Im Not Main Character

Im Not Main Character
Kelumpuhan II


__ADS_3

Saat masa pertarungan si pembunuh sudah menyampaikan bahwa kemungkinan terbaik adalah Arcturus akan lumpuh.


Rupanya itu bukanlah kebohongan atau ancaman belaka namun sebuah fakta.


Mau bagaimanapun Arcturus hanya memiliki tubuh yang sedikit lebih kuat dari rakyat jelata lantaran dia seorang bangsawan. Namun meskipun begitu entah bagaimana dirinya tak bisa menggunakan sihir seperti bangsawan pada umumnya.


Berkat itu dia tak bisa menguatkan tubuhnya dan menyebabkan hasil ini. Seperti yang diharapkan meminjam Ashura adalah pedang bermata ganda.


“Itu, um ... aku harap kamu bisa menerimanya.” Edward berkata dengan prihatin selagi membawakan teh.


Arcturus sangat enggan meminumnya mengingat Edward menggunakan tangannya untuk menggosok selangkangannya, bahkan tanpa mencucinya. Bahkan jika dia tak menyentuh teh secara langsung, kesannya tetap menjijikan.


“Tenang saja. Aku sudah berharap kerusakan separah ini. Lumpuh adalah yang terbaik daripada kematian.”


Edward menarik napas beberapa kali, sementara Arcturus memejamkan matanya dan siap untuk mendengarnya.


“Tulang di tangan kananmu remuk sangat parah. Baik sihirku maupun potion terbaik tak bisa berbuat apapun. Saat ini kepala sekolah Agnesia sedang mengumpulkan tabib dan ahli penyembuh. Dia menyarankan untuk segera melakukan operasi di tanganmu, menyingkirkan serpihan tulang dan menempelkannya.”


Itu sama seperti memasang puzzle. Para tabib akan membedah dan meletakkan serpihan tulang ke tempat yang seharusnya, sementara sihir penyembuh akan menempelkannya kembali.


Memang benar itu bisa dilakukan namun Arcturus tak percaya diri kemungkinan keberhasilannya tinggi.


“Masalahnya adalah apa uratku akan kembali berfungsi normal atau tidak, kan? Sekalipun tulang dan berbagai komponen lainnya diperbaiki namun bukanlah jaminan fungsinya akan kembali.” Ketika Arcturus berkata demikian Edward mulai mengangguk.


Pada akhirnya tidak ada pekerjaan dengan hasil yang benar-benar sempurna. Bahkan jika Arcturus berhasil menggerakkannya, sangat mungkin itu tidak akan sama seperti sedia kala.


“Lalu kedua kakiku juga sama, kan? Sepertinya kondisiku tidak akan bagus.”


Sejak tadi Arcturus benar-benar tidak bisa merasakan kakinya. Ini perasaan yang sama ketika dia meminjamkan kaki kepada si pembunuh.


“... ya.” Edward berkata dengan pahit.


Lalu seakan sudah menunggu pintu segera dibuka. Itu adalah Leona yang masuk dengan wajah prihatin juga penuh rasa bersalah.


“Kamu terlihat menerima kondisimu dengan sangat baik, Arcturus. Seandainya aku di posisimu, pasti sudah sejak tadi aku menggigit lidahku.”


Tak bisa menggerakkan tangan kanan dan bahkan tidak memiliki kemampuan untuk berjalan lagi. Arcturus akan mengalami kutukan untuk terus berada di kursi roda.


Itu adalah kondisi buruk yang tidak ingin dialami siapapun dan sangat mungkin orang tidak akan mudah menerimanya seperti Arcturus.

__ADS_1


“Maaf ... karena aku kamu jadi seperti ini.” Leona menggigit bibirnya dengan pahit.


Alasan mereka melawan Mad Dog adalah untuk menyembuhkan adiknya yang terkena kutukan.


Leona pasti merasa sangat bersalah terhadap Arcturus. Seandainya dia tak coba membantunya, mungkin kondisinya takkan seperti ini.


“Apa yang kamu bicarakan? Aku takkan melakukan sesuatu yang tak menguntungkan untukku. Faktanya aku memang berencana bertarung dengan Mad Dog dengan atau tanpa bertujuan membantumu.”


Menyembuhkan adik Leona adalah bonus dari membawa Mad Dog ke sisinya. Meskipun saat ini Arcturus tidak benar-benar yakin apakah bajingan itu mau pergi bersamanya.


“Meski begitu tetap saja—”


“Aku benci melihat orang yang merasa bersalah padahal dia tak perlu melakukannya. Jika kamu mau meminta maaf, maka tolong jangan seperti itu.”


Kondisi ini tidak akan berlangsung selamanya. Alasan Arcturus mau mengambil risiko seperti ini karena dia tahu cara menyembuhkannya.


“Kamu jangan khawatir, Leona. Seperti bagaimana aku tahu cara menyembuhkan adikmu,” Arcturus memandang Leona dan tersenyum. “Aku juga tahu cara menyembuhkan diriku.”


Leona dan Edward memandang satu sama lainnya. Mereka memiliki pikiran yang sama tentang bagaimana Arcturus sangat yakin.


Dia bukan hanya bersikap sok kuat hanya demi Leona. Namun orang itu adalah sosok yang tahu apa yang harus dilakukannya.


“Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya Edward untuk memutuskan pembicaraan lain.


“Aku ingin sekali istirahat namun situasinya tidak memungkinkan. Untuk sekarang mari kita temui Mad Dog.”


Sangat penting untuk memastikan apa status mereka saat ini dengan Mad Dog.


“Apa? Kamu sungguh ingin menemuinya? Jika bukan karena dia kamu mungkin takkan terluka separah ini!”


Edward berkata demikian. Dia terlihat takut dan khawatir di waktu yang sama. Namun Arcturus sangat tahu apa yang membuat bajingan itu bersikap seperti ini.


“Kamu hanya takut dia membencimu dan menghajarmu, kan? Tenang saja, dia pastinya sudah berubah ... mungkin.”


Arcturus bahkan tidak menjamin Mad Dog tidak akan menggila. Dalam hal apapun bajingan itu tak bisa ditebak dengan akal sehat.


“Yah, jika itu terjadi aku berjanji akan menemukan seluruh tubuhmu dan memakamkannya dengan layak.”


Mendengar perkataan Leona membuat Edward terkejut, bahkan dia menemukan Arcturus tak masalah jika dirinya tewas.

__ADS_1


“Yang benar saja! Aku tidak mau mati perjaka!”


Sampah tetaplah sampah pada akhirnya. Edward tak memiliki alasan yang hebat untuk tetap hidup. Dia hanya memikirkan kepala bagian bawah.


“Yah, apapun itu mari bergegas sekarang. Aku mengkhawatirkan sesuatu.”


Sudah tiga hari berlalu dan sangat mungkin situasi Mad Dog tidak bagus saat ini.


“Mengapa kamu terburu-buru?” tanya Leona.


Arcturus memang belum membicarakan hal ini dengan mereka. Itu karena dia tak mau menciptakan kekhawatiran yang tidak diperlukan.


“Mad Dog dan ibunya tidaklah sendiri. Aku bisa menjamin Dewa Anjing Iblis lainnya sudah menyebrangi benua.”


Leona dan Edward terkejut mendengarnya. Mereka langsung memahami bahwa Anjing Iblis lainnya pasti datang untuk Mad Dog.


“Oleh karena itulah mari bergegas sebelum kita didahului mereka.”


Jika mereka datang lebih dulu maka itu adalah kemungkinan terbaik. Namun bila mana sebaliknya, mungkin pertarungan tak terelakan.


Meski begitu Arcturus sama sekali tidak khawatir. Bahkan jika Doberman muncul, dia yakin akan bisa mengatasinya.


Mad Dog mungkin kuat namun bahkan dia takkan bisa bertarung selagi melindungi ibunya. Meski vitalitasnya kuat namun bukan berarti dia sudah pulih sepenuhnya dari luka pertarungan sebelumnya.


Ashura adalah kekuatan yang sangat kuat. Tidak mungkin kekuatan itu tidak meninggalkan luka yang parah.


“Cukup kita bertiga saja yang pergi. Tolong, bawakan aku kursi roda atau semacamnya.”


“Bagaimana jika kita terlibat pertarungan lagi? Teleportasi hanya bisa mengangkut empat orang termasuk aku. Bahkan rapalannya tak sebentar.”


Melarikan diri adalah yang terbaik lantaran kondisi Arcturus tak memungkinkan untuk bertarung.


Namun itu bukan sesuatu yang Arcturus pikirkan sama sekali.


“Jangan khawatir. Kemungkinan paling buruknya adalah Mad Dog lepas kendali. Hanya itu yang perlu dikhawatirkan.”


Masalah di sini bukanlah tentang Dewa Anjing Iblis yang berusaha membunuh Mad Dog. Namun bagaimana jika mereka memilih membunuh orang paling berharga baginya?


Itulah kekhawatiran terbesar yang dimiliki Arcturus. Segalanya belum berakhir.

__ADS_1


__ADS_2