Im Not Main Character

Im Not Main Character
Kebenaran Edward Hellfire


__ADS_3

Arcturus sudah mengurus prosedur untuk membiarkan Edward pergi dari akademi. Awalnya dia pikir akan sulit, tetapi Agnesia dengan senang hati mengizinkannya.


Rupanya, Edward Hellfire memberikan masalah lebih besar ketimbang manfaatnya. Faktanya orang ini berani dengan acuh memainkan tombak di selangkangannya meski orang lain memperhatikan.


“Wahai dewaku, ke mana kita akan pergi?”


“Berhenti memanggilku seperti itu! Memangnya kamu tidak memiliki kepercayaan tertentu?!”


“Eh? Dewa yang aku percaya? Aku hanya meyakini mereka yang bisa membangunkan tombakku adalah dewa terkuat.”


Arcturus tahu bajingan ini mungkin setengah gila. Keputusasaannya terkait penyakit itu membuat akal sehatnya sedikit miring.


“Kamu memberiku sakit kepala. Berhenti memanggilku seperti itu. Panggil saja Arc atau apapun selain dewa!”


“Baiklah, Tuan Arcturus!”


Kembali ke villa, Arcturus menemui Leona yang tinggal diam di sana. Penampilannya terlalu mencolok untuk pergi keluar begitu saja.


Edward terkejut ketika mengamati Leona. Mata di keningnya yang tertutup dan dua tanduk mencuat di jidatnya.


“Ugh! T-third Eye Ogre!”


Menyaksikan reaksi Edward, Leona tersenyum masam. Dia sudah biasa mendapatkan reaksi seperti itu dari pertemuannya dengan manusia. Tentu saja, hanya Arcturus yang tidak mengeluarkan respon seperti itu.


Untuk alasan itulah bagi Leona, Arcturus sangat aneh.


“Ya, namaku Leona. Meski aku Third Eye Ogre, aku bukan penyendiri jadi takkan menyerangmu.”


Leona berusaha menyampaikan bahwa takkan ada masalah. Namun sayangnya, dia salah paham tentang mengapa Edward terkejut.


“Aku dengar Third Eye Ogre sungguh cantik dan berdada besar rupanya itu benar! Nah, nona bisakah kamu mengelus burungku ini? Barangkali dia akan terbangun—”


BANG!


Edward dengan cepat terhempas dan menabrak dinding. Pipinya merah dan terbentuk bekas tamparan tangan yang sempurna. Itu adalah tamparan sempurna dari Leona yang mengeraskan kulitnya dan menambah rasa sakit Edward.


Tentu saja bajingan itu pantas mendapatkannya karena pelecehan seksual yang dia lakukan semudah bernapas. Arcturus bahkan tak berniat melindunginya sama sekali.


“Ugh ... mengapa memukulku? Padahal kamu bisa menolaknya dengan cara baik-baik!” Edward mulai menangis selagi memegang pipinya.


“Apa yang coba kamu minta dengan orang yang baru kamu temui, hah? Sejauh ini aku belum bertemu sampah sepertimu.”

__ADS_1


Leona menghela napas dengan lelah dan memandang Arcturus yang entah sejak kapan minum wine dengan santai. Seakan-akan dia sedang menonton pertunjukan.


“Dari mana kamu mendapatkan bedebah gila ini?”


“Faus Academy memungut bajingan itu dari tempat sampah, dan aku membawanya karena memiliki manfaat.”


Terlepas dari beberapa baut yang lepas di kepalanya, Edward sebenarnya hebat dan genius. Orang bilang, hanya ada garis tipis yang membedakan antara genius dan gila.


Jika bukan karena kepribadiannya, orang ini harusnya bisa menikahi bangsawan dan hidup nyaman.


“Berhenti memanggilku bedebah dan sampah! Aku punya nama, Edward Hellfire!”


Leona meliriknya sebentar, “Kamu pasti akan pergi ke tempat yang sama dengan namamu.”


Arcturus menyudahi pertikaian keduanya dan menepuk tangannya sekali.


Mary dan kepala pelayan menyediakan cemilan dan minuman. Mereka segera berdiri di belakang Arcturus, sementara Edward di sisi kiri, Leona di sisi lainnya.


“Aku akan menjelaskan tujuan sekali lagi. Kita akan mencari Seong Yohan atau yang dikenal dengan nama Mad Dog.”


Mereka membutuhkan Dewa Anjing Iblis untuk menyembuhkan kutukan adiknya Leona. Dan kebetulan, protagonis utama kita yang lainnya berasal dari Dewa Anjing Iblis.


Edward yang baru pertama kali mendengarnya mulai mengerutkan alisnya. Bahkan rupanya dia bisa serius saat dibutuhkan.


Arcturus mengangguk sebagai jawaban. Tentu saja siapapun di kerajaan ini tahu tentang kebenarannya. Bahkan si kepala pelayan tampak terkejut.


“Tuan Arcturus, kamu harus tahu bahwa Mad Dog adalah orang yang sangat keras kepala! Ditambah, Dewa Anjing Iblis bukan ras yang mau mendengarkan.”


Tentu saja negosiasi sangatlah sulit, bahkan mungkin mustahil untuk dilakukan. Namun Mad Dog memiliki kondisi tertentu yang bisa dimanfaatkan. Arcturus harus mencari celah dan membuat kesepakatan dengannya.


“Tentu saja aku tahu. Oleh karena itu kita tidak akan menemuinya dulu. Cukup cari tahu lokasi persembunyiannya dan jika lancar, kita bisa membawanya tanpa melalui pertarungan.”


Mad Dog memiliki sesosok ibu yang tengah dia rawat. Fakta bahwa dia belum menggila dan menghancurkan separuh kerajaan Wizard menunjukkan bahwa ibunya masih hidup.


Di kehidupan sebelumnya, Mad Dog menjadi gila dan menghancurkan separuh kerajaan. Saat itu Arcturus perlu mengerahkan Alda, penyihir kerajaan Wizard, dan organisasi yang dia buat.


Bahkan dengan semua kekuatan itu di masa lalu, Mad Dog masih sulit dihentikan. Arcturus perlu kehilangan separuh kekuatannya hanya untuk membawa Mad Dog ke sisinya kala itu.


Oleh karena itu, sekarang adalah saat-saat kritis. Alda tak ada di sisinya, organisasinya belum terbentuk, bahkan Arcturus belum punya koneksi dengan kerajaan Wizard secara mendalam.


‘Kita akan berpacu dengan waktu dan juga seberapa lama ibunya bisa hidup.’

__ADS_1


“Jika kita memang harus bertarung maka aku siap menghadapinya sendiri.”


Edward memandang Leona seakan-akan dia sudah gila.


“Kamu tidak tahu seberapa mengerikannya orang itu?! Orang itu memiliki jenis kekuatan yang mengerikan!”


Leona mengerutkan keningnya, dia merasa diremehkan. Namun untuk beberapa alasan, Arcturus terlihat setuju dengannya. Itu membuat Leona jadi bertanya-tanya.


“Seberapa kuat orang yang dijuluki Mad Dog ini?”


Edward menenggak air liurnya dan mulai berkeringat. Kenangan buruknya kembali muncul.


“Dia sangatlah kuat. Menghancurkan kepala manusia dengan cengkeraman tangannya, dan merubuhkan tembok dengan tendangannya. Kemampuan sihirnya mungkin tidak sehebat diriku, tetapi kekuatan fisik dan daya tahannya tidak normal.”


Arcturus memandang Edward selagi mendengarkan. Ada alasan mengapa Arcturus memilihnya ketimbang orang lain. Mau bagaimanapun, Mad Dog memiliki kontribusi yang menyebabkan kondisinya seperti ini.


“Hellfire adalah keluarga penyihir yang dihormati kerajaan. Kebetulan saat itu keluargaku tengah melindungi bangsawan tertentu. Aku berada di sana saat orang itu mengamuk.”


Leona tampak terkejut mendengarnya. Dia mulai mendengarkan lebih banyak.


“Meski aku membencinya, tetapi keluarga kami sangat kuat. Orang itu, Mad Dog membunuh semuanya dengan mudah dan mengakhiri garis keturunan Hellfire.”


Meski Mad Dog tak memiliki bakat sihir sebanyak Edward, tetapi dia memiliki daya tahan yang lebih kuat dari siapapun. Jika perlu perbandingan, kekuatan fisik Mad Dog lebih tinggi ketimbang Alda.


Protagonis utama memiliki keahliannya masing-masing. Alda dengan kemampuan berpedangnya, dan Mad Dog dengan kekuatan kasarnya.


“Kamu bilang mengakhiri garis keturunan Hellfire. Namun bukankah kamu salah satunya? Mengapa pula itu berakhir selagi kamu bernapas?”


Rupanya Leona belum mengetahui penyakit yang diderita Edward.


Edward mulai memasang wajah menyedihkan yang tampak persis seperti seorang kasim.


“Saat peristiwa itu, aku baru mau melepas perjaka dan bajingan itu menyerang. Itu nyaris mau dimulai! Sebelum pelayan yang aku tiduri mati di tangannya saat dia menerobos masuk.”


Edward menjadi semakin lesu dan lesu. Arcturus sungguh ingin mengasihani bajingan ini.


“Meski dia membiarkanku hidup, tetapi alasan kita tetap hidup telah direnggut.”


Leona menenggak liurnya, dia mendengarkan dengan seksama. Ada kekhawatiran bahwa Mad Dog memiliki kekuatan tersembunyi yang sampai mengambil alasan orang untuk hidup.


Leona mulai tak sabaran menunggu Edward mengatakan rahasia Mad Dog. Namun di sisi lain, Arcturus tak mau melihat wajah Leona yang sebentar lagi pasti akan kecewa.

__ADS_1


“Sejak saat itu,” Edward berkata dengan suara pelan dan mulai menangis. “... entah mengapa, burungku tak bisa bangun lagi.”


Segera setelahnya Leona mencekik Edward karena mendramatisir cerita terakhir yang sesungguhnya tak informatif.


__ADS_2