Im Not Main Character

Im Not Main Character
Nektar Kehidupan


__ADS_3

Dewa adalah eksistensi yang entah ada atau tidak namun menjadi figur pemujaan manusia.


Dunia ini memiliki dua dewa yang eksis, salah satunya adalah Dewa Kematian.


Novel The Rise of Hero In Chaostic World memberikan penjelasan singkat tentang dewa itu. Seperti namanya yang menyeramkan, Dewa Kematian lebih ditakuti dan dibenci orang-orang.


Kematian adalah gambaran dari kegelapan, tidak ada yang menyukai kehadirannya namun semuanya masih menghormati Dewa Kematian.


Tentunya ada segelintir orang yang memuja Dewa Kematian, bahkan tidak semuanya dikenal sebagai penjahat.


Dan, diantara manusia ada satu eksistensi yang mengasihani Dewa Kematian. Bagaimana bisa manusia yang lebih rendah mengasihi dewa?


Namun itu tidak benar-benar mengejutkan ketika Kaisar Hebat yang mengatakan itu.


“Mengapa kamu mengasihani keberadaan menakutkan seperti itu?”


• Bocah, apa kamu takut pada kematian?


Bukannya menjawab, kaisar justru bertanya hal lain kepadanya.


Arcturus belum pernah merasakan kematian. Pada dua kesempatan hidup, dunia sebelumnya dan bumi, paling jauh Arcturus hanya mencapai sekarat.


Bahkan sebelum dia mengulangi dunia ini, Arcturus hanya sekarat dan benar-benar mendekati kematiannya. Namun itu bukan berarti dia mati, Arcturus hanya mengulang sekali lagi.


“Tentu saja takut. Kematian itu menakutkan karena aku tak tahu apa yang akan terjadi dan kurasakan nantinya.”


Tidak mengetahui apa yang akan menunggunya ketika kematian tiba, alasan tersebut cukup untuk membuat semua kehidupan takut.


• Seperti itulah. Dewa Kematian adalah eksistensi dengan otoritas kematian yang dibenci semua orang. Secara tak langsung dia dibenci seluruh kehidupan.


Kaisar lanjut berbicara dan menerangkannya pada Arcturus dengan cara yang mudah dimengerti.


• Dia ditakuti meski tak pernah mengintimidasi, dewa yang dibenci meski tak pernah mengambil nyawa siapapun atas kehendaknya.


Tidak pernah melakukan apapun namun dibenci meski itu bukan perbuatannya. Hanya karena dia memiliki otoritas atas kematian, manusia terutamanya beranggapan bahwa mereka mati berkat Dewa Kematian mencabut nyawanya.


• Sekali di masa lalu dia bertanya pada entitas lain.


Pembunuh mulai mengikuti pembicaraan.


• Mengapa manusia membenciku? Kenapa mereka takut akan kematian?


Mengapa dirinya yang tak pernah mengganggu manusia justru dibenci, dia yang tak pernah mengambil nyawa dengan tangannya sendiri ditakuti.


• Lalu entitas itu menjawabnya.

__ADS_1


Kaisar lanjut berbicara.


• Mereka mencintai kehidupan yang sejatinya mimpi dan ilusi. Sementara kematian adalah kenyataan yang harus kamu hadapi.


Si pembunuh kemudian melengkapi penjelasan Kaisar dengan suara penuh dengan kerinduan.


• Mimpi itu indah ketika kamu tak pernah bangun dan kembali ke kenyataan.


Arcturus lekas terdiam dengan penjelasan seperti itu. Sekarang dia mengerti mengapa kaisar mengasihani dewa seperti itu.


Meski begitu bukan berarti Arcturus akan memiliki perasaan sama. Dia tahu beberapa hal tentang Dewa Kematian dan sulit mengatakan untuk menyukainya.


“Itu memang dalam dan menyedihkan. Yah, mari kesampingkan soal ini.”


Yang terpenting adalah melakukan pekerjaan rumahnya saat ini. Arcturus segera menuju pusat Pohon Adam.


Itu adalah tempat di mana Rune yang menjadi pilar penopang ruangan spiral sebelumnya berakhir.


Ada satu tempat di puncak pohon ini yang tersembunyi. Keberadaan Rune tersebut tentunya bukan untuk hiasan belaka.


“Kehidupan lahir dari buah, akan kembali menjadi pupuk, menghasilkan sumber energi bagi kehidupan untuk menciptakan buah lainnya.”


Rune mukai bersinar kebiruan saat Arcturus mengucapkannya. Segera portal biru muncul di depannya.


Tanpa keraguan Arcturus melangkah ke dalamnya. Di kehidupan sebelumnya, bagian dalam portal sangat buruk karena dihancurkan.


Cahaya menyilaukan membutakan mata ketika ia melangkah ke dalam portalnya. Setelah selesai bagi matanya untuk beradaptasi, Arcturus mulai terkejut dan membuka mulutnya.


• Kamu menemukan tambang emas.


Kaisar berkata dengan suara yang penuh kekaguman.


Di balik portal itu ada ruang spasial yang diciptakan untuk menyembunyikan harta karun Pohon Adam.


Seperti halnya Pohon Adam yang dianggap spesial sebagai pohon pertama di dunia, apa yang dihasilkan pohon ini juga sangat spesial.


Di dalam ruang spasial ini terdapat ratusan cabang besar bersebaran dan menumbuhkan bunga indah berwarna hijau dengan bentuk seperti kantung semar. Dengan tiga putik panjang keluar dari tengahnya dan kantung bunga itu tampak diisi oleh sesuatu.


Arcturus sudah mengharapkan akan menemukannya namun dia terkejut dengan jumlahnya.


“Mengapa ada sebanyak ini?”


Itu lebih banyak dari yang dia harapkan. Mungkin ada puluhan, bahkan ratusan bunga bertebaran.


Arcturus segera memetik satu dan menghirup aromanya yang manis. Di dalam kantong bunga itu terdapat cairan lengket keemasan yang bersinar seperti emas.

__ADS_1


“Ini dia ... Nektar Kehidupan.”


Salah satu bahan untuk membuat Elixir adalah madu yang dihasilkan Pohon Adam. Ini adalah pohon unik yang bukannya menghasilkan buah namun hanya menghasilkan bunga dengan madu di dalamnya.


Satu tetes dari Nektar Kehidupan mampu mencegah penuaan dan mengembalikan vitalitas namun efek sampingnya adalah umur pengonsumsi akan terpotong.


Ada legenda yang mengatakan bahwa dewa mengkonsumsi ini untuk tetap terlihat muda dan bugar. Mau bagaimanapun, dewa adalah eksistensi yang terlepas dari umur atau dapat dikatakan abadi.


Meski dewa abadi namun mereka masih mampu menua sebelum akhirnya melalui proses kehidupan dengan mengambil tubuh yang lebih muda. Oleh karena itu, Nektar Kehidupan adalah cara mereka meninggalkan metode menyusahkan itu.


“Entah siapa yang menyembunyikan ini, tetapi pastinya orang itu tahu nilai dari nektar ini.”


Arcturus tidak peduli siapa orang yang menciptakan ruang spasial dan menyembunyikan bunganya, dia hanya bisa berterima kasih kepadanya.


Segera Arcturus berjalan keluar, dia menatap rembulan yang sudah mulai turun dan matahari kian terbit menggantikannya untuk menyinari dunia.


“Sekarang aku hanya perlu mencari satu bahan lainnya.”


Bahan terakhir adalah sesuatu yang sudah diungkapkan. Toh, bahan ini juga sangat mendesak lantaran bajingan lain juga mencarinya.


• Persik Langit, Phoenix, dan Nektar Kehidupan. Kamu berencana membuat Elixir, tampaknya aku tahu bahan terakhir yang kamu butuhkan.


Si pembunuh mulai berbicara.


• Begitu, apakah kamu akan mencarinya? Land of Creation?


Tempat di mana beberapa legenda terlahir atau lebih tepatnya itu adalah bagian tertentu dari tanah yang sangat spesial. Tanah yang sering disebut dengan Bubur Emas. Identitas aslinya adalah Land of Creation.


“Ya. Aku harus pergi ke sana sesegera mungkin. Namun aku perlu bantuan seseorang.”


Bantuan hebat tentunya datang dari orang yang memiliki peran penting di cerita aslinya. Tentu saja Alda mungkin akan membantu, tetapi akan ada banyak hambatan untuknya datang ke tempat itu.


Oleh karena itu ada satu orang lain yang bisa diandalkan.


Matahari mulai terbit dan Arcturus menyaksikan keindahan itu. Tidak banyak kesempatan menyaksikan terbitnya matahari di tempat setinggi ini.


• Kamu memerlukan orang yang setidaknya setingkat dengan wanita itu.


Pembunuh mulai memberikan sarannya sendiri.


Orang dengan kemampuan setara atau mungkin lebih kuat dari Alda Carinea. Tentu saja harus seperti itu.


• Bocah sepertimu pasti akan mati jika ke sana. Namun aku mengerti mengapa kamu butuh kekuatanku.


Arcturus tersenyum ketika mendengar pernyataan kaisar. Tentu saja, tidak ada yang lebih baik untuk melakukan scam kecuali kekuatan orang ini.

__ADS_1


“Begitulah. Yah, untuk saat ini aku akan mencari bajingan sial itu.”


Sudah waktunya untuk protagonis utama lainnya memasuki panggung pertunjukan.


__ADS_2