
Tentu saja tak ada kekhawatiran karena Mary dan Leona bersamanya.
“Aku tidak menduga bahwa bahkan bangsawan membenci kereta kuda. Awalnya kupikir setiap dari kalian suka menaikinya lantaran itu menunjukkan kemegahan kalian.”
Mereka yang menaiki kereta kuda pribadi adalah orang-orang yang memiliki banyak uang. Semakin terlihat mewah maka semakin kaya dan tinggi juga gelarnya.
“Itu konyol. Aku pasti akan mencari penyihir yang bisa teleportasi.”
Kebetulan dia menuju Kerajaan Wizard. Jika harus mencari penyihir maka ada satu kandidat yang memang sudah direncanakan Arcturus bawa bersamanya.
“Tuan Muda, saya sudah mengirimkan pesan kepada Tuan Alvalous bahwa anda meminta villa di Kerajaan Wizard.”
Mary menyampaikan dari kursi pengemudi. Ada jendela kecil yang memudahkan Arcturus dan Mary berkomunikasi.
“Baik. Maka kita bisa bersantai dulu selama beberapa waktu.”
Menemukan Mad Dog bukan pekerjaan mudah. Ada dua lokasi yang paling memungkinkan untuk Mad Dog berada di sana. Namun tidak perlu terburu-buru mengunjunginya.
Setelah melalui pemeriksaan di pos penjaga Arcturus segera menuju villa yang dimiliki keluarganya. Religia adalah bangsawan besar yang tak hanya memiliki sejarah panjang, tetapi juga menjadi bangsawan dengan bisnis di mana-mana.
Setidaknya di kerajaan Wizard, keluarganya memiliki sebuah villa besar, beberapa restoran mewah hingga Akademi Ksatria Sihir.
Pemasukkan terbesar Religia di ibukota kerajaan Wizard adalah akademi ini. Count Alvalous memiliki bawahan ksatria hebat, salah satunya ia tempatkan di sini untuk mengawasi akademi.
Itu adalah tempat di mana penyihir bisa belajar menjadi ksatria dan juga sebaliknya. Akademi ini berhasil dibangun tentunya dengan kerjasama kerajaan Wizard.
__ADS_1
Dan bertepatan dengan itu, penyihir yang Arcturus inginkan menempuh pendidikan di sana.
“Kita sampai tuan muda.”
Arcturus mengintip keluar jendela dan menemukan sebuah villa indah di ibukota. Itu tampak seperti mansion kecil dengan halaman yang cukup luas.
Di depan gerbang sudah berbaris semua penjaga yang ditugaskan menjaga kastil ini.
Begitu tiba di depan villa Arcturus sudah disambut oleh para pelayan yang berbaris di depan pintu.
“Selamat datang, Tuan Muda.”
Mereka berkata serempak. Leona yang menyaksikan itu tampak terkesima dan kembali diingatkan bahwa Arcturus adalah bangsawan besar.
Penyambutan semacam ini harus dilakukan untuk sosok penting sepertinya. Meski begitu dalam hatinya Arcturus sama sekali tidak menginginkan ini.
“Saya sudah menunggu kedatangan anda,” kepala pelayan tua tersenyum ramah. “Anda pasti lelah, Tuan Muda. Saya akan mengantarkan anda dan yang lainnya ke kamar.”
Arcturus dipimpin kepala pelayan tua yang mungkin seumuran Mary. Terlepas dari villa yang memang nyaman ditinggali, ada sesuatu yang mengganggunya.
‘Perasaan apa ini? Mengapa aku jadi takut dan merasa ada hal yang aku lewatkan?’
Arcturus kembali menatap pelayan yang berhenti bekerja untuk memberinya hormat. Untuk beberapa alasan para pelayan wanita sedikit merona, bahkan menunjukkan pesona terbaik mereka.
‘Apa pelayan di villa ini harus menggunakan parfum menyengat seperti ini?’
Jika dia tak salah, villa ini disulap menjadi penginapan bangsawan lain saat keluarga Religia tidak tinggal di sini. Tentu saja hal itu dilakukan untuk menutupi pajak tanah.
“Apa anda menginginkan camilan tertentu, Tuan Muda Arcturus? Saya akan mengirim orang untuk menyiapkannya segera.”
Kepala pelayan berkata dengan nada yang sama. Melihat sikapnya yang normal membuat Arcturus yakin hanya dirinya saja yang terlalu waspada.
“Wine sudah cukup. Ah, beberapa kue dan makanan ringan juga bagus.”
“Saya mengerti. Kalau begitu ini kamar anda.”
Kepala pelayan membukakan pintunya. Arcturus mencium aroma manis dari kamarnya. Dia kemudian membuka matanya lebar-lebar.
“Apa-apaan ini?”
__ADS_1
Mengabaikan Arcturus yang terkejut, kepala pelayan hanya tersenyum bangga dan memberikan hormat dengan tangan kiri diletakkan di dadanya.
Kemudian kepala pelayan tua menatap Arcturus dengan tatapan bangga, seperti orang yang berharap mendapat pujian juga prestasi hebat.
“Anda pasti sudah lama menahannya. Oleh karena itu saya menyiapkan enam wanita berkualitas tinggi. Baik yang sudah berpengalaman maupun belum pernah melakukannya.”
“Bahkan anda boleh memilih para pelayan yang berbaris ini jika anda memiliki fetish terhadap maid! Mereka sudah membersihkan diri dan siap melayani anda.”
Para pelayan membungkuk hormat dengan wajah yang merona. Mereka tampaknya sangat bersedia melakukannya. Toh, Arcturus tidak hanya kaya, tetapi dia juga tampan.
Di kamar Arcturus ada enam wanita dengan pakaian erotis berbaring di kasurnya. Itu sungguh bervariasi.
Mulai dari wanita dengan buah dada besar dan kecil, bokong besar dan kecil, wanita Elf, wanita telinga rubah juga kucing, bahkan seorang anak kecil.
Tunggu anak kecil? Kesampingkan Elf, Arcturus khawatir mengapa anak kecil ada di sini.
“Apa-apaan ini?! Mengapa ada bocah baru puber di sini? Aku bukan pedofil!”
Kepala pelayan menatap terkejut, “Saya tidak tahu tipe yang anda sukai. Jadi untuk berjaga-jaga saya menyiapkannya. Maaf jika saya salah dalam hal ini, Tuan Muda.”
Gadis yang tampak seumuran bocah SMP memerah. Tidak hanya dia, tetapi dua wanita lain dari ras binatang dan juga Elf memiliki warna merah yang sama. Mereka tampak malu, gugup dan canggung. Mungkin itu yang pertama bagi mereka.
Sementara wanita lainnya mungkin berasal dari rumah bordil, mereka tampak menjilat bibir ketika melihat Arcturus.
“Bangsatt ... aku tidak menginginkan ini semua!”
Dia lupa bahwa Arcturus Religia dari cerita aslinya adalah maniak ****. Pantas ada hal yang sungguh mengganjal untuknya. Dia lupa tentang latar belakang tubuh yang dia tempati ini.
Sekarang giliran kepala pelayan yang terbelalak dan mulai membungkuk hormat.
“Apa anda lebih menginginkan pria? Maaf atas kelalaian saya yang tak memikirkannya. Saya akan segera mencari—”
“Aku tidak membutuhkannya! Aku masih normal sialan!”
Kepala pelayan membuat wajah yang buruk karena Arcturus sudah mengumpat padanya.
“Kepalaku sakit, tolong jangan lakukan sesuatu yang tidak kuperintahkan.”
Arcturus memijat kepalanya yang sakit. Siapa yang akan membayangkan ini? Setelah melakukan perjalanan jauh dia disambut dengan harem yang tak diinginkan sama sekali.
__ADS_1