
Pegunungan di wilayah Silverstone adalah tempat yang dikatakan memiliki kisah-kisah romantis. Wilayah ini tidak hanya terkenal karena penghasil perak terbesar di kerajaan Knight, tetapi juga memiliki sebuah kisah yang dikenal luas hingga kekaisaran.
‘Aku tidak benar-benar tertarik dengan hal ini, tetapi nampaknya Envy of Assassin berkaitan dengannya. Tidak sia-sia aku mendengarkan ocehan wanita itu di masa lalu.’
Di kehidupan sebelumnya Arcturus memiliki rekan yang sangat menyukai legenda maupun dongeng tentang romantisme. Arcturus sudah lupa tentang berapa banyak waktu yang dia habiskan untuk mendengarkannya.
Namun dia tidak berharap Informasi itu akan berguna di regresi kali ini.
Arcturus tersenyum kecil dan berjanji akan berterima kasih jika bertemu lagi dengannya kelak.
‘Ini bukan cerita yang bagus.’
Terdapat sebuah dongeng yang menceritakan pria dan wanita dengan nasib yang sama-sama menyedihkan.
Tentang pemuda yang dikutuk untuk tak memahami keindahan dunia dan nikmatnya kehidupan. Pemuda menyedihkan yang tidak mengenal keindahan itu Arcturus artikan sebagai si pembunuh ini.
Envy of Assassin adalah orang yang lahir tanpa mata, pendengaran dan tak bisa bicara. Lidahnya hampir tak bisa merasakan rasa apapun. Kelebihannya adalah kepekaan kuat terhadap lingkungan sekitar dan diberkati tubuh yang mampu bergerak cepat serta tanpa suara.
Seperti dia bisa tahu rumput bergoyang, kelinci melompat, dan angin bertiup. Envy of Assassin memiliki kepekaan setajam itu dengan asal-usul tak diketahui. Namun ada yang mengatakan, bahwa itu berasal dari pengorbanan indra utamanya.
Melalui itu Arcturus mengambil kesimpulan, besar kemungkinan pemuda yang tidak merasakan indahnya dunia dan nikmatnya kehidupan adalah orang ini.
‘Gadis yang dikucilkan dunia ...’
Arcturus tidak tahu banyak hal tentang dia. Dari cerita dongengnya, gadis itu sejak lahir memiliki bakat untuk tak bisa dilihat siapapun. Namun bakat itu lebih seperti sebuah kutukan.
Kekuatannya tak bisa dia kendalikan sehingga tak ada satupun makhluk hidup yang bisa melihatnya. Jangankan makhluk hidup, bahkan dunia itu sendiri tidak mengetahui bahwa ada keberadaan seperti gadis itu.
Dia terasingkan dari dunia karena faktor bawaannya.
‘Awalnya aku pikir itu benar-benar dibuat secara berlebihan. Karena bagaimana bisa wanita itu dewasa jika bahkan orang tuanya tak bisa melihatnya?’
Itu menjadi dongeng yang berlebihan sehingga Arcturus menanggapinya setengah bercanda saat kehidupan sebelumnya. Namun semuanya saat ini sudah berbeda.
Pandangan Arcturus tentunya jauh lebih meluas di kehidupan ini. Toh, dia adalah satu-satunya orang yang melakukan hal tidak masuk akal seperti mengulang dunia. Bahkan dia bukan penduduk asli dunia ini, tetapi pembaca yang merasuki karakter novel dengan misterius.
Semua yang dia pikir mustahil nyatanya tidak berlaku di dunia ini. The Rise of Hero In Chaostic World, sungguh judul yang menggambarkan bahwa dunia ini sangat kacau.
‘Selang waktu berlalu, wanita yang tidak pernah dikenal dunia ini bertemu dengannya.’
Pria yang tidak bisa melihat, mendengar maupun bicara namun memiliki kepekaan yang lebih kuat dari siapapun menjadi satu-satunya makhluk yang tahu keberadaannya. Dan, satu-satunya orang yang bisa menyentuhnya.
Pembunuh yang hidup tanpa semangat namun tak menginginkan kematian, tengah melintasi sebuah gunung dan indra kepekaannya mendeteksi sesuatu yang ganjil.
Itu adalah keberadaan gadis yang memiliki hawa berbeda dari mahkluk manapun. Si pembunuh menyadarinya namun tak bisa memanggil dan hanya mengamatinya dengan diam.
Pada suatu kesempatan keduanya saling menyadari keberadaan dan mencoba berkomunikasi. Si wanita jelas sangat senang saat makhluk hidup pertama tahu akan kehadirannya.
Namun mereka memiliki kesulitan dalam berkomunikasi sampai suatu ketika mereka bersama di puncak gunung ini. Hujan deras turun kala itu dan keduanya berteduh dibawah sebuah pohon.
__ADS_1
Si pembunuh menggunakan jubahnya untuk melindungi si wanita dari hujan.
Dari kisah itu Arcturus tahu ke mana dia harus pergi.
Pohon tempat keduanya pertama dan terakhir kalinya bertemu. Arcturus tidak tahu apa yang memisahkan mereka, tetapi dia juga tidak merasa perlu mencari tahu.
“Aku harus cepat mengingat betapa merepotkannya bajingan melankolis.”
Dari semua lawannya, Arcturus akui bahwa Rentaro adalah lawan tersulit untuk dibunuh. Alda memang jauh lebih kuat namun Rentaro tak akan bisa mati.
Tidak mungkin membunuhnya sekarang oleh karena itu Arcturus berencana mengusirnya. Ada satu cara yang akan membuat Rentaro menjauh dari tempat ini.
Akhirnya Arcturus tiba di puncak gunung tempat dongeng dimulai. Namun dia sama sekali tidak menemukan pepohonan apapun. Ini hanya gunung botak dengan rumput hijau saja yang menghiasinya.
Pemandangannya sangat indah dari sini, tetapi sayangnya Arcturus mulai khawatir ketika mendengar ledakan dari kejauhan.
•Ahh, kehadiran yang nostalgia.
Arcturus yakin tidak salah tempat mengingat Envy of Assassin berkata demikian. Namun sulit untuk mencari lokasinya.
Di kehidupan sebelumnya maupun novel itu sendiri tidak menjelaskan bahwa ada seseorang yang sudah menemukan jubah ini. Arcturus mungkin tahu soal pedangnya, tetapi jubahnya lain cerita.
“Bajingan ini bilang aku akan tahu saat menemukannya.”
Arcturus mengulas isi cerita dongeng di kepalanya. Dia kemudian menutup mata, membiarkan perasaan Envy of Assassin mengalir ke dalam dirinya.
Arcturus merasa jatuh dalam kegelapan pekat, hening tanpa suara sama sekali. Namun dia tahu kondisi sekitarnya, tampak seperti garis cahaya yang membentuk rumput, langit dan bumi.
Lalu tepat di depannya ada kehadiran yang memiliki warna berbeda dan lebih besar. Sebuah pohon beringin besar membentang dan menutupi gunung botak ini.
Arcturus melangkah ke sana, di mana terdapat akar dari pohonnya membentuk gua. Di dalamnya terdapat sebuah batu nisan yang diikatkan dengan jubah.
•Wakilkan aku, tolong bersihkan batunya.
Tentunya Arcturus tidak melakukan penolakan. Toh, dia akan mendapatkan Artefak hebat hanya dengan membersihkan batu nisan.
Namun Arcturus tidak menduga, ketika dia menyentuh batu nisan, sebuah suara berkata dalam kepalanya. Tubuhnya mendadak menjadi panas namun dia menahannya.
°Kamu menepati janjimu untuk kembali. Aku terus menanti, menunggu pertemuan kita kembali.
Suara wanita yang begitu lembut dan penuh sukacita, Arcturus juga mendengar jelas sedikit isak tangis darinya.
°Kita tak pernah berkomunikasi dengan benar tanpa bantuan kelinci, ketika kamu menemukan cara mengambil indra makhluk lain.
Arcturus diam dan mendengarkan, sementara Envy of Assassin tak lagi bersuara.
°Wahai pemuda, terima kasih telah mewujudkan pertemuan kami. Aku telah memberkati jubah ini dengan kekuatan yang paling aku benci.
Arcturus bisa merasakan bayangan gadis dewasa berdiri di belakangnya. Dia berwaspada dan membuka matanya, lalu terkejut dengan apa yang dilihatnya.
__ADS_1
“K-kamu—”
Wanita berambut keemasan serasi dengan matanya, wajah lembut dengan pakaian serba putih. Dia cukup tinggi, tubuhnya sedikit mengeluarkan cahaya karena mungkin eksistensinya saat ini adalah roh.
Dia cantik, hampir secantik Alda. Arcturus terkejut tentang hal itu, mengapa wanita menawan seperti ini menerima kekuatan yang begitu menyebalkan?
Dan, jika dia bisa memberikan kekuatannya kepada jubah itu, mengapa tak melakukannya dari dulu?
° Kamu pasti memiliki banyak pertanyaan. Namun ini bukan waktunya. Kelak akan tiba waktu di mana kamu akan tahu segalanya, Putra Alam.
Arcturus mengerutkan alis karena perkataan menyebalkan 'Putra Alam' yang sama sekali tidak dia pahami.
“Kapan hari itu akan tiba?”
Wanita itu hanya tersenyum lembut dan membelai pipi Arcturus.
°Kamu setampan ayahmu, namun tidak sabaran seperti ibumu. Bersabarlah dan lakukan apa yang perlu kamu lakukan. Sudah waktunya untukku pergi.
Tubuhnya semakin bersinar dan perlahan mulai memudar. Arcturus tergesa-gesa karena wanita ini mengatakan sesuatu yang tidak bisa diabaikan.
“Ayah dan ibu? Bagaimana caramu mengenal mereka?!”
Era si pembunuh dan wanita ini sudah berabad-abad berlalu, namun bagaimana caranya mengenal ibu dan ayahnya?
Mau dipikirkan bagaimanapun tidak ada jawaban yang memungkinkan.
Arcturus menunggu jawabannya dengan perasaan menggebu-gebu, tetapi wanita itu hanya tersenyum lembut sebelum menghilang.
°Aku akan menunggumu, jadi tolong temukan aku sekali lagi.
Arcturus berpikir itu ditujukan untuknya, tetapi kemudian si pembunuh bicara setelah diam cukup lama
°... ya. Tolong tunggu aku.
Wanita itu tertegun ketika mendengar suara Envy of Assassin, dia kemudian tersenyum cerah dan meninggalkan air matanya melayang.
Arcturus diam di tempatnya, menggigit bibirnya dengan kesal lantaran informasi yang tidak dibutuhkan kembali muncul.
‘Mengapa belokannya sejauh ini?!’
Padahal dia hanya merubah sedikit kejadian yang kemungkinan besar tidak berdampak secepat ini. Namun semuanya mendadak berbeda dari novel dan kehidupan sebelumnya.
‘Mari lupakan ini. Ada hal yang lebih prioritas.’
Arcturus mengambil jubahnya dan menggunakannya. Segera pohon beringin menghilang seiring dengan jubah yang wujudnya mulai terlihat dengan jelas.
Itu adalah jubah putih dengan garis keemasan di ujungnya. Arcturus mengenakannya tanpa ragu dan memasang tudung kepalanya.
“Tunggu aku, Alda.”
__ADS_1